
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Pplaakkk
Pak Gumilang menampar Yanti dengan penuh amarah. Dia tidak habis fikir dengan kelakuan Yanti yang semakin hari semakin tidak terkontrol lagi.
Setelah mendapatkan kabar dari sekretarisnya jika perusahaan STR group menarik sahamnya. Pak Gumilang langsung syok. Dia langsung pulang dan meminta Firman serta Yanti langsung datang ke rumahnya saat itu juga tanpa ada penundaan.
" Dasar anak bodoh !! Dari dulu kamu itu bisanya cuma bikin ulah saja. Perusahaan papa sekarang diambang kebangkrutan, Yanti !!."Seru pak Gumilang dengan lantang.
Yanti hanya bisa menangis di pelukan mamanya. Dia ketakutan, baru kali ini dia melihat papanya marah dan sampai memukulnya. Selama ini dia dimanja dan apa saja yang dia inginkan selalu diturutinya. Bahkan uang ganti rugi untuk Ratu, setengahnya dari sang papa.
" Ma, tolong aku ma. Aku tidak mau papa memukul ku lagi."Seru Yanti meminta tolong kepada mamanya.
" Kamu juga sih, sudah tahu lawanmu itu anak pengusaha besar masih saja cari gara-gara. Kalau sudah seperti ini mau bagaimana lagi? Perusahaan pasti akan bangkrut dan suami kamu pastinya akan dipecat. Makanya kalau mau bertindak itu difikir dulu, kali ini mama tidak bisa berbuat apa-apa."Seru mama Yanti ikut kesal dengan kelakuan Yanti.
Yanti sudah dewasa, sudah menikah akan tetapi kelakuannya masih seperti anak baru gede. Apa-apa tidak memikirkan akibatnya terlebih dulu. Terlalu mementingkan egonya saja, tanpa memikirkan akibatnya.
Melihat papa mertuanya memarahi dan memaki Yanti, Firman sebagai suami hanya diam saja. Dia tidak tahu lagi harus bicara apa pada Yanti agar Yanti tidak bersikap semaunya.
" Firman, lantas bagaimana dengan kamu? Apa tuan Raja memecat mu?."Tanya pak Gumilang kasihan dengan anak menantunya jika sampai dia dipecat.
" Tadinya Firman memang dipecat Pa, tapi Firman memohon dan meminta kesempatan untuk tetap bekerja di sana. Dan alhamdulillah Tuan Raja mengizinkan, karena pada dasarnya Firman tidak bersalah. Tapi jika sampai Yanti buat masalah lagi, Firman akan langsung di pecat."Jawab Firman menjelaskan.
" Lagian papa juga tidak salah, tapi kenapa dia menarik sahamnya dari perusahaan papa? Tidak profesional sama sekali."Seru Yanti masih bisa mencari kesalahan orang lain.
__ADS_1
" Non Ratu melakukan ini karena kamu yang memulai duluan, Yanti. Kamu bilang kalau kamu bisa melawan Ratu dengan mengandalkan kekayaan papa. Dan apa yang terjadi? Non Ratu juga bisa melawan kamu dengan kekayaannya, dia menghancurkan papa agar kamu tidak bisa sombong lagi. Dia langsung menghancurkan mu dari akarnya langsung."Seru Firman dengan menatap tajam istrinya yang bodoh.
Hhhuuuuuu...
Yanti membuang nafas dengan kasar, ternyata Ratu cerdik juga. Dia langsung menghancurkannya dari akarnya, dengan begitu Yanti tidak akan bisa sombong dan bersikap seenaknya lagi. Namun bukan Yanti jika dia mengalah dan menerima semua ini. Wanita sombong itu tetap merasa dirinya tidak bersalah dan merasa dia kuat bisa untuk membalaskan kekalahannya.
Pak Gumilang masih terlihat kesal, bagaimana dia tidak kesal dan marah. Perusahaan yang selama ini dia bangun dari nol seketika akan hancur karena ulah anak semata wayangnya yang sombong dan arogan.
" Bawa pulang istrimu, Firman. Papa tidak mau melihat wajahnya ada di rumah papa. Soal perusahaan papa, nanti papa akan cari cara. Bila perlu papa akan menemui adik Tuan Raja dan meminta maaf atas nama Yanti."Seru pak Gumilang terlihat pasrah.
" Papa !!."
Yanti berteriak dengan lantang, dia tidak terima jika papanya akan meminta maaf kepada Ratu. Dengan begitu, Yanti merasa benar-benar kalah dari Ratu. Yanti tidak akan membiarkan papanya meminta maaf kepada Ratu, Yanti beranggapan jika Ratu akan semakin besar kepala.
