
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Bima dan Ibu Marni saat ini sudah berada di rumah sakit. Serli sedang di periksa oleh dokter, Ibu Marni san Bima terlihat mondar-mandir di depan ruangan pemeriksaan.
Cekllekkk
Pintu terbuka dan dokter yang memeriksa Serli pun keluar.
" Apa yang terjadi dengan anak saya, Dokter?." Tanya ibu Marni dengan rasa khawtir yang semakin memuncak.
" Anak ibu hanya dehidrasi, apa anak ibu tadi sudah makan?." Tanya Dokter.
" Anak saya dari semalam tidak makan, dia mengurung diri di kamar. Akhir-akhir ini dia itu susah makan dokter, katanya perut nya suka mual."Jawab Ibu Marni apa adanya.
" Kalau mual memang sudah biasa bagi wanita yang sedang hamil muda."Ucap dokter membuat ibu Marni dan Bima langsung syok dan memandang aneh kearah Dokter.
Hamil?
Bima dan Ibu Marni benar-benar syok, bagaimans bisa Serli hamil ? Padahal Serli saja belum menikah, lantas Serli hamil dengan siapa? Siapa pria yang sudah menghamili Serli. Semua pertanyaan itu hanya berputar-putar di dalam benak Bima dan Ibu Marni.
" Adik saya hamil dok? Dokter seriuskan? Lalu obat yang diminum adik saya itu apa?." Tanya Bima dengan beruntun.
" Saya serius, saat ini usia kandungannya sudah 4 minggu. Oh soal obat tadi, itu hanya obat tidur. Sepertinya adik anda sering mengkonsumsi obat itu, tapi beruntung kandungannya tidak bermasalah. Setelah ini adik anda akan dipindahkan ke ruang perawatan."Ucap dokter menjelaskan.
Ibu Marni masih terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia masih tidak percaya dengan kabar kehamilan Serli. Sampai dokter pergipun ibu Marni masih saja terdiam dan bengong seperti orang kesambet.
" Bu."Seru Bima menepuk punggung ibunya.
" Hamil ? Serli hamil Bim? Bagaimana Serli bisa hamil, dia belum menikah Bima." Seru ibu Marni terlihat sekali jika dia terpukul.
" Sudah bu. Sekarang yang penting Serli sehat dulu, nanti jika Serli sudah siuman kita tanyakan masalah ini sama Serli. Serli mau dipindahkan ke ruang perawatan, setelah Serli dipindahkan Bima pulang dulu ya bu. Bima ingin istirahat dulu, Bima sangat lelah. Bima juga akan kasih tahu orang rumah jika Serli masuk rumah sakit."Ucap Bima dengan wajah terlihat sangat lelah.
Setelah 10 menit, Serli sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Bima pulang, dan tinggallah ibu Marni menemani Serli sendirian. Sampai sekarang Serli belum juga bangun, ibu Marni berharap Serli cepat bangun dan dia akan menanyakan tentang kehamilannya.
Sementara itu, Arya dan Ratu sudah sama-sama berada di rumah. Mereka sedang menikmati secangkir teh sambil bersantai di halaman belakang menikmati indahnya matahari sore.
" Mas, aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu. Tapi sebelum aku selesai bicara, mas jangan memotongnya lebih dulu."Ucap Ratu nampak serius.
" Mau bicara apa dek? Bicaralah, mas akan mendengarkannya."Ucap Arya juga menanggapi Ratu dengan serius.
__ADS_1
Hhuuuufffff
Ratu menghela nafas lebih dulu sebelum dia memulai pembicaraannya.
" Mas, Serli hamil."Seru Ratu akhirnya dia memberitahu kabar kehamilan Serli yang sudah seminggu ini dia ketahui.
Hamil?
Arya seakan tidak percaya saat Ratu mengatakan jika Serli hamil. Tapi Arya tahu jika Ratu tidak mungkin berbohong dan tidak ada gunanya juga Ratu berbohong dan mengarang cerita tentang kehamilan Serli.
