Pendekar Payung Terbang

Pendekar Payung Terbang
Meminta Bantuan


__ADS_3

Asmarini berpindah ke tempat kusir. Padmasari masih menampakkan diri dan berdiri di sampingnya. Hawa aneh semakin kentara di sekitar tempat itu. Hanya Asmarini yang tampak resah.


"Tenang saja, Juragan Istri!"


Beberapa saat kemudian di depan kereta muncul cahaya putih kehijauan. Awalnya sebesar kepalan tangan. Lama kelamaan semakin membesar lalu membentuk tubuh manusia. Dan akhirnya tampaklah seorang gadis jelita berkulit seputih susu dengan rambut hitam tergerai indah.


Asmarini terpana melihatnya karena sangat jarang gadis memiliki kulit putih seperti itu. Terlihat halus dan mulus. Akan tetapi dia segera sadar, yang terlihat adalah perwujudan makhluk alam lelembut dan bukan wujud aslinya. Karena Padmasari juga bisa melakukannya.


"Salam hormat saya, Gusti Ratu!" sapa gadis ini ditujukan kepada Padmasari.


"Dengan siapa aku berhadapan?" Walaupun bertanya, tapi otaknya berjalan mencari keterangan makhluk di depannya.


"Saya ratu siluman kerang dari laut selatan,"


Padmasari berpikir sejenak sebelum akhirnya menganggukkan kepala. Dari sikapnya, kedatangan ratu siluman kerang ini bermaksud baik. Dia segera menurunkan kewaspadaannya.


"Kiranya ada hal yang sangat penting sehingga Ratu jauh-jauh datang dari laut selatan menemuiku,"


"Benar, saya hendak meminta bantuan Gusti Ratu," jawab Ratu Kerang langsung tanpa basa-basi.


"Bantuan?" Padmasari kerutkan kening.


Kemudian ratu siluman kerang menuturkan apa yang terjadi pada negerinya dengan sejelas mungkin. "Saya ingin mengambil kembali tiga kerang sesepuh yang mereka rampas. Hanya Gusti Ratu yang dapat saya mintai bantuan,"


"Sepertinya menarik!" ujar Padmasari.


"Bibi akan membantunya?" tanya Asmarini.


"Kalau Juragan Istri mengijinkan,"


Ratu Kerang tampak heran mendengar ucapan Padmasari. Kenapa begitu hormat kepada manusia yang berdiri di sampingnya? Tahu yang dipikirkan si ratu kerang, Padmasari langsung menjawab.


"Beliau adalah istri majikanku, jadi aku harus meminta ijin kalau mau membantumu!"


"Ada yang membutuhkan pertolongan, dan dia merasa hanya Bibi yang mampu membantunya, maka tolonglah dia, Bi!"


"Terima kasih, Juragan Istri. Nah, aku sudah diijinkan. Aku akan membantu sekuat mungkin, tapi aku ada permintaan!"


"Saya siap melaksanakan, Gusti Ratu?"


"Tolong jaga majikanku, suaminya--Juragan Besar--sedang berlatih secara tertutup!"


Ratu Kerang memandang Asmarini dengan senyum ramah. Dia sepertinya menyukai si cantik mungil itu. Sungguh beruntung sekali manusia ini bisa menjadi majikan guriang berpangkat tinggi.


"Baiklah," kata Ratu Kerang.


"Penuhi juga kebutuhannya, beliau sedang mengandung!"


Ratu Kerang hanya membalas dengan senyuman. "Saya percayakan urusan ini kepada Gusti Ratu dan terima kasih atas kesudiannya membantu negeri saya."

__ADS_1


Padmasari menoleh ke majikannya. "Juragan Istri, aku pamit dulu. Silakan berkenalan lebih dekat lagi dengan dia,"


"Semoga Bibi berhasil, aku percaya!" dukung Asmarini dengan senyum ramah.


Kemudian Padmasari menghilang secara tiba-tiba. Sementara Ratu Kerang telah berada di samping Asmarini juga dalam sekejap. Beberapa saat berikutnya mereka terlibat perbincangan di dalam ruangan.


Ratu Kerang semakin suka ketika melihat gaya bicara Asmarini yang 'neretel'. Sejenak dia lupa akan nasib negerinya yang hancur karena ulah kelompok manusia bertelanjang dada dan berilmu tinggi.


"Jika urusan ini selesai, aku ingin mengajakmu melihat-lihat negeriku,"


"Apa bisa, kan berada di dasar laut?"


"Itu hanya tempat secara lahiriyah saja, pada dasarnya alam kami sama dengan Gusti Ratu. Apa kau pernah diajak ke alam dia?"


