
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Siang ini Ibu Marni datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya. Dia datang dengan diantar Yanto, namun Yanto hanya menunggu di parkiran saja. Dia tidak mau ikut mengantri dengan para ibu-ibu hamil yang lainnya yang juga ada yang ditemani para suaminya.
Dari semalam ibu Marni perutnya terasa kram, mungkin karena dia terlalu lelah. Setiap malam Yanto terus menggempurnya, sudah seminggu ini juga ibu Marni pindah di rumah nya yang baru.
Ibu Marni mendapat nomor antrian 15, dan saat ini baru nomor 12. Ibu Marni duduk di kursi paling pojok, sebab dia malu berkumpul dengan ibu-ibu yang lainnya. Hamil di usia yang sudah lanjut membuat dia malu dan tidak percaya diri.
Dari arah kanan, mata ibu Marni melihat Rani berjalan menuju ruang praktek dokter kandungan. Ibu Marni sedikit gusar, khawatir jika Rani akan berulah dan mempermalukannya di depan para ibu-ibu hamil yang saat ini sedang mengantri.
" Ibu !!."Seru seseorang menyapa Ibu Marni dari sampingnya.
" Hahh... Ratu !."Seru ibu Marni nampak kaget melihat Ratu yang sudah berdiri di sampingnya.
Sebenarnya Ratu tadi sudah sampai lebih dulu tapi dia ada di dalam ruang praktek dokter sedang pemeriksaan. Saat dia keluar ruangan dokter, Ratu melihat ada ibu Marni di pojokan sedang memperhatikan kearah pintu masuk yang ternyata ada Rani. Ratu mengira jika ibu Marni datang bersama Rani untuk menemani Rani periksa kandungan.
" Ibu apa kabar?."Tanya Ratu dengan sopan.
" Emm.. Baa, baiikk."Jawab ibu Marni dengan gugup.
Ratu melihat wajah gugup ibu Marni, Ratu melirik ke arah Rani. Ternyata Rani duduk di kursi tunggu agak jauh dari ibu Marni dan dia sedang fokus dengan ponsel di tangannya seolah tidak melihat keberadaannya.
" Mbak Rani ada di sebelah sana, kenapa ibu tidak kesana? Ibu datang sama mbak Rani kan?."Tanya Ratu semakin detail dan membuat ibu Marni semakin cemas.
" Kok ibu gugup begitu sih?."Tanya Ratu lagi dengan kepo.
__ADS_1
" Sudah jangan banyak tanya !! Sana cepat pergi, jangan kepo sama urusan orang lain. Mau aku datang bareng Rani atau tidak itu bukan urusan kamu !!."Seru ibu Marni bicara dengan tegas.
Tanpa diduga, ternyata Rani melihat kearah Ratu dan ibu Marni. Bibirnya tersenyum tipis, dia pun bangkit dan melangkah mendekati ibu Marni dan Ratu.
" Wahh.. Tidak disangka ya kita bisa bertemu di sini dengan keadaan yang sama. Sama-sama sedang memeriksakan kehamilan, anak-anak kita nanti tidak jauh loh jaraknya. Anak ku sama anakmu pasti seumuran, Ratu. Kalau anak ibu, jadi adik anak-anak kita. Lucu ya, mantan mertua dan mantan menantu hamil bersamaan."Seru Rani dengan gamblangnya.
Ratu bingung dengan yang baru saja dikatakan Rani. Hamil? Ibu Marni hamil? Apa benar ibu Marni sedang hamil? Banyak pertanyaan dalam benak Ratu yang ingin dia tanyakan langsung kepada ibu Marni. Melihat gelagat Rani, sepertinya Rani dan ibu Marni sedang bermasalah.
" Hamil ? Maksud kamu ibu hamil mbak?."Seru Ratu penasaran.
" Iya, wanita tua b4n9ka tidak tahu diri ini sekarang sedang hamil. Dan yang lebih parahnya lagi dia itu hamil dengan Yanto !! Ayah dari anak yang ada dalam kandunganku ini, kamu juga pasti tahukan kalau Yanto itu juga mantan teman ranjangnya Serli. Duhh... Tidak kebayang, bagaimana jika Serli tahu kelakuan ibunya."Seru Rani sengaja bicara dengan keras agar ibu-ibu yang sedang mengantri mendengar apa yang dia bicarakan.
Ddeegghh...
Ratu kaget mendengar cerita Rani barusan. Ternyata ibu Marni beneran hamil, dan dia juga hamil dengan Yanto. Berarti selama tinggal dengan Rani, Ibu Marni ada main dengan Yanto. Ratu sungguh heran dengan kelakuan ibu mertua nya itu. Sudah tua tapi kelakuan sudah seperti gadis yang masih berusia belasan tahun saja.
" Benar ibu hamil? Jadi kalian berdua ini hamil dengan pria yang sama tanpa ada hubungan pernikahan? Dan kalian tinggal satu atap?."Seru Ratu dengan sengaja memelankan suaranya agar tidak terdengar yang lainnya. Bagaimanapun Ratu punya etika dan sopan santun, dia tidak mau mempermalukan ibu Marni dan Rani.
" Kalau memang iya kenapa? Itu bukan urusan kamu !! Lagian kamu itu bukan siapa-siapa ku lagi, aku sudah bercerai dengan pria tua Santo mertua mu itu. Dan apa kamu lupa, kalau aku ini hanya ibu tiri suamimu. Jadi jangan pernah ikut campur dengan urusanku, urus dirimu sendiri !!."Sentak ibu Marni memarahi Ratu.