" Serli hamil dek, kamu tahu darimana?."Tanya Arya dengan wajah bingung.
" Serli sendiri yang mengatakannya padaku mas. Saat dia ikut kerumah kita minggu lalu, dan dia mengakui jika dia hamil dan pria itu tidak mau tanggung jawab karena pria itu sudah beristri. Serli memintaku untuk merahasiakan kehamilannya, tapi aku fikir-fikir jika aku ikut menutupinya sama saja aku juga bersalah. Aku takut Serli nekat, dia bilang ingin m3nggugurkan kandungannya."Ucap Ratu menceritakan semuanya tentang rahasia yang dia ketahui tentang Serli.
* Bagaimana bisa Serli hamil dengan suami orang? Dia juga belum menikah? Ya Allah, kenapa adikku jadi seperti ini? Bagaimana jika bapak dan ibu tahu masalah kehamilan Serli ini?.*Gumam Arya dalam hatinya.
Saat Arya sedang sibuk dengan fikirannya sendiri tiba-tiba ponsel yang dia letakkan diatas meja berdering. Dengan sigap Arya mengangkat telepon itu, yang ternyata dari Bima.
[ Hallo assalamualaikum mas, ada apa? Tumben telepon?] Tanya Arya.
[ Waalaikumsalam Arya. Arya, Serli masuk rumah sakit. Kamu tolong kerumah sakit ya, sekarang aku sedang ada di rumah. Aku baru saja mengantarkan Serli kerumah sakit, nanti malam aku ke rumah sakit lagi.] Ucap Bima memberi kabar jika Serli masuk rumah sakit.
[ Apa? Serli masuk rumah sakit? Sakit apa mas?]
Mendengar kabar Serli masuk rumah sakit membuat Ratu was-was. Jangan-jangan Serli masuk rumah sakit karena dia sudah nekat ingin menghilangkan anak dalam kandungannya.
Huufffttt
Baru juga Ratu memberi kabar kehamilan Serli yang dirahasiakan. Dan sekarang justru semua keluarga sudah tahu kehamilan Serli. Sebagai seorang kakak tentunya Arya juga bersedih dan juga marah dengan Serli. Akan tetap dia marah pun percuma, tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada justru akan menambah masalah.
[ Nanti selepas magrib aku dan Ratu akan kerumah sakit mas. Ini 30 menit lagi masuk waktu magrib.]
[ Baiklah. Aku cuma mau mengabari itu saja.]
[ Iya mas]
[ Assalamualaikum]
[ Waalaikumsalam mas.]
Tuutttttt
Sambungan telepo pun terputus, Arya meletakkan kembali ponselnya di atas meja.
" Serli masuk rumah sakit mas? Jadi semua sudah tahu jika Serli hamil?."Tanya Ratu.
__ADS_1
" Iya dek."Jawab Arya dengan singkat.
Tiba-tiba bu Siti, istri dari pak Mail yang sudah 3 hari bekerja menghampiri Ratu dan Arya di teras belakang.
" Maaf Mbak Ratu, saya mengganggu."Ucap ibu Siti dengan sopan.
" Ehh bu Siti, kok belum pulang? Ratu kira ibu Siti sudah pulang. Bu Siti tidak ganggu kok, ada apa bu?."Tanya Ratu dengan ramah.
" Saya mau izin pulang bu. Tadi masih menyelesaikan pekerjaan di tempat setrika, saya besok tidak bisa masuk kerja dulu ya mbak. Karena tetangga ada yang mau hajatan, jadi besok dan lusa saya izin. Maaf, baru 3 hari bekerja saya sudah izin."Ucap ibu Siti tidak enak hati.
" Oh tentu saja boleh dong bu, tidak apa-apa ibu Siti tempat tetangga saja dulu. Kita hidup memang harus saling membantu, apalagi sama tetangga."Seru Ratu sambil tersenyum dengan ramah.
