
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Pertemuannya dengan Arya dan Ratu beberapa hari yang lalu membuat Anne kembali menjalin kerja sama dengan perusahaan yang dipimpin Arya. Perusahaan Anne hampir saja bangkrut, beruntung Arya mau menanamkan modal di perusahaan Anne dan itu semua atas persetujuan dari Ratu.
Anne sudah berubah, bukan lagi Anne yang mudah untuk dimanfaatkan. Dan bukan lagi Anne yang mencintai suami orang, tetapi Anne yang sekarang Anne yang penuh semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
" Terima kasih pak Arya, anda sudah menyelamatkan perusahaan saya."Seru Anne dengan bahasa formal.
Saat ini mereka ada dilingkungan perusahaan, sehingga bahasa yang mereka gunakan juga bahasa yang formal. Anne dan sekretarisnya datang ke perusahaan Arya untuk membicarakan kerja sama dan penanaman modal.
" Sama-sama ibu Anne, semoga kerja sama kita berjalan sesuai dengan rencana kita dan lancar."Seru Arya.
" Aamiin. Kalau begitu saya permisi pak Arya, salam untuk istri pak Arya."Ucap Anne tidak lupa dia menitip salam untuk Ratu.
" Iya bu, nanti pasti akan saya sampaikan."Jawab Arya ramah.
Anne dan sekretarisnya keluar dan meninggalkan ruangan Arya. Senyum Anne terus mengembang, satu masalah perusahaan sudah selesai. Kini dia fokus untuk kembali mengembangkan perusahaan.
" Arya, kamu yakin kerja sama lagi dengan wanita itu? Bukannya dia itu Anne si wanita yang hampir saja merusak rumah tangga kamu? Nah, bagaimana kalau Ratu tahu soal ini? Kamu tidak sedang main-main kan sama bu Anne?."Seru Bima memberikan pertanyaan secara beruntun.
" Justru Ratu yang lebih dulu menyetujui kerja sama dan penanaman modal di perusahaan Anne mas. Aku sudah meminta Ratu untuk mempertimbangkannya dulu, dan Ratu yakin jika Anne yang sekarang sudah berubah. Mas Bima tahu sendirikan bagaimana istriku? Semua orang yang pernah melakukan kesalahan dirangkulnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dia malaikat nyata yang ada di dunia."Seru Arya membanggakan sang istri.
Bahagia dan sangat bersyukur Arya bisa mempunyai istri sebaik Ratu. Tanpa Ratu, Arya tidak akan menjadi yang sekarang ini. Arya mengakui, jika Ratu lah yang sudah mengangkat derajatnya.
" Kamu benar, Arya. Heemm... Aku kembali ke ruanganku lagi ya. Jangan lupa periksa berkas yang tadi aku serahkan."Seru Bima bangkit dan keluar dari ruangan Arya.
Arya hanya menganggukkan kepalanya sekilas, sebab Bima juga keluar ruangan dengan buru-buru. Banyak pekerjaan yang masih harus dia selesaikan, apalagi saat ini dia sudah menjadi seorang menejer keuangan. Tentunya pekerjaannya semakin banyak dan semakin bertambah.
Sampai di ruangannya, Bima kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda karena dia harus ikut meeting dengan Arya dan Anne.
" Haahh.. Ada panggilan dari Ratu? Kenapa Ratu menghubungiku?." Seru Bima saat dia memeriksa ponsel yang tadi dia tinggalkan di atas meja.
__ADS_1
Merasa penasaran, Bima pun menghubungi balik Ratu. Dan baru 1 kali deringan Ratu langsung mengangkat teleponnya.
[ Hallo, Assalamualaikum mas Bima.] Seru Ratu menyapa Bima.
[ Waalaikumsalam, Ratu. Ada apa ? Tadi kamu menelpon, maaf tadi lagi ikut meeting sama Arya? ] Ucap Bima.
[ Ohh.. Maaf ya mas sudah ganggu pekerjaan mas Bima. Mas, emm.. Besok itukan rencana aku mau menemui ibu, bukannya ibu besok ulang tahun kan? Bagaimana kalau mas Bima dan Serli juga ikut, kita kasih kejutan untuk ibu. Siapa tahu dengan begitu ibu bisa berangsur memulihkan kesehatan nya.]
[ Ibu ulang tahun? Kamu masih ingat ulang tahun ibu, Ratu? Aku saja yang anaknya malah lupa, aku benar-benar melupakan ulang tahun ibu. Baiklah, besok siang kita ke tempat ibu. Tapi mungkin Karina tidak bisa ikutan.]
[ Mbak Karina kalau tidak bisa ikut tidak apa-apa mas, kasihan Binar juga kalau mau diajak. Dia masih terlalu kecil. Tapi tadi sih mbak Karina bilangnya, diusahakan ikut.]
[ Oh ya sudah, nanti berkabar lagi ya.]
[ Iya mas. Ya sudah, aku tutup ya teleponnya. Assalamualaikum]
[ Waalaikumsalam.]
