
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Bu Marni mana upah kami? Ibu Marni sudah menjanjikan kami upah masing-masing 200 ribu loh. Masa sampai sekarang belum juga di bayar. Tugas kami juga sudah selesai dari tadi, ayok bu bayar upah kami agar kami segera pulang."Ucap bu Pinah menghampiri ibu Marni yang sedang berkumpul dengan keluarganya.
Langkah kaki Arya dan Ratu pun terhenti karena mendengar rengekan bu Pinah tadi. Arya merasa tidak tega jika tenaga bu Pinah dan bu Lulu tidak di bayar oleh ibunya. Mereka sudah kelelahan membereskan dan membersihkan semua piring , gelas yang kotor.
" Mas, kasihan mereka. Bagaimanapun mereka sudah keluar tenaga banyak, mereka juga pasti kelelahan."Ucap Ratu yang memandang iba kearah bu Pinah dan bu Lulu.
" Iya dek. Kalau mas yang bayarin upahnya mereka kamu marah tidak dek?."Tanya Arya meminta persetujuan dari Ratu.
" Kenapa aku harus marah mas? Justru aku sangat mengizinkannya, kasihan mereka."Jawab Ratu yakin.
Arya mengambil dompet dalam kantong celananya dan mengambil uang 5 lembar merah. Arya berjalan mendekati bu Pinah untuk memberikan uang itu.
" Kalian berdua ini bisa sabar tidak sih? Baru juga acaranya selesai, takut benar tidak dibayar. Suaminya Serli itu seorang pengusaha yang kaya raya dan sudah pasti dia banyak uang. Nanti kalau dia sudah selesai istirahat pasti dia akan memberiku uang. Baru aku bayar tenaga kalian itu, cuma 200 ribu saja dibuat ribut."Seru ibu Marni dengan ketus.
" Bu Pinah, ini uang 500 ribu untuk bayaran ibu berdua. Tolong dibagi yang adil."Seru Arya secara tiba-tiba menyerahkan uang kepada ibu Pinah.
__ADS_1
Ibu Pinah dengan cepat menerima uang yang diberikan Arya. Dan dia pun menghitungnya, benar saja semua uang itu ada 500 ribu. Dengan mata berbinar ibu Pinah dan ibu Lulu mengucapkan terima kasih kepada Arya. Lalu mereka berdua pun langsung pulang.
" Ehhh tunggu !! Itu tadi 500 ribu, perjanjian kita cuma 400 ribu. Kembalikan yang 100 ribu lagi."Seru ibu Marni tidak tahu malu.
Ibu Pinah dan ibu Lulu tidak peduli dengan teriakan ibu Marni. Mereka tetap melangkah menjauh dari rumah pak Santo.
" Arya, kenapa kamu berikan 500 ribu? Itu kelebihan, dasar bodoh !!."Seru ibu Marni memaki Arya.
" Tidak apa-apa bu. Anggap saja bonus untuk mereka, maaf aku permisi."Seru Arya tidak mau memperpanjang masalah lagi.
Arya menghampiri Ratu yang sudah berdiri di teras. Melihat Arya mengacuhkannya membuat ibu Marni semakin kesal. Dia merasa jima sekarang ini Arya sombong dan tidak perduli dengannya.
" Terus tagihan catering dan jasa mekup bagaimana, Arya?." Teriak ibu Marni mengejar Arya sampai teras.
Arya dan Ratu sudah masuk kedalam mobil, baik Ratu maupun Arya sudah sepakat untuk segera meninggalkan rumah pak Santo.
" Nanti kita cari cara agar Arya dan Ratu mau membayar tagihan itu bu. Aku sendiri kesal sama Ratu, pasti dia sudah menghasut dan mempengaruhi Arya agar pelit sama ibu. Ibu lihat sendirikan, semenjak mereka pindah si Arya itu semakin pelit."Ucap Rani mulai menghidupkan api kompornya.
" Yang dikatakan Rani itu benar bu. Padahal yang namanya anak laki-laki itu selamanya milik ibunya. Tidak peduli anak kandung atau bukan, lagi pula ibu kan yang sudah merawat Arya dari kecil."Ucap ibu Darti ikut mengompori.
" Kalian benar, biar saja nanti kalau tukang catering dan MUA itu datang aku suruh ke rumah Arya saja. Untuk Harsa jangan di ganggu dulu, biar dia menyesuaikan diri di keluarga ini dulu. "Ucap ibu Marni.
Ke tiga wanita itu akhirnya masuk kamarnya masing-masing untuk beristirahat. Dikamar Serli , saat ini sepasang pengantin yang baru saja menjadi suami istri itupun baru saja mengarungi indahnya bahtera samudra percintaan yang panas. Mereka juga seakan tidak perduli dengan perdebatan yang tadi terjadi diluar kamar.