"Pernah, tapi cuma sebentar. Itu juga karena aku sedang dalam bahaya. Jadi aku disembunyikan dulu di alam itu." Asmarini teringat ketika dikejar-kejar Rangrang Geni.


***


Padmasari menemui Ki Santang yang sedang menjaga Adijaya. Dia menceritakan semuanya tentang ratu siluman kerang.


"Bukankah kau lebih pintar dalam hal penyelidikan?" tanya Ki Santang.


"Aku butuh teman berbincang untuk membahasnya,"


"Oh, ternyata aku semakin dibutuhkan!" celetuk Ki Santang menggoda guriang wanita itu.


"Sudah, jangan bercanda dulu!"


"Kau tahu apa yang diambil dari kerang?"


"Mutiara!"


"Ini kerang siluman, untuk apa mutiara itu digunakan?"


"Siapa yang mengambilnya?" balik tanya Ki Santang.


"Bangsa manusia!"


"Nah, sekarang kau pikirkan untuk apa manusia-manusia itu merampas paksa mutiara siluman kerang?"


"Kalau hal lain bisa digunakan untuk pusaka, jimat atau menambah kekuatan, tapi mutiara memiliki manfaat khusus lain seperti..."


Padmasari merenung agak lama. Seluas-luasnya pengetahuan tetap ada batasnya juga. Beberapa saat kemudian kedua matanya berbinar. Bibirnya melengkung. Lalu dua jarinya menjentik.


"Kau sudah menemukannya?"


Padmasari mengangguk keras. "Sekarang aku ingin mencari keterangan dari manusia agung yang bahkan golongan kita pun akan bersujud bila berjumpa dengannya!"


"Maksudmu, Eyang Batara?"

__ADS_1


"Benar!"


Ki Santang ingat sudah dua kali bertemu dengan Eyang Batara. Pertama ketika Adijaya terseret dalam pemberontakan Cakrawarman. Dan kedua sewaktu berhasil menyedot sukma siluman Birawayaksa ke dalam Labu Penyedot Sukma. Ketika Eyang Batara muncul, Ki Santang selalu bersujud kepadanya.


"Bukankah Eyang Batara susah untuk ditemui?"


"Aku tahu caranya!" Padmasari begitu yakin dengan pikirannya.


"Apa aku perlu menemanimu?" tawar Ki Santang.


"Tidak usah! Juragan memerlukanmu apalagi Juragan Istri...."


"Juragan Istri kenapa?" potong Ki Santang wajahnya seketika tegang.


"Tidak usah tegang begitu," goda Padmasari dengan senyum genit. "Kita akan mempunyai Juragan Alit!"


"Hah!" Ki Santang membelalakan kedua matanya. Mulutnya menganga. Sekejap kemudian dia malah tersenyum lebar. "Juragan Besar sudah tahu?"


Padmasari menggeleng sambil tetap tersenyum.


"Ya, sudah. Biarkan Juragan Besar fokus pada pekerjaannya dulu. Nanti kalau sudah selesai biar aku yang memberi tahu kabar baik ini,"


"Tidak perlu nanti tidak seru!"


"Tidak seru?"


"Ya, biarkan Juragan Istri sendiri yang memberitahunya!"


"Ooh...!"


Dalam sekejap Padmasari telah hilang dari hadapan Ki Santang. Dia mencari tempat khusus untuk melakukan semedi. Semedi yang bukan sembarangan. Dia ingin bertemu dengan Eyang Batara.


Seandainya dia manusia mungkin hatinya sudah berdebar hebat. Mengingat Eyang Batara adalah manusia agung yang bahkan raja guriang juga akan bersujud tunduk padanya.


Sekarang demi sebuah masalah yang menimpa bangsa siluman kerang dia harus bersikap lancang pada manusia setengah dewa itu.


Namun, dibalik semua itu pasti ada kaitannya dengan Eyang Batara. Pirasatnya tak pernah meleset. Dia merasa akan ada sesuatu yang menggegerkan dunia manusia khususnya di jagat persilatan.


Setelah menemukan tempat yang cocok Padmasari mulai bermeditasi dengan duduk 'emok'. Duduknya kaum wanita. Dua tangan di atas paha dan dua mata dipejamkan. Pikiran dipusatkan memanggil orang yang dituju.


___


Emok itu bahasa Indonesianya apa ya?


**Terima kasih buat yang sudah mengikuti cerita ini. Baca dan nikmati saja.


Sementara ini author akan menyuguhkan dua chapter perhari (mudah-mudahan lancar, aamiin)


Karena author juga menulis di platform kuning. Buat yang mau baca cari aja judulnya TERPAKSA JADI PENDEKAR baru 40 bab.

__ADS_1


Selamat membaca**.


__ADS_2