Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Tagihan rumah sakit


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Serli hanya di rawat semalam saja dan siang ini sudah di perbolehkan pulang. Namun ibu Marni bingung uang darimana untuk membayar biaya rumah sakit. Biaya rumah sakit semalam mencapai 4,5 juta,sebab ibu Marni meminta Serli di rawat di kamar Vip tanpa memikirkan biaya nya.


Ibu Marni menghubungi Bima tapi Bima sudah mengatakan jika dia tidak ada uang. Sebenarnya Bima punya uang tapi dia ingin memberikan pelajaran ibunya. Sebab ibunya yang ngeyel meminta kamar VIP. Jika dirawat di bangsal biasa, tidak akan mencapai 2 juta.


Ibu Marni terlalu gengsi sampai dia tidak memikirkan keadaan ekonominya yang serba sulit.


" Ada apa bu?."Tanya Serli yang melihat wajah gelisah ibunya.


" Biaya rumah sakit kamu 4,5 juta Ser, tapi ibu tidak ada uang. Telepon Bima juga dia bilang tidak ada uang. Telepon Arya dan Ratu tidak di angkat, sombong sekali mereka berdua itu. Sudah tahu adiknya masuk rumah sakit dan butuh biaya tapi tidak pengertian sama sekali."Ucap Ibu Marni menggerutu sendiri.


" Kenapa juga ibu minta tolong sama mbak Ratu? Bukannya semalam ibu sudah memarahinya, memangnya dia mau gitu membantu kita?." Tanya Serli penuh tanda tanya.


Semalam mereka sudah membuat masalah dengan Ratu, tapi sekarang mau seenaknya saja mau meminta Ratu membayar tagihan rumah sakit. Serli sendiri merasa malu, sebab semalam gara -gara dia juga yang membuat Ratu di marah oleh ibunya.


" Serli saja yang bayar."Seru Serli yang memang masih punya uang 20 juta dari Harsa yang belum dia pakai sama sekali dan sudah dia masukkan ke saldo rekeningnya.


" Benar kamu punya uang, Serli?." Tanya ibu Marni dengan mata nya yang sudah mulai berbinar tergambar uang di pupilnya.


" Kalau cuma 4,5 juta biaya rumah sakit sepertinya saldoku masih cukup. Ayo kita bayar dan segera pulang, aku jenuh di rumah sakit. Inu bawakan tas ku ini, salah siapa bawa baju banyak-banyak seperti ini. Sudah tahu aku cuma mau dirawat semalam tapi dibawakan baju sebanyak ini."Ucap Serli sambil melemparkan tas di lantai.


Bbrruukk

__ADS_1


Tas itu jatuh tepat dibawah kaki ibu Marni. Serli keluar lebih dulu, dan diikuti ibu Marni sambil menenteng tas yang berisi barang-barang Serli. Serli ke tempat adminstrasi rumah sakit untuk membayar tagihan rumah sakit.


Setelah 10 menit urusan adminstrasi pun sudah selesai. Serli dan ibu Marni kembali melangkah menuju lobbi rumah sakit. Serli berjalan dengan santainya tanpa memperdulikan ibunya yang keberatan membawa dua tas, milik Serli dan miliknya sendiri.


Padahal Serli baru saja keluar dari rumah sakit, tapi kelakuannya seperti orang yang sudah sehat bugar. Tidak ada tanda-tanda seperti orang yang sakit dan keluar dari rumah sakit, yang ada justru seperti orang yang baru dari pulang tamasya.


" Mana taksi onlinenya, Serli?."Tanya Ibu Marni, dengan tubuh yang sudah banjir keringat karena keberatan membawa tas.


" Tunggu saja bu, mungkin sebentar lagi."Jawab Serli dengan tangan tetap fokus pada ponselnya.


" Serli setelah ini kamu mau bagaimana? Kapan kamu mau menemui pria itu dan meminta pertanggung jawabannya? Ibu tidak mau kamu hamil tanpa suami, jika dia orang kaya kamu harus minta jaminan hidup dari dia. Rumah, mobil, uang dan aset yang lainnya."Seru ibu Marni mulai lagi membahas soal kehamilan Serli.


Seperti tidak ada tempat lain untuk membahas hal yang tidak seharusnya dibicarakan di tempat umum seperti itu. Setelah menunggu 5 menit, mobil taksi online yang dipesan Serli pun sudah sampai. Ibu Marni dan Serli naik mobil dan meminta sopir segera menjalankan mobilnya sesuai dengan alamat yang ada di aplikasi.


********


Saat jam makan siang, Arya dan Bima sudah membuat janji untuk makan siang di cafe seberang kantor. Bima yang memang sengaja mengajak Arya bertemu untuk membicarakan masalah yang dialami oleh Serli. Bagaimanapun, mereka adalah kakak laki-laki Serli.


