
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Pplaakk
Pplaakk
Dua tamparan keras melayang di pipi Yanti, tamparan itu hadiah dari Firman. Firman benar-benar kecewa dengan kelakuan Yanti. Sudah beberapa kali Yanti mempermalukannya di hadapan Arya.
" Aku sudah tidak bisa mentolerir kesalahanmu lagi Yanti aku benar-benar malu mempunyai istri seperti kamu seharusnya dari dulu aku sudah menceraikanmu."Seru Firman terlihat jelas kilatan amarah di wajahnya.
" Kamu menamparku mas? Kamu ini tidak akan jadi orang seperti sekarang kalau bukan jasa dari papa ku, mas. Ingat, papa ku yang sudah menyekolahkan kamu sampai kamu lulus kuliah. Aku melakukan ini semua juga karena aku punya alasan, aku hanya ingin Ratu hidup menderita !! Gara-gara dia perusahaan papa bangkrut dan aku dipermalukan di pesta ulang tahunku sendiri."Seru Yanti tetap tidak mau di salahkan.
Pllaakk
Satu tamparan kembali Firman layangkan di pipi Yanti. Sepertinya Yanti sudah tidak bisa di nasehati lagi, Firman merasa gagal nenjadi seorang suami.
" Malam ini, aku Talak kamu !! Dan kamu bukan istriku lagi !."Seru Firman dengan tegas.
Deegghhh
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu di buat syok dengan keputusan talak yang dijatuhkan oleh Firman untuk Yanti.
Mata Yanti membulat dengan sempurna, dia tidak percaya jika Firman suami yang penurut menjatuhkan talak untuknya.
" Kamu bercanda kan mas?."Seru Yanti sembari tersenyum.
" Aku tidak sedang bercanda Yanti. Mulai sekarang kamu bukan istriku lagi. Pak Arya, silahkan bawa dia ke kantor polisi. Tidak perlu sungkan, apa yang dia lakukan itu sudah kriminal. Penjara lebih pantas untuk wanita jahat dan licik sepertinya."Seru Firman membuat Yanti semakin tersulut emosi.
Arya dan Agung saling beradu pandangan, Raja dan Bima pun saat ini sudah ada di tengah-tengah mereka. Arya yang menghububginya jika Revan sudah di temukan.
__ADS_1
" Ardi, bawa wanita itu ke kantor polisi. Biar polisi yang menghukumnya, seandainya dia ini laki-laki sudah pasti aku akan menghajarnya sampai babak belur seperti pria bodoh ini. Beruntung dia perempuan, tanganku terlalu berharga untuk memukul wanita seperti dia."Seru Arya bicara dengan tegas sembari menunjuk ke arah Rembo yang sudah semakin bonyok karena Arya juga menghadiahkan beberapa pukulan di wajahnya.
Ardi pun menarik paksa Yanti, dia mencengkal kedua tangan Yanti dan mengikatnya ke belakang. Yanti berteriak minta untuk di lepaskan, sedikitpun Firman tidak mau membantu Yanti.
" Si4l4n kamu mas Firman !! Kamu mentalakku dan memenjarakan ku, dasar suami tidak tahu terima kasih. Lihat saja aku akan buat perhitungan kepada kalian semua, terutama kepada istrimu !! Si Ratu si4l4n itu harus hidup menderita."Seru Yanti dengan emosi yang memuncak.
" Kamu atau aku yang akan menderita?."Seru Ratu dari ambang pintu.
Setelah mendapatkan kabar dari Arya, jika Revan sudah diketemukan. Ratu pun langsung meminta lokasi mereka dan menuju ke lokasi. Dia mengendarai mobilnya seorang diri, dengan kecepatan penuh.
" Ratu, si4l4n kamu !! Kamu pasti akan merasakan apa yang saat ini aku rasakan. Tunggu saja pembalasanku, gara-gara kamu perusahaan papa ku bangkrut."Seru Yanti masih bisa menyalahkan Ratu.
" Aku yang bersalah? Semua itu karena kesalahan mu sendiri, Yanti. Kamu mau membalasku? Jangan mimpi kamu, kamu akan membusuk di penjara."Seru Ratu dengan lantang.
Ppllaakk
Ppllaakk
Ratu pun menghadiahkan dua tamparan di pipi Ratu. Tamparan itu berhasil membuat Yanti semakin marah dan emosi, sampai Yanti melud4hi Ratu.
Cuuiihhh
" Bawa dia ! Penjara lebih pantas untuk dia."Seru Ratu singkat.
" Baik Nona."Jawab Ardi sambil mengangguk.
" Firman aku tunggu surat pengunduran dirimu. Pilih aku pecat atau mengundurkan diri?."Seru Raja dengan tegas.
Sesuai dengan syarat yang dia ajukan, jika Raja akan memecat Firman jika Yanti kembali berulah ataupun mengganggu Ratu. Firman tidak ada pilihan lain, sepertinya karier nya di STR Group memang harus sampai di sini saja.