" Aku tidak setuju kalau papa meminta maaf kepada wanita sombong itu. Papa jangan merendahkan harga diri papa dong, lagian papa ini juga kaya raya masa cuma saham di tarik saja perusahaan akan bangkrut. Papa pasti sengaja bohong kan agar aku merasa bersalah."Ucap Yanti justru mengundang amarah dan emosi pak Gumilang lagi.
" Dasar anak tidak tahu diri !! Tidak tahu di untung !! Kamu kira berapa kekayaan papamu ini? Haaahhh.. ! Keluarga Tuan Satria itu pemilik STR Group dan RR group itu juga perusahaan cabangnya. Bisnisnya ada dimana-mana, hotel serta mall pun ada dimana-mana, istrinya punya usaha kuliner. Papa ini tidak ada apa-apanya, Yanti bodoh."Seru pak Gumilang lagi.
" Mas, tanganku sakit. Lepaskan mas, aku bisa jalan sendiri."Seru Yanti sembari memukul-mukul tangan Firman.
" Pulang !!."Seru Firman tetap menarik paksa tangan Yanti.
Bbrraakk
Firman menutup pintu mobil dengan cara membanting pintunya dengan kuat. Nyali Yanti pun langsung menciut, tadinya dia ingin marah namun sudah lebih dulu melihat Firman marah. Dia tahu bagaimana jika Firman marah, bahkan seminggu yang lalu Firman sampai menamparnya saat pesta ulang tahunnya.
* Si4l4n !! Ini semua gara-gara sikutu kupret itu. Lihat saja aku akan beri dia perhitungan, tak akan aku biarkan dia bahagia di atas penderitaanku.*Gumam Yanti sambil mengepalkan tangan kanannya.
Mobil Firman jauh meninggalkan pekarangan rumah mertuanya. Kali ini Firman akan bersikap tegas kepada Yanti agar Yanti tidak semakin seenaknya. Firman akan menarik mobil dan kartu kredit Yanti, itu adalah hukuman untuk Yanti.
Di rumahnya, Ratu sedang bertelepon dengan Raja membahas permintaannya tadi yang terkesan secara tiba-tiba.
__ADS_1
[ Terus apa kak Raja sudah menarik sahak kak Raja? Kalau masalah pak Firman, itu terserah kak Raja karena pak Firman di sini memang tidak bersalah. Sebenarnya pak Gumilang juga tidak bersalah, tapi aku ingin memberikan pelajaran Yanti agar dia tidak lagi membanggakan kekayaan papanya. Dari dulu dia itu sombong dan selalu harta papanya yang dia elu-elukan.]
[ Saham sudah kakak tarik, untuk Firman tadinya sudah kakak pecat. Akan tetapi dia memohon agar tidak dipecat, karena pekerjaan dia selama ini bagus tidak ada alasan kakak untuk memecatnya. Kakak memberikan dia kesempatan, tapi dengan catatan jika istrinya kembali mencari masalah denganmu kakak akan langsung memecatnya.]
Ratu mengangguk paham dan menerima dengan baik apa yang dijelaskan oleh kakaknya, Raja. Sebenarnya Ratu tidak mau bersikap seperti ini, namun hanya dengan cara inilah bisa membungkam mulut sombong Yanti.
[ Terima kasih kak, maaf sudah melibatkanmu dalam masalahku.]
[ Sama-sama adikku yang paling cantik, teleponnya kakak tutup dulu ya. Kakak masih banyak pekerjaan.]
[ Iya kak. Jangan lupa cepat menikah, kasihan kak Almira kalau terus-terusan menunggu. Di sikat orang baru tahu rasa.]
[ Tidak masalah kalau Almira nya mau.]
Ttuuuttttttt
Dengan cepat Raja mematikan sambungan teleponnya. membuat Ratu menggerutu dengan kesal. Setiap kali dibahas soal pernikahan, kakaknya pasti akan menghindar.
" Dasar kulkas 7 pintu."Seru Ratu menggerutu sendiri.
Bik Siti menghampiri Ratu dan meletakkan jus mangga yang tadi memang diminta oleh Ratu di atas meja.
" Terima kasih ya bik."Seru Ratu tidak lupa mengucapkan terima kasih.
" Sama-sama mbak Ratu."Seru bik Siti tetap memanggil Ratu dengan mbak.
Ratu meminum jus mangga buatan bik Siti, jus mangga tanpa gula itu berhasil mendinginkan fikiran Ratu.
" Apa kabar ya dengan Yanti? Hemm pasti saat ini dia sedang diomeli papanya. Tidak apa-apa lah sesekali tega sama dia, soalnya dia dulu juga suka membully ku. Bukan berarti aku dendam, ini hanya sebagai bukti perlawananku."Ucap Ratu bicara dengan dirinya sendiri.
***************
__ADS_1