
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Setelah membaca pesan yang dikirimkan Ratu, Arya menemui Bima dan bergegas ke rumah sakit. Tidak perlu memakan waktu lama, Bima dan Arya sudah sampai di rumah sakit. Disana tinggal Ratu saja yang menemani Serli, sebab pak Rt dan istrinya sudah pulang dari 30 menit yang lalu.
Serli sudah dipindahkan di ruang perawatan, tangan dan wajahnya yang terkena air keras itu terlihat sangat mengerikan. Ratu tidak tega melihatnya, sehingga dia lebih memilih menunggu Serli di luar.
Serli belum sadarkan diri akibat obat yang diberikan oleh dokter. Sudah 1 jam Ratu di rumah sakit menemani Serli.
" Dek, apa yang terjadi dengan Serli?."Tanya Arya yang sudah sampai di depan ruangan Serli.
" Ada orang yang menyiram Serli menggunakan air keras mas."Jawab Ratu jelas.
" Air keras?."Seru Arya dan Bima secara bersamaan.
Mereka berdua sama-sama kaget jika Serli di siram dengan air keras. Fikiran Arya dan Bima tiba-tiba seperti berputar-putar, mereka penasaran siapa orang yang sudah menyiram Serli dengan air keras.
" Lalu bagaimana dengan keadaan Serli?." Tanya Bima.
" Pipi kiri dan tangan kirinya yang rusak. Mas Arya dan mas Bima bisa masuk dan lihat sendiri keadaan Serli. Aku tidak tega melihat luka itu, terlihat sangat mengerikan. Maaf, aku mual melihatnya."Ucap Ratu bicara jujur jika dia tidak sanggup melihat luka akibat siraman air keras itu.
Bima masuk lebih dulu untuk melihat keadaan Serli. Arya sendiri memilih untuk menemani istrinya lebih dulu. Ratu pun menceritakan apa yang tadi diceritakan oleh istri pak Rt. Arya menerka-nerka jika wanita itu adalah musuh Serli atau salah satu wanita yang sudah dibuat Serli sakit hati. Mengingat Serli yang suka menggait pria - pria beristri, bisa jadi itu salah satu istri pacarnya Serli.
Hhuuuffff
Arya membuang nafas dengan kasar, ada saja masalah yang menimpa Serli. Apa ini semua karma Serli karena selama ini sudah mengusik kebagiaan para wanita yang suaminya sudah dia goda.
" Dek, mas lihat Serli dulu ya kedalam. Kamu disini sendiri tidak apa-apa kan? Tidak lama kok, nanti kita pulang sama-sama dan biar Mas Bima yang jagain Serli."Ucap Arya dengan lembut.
" Iya mas, tapi bapak juga belum kesini loh mas. Tadi di telepon tidak di angkat, mungkin pak Rt sekarang sudah memberitahunya."Ucap Ratu ingat dengan bapak mertuanya.
" Kalau bapak belum datang sampai kita pulang nanti,kita mampir ke rumah bapak dulu. Nanti mas pesankan taksi online saja untuk mengantar bapak, mas tidak mungkin membiarkan kamu pulang sendirian."Ucap Arya.
Ratu mengangguk setuju, setelah itu Arya masuk ke kamar rawat inap Serli untuk melihat keadaan adik perempuannya itu.
__ADS_1
" Ya Allah.. Kira-kira siapa ya mas pelakunya?."Tanya Arya yang tidak mungkin Bima juga tahu jawabannya.
" Aku tidak tahu pasti Bim, tapi aku yakin pasti orang itu sakit hati karena Serli, sampai dia berani melakukan kejahatan seperti ini. Setelah Serli bangun nanti kita tanyakan langsung sama Serli."Jawab Bima.
" Apa mungkin pelakunya wanita yang sudah di sakiti Serli ya mas?."Tanya Arya berarsumsi sendiri.
" Bisa jadi."Jawab Bima singkat.
Hanya 10 menit saja Arya melihat keadaan Serli, setelah itu dia pamit pulang. Ada Ratu yang harus dia antarkan pulang. Arya dan Ratu keluar dari rumah sakit sudah jam 5 sore, dan sampai jam segitu juga pak Santo belum datang ke rumah sakit.
Mobil Arya membelah jalanan menuju rumah orang tuanya. Bersamaan dengan mobil Arya datang, pak Santo juga baru pulang dari toko. Tapi sepertinya pak Santo belum tahu jika Serli masuk rumah sakit.
" Loh Arya, Ratu kalian kesini ?."Tanya pak Santo senang melihat kedatangan anak dan menantunya.
" Iya pak, bapak baru pulang? Tumben pak sampai magrib begini?."Tanya Arya merasa heran.
Tidak biasanya pak Santo pulang dari toko sampai hampir magrib begitu. Paling sore biasanya jam setengah 5 sore, namun kali ini sampai hampir magrib.
" Emm.. Iya, tadi siang bapak ke desa sebelah. Bapak ziarah ke makam ibu kamu dulu, Arya. Hemm.. Yuk masuk, sudah mau magrib nih tidak baik ada di luar rumah. Serli pasti tidak di rumah, lampu sampai belum ada yang dihidupkan seperti ini."Seru pak Santo.