" Emmm iya mbak. Terima kasih, kalau begitu saya permisi dulu ya mbak. Mari mbak, pak Arya."Seru Ibu Siti sopan.
Arya dan Ratu mengangguk dengan tersenyum ramah . Ibu Siti pun sudah pulang, kini tinggal Ratu dan Arya saja yang ada didalam rumah. Sebentar lagi waktu Magrib tiba. Arya dan Ratu masuk ke kamarnya, dan mengambil wudhu di kamarnya dan akan sholat berjamaah seperti biasa.
Selesai sholat, tanpa makan malam dulu Arya dan Ratu berangkat kerumah sakit. Memang Ratu tadi tidak memasak dan ibu Siti pun dia larang untuk memasak. Rencana makan malam di luar pun akhirnya gagal, mereka lebih memilih kerumah sakit.
Sedangkan di rumah sakit saat ini, Serli sedang menunduk sambil menangis. Saat dia siuman, ibu Marni langsung memarahinya dan memberondong banyak pertanyaan.
" Dasar wanita bodoh !! Anak tidak tahu diri !! Sudah di kuliahin agar bisa menjadi seorang dokter, sekarang justru hamil dengan pria yang sudah beristri. Mau di tarok mana muka ibu dan bapak mu ini Serli."Seru ibu Marni dengan kesal.
Pak Santo hanya duduk diam termenung sembari memegangi kepalanya yang pusing. Setelah mengetahui jika Serli masuk rumah sakit, tadi pak Santo langsung datang kerumah sakit seorang diri.
" Bapak sama ibu tidak perlu khawatir, Serli akan gugurkan k4ndungan ini."Seru Serli dengan yakin.
" Serli !! Jangan tambah lagi dosa kamu nak."Seru pak Karim tidak setuju dengan rencana Serli.
" Bapak ini apa-apaan sih? Justru bagus dong, jadi orang tidak akan ada yang tahu jika Serli hamil. Dan kita juga tidak akan malu pak."Ucap ibu Marni setuju dengan rencana Serli.
Pak Santo tidak tahu bagaimana jalan fikiran istrinya. Yang diutamakannya hanya harga dirinya saja tapi tidak memikirkan bahaya dan dosanya. Anak salah tetap saja di dukung, inilah hasil jika anak terlalu dimanja dan dibebaskan. Akhirnya apa yang selama ini ditakutkan terjadi juga.
" Serli harus menikah."Ucap Pak Santo tegas.
" Pak, pria itu sudah beristri dan dia tidak mau tanggung jawab pak."Ucap Serli.
" Dia sudah menghamili kamu, jadi mau tidak mau dia harus tanggung jawab. Bapak sendiri yang akan menemup laki-laki itu. Kasih tahu bapak, siapa nama nya dan dimana alamatnya."Tegas pak Santo tidak mau dibantah.
Degghh
Serli tidak bisa berbuat banyak, jika sudah seperti itu berarti bapak nya memang sudah mode serius dan tidak bisa di bantah.
* Bagaimana ini? Jika bapak sampai menemui Harsa, habislah aku. Bapak pasti akan tahu jika pekerjaan ku memang sebagai wanita tidak benar. Harsa pasti akan memberitahu semuanya, tapi bayi ini aku yakin jika ini anak Harsa. Aduhh.. Aku harus bagaimana ini.*Gumam Serli dalam hati.
" Serli, laki-laki itu orang kaya atau bukan? Atau selama ini kamu memang tidak bekerja dan kamu dapat uang dari pacarmu itu? Kalau seperti itu berarti dia orang kaya dong. Kalau dia orang kaya, ibu setuju-setuju saja kamu menikah dengannya."Ucap ibu Marni kini mendukung suaminya untuk Serli menikah dengan pria yang sudah menghamilinya.
__ADS_1
Jika berurusan dengan uang, ibu Marni itu orang nomor satu. Apapun akan dia lakukan asal menghasilkan uang dan keuangannya teratasi dengan baik.
************