" Baik Tuan, secepatnya saya akan mengajukan surat pengunduran diri saya. Maaf atas semuanya, saya benar-benar tidak tahu jika Yanti sampai berbuat nekat seperti ini. Tuan Arya dan Non Ratu, maaf."Seru Firman meminta maaf.
Akhirnya Yanti dan Rembo pun di gelandang ke kantor polisi. Raja dan Bima ikut mengantarkan ke dua penjahat itu ke kantor polisi. Raja sendiri tadi sudah memberikan 2 bogeman mentah di wajah dan perut Rembo.
" Revan, Revan. Maafkan mama sayang, maaf karena ketelodaran mama kamu harus mengalami semua ini."Seru Ratu menangis sesunggukan sembari memeluk Revan.
__ADS_1
" Maafkan saya, Non Ratu. Saya sama sekali tidak tahu jika ini anak anda. Seandainya saya tahu ini anak anda pasti saya akan menyelamatkannya. Saya juga tidak tahu jika anak ini adalah anak korban penculikan. Maafkan saya, saya pun sebenarnya menaruh curiga jika anak ini di dapatkan dengan tidak baik. Tapi itu hanya ada dalam pikiran saya saja, sebab saya juga takut dengan non. Yanti."Ucap Ibu Halimah benar-benar tidak menyesal.
" Ibu siapa?."Tanya Ratu yang merasa tidak mengenali ibu Halimah.
Ratu maupun Arya memang tidak mengenali ibu Halimah, akan tetapi ibu Halimah sangat mengenal Ratu.
" Saya ibu Halimah, orang yang di minta untuk merawat anak Nona. Saya bersedia ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan."Seru ibu Halimah.
" Iya bu, ibu pun harus ikut kami ke kantor Polisi untuk memberikan keterangan. Ibu juga salah satu saksi untuk masalah ini. Jangan takut, Ibu tidak akan kami penjarakan. Ibu hanya dimintai keterangan sebagai saksi saja."Ucap Arya tahu betul jika ibu Halimah tidak ada hubungannya dengan kasus penculikkan anaknya.
Ibu Halimah mengangguk paham. Akhirnya mereka semua pun pergi ke kantor polisi untuk memberikan keterangan yang tentunya sangat di butuhkan polsi. Firman pun tidak mau ketinggalan, dia ikut ke kantor polisi. Sengaja dia tidak menghubungi mertuanya, dia akan memberitahu di saat urusan sudah mulai mereda agar tidak semakin rumit. Terlebih dia sudah menceraikan Yanti, tentunya banyak hal yang akan dia bicarakan dengan orang tua Yanti.
*****
Selesai dari kantor polisi, saat ini semua nya dalam perjalanan pulang ke rumah Ratu. Di sanalah saat ini para keluarga berkumpul, kabar Revan sudah di temukan sudah terdengar oleh anggota keluarga yang lainnya.
Sepanjang perjalanan pulang, Ratu terus memeluk dan mencoiumi Revan. Anak kecil itu saat ini tertidur dengan nyaman di pelukan sang mama.
" Mas, tidak menyangka istri pak Firman senekat ini. "Ucap Arya saat dalam perjalanan pulang.
" Yanti itu dari zaman sekolah dulu memang sering cari masalah denganku mas. Berapa kali saja kami di panggil guru BP, namun memang tetap terbukti Yanti yang duluan cari masalah. Sehingga Guru pun menghukumnya, hal itu sama sekali tidak membuat dia kapok. Justru membuat dia semakin membenciku."Ucap Ratu membicarakan masalalunya saat sekolah.
" Heemmm sifat iri dan dengki serta liciknya sudah mendarah daging."Seru Arya lagi.
Mobil yang di kendarai Arya sampai lebih dulu di halaman rumah, di susul mobil yang di kendarai Raja dan Agung. Bima ada satu mobil dengan Agung.
" Revan. Ya Allah, Akhirnya cucuku di temukan juga."Seru Dinda langsung memeluk Revan yang terbangun dari tidurnya.
" Van, Van."Seru Devan memanggil saudara kembarnya.
Kembaran Revan tahu jika saudara kembarnya sudah kembali. Biarpun masih kecil, anak itu ikut senang dan bertepuk tangan kecil menyambut saudara kembarnya.
" Iya ini Revan sudah pulang, Devan jangan sedih lagi ya. Sini peluk mama."Seru Ratu lalu memeluk Devan.
Semua anggota keluarga mengucapkan rasa syukurnya. Dan kejadian ini akan mereka jadikan pelajaran, kedepannya akan lebih berhati-hati lagi jika membawa anak-anak keluar maupun di dalam rumah. Yang namanya kejahatan itu bisa terjadi kapanpun, terlebih setiap ada kesempatan.
__ADS_1
Sebagai orang tua, Ratu dan Arya akan lebih ekstra hati-hati menjaga anak-anaknya.
**************