Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Kedatangan Anne


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Plakk


Plakk


Sesampainya di rumah kontrakannya, Harsa menampar Serli sampai Serli terhuyung jatuh di sofa. Harsa terlihat sangat marah, bagaimana dia tidak marah jika tiba-tiba Wida memutuskan untuk menggugat cerai Harsa. Dan itu juga karena ulah Serli dan ibunya, yang lancang datang kerumah Wida untuk meminta hak Serli. Hak apa yang mereka minta?.


" Dasar j4l4ng !! Sudah berapa kali, aku tidak mengizinkanmu datang kerumah istri ku tapi kenapa kamu datang kesana dengan meminta hak mu? Hak apa yang kamu dan ibumu minta? Semuanya kacau karena ulah kamu dan ibumu yang mata duitan itu!!."Bentak Harsa penuh amarah.


" Kamu kenapa menamparku? Apa yang aku lakukan sudah benar, karena aku meminta hak ku. Enak saja istri pertamamu itu hidup bergelimbang harta sedangkan aku harus hidup serbs pas-pasan begini."Ucap Serli membela diri dan tidak mau disalahkan.


Menurut Serli apa yang dia lakukan sudah benar. Tidak semestinya istri pertama Harsa menguasai semua hartanya meskipun awal mula harta yang dimiliki nya itu dari keluarga Wida.


" Bodoh !! Gara-gara kamu semuanya jadi kacau dan istriku akan menggugat aku cerai. Aku pusing dengan semua kemauanmu, Serli. Belum juga genap 1 bulan menikah kamu sudah mengacaukan segalanya. Dengan terpaksa aku talak kamu, sekarang kamu bukan istriku dan bukan tanggung jawabku lagi !!."Seru Harsa dengan lantang.


Duuaaarrrr


Tubuh Serli langsung lemas saat mendengar Harsa menceraikannya. Mana mungkin semua ini terjadi, Serli tidak sanggup menghadapi cacian dari para tetangga. Pernikahannya hanya bertahan 20 hari saja.


" Kamu tidak bisa menceraikanku begitu saja, jika kamu menceraikanku. Kamu harus memberikan gono gini bagianku. Apalagi saat ini aku sedang hamil."Ucap Serli dengan pongahnya dia meminta gono gini.


Pllaaakkk


Tamparan kembali mendarat di pipi Serli. Rasa pipi Serli sudah tidak karuan, sakit dan panas serta nyeri menjadi satu.


" Harta gono gini mana yang kamu minta? Aku sudah tidak punya apa-apa, bahkan akupun terancam dipecat !! Semua harta yang ada itu milik istriku, tidak ada secuilpun atas namaku. Lagi pula kita ini cuma menikah siri jadi kamu tidak berhak menuntut gono gini. Sekarang jangan pernah lagi ganggu hidupku, segera kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini."Ucap Harsa lagi-lagi membuat Serli syok.


Jika dia tidak bisa mendapatkan harta gono gini, bagaimana dengan nasibnya dan anak yang ada dalam kandungannya. Serli tidak mungkin mengandalkan orang tuanya, penghasilannya bapaknya juga tidak pasti.


******


Ratu datang ke perusahaan dan membawakan makan siang untuk suaminya. Akhir-akhir ini dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, begitupun dengan Arya. Sampai makan siang saja tidak pernah bareng lagi. Ratu khawatir suaminya akan memprotes kesibukannya dan akan ada penggoda datang menghampiri Arya.


Makanan yang Ratu bawa memang bukan masakannya, dia membelinya di resto yang dekat dengan butik.


" Selamat siang ibu Ratu."Sapa resepsionis dengan sopan dan ramah.


" Siang."Jawab Ratu ramah dan sambil mengulas senyuman.


Ratu menuju lift untuk naik ke lantai dimana ruangan suaminya berada. Ratu dengan santainya melenggang masuk ruangan Arya tanpa mengetuk pintunya lebih dahulu. Dia sengaja datang tanpa memberitahu Arya, karena memang untuk kejutan.

__ADS_1


" Kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu, jangan asal masuk."Seru Arya tanpa melihat siapa yang datang. Pandangan Arya tetap ke layar laptopnya.


" Mas."Seru Ratu sambil tersenyum manis.


Haaahhhh.


Merasa tidak asing dengan suara yang memanggilnya, Arya langsung mendongakkan kepalanya dan dilihatnya Ratu sudah berdiri di ambang pintu dengan tangan menenteng makanan.


" Dek, Ya Allah.. Mas kira tadi karyawan makanya mas sempat bicara seperti tadi."Ucap Arya sambil berjalan menghampiri Ratu dan mengajak Ratu duduk di sofa yang ada di ruangannya.


