
Sore itu di padepokan Linggapura. Ketika semua murid hampir selesai berlatih. Biasanya diakhiri dengan adu tanding dua murid yang mendapat giliran.
Tapi hari ini ada yang beda dengan sebelumnya. Hari ini yang akan adu tanding adalah murid baru yang tiada lain adalah Sekar Kusuma. Yang menjadi lawannya juga orang baru walau belum disebut murid.
Siapa lagi kalau bukan Asmarini. Beda dengan Sekar Kusuma, gadis mungil ini tidak belajar jurus baru dari padepokan. Sempat ada bujukan dari Praba Arum. Namun, jawabannya adalah menunggu Adijaya pulang. Biar calon suaminya yang memutuskan.
Ketika ada tantangan untuk adu tanding, Asmarini cukup semangat. Karena sudah lama dia tidak menjajal jurus-jurusnya. Dengan niat melatih kembali ketangkasannya, dia menerima tantangan itu.
Di sisi lain Sekar Kusuma juga bersemangat saat mengetahui calon lawannya adalah Asmarini. Ingin menunjukkan bahwa dia bisa lebih unggul. Ada harapan lain dalam hati kecilnya, dia ingin Adijaya menyaksikannya.
Dua gadis kini sudah berhadap-hadapan di tengah lapangan. Murid-murid lain menonton di pinggir. Termasuk Praba Arum dan beberapa murid wanita yang sudah diangkat jadi pelatih.
Keduanya sudah siap dengan kuda-kuda masing-masing. Sekar Kusuma menggunakan jurus yang baru dipelajarinya di padepokan. Sedangkan Asmarini bersiap dengan jurus Tarian Japati.
Dalam waktu hampir bersamaan keduanya sudah memulai saling bertukar jurus. Mereka masih menggunakan tangan kosong. Asmarini sedikit kaku karena sudah lama tidak bertarung. Sementara Sekar Kusuma tampak lincah dan cepat.
Meski begitu Sekar Kusuma kesulitan untuk mendaratkan serangan. Asmarini masih bisa menghindar atau menahan dengan tangkisan atau pukulan walau agak terlambat.
Dari pengamatan penonton mereka menjagokan Sekar Kusuma keluar sebagai pemenang setelah melihat kemampuan Asmarini. Yang paling utama terutama murid lelaki, mereka bisa melihat hiburan.
Melihat gerakan indah meliuk-liuk dua gadis membuat semua murid lelaki yang belum punya pasangan berangan-angan. Kalau Asmarini jelas tidak ada kesempatan buat mereka karena sudah punya calon suami.
Seandainya ada sayembara untuk memilih calon suami buat Sekar Kusuma, sudah pasti para murid lelaki yang masih lajang akan mengikutinya.
Kembali ke pertarungan dua gadis cantik. Sekar Kusuma sepertinya tak memberi celah Asmarini untuk membalas serangan. Dia ingin segera menjatuhkan gadis mungil itu. Dalam hatinya dia berkata, "Kita lihat siapa yang lebih pantas jadi pendamping Adijaya!"
Sementara itu walaupun dibuat kerepotan, Asmarini tetap tenang. Niat dia hanya ingin mengembalikan ketangkasannya saja. Menang atau kalah bukan masalah. Lagi pula pertandingan ini tujuannya agar murid yang menonton bisa menarik pelajaran.
__ADS_1
Puluhan jurus berlalu. Asmarini sudah mengeluarkan jurus Tarian Japati tingkat akhir. Walaupun terdesak tapi wajahnya cerah. Mengapa? Sebab ternyata dia masih lancar memperagakan jurusnya.
Di sisi lain dia memaklumi kalau lawannya terlihat lebih unggul. Karena sejak masuk padepokan Sekar Kusuma langsung ikut latihan bersama murid lainnya.
Berbeda dengan si mungil, Sekar Kusuma dibuat penasaran. Meskipun dia yang mendesak lawan, tapi belum sekalipun berhasil melukainya. Akhirnya dia mengambil jarak dengan Asmarini.
Sekar Kusuma menarik pedangnya. Pedang baru pemberian padepokan. Sebenarnya Praba Arum memberikan pilihan senjata. Karena Sekar Kusuma suka pedang, maka dia memilih senjata itu.