Ratu benar-benar tidak menyangka atas apa yang terjadi dengan mantan ibu mertuanya. Tidak mau terlalu pusing dan memikirkan hal yang baru dia ketahui, Ratu pun segera meninggalkan Rani dan ibu Marni. Ratu melangkah keluar rumah sakit, menuju mobilnua yang terparkir di parkiran rumah sakit. Sebenarnya tadi Arya ingin ikut, tetapi Ratu tidak mau jika Arya meninggalkan meetingnya dengan klien luar negeri. Sehingga Ratu meminta Arya untuk tetap meeting saja dan dia akan berangkat cek kandungan sendiri.
" Bagaimana jika Serli tahu kalau ibu saat ini sedang hamil dengan Yanto. Pasti Serli akan syok dan dia bisa jadi membenci ibu nya. Semoga saja Serli bisa menerima semua kenyataan ini, sekarang mungkin bisa ditutupi tapi suatu saat nanti Serli pasti akan tahu semua ini."Seru Ratu bicara pada dirinya sendiri.
Ratu membelokkan mobilnya di salah satu cafe, dia ingin makan siang di cafe itu. Kebetulan di cafe itu menjual makanan yang sedang diinginkan oleh Ratu. Ratu pun mencari tempat duduk yang tidak terlalu ramai, akhirnya dia menemukan posisi yang dia inginkan. Duduk di pojok dekat jendela.
Saat sedang menunggu pesanannya, tiba-tiba ada seorang pria yang datang menghampiri Ratu
" Ratu."Seru seseorang itu dengan suara sedikit kaget.
" Ehh.. Kak Agung?."Jawab Ratu juga kaget karena bisa bertemu dengan Agung.
__ADS_1
" Boleh saya duduk di sini?."Seru Agung sembari menunjuk kursi di seberang Ratu.
Ratu tidak bersuara, dia hanya menganggukkan kepalanya sekilas saja. Sebenarnya dia sedikit gugup hanya berduan saja dengan agung, mengingat dulu dia pernah menolak cintanya Agung sampai pada akhirnya Agung menjauhinya dan ini pertemuan pertama mereka setelah 6 tahun lamanya tidak bertemu. Saat di kantor, hanya Ratu saja yang melihat Agung dan Agung sendiri tidak melihat Ratu.
" Kamu sudah menikah?."Seru Agung sembari melirik perut Ratu yang buncit.
" Iya sudah kak."Jawab Ratu singkat.
" Ohh.. Selamat ya. Pasti laki-laki yang menjadi suami kamu adalah laki-laki yang sangat beruntung. Beruntung sekali laki-laki itu bisa mendapatkan hatimu."Seru Agung sambil tertawa kecut, seakan dia menertawakan dirinya sendiri.
Makanan yang di pesan Ratu pun datang, dia makan lebih dulu. Sementara itu Agung terus memandangi Ratu saat dia makan. Ratu merasa risih dengan pandangan Agung, sebagai wanita yang sudah bersuami Ratu merasa jika pandangan Agung itu tidak pantas.
" Tolong jangan memandangiku seperti itu kak, aku risih. Apa lagi aku ini wanita yang sudah bersuami. Maaf, lebih baik kak Agung duduk di tempat yang lain saja."Seru Ratu mengusir Agung secara halus.
" Waah, wah.. Ternyata kamu ini masih saja keras kepala seperti dulu ya. Sebenarnya apa sig kurangnya aku sampai dulu kamu menolakku. Aku kaya, tampan dan bertanggung jawab. Sudah pasti jika kamu hidup dengan ku hidupmu akan terjamin, padahal dulu itu banyak loh para wanita yang mengejar-ngejar ku dan justru aku mengejar kamu. Bodohnya aku ."Seru Agung sambil tertawa kecut.
" Tolong jangan bahas masalalu lagi. Lagi pula diantara kita tidak pernah ada hubungan spesial. Hanya sebatas teman sekolah saja, lagi pula tanpa menjadi istri kak Agung juga aku sudah hidup bahagia. Orang tua ku bisa memberikan apa yang aku mau, dan saat ini suamiku yang bertanggung jawab atas diriku. Suamiku bisa menafkahiku dengan baik."Seru Ratu mulai kesal dengan Agung.
" Bukannya orang tua kamu dulu hanya petani? Dan kamu juga sekolah di tempat elite karena pakai beasiswa? Hemm.. Memangnya suami kamu kerja apa sih sampai kamu bangga begitu dengan suami kamu."Seru Agung semakin membuat Ratu kesal.
Ratu memundurkan kursinya lalu dia bangkit. Tidak lupa dia meletakkan uang 200 ribu di atas meja untuk membayar pesanannya tadi yang bari 2 sendok dia makan. Ratu memilih segera meninggalkan Agung, namun dengan cepat Agung menyusul Ratu ke parkiran.
" Ratu tunggu !!."Seru Agung memanggil Ratu.
" Apa lagi kak? Jangan pernah kamu merendahkan orang tua ku dan suamiku sebelum kamu tahu siapa mereka."Seru Ratu tersulut emosi.
" Maaf, aku tidak bermaksud merendahkan mereka. Sekali lagi maafkan aku, tadi aku hanya bercanda saja kok."Seru Agung sambil mengatubkan kedua tangannya.
" Tolong jangan mengganggu ku kak, dan jangan halangi jalan ku."Seru Ratu sedikit mendorong Agung agar memberinya jalan.
Sesampainya di mobil, Ratu pun masuk ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan pelataran parkiran cafe.
__ADS_1
* Sepertinya Ratu hidup bahagia, dan suaminya pun bisa memberikan nafkah dengan baik. Terbukti Ratu semakin cantik, penampilannya pun semakin menarik. Jika Ratu bahagia akupun turut bahagia.*Gumam Agung dalam hatinya.
***************