" Hhuuufff.. Aku tidak tahu mas. Aku masih buntu, pekerjaan di kantor benar-benar membuat aku tidak bisa berfikir masalah Serli. Jujur aku kasihan sama Serli, tapi mau bagaimana lagi ? Pria itu sudah beristri dan sudah mempunyai anak yang usianya saja tidak jauh beda dari Serli? Serli juga kenapa bisa melakukan hal menjijikan seperti ini?." Seru Arya menyesalkan perbuatan adiknya yang akan membuat malu keluarga besar termasuk dirinya juga.


Bima juga tidak bisa berbuat banyak, sebagai seorang kakak laki-laki paling tua, Bima merasa jika dirinya tidak berguna. Selama ini juga hanya bisa menjadi beban untuk keluarga, belum ada pengorbanan Bima untuk keluarganya.


* Aku akan membantu Serli bisa menikah dengan pria yang menghamilinya. Dengan begitu aku bisa menjauhkan rasa malu keluarga. Iya aku harus mengajak Serli untuk menemui laki-laki itu.*Gumam Bima dalam batinnya.


" Hai pak Arya, kalian makan siang disini juga? Sepertinya kalian ini akrab banget sih?."'Seru Mita yang tiba-tiba datang dan sudah ikut bergabung dengan mereka.


Kedatangan Mita membuat n4fsu makan Arya seketika itu hilang. Arya meletakkan sendok dan langsung meminum es jeruknya sampai habis. Dia tidak mau berlama-lama ada di dekat Mita. Namun saat Arya bangkit, dengan cepat Mita mencengkal tangan Arya.


" Arya tunggu."Seru Mita.

__ADS_1


" Lepaskan !! Kamu jangan kurangajar Mita, aku ini atasanmu jadi kamu harus menghormatiku. Jangan bersikap seenaknya begini."Seru Arya dengan suara seakan tertahan karena dia tidak mau mengundang tanggapan negatif dari para pengunjung Cafe.


Bima sendiri masih saja diam menyaksikan drama yang sedang berlangsung dihadapannya. Dia tidak tahu ada hubungan apa antara Arya dan Mita sang kepala staff pemasaran yang baru itu.


" Aku akan melepaskan ini tapi kamu tetap disini, aku ingin bicara dengan mu."Seru Mita memohon.


* Disini ada mas Bima, sepertinya tidak masalah. Tidak akan terjadi fitnah juga.*Gumam Arya dalam hatinya.


Arya pun menganggukkan kepalanya dan kembali duduk. Namun kali ini dia pindah posisi duduknya dengan duduk tepat di samping Bima untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


" Ada hubungan apa kamu sama dia, Arya?."Tanya Bima sedikit berbisik.


" Tidak ada hubungan apa-apa mas. Dia itu temanku saat sekolah dulu. "Jawab Arya dengan jujur.


" Bicara saja sekarang, ini mas Bima. Dia itu kakakku, jadi tidak masalah jika dia tahu apa yang ingin kamu bicarakan. Jika kamu tidak mau ya sudah aku akan pergi dari sini."Ucap Arya dengan tegas.


Hhhuuffff


Mita terlihat tidak suka dengan gaya dan nada bicara Arya yang terkesan dingin dan cuek. Tapi tidak tahu kenapa, Mita tidak bisa melupakan perasaan cintanya padahal Arya sudah cuek bebek seperti itu.


" Aku mau minta maaf soal yang kemarin lusa, Arya. Aku menyesal sudah membuat keributan didalam kantor dan membuat kamu malu. Kamu mau kan memaafkan aku?."Ucap Mita dengan malu-malu mengakui jika dirinya salah.


" Jangan minta maaf kepadaku, tapi minta maaflah sama Istriku, Ratu. Dia yang sudah kamu hina dan kamu rendahkan. Jika dia memaafkan kamu, sudah pasti aku juga akan memafkan kamu."Jawab Arya bicara tanpa mau memandang wajah Mita.


" Tapi, bukannya meminta maaf kepada kamu juga sama saja. Emm.. Arya, tolong jangan adukan apapun kepada Direktur kantor pusat tentang kejadian kemarin. Sepertinya masalah kemarin hanya salah paham. Semalam mama ku telepon dan dia memintaku untuk tidak berulah, kamu tahu tidak siapa yang sudah mengadukan semua kelakuanku kepada mama?." Tanya Mita ingin tahu orang yang sudah ikut campur urusannya.


* Apa jangan-jangan Ratu? Pasti Ratu sudah bertindak secara perlahan dan dia memberi sentilan kepada orang tua Mita. Pasti kak Raja juga belum tahu, kalau dia tahu sudah pasti saat ini dia mengamuk besar. Kak Raja itu pendiam, tapi kalau sudah marah tidak bisa di kendalikan lagi.*Gumam Arya dalam hati.


" Aku tidak tahu."Jawab Arya dengan singkat.

__ADS_1


Merasa tidak ada manfaatnya bicara dengan Mita, Arya pun kembali bangkit dan berjalan menjauh dari Mita. Mita terus berteriak memanggil Arya, tanpa ada rasa malu sudah di tonton banyak pengunjung cafe. Tidak lama dari Arya, Bima juga ikut pergi. Dia tidak mau ikut campur dengan urusan Arya dan Mita.


***********


__ADS_2