Melihat lawan mengeluarkan senjata, Asmarini juga tarik Pedang Bunga Emas. Sekar Kusuma tidak tahu sejak kapan dan dari mana gadis mungil itu memiliki pedang yang terbuat dari emas itu. Dia sempat berpikir kalau padepokan yang memberinya, berarti ini tidak adil. Seketika emosinya tersulut.
Sementara Praba Arum sudah tahu tentang pedang itu karena Asmarini cerita sendiri padanya.
Sekar Kusuma alirkan tenaga dalam ke pedang sehingga pedang ini mengeluarkan hawa sakti. Begitu juga Asmarini. Dia kaget ketika pedangnya mengeluarkan aroma harum seperti senjatanya yang dulu.
Pertarungan dilanjut. Keduanya kini memainkan jurus pedang. Asmarini masih menggunakan jurus Tarian Japati. Namun, tetap seperti sebelumnya. Asmarini belum mendapatkan dirinya yang dulu.
Maka si gadis mungil tingkatkan jurus menjadi Tarian Rajawali. Alirkan tenaga dalam ke pedang membuat senjata yang terbuat dari emas ini semakin berkilau. Permainan Asmarini mulai meningkat.
Pertarungan semakin seru. Kini Asmarini bangkit mampu mengimbangi lawannya. Udara di sekitar tempat pertarungan berlangsung terasa panas karena pancaran hawa sakti. Dua pedang saling bekilauan terlihat seperti putaran baling-baling.
Trang! Trang!
Benturan dua pedang menimbulkan percikan api. Permainan jurus mereka dalam tempo yang cepat. Dalam sekejap saja lima gerakan menusuk dan menebas tercipta. Para penonton semakin kagum.
Tidak terkecuali Praba Arum. Istri Arya Sentana ini melihat Sekar Kusuma sudah tidak menggunakan jurus yang dia ajarkan lagi. Sepertinya itu jurus dari gurunya terdahulu. Dia juga memahami situasi yang dialami Asmarini.
Tapi beberapa saat kemudian Pendekar Kipas Perak ini mulai sadar ketika melihat sikap Sekar Kusuma dalam bertarung. Ada nafsu membunuh dalam serangannya. Dia juga melihat Asmarini tampak heran.
__ADS_1
"Apa yang ada di pikirannya?" batin Praba Arum.
"Bibi, kenapa dia?" tanya salah satu pelatih menyadari sikap Sekar Kusuma yang beda.
"Kita lihat saja dulu, kalau membahayakan segara atasi!"
Asmarini kini mulai kewalahan menghadapi Sekar Kusuma yang tampak bernafsu ingin membunuhnya.
"Sekar, kendalikan dirimu!" seru Asmarini.
Tapi gadis itu seolah tidak mendengarnya. Saat ini hatinya merasa terpukul. Anggapannya Asmarini lebih diistimewakan daripada dirinya. Dia terus menyerang dengan gerakan semakin cepat. Tidak peduli nantinya akan melukai atau bahkan membunuh.
"Sekar seperti itu setelah pertarungan memakai senjata," pikir Praba Arum. "Jangan-jangan...!" Dia mulai mengerti permasalahannya. Senyum kecil tersungging di bibirnya.
Wanita selalu salah paham.
Trang!
Benturan sangat keras terjadi. Pedang Bunga Emas lepas. Tangan Asmarini kebas. Dia sangat kaget. Lebih kaget lagi rupanya lawannya terus menyerang menggunakan pedangnya.
Semua penonton menahan napas. Mereka tidak tabu kenapa Sekar Kusuma menjadi tak terkendali. Suasana jadi tegang. Begitu juga hati Asmarini sangat tegang ketika pedang lawan meluncur mengarah lehernya. Apakah dia akan mati hari ini? Asmarini pejamkan mata.
Trang!
Asmarini buka mata lagi ketika sesuatu terjadi tanpa disangka-sangka. Terlihat pedang Sekar Kusuma terpental jauh. Ternyata salah satu pelatih turun tangan. Di saat Sekar Kusuma terkejut, pelatih ini langsung memberikan totokan hingga gadis itu tak sadarkan diri.
Sekar Kusuma langsung dibawa ke ruangan khusus. Asmarini juga para penonton menarik napas lega. Pedang Bunga Emas segera dipungut kembali dan dimasukan ke warangkanya.
__ADS_1
Asmarini segera mengikuti Praba Arum yang menuju ruangan khusus. Dia ingin tahu apa yang menyebabkan Sekar Kusuma seperti itu?