__ADS_1
" Permainanmu semakin liar saja, Serli. Aku suka dengan permainanmu ini, dulu saat aku menginginkanmu aku harus keluar uang. Tapi sekarang tidak lagi dong, karena kamu sudah menjadi istriku."Ucap Harsa dengan berbaring di samping Serli.
* Idihh kemarin saja menolak saat diminta untuk menikahi ku. Sekarang justru keenakan karena saat bermain sudah tidak keluar uang lagi. Tapi tidak masalah, aku akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk mas Harsa. Dengan begitu dia akan selalu menomor satukan aku, dan si Wida tua peot itu akan tersingkirkan. Syukur kalau mas Harsa sampai menceraikannya dan aku akan menjadi istri nya satu-satunya.*Gumam Serli dalam hati.
Serli mengira jika kekayaan yang dimiliki Harsa adalah milik Harsa, tanpa dia tahu jika semua kekayaan yang dinikmati Harsa adalah milik istrinya semua. Harsa tidak punya apa-apa sama sekali, uangnya Harsa selama ini hanya dihabiskan dengan para wanita bayarannya.
" Iya sayang, aku akan selalu memberikan yang terbaik untuk mu. Kapan kamu mau membelikan rumah untuk ku sayang? Tidak mungkinkan aku mau tetap tinggal dirumah orang tuaku ini? Apa kata para tetangga? Mereka kan tahu kalau suamiku ini seorang pengusaha yang kaya raya, masa iya istrinya tetap tinggal di rumah orang tuanya. Emm.. Kalau kita sudah punya rumah sendiri, kapan pun dan dimanapun kita mau main tidak ada yang mengganggu. Kalau di rumah ini kita bersuara dan m3nd3s4h juga tidak leluasa, jadi mainnya kurang maksimal."Ucap Serli terus merayu Harsa.
" Serli sayang, sabar ya. Sepertinya saat ini aku belum membelikan kamu rumah, tapi kalau kita mengontrak aku bisa. Sekarang ini uangku sudah aku tuangkan untuk modal proyek baru, jika proyek ini Gool aku pastikan akan membelikan kamu rumah, mobil dan perhisan apapun yang kamu mau."Seru Harsa sengaja berbohong agar Serli tidak curiga.
Awalnya Harsa tidak mau menikahi Serli, tapi setelah difikir-fikir ada untungnya juga dia menikah dengan Serli. H4sr4tnya tersalurkan secara gratis, sebab Wida sudah pasti tidak mau lagi dia sentuh.
" Oh iya sayang. Untuk uang 20 juta yang diminta ibu kamu tadi aku tidak bisa memberikannya. Sebenarnya Atm dan kartu kreditku masih di sita sama Wida, dia marah dan cemburu. Tapi kamu tenang saja, ini hanya sementara saja kok, nanti juga dikembalikan lagi."Ucap Harsa tetap saja berbohong.
Harsa memeluk Serlu dan langsung membungkam mulut Serli yang hendak menjawab perkataannya. Serli sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sebab Harsa sudah memulai permainannya lagi. Mereka kembali mengulang permainan p4n4s yang tadi sempat beristirahat.
Sementara itu saat ini, di rumah Ratu kedatangan orang catering dan MUA yang tadi dipakai Serli. Mereka datang untuk meminta uang pembayaran.
" Apa? Kenapa saya yang harus membayarnya? Sedangkan saya ini tidak tahu apa-apa, saya disana juga tadi hanya sebagai tamu undangan."Seru Ratu menolak untuk membayar tagihan yang mereka berikan.
" Tapi mbak, ibu Marni meminta saya menagih ke alamat rumah ini. Katanya ini rumah anak laki-lakinya dan dia yang akan bertanggung jawab dengan tagihan ini. Lalu kalau mbak tidak mau membayarnya, kami harus bagaimana mbak?."Tanya pihak catering.
" Mana saya tahu. Pokoknya saya tidak mau membayarnya, lagian seharusnya kalian itu jangan mau mengerjakan pesanannya kalau belum ada uang DP minimal 50 % dulu, mbak juga jangan mau mekup kalau belum ada yang DP nya juga. Kalau seperti ini kan ribet, sekarang kalian pergi dari sini. Maaf, aku tidak bermaksud untuk mengusir kalian, tapi aku sekarang ada urusan lain. Jika kalian tetap memaksa meminta uang tagihan itu, dengan terpaksa saya akan tuntun kalian."Seru Ratu mulai mengancam.
__ADS_1
Pihak catering dan MUA itupun ketakutan, mereka segera bangkit dan bergegas meninggalkan rumah Ratu. Mereka merasa di tipu oleh ibu Marni, mereka berdua sepakat untuk menagih ibu Marni esok hari. Jika sampai besok tidak di bayar juga, mereka akan melaporkan ibu Marni atas kasus penipuan.
************