" Galak juga ya suamiku ini."Seru Ratu sambil mencubit hidup Arya.


" Iya dong, kalau di kantor harus galak dan tegas. Tapi kalau di rumah seperti kucing yang imut. Hehee.. Kamu bawa makan siang ya dek? Beruntung tadi mas belum minta OB untuk beliin makan."Ucap Arya.


" Maaf ya mas, tadi pagi tidak sempat siapin untuk bekal makan siang nya. Karena memang aku sengaja siang ini mau datang untuk makan siang dengan suamiku yang tampan ini. Kalau aku kelamaan tidak jengukin suami ku ke kantor, takut ada bibit pelakor yang datang menghampiri suamiku."Ucap Ratu membuat Arya hanya menggelengkan kepalanya.


Ratu membuka makanan yang tadi dia bawa dan menatanya di atas meja. Baru juga Ratu dan Arya mau mulai makan, tiba-tiba pintu ruangan Arya dibuka tanpa ada yang mengetuk lebih dulu.


" Maaf, maaf saya kira pak Arya sendirian." Seru Anne yang tiba-tiba datang tanpa permisi lebih dulu.


Anne datang dengan sengaja untuk makan siang bareng dengan Arya. Di tangan Anne sudah menenteng makanan yang ingin dia makan bersama Arya. Namun ternyata Arya sedang makan siang bersama istrinya.


" Tidak sopan sekali anda bu Anne. Apa anda tidak bisa mengetuk pintu lebih dulu, lagi pula ini jam makan siang seharusnya anda tahu ini waktunya istirahat. Jika anda ada perlu bisa tunggu nanti."Ucap Arya terlihat tidak suka dengan sikap Anne yang tidak sopan.


" Siapa dia mas?." Tanya Ratu juga ikut kesal karena ada orang yang sudah mengganggu makan siangnya.


Sebelumnya Arya memang sudah menceritakan jika saat ini perusahaan sedang bekerja sama dengan Tirta Company yang di tangani langsung oleh Anne, anak pemilik perusahaan.


" Ooh ini tah yang nama nya ibu Anne anak dari pemilik perusahaan Tirta company. Cantik sih, tapi kok tidak sopan ya?." Seru Ratu mencibir Anne.


* Si4l4n !! Kenapa juga dia ada disini? Padahal sudah jauh-jauh aku datang bawa makanan untuk bisa makan siang bareng Arya.*Gumam Anne dalam hatinya.


" Maaf pak Arya. Saya tadi datang untuk mengajak pak Arya makan siang, tapi tidak tahunya pak Arya sudah makan bareng istri."Ucap Anne tanpa tahu malu.


Ratu memandang penuh selidik, wanita yang ada di depannya ini bibit-bibit pelakor yang harus dia waspadai. Bibit pelakor memang sangat meresakhan. Jika dibiarkan akan semakin semena-mena, Ratu tersenyum kecut sambil bersedekap tangan.


Sedangkan Arya, memandang tidak suka kearah Anne. Anne semakin tidak sopan, dan Arya bisa menyimpulkan jika Anne ada hati dengannya.


" Sudah tahukan kalau suamiku sedang makan siang dengan istrinya? Sekarang lebih baik bu Anne pergi saja dari sini. Maaf bukan saya mau mengusir bu Anne, tapi saya sedang tidak mau diganggu."Ucap Ratu pelan namun tegas.


" Maaf kalau saya sudah mengganggu. Permisi pak Arya."Ucap Anne hanya menyebut nama Arya saja.


Sebelum dia benar-benar meninggalkan ruangan Arya, Anne melirik sinis ke arah Ratu. Terlihat sekali ketidak sukaannya kepada Ratu. Setelah Anne pergi, Arya dan Ratu melanjutkan makan siangnya lagi.


" Sepertinya bu Anne suka sama kamu, Mas Arya. Mas Arya suka juga sama bu Anne?."Seru Ratu secara tiba-tiba.


Uhhuukk Uhhukkk

__ADS_1


Arya tersedak sampai batuk-batuk. Arya segera menyambar botol air minum mineral yang ada di atas meja dan meminumnya hingga setengahnya. Ratu terlihat kesal sampai Arya tersedak, diam saja.


" Dek, kok bicara seperti itu ? Meskipun 100 wanita datang mendekatiku, hanya kamu seorang yang aku cintai dek. Aku tidak akan mungkin tergoda dengan wanita lain, karena istriku saja seorang bidadari. Mas tidak peduli sama bu Anne yang suka sama mas, hubungan ku dengan bu Anne hanya sebatas pekerjaan saja dek, tidak lebih dari itu."Ucap Arya bicara dengan sangat romantis.