Tutttt
*****
Rani membawa Tegar ke perusahaan Agung, dan ini pertama kalinya Rani datang ke perusahaan Agung dan dia datang tanpa memberitahu Agung lebih dulu. Rani sengaja, dia ingin tahu bagaimana Agung saat di perusahaan. Setelah turun dari mobil, Rani menggendong Tegar dan tangan kirinya menenteng kotak makan siang untuk Agung.
" Maaf, permisi. Apa pak Agungnya ada di tempat?."Tanya Rani dengan ramah kepada resepsionis.
Resepsionis itu memandangi Rani, dia tidak mengenal Rani dan tidak tahu jika Rani adalah istri dari Agung. Namun sebagai resepsionis dia harus tetap ramah dan memperlakukan tamu dengan baik.
" Maaf ada keperluan apa ya bu sama pak Agung? Apa sebelumnya sudah membuat janji?."Tanya balik resepsionis dengan ramah.
" Saya belum membuat janji, tapi saya ini istrinya ingin mengantarkan makan siang."Ucap Rani langsung memberitahu jika dia adalah istri dari Agung.
Mendengar pengakuan Rani, resepsionis itupun nampak gugup. Ternyata wanita yang ada di depannya adalah istri dari sang pemilik perusahaan.
" Oh maaf bu, saya tidak mengenali ibu. Sekali lagi maaf, ruangan pak Agung ada di lantai 7 ibu bisa menaiki lift. Apa mau saya antarkan?."Seru Resepsionis.
" Oh tidak apa-apa, saya memang baru pertama kali ini datang ke perusahaan. Saya bisa sendiri, permisi."Seru Rani menolak untuk di antarkan.
__ADS_1
Rani pun melangkah menuju lift yang akan membawanya ke lantai 7 di mana ruangan Agung berada. Rani sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Agung saat mengetahui dirinya datang dan membawa makan siang untuknya. Setelah 5 menit, Rani sudah sampai di lantai 7 dan dia langsung mencari ruangan Agung.
" Heemm sepertinya ini ruangan mas Agung dan yang sebelah itu pasti ruangan sekretarisnya. Tapi kok kosong? Apa dia sedang makan siang juga ya?."Ucap Rani bicara pada dirinya sendiri.
Rani membuka pintu yang bertuliskan ruangan Direktur tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
" Mas !!."Seru Rani saat sudah membuka pintu dan ternyata Agung sedang duduk berdampingan dengan seorang wanita cantik yang memakai baju serba ketat.
Degghhh
Agung langsung mencari sumber suara, dan dia pun kaget saat melihat Rani sudah ada di ambang pintu ruangannya. Dia pun langsung bangkit dan menghampiri Rani, lalu memeluk dan menciumnya.
" Sayang kok datang tidak kasih kabar dulu?."Tanya Agung sembari mengajak Rani duduk di sofa.
* Kalau aku kasih tahu, aku tidak akan melihat pemandangan seperti tadi. Apa-apaan ini, wamita ini sepertinya sengaja duduk di samping mas Agung. Padahal sofa juga masih luas, siapa dia ya? Terserah siapa dia, yang jelas dia pasti menyukai mas Agung.*Gumam Rani dalam hatinya.
Rani duduk di samping wanita itu, dia melirik tidak suka kearah wanita yang ada di ruangan Agung. Wanita itu juga sepertinya tidak menyukai kedatangan Rani.
" Mas Agung, makan siang dulu ya. Mas ini aku masakin makanan kesukaan kamu. Kita makan sama-sama ya."Seru Rani mulai membuka kotak makannya.
" Iya sayang. Emm, Tari kamu bisa keluar dari ruanganku karena aku mau makan siang dulu sama anak istriku. Soal pekerjaan kita bahas lagi nanti setelah jam makan siang."Ucap Agung meminta wanita yang bernama Tari itu untuk keluar dari ruangannya.
" Tapi pak, sepertinya ibu Rani membawa makanan banyak. Apa tidak boleh kalau saya ikut makan bersama?."Ucap Tari dengan tidak tahu malunya.
" Tidak boleh !! Makanan ini aku masak khusus untuk suamiku, kalau anda mau makan beli saja sana."Seru Rani bicara dengan tegas.
Rani sudah hafal gerak-gerak wanita bakal-bakal pelakor seperti Tari. Rani sebagai mantan wanita yang dulunya juga berada dijalan yang salah tentunya harus bisa mengantisipasi wanita seperti Tari.
" Kamu tidak dengar istriku bicara apa, Tari? Apa kamu mau aku pecat? Jangan mentang-mentang kamu itu anak dari teman mamaku kamu mau seenaknya bekerja, baru juga 3 bulan bekerja sudah mau berulah."Ucap Agung bicara dengan ketus.
Issshhh...
Tari pun bangkit dengan mendengus kesal, dia meninggalkan ruangan Arya sembari menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil.
* Kamu kira aku tidak tahu kalau kamu itu berusaha merebut mas Agung. Tidak akan aku biarkan, pelakor kecil.*Gumam Rani dalam hatinya.
**************
__ADS_1