" Serli masuk rumah sakit pak."Seru Arya langsung memberitahu pak Santo.
Rumah sakit? Ada apa lagi dengan anak itu? Pak Santo heran dengan Serli yang seakan hobby cari perkara sampai dia masuk rumah sakit lagi.
" Ada apa lagi dengan adikmu itu, Arya?."Tanya pak Santo sambil melangkahkan kakinya menuju pintu rumah.
" Ada orang yang ingin mencelakai Serli pak. Serli di celakai dengan air keras, pipi kiri dan tangan kirinya yang terluka dan luka bakarnya cukup serius."Jawab Arya bicara jujur apa adanya.
Ratu hanya menjadi pendengar setia saja, jujur dia kasihan dengan mertuanya yang sudah tidak muda lagi itu. Seharusnya di hari tua nya begini tidak perlu memikirkan masalah demi masalah yang di alami anaknya. Cukup dirumah saja dan menikmati masa tuanya.
" Kita sholat magrib dulu, setelah sholat nanti bapak akan ke rumah sakit."Seru pak Santo dengan suara yang terdengar sedih.
Baik buruknya Serli dia tetaplah anaknya, daraj dagingnya tidak mungkin pak Santo akan membiarkan Serli begitu saja.
Sementara itu, saat ini Rani sedang merayakan keberhasilannya mencelakai Serli dengan membeli makanan mahal kesukaannya. Dia merayakan pestanya sendirian, Yanto belum juga pulang.
" M4mpus kau Serli, meskipun tidak mengenai muka secara menyeluruh setidaknya diwajahnya akan ada luka atau cacat yang mengerikan. Dengan luka itu, tidak akan ada orang yang mau mendekatinya."Ucap Rani terus bicara pada dirinya sendiri.
Hahaaaaaa...
__ADS_1
Rani tertawa dengan lantang, beban di hatinya dan rasa sakit hati seakan hilang begitu saja. Dia benar-benar puas sudah bisa melukai Serli.
" Pasti setelah ini Serli akan hidup menderita, rasakan penderitaan mu Serli. Dan nikmatilah hari demi hari dengan cacian dari orang-orang yang mungkin selama ini orang-orang itu juga sudah kamu caci."Ucap Rani lagi.
Brtumm Brruum Brruumm
Terdengar deru mobil memasuki pekarangan rumah Rani. Rani hafal betul siapa pemilik mobil yang baru saja datang, siapa lagi kalau bukan kang mas Yanto.
" Yanto kamu pulang."Seru Rani menyambut kepulangan Yanto dengan senang.
" Kenapa? Apa aku tidak boleh pulang ke rumah ku sendiri? Dasar wanita aneh."Seru Yanto bicara dengan ketus.
" Yanto kok kamu bicaranya seperti itu sih, kamu sudah 2 malam loh tidak pulang. Apa kamu tidak kangen dengan anakmu dan tidak ingin menjenguk anakmu?." Seru Rani yang kini sudah mengalungkan kedua tangannya di leher Yanto.
Brrruuukkkk
Yanto melepaskan kedua tangan Rani lalu dia mendorong Rani sampai Rani terjatuh. Yanto sedang tidak mau di ganggu, mau Rani menggodanya seperti apapun jika Yanto tidak mau dia akan tetap tidak mau.
" Kamu kenapa?."Tanya Rani masih berusaha bicara lembut dengan Yanto untuk menarik perhatian Yanto.
" Aku tidak mau melakukannya, saat ini aku ingin istirahat. Aku capek, ingat jangan ganggu istirahatku. Sampai kamu mengganggu ku aku akan usir kamu dan aku juga bisa melenyapkanmu dari bumi ini."Seru Yanto mengancam dan kali ini tatapan mata Yanto sangat menakutkan.
Ddeegghh....
Rani langsung ketakutan dan j4ntungnya berdetak tidak menentu. Sepertinya saat ini Yanto sedang ada masalah, dan dia benar-benar sedang tidak mau di ganggu.
" Istirahatlah, aku tidak akan mengganggu mu."Ucap Rani dengan pelan.
" Kamu jangan pernah macam-macam denganku Rani, aku masih mempertahankan mu di rumah ini karena anak dalam kandunganmu itu. Meskipun aku ini p3nj4h4t , setidaknya aku peduli dengan anakmu meskipun aku tidak mengharapkan anak itu."Ucap Yanto ketus.
" Jahat kamu Yanto !! Aku begini juga karena kamu, sampai aku di ceraikan Bima juga karena kamu."Seru Rani mulai terisak.
" Jangan menyalahkan ku, karena kamu sendiri juga mau !! Mur4h4n !!." Bentak Yanto dengan lantang.
Sepertinya Rani sudah membangunkan amarah Yanto yang sedari tadi dia tahan. Yanto bukan tipe pria yang mau di salahkan terus menerus.
Pllaakk
**********(
__ADS_1