" Tapi bu Anne itu cantik mas. Masa sih mas Arya tidak tertarik?." Tanya Ratu sengaja memancing kejujuran Arya.


" Dek, sudah berapa lama kamu kenal mas? Mas dari dulu tidak pernah macem-macem ataupun tertarik dengan wanita, secantik apapun dia. Tapi saat bertemu denganmu, mas langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Jadi jangan pernah meragukan mas ya?." Seru Arya sambil menggenggam tangan Ratu.


Tesss...


Buliran bening menetes di pipi Ratu. Ratu terharu dengan penjelasan dan kesetiaan sang suaminya. Ratu percaya jika Arya sangat mencintainya dan tidak akan meninggalkannya.


" Dek, kok nangis? Mas salah ya? Maaf kalau mas sudah salah bicara atau mas sudah melukai perasaanmu."Ucap Arya membawa Ratu dalam pelukannya.


" Mas tidak salah, mas juga tidak melukai perasaanku. Aku terharu dengan sikap mas tadi, maaf ya mas kalau aku tadi sudah membuat mas tersedak."Seru Ratu salah tingkah.


" Iya dek. Sekarang makannya kita lanjutin ya, nanti keburu dingin. Tapi memang sudah dingin sih."Seru Arya lalu terkekeh.


" Aku tidak jadi makan sendiri, tapi aku mau disuapin."Seru Ratu dengan pura-pura cemberut.


" Iya deh mas suapin, tapi makan yang banyak ya. Jangan ngambek lagi, kayak anak kecil saja kalau ngambek dan cemberut seperti ini."Ucap Arya sambil mengusap pucuk kepala Ratu.


Ratu terlihat bahagia dengan perlakuan Arya yang memang bisa memperlakukannya dengan baik. Arya memperlakukan Ratu dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Belum pernah sekalipun Arya marah dan sampai mengabaikan Ratu.


Jam dinding di kantor Arya sudah menunjukan pukul setengah 2 siang. Setelah membereskan bekas makan siangnya, Ratu pun berpamitan untuk kembali ke butik. Siang ini dia ada janji dengan Almira dan kliennya yang akan melihat contoh gaun pengantin rancangan Ratu.


" Itu bukannya istri nya Arya? Hemm.. Kalau seperti ini dia memang kelihatan modis sih. Tapi kalau cuma modis saja tidak cukup, masih jauh kalau mau dibandingkan denganku." Ucap Anne yang memang sengaja menunggu Ratu di dalam mobil.


Ratu merasa jika ada seseorang yang mengawasinya, tapi setelah dia melihat kesekeliling parkiran tidak ada siapa-siapa. Hanya ada dua satpam saja yang berjaga di depan lobby dan di pintu masuk area perusahaan.


" Tidak ada siapa-siapa? Hemm mungkin hanya perasaanku saja."Ucap Ratu lalu mensetater mesin mobilnya.


Ratu meninggalkan parkiran perusahaan, mobil Anne pun juga meninggalkan parkiran. Anne mengikuti mobil Ratu dari belakang, dia ingin tahu dimana tempat tinggal Arya. Sebab dia juga sudah meminta kepada pihak kantor, pihak kantor tidak ada yang mau memberitahu karena itu privasi.


" Kok dia berhenti di RD butik? Apa dia mau belanja? Hemmm sepertinya iya, ohh kalau begitu aku turun juga lah. Aku ingin tahu baju seperti apa yang dia beli, wanita udik seperti dia mana tahu fashion dan mana pantas memakai barang butik."Ucap Anne terus bermonolog pada dirinya sendiri.


Ratu sudah lebih dulu masuk ke butik dan ternyata di ruang tunggu sudah ada Almira yang menunggu bersama satu wanita cantik yang Ratu tahu pasti klien Almira, si calon pengantin.


" Nanti kalau ada yang nyariin saya bilang saja aku ada tamu dan tidak bisa di ganggu."Ucap Almira kepada salah satu karyawanya.


" Iya bu."Jawab Karyawan Ratu.


Anne masuk dan mencari-cari keberadaan Ratu didalam butik namun dia tidak menemukan keberadaan butik. Dia mencoba mencari ke toilet, hasilnya tetap sama jika Ratu tidak ada.


* Kemana wanita tadi ya? Atau jangan-jangan dia tahu kalau aku mengikutinya dan dia bersembunyi. Pasti dia takut berhadapan denganku tanpa ada Arya.*Gumam Anne dalam hatinya.


**********

__ADS_1


__ADS_2