Pendekar Payung Terbang

Pendekar Payung Terbang
Manusia Rasa Siluman


__ADS_3

Jika Ratu Siluman Kerang dapat menemui Padmasari dalam waktu kurang dari satu hari saja sejak terjadi perampasan tiga kerang sesepuh di negerinya, maka lain lagi dengan kelompok lelaki bertelanjang dada.


Mereka membutuhkan sedikitnya tiga hari menuju gunung Salak. Sementara Padmasari harus bersemedi hingga dua hari agar bisa memanggil Eyang Batara. Usahanya tidak sia-sia.


Setelah menjelaskan duduk perkaranya, akhirnya guriang wanita ini mendapat petunjuk dari Eyang Batara. Semula tokoh yang dianggap paling sakti itu ingin melibatkan Adijaya. Namun, setelah mengetahui sang pendekar sedang mendalami kitab Hyang Sajati, Eyang Batara tidak ingin mengganggunya.


Jadilah hanya Padmasari yang ditugaskan untuk mengatasi masalah ini. Karena dia dari golongan makhluk lelembut, maka dalam waktu sekejap saja sudah berada di kaki gunung Salak.


"Ada hawa sakti yang begitu kuat yang menahanku sehingga tidak bisa langsung naik ke lereng," gumam Padmasari.


Guriang wanita yang dijuluki Ratu Sihir ini menggunakan kekuatannya untuk menyirap hawa sakti apa yang membentengi gunung ini?


"Apa hawa sakti ini terpancar dari dirinya, sedangkan dia sendiri masih mati?" pikir Padmasari.


Pada masa lalu kira-kira dua ratus tahun silam, hiduplah seorang pendekar wanita yang berwatak jahat. Bukan watak asli bawaan lahirnya, tapi karena dia mendalami ilmu yang sangat berbahaya.


Mintari awalnya gadis baik hati suka menolong yang lemah dan membantu yang membutuhkan. Semua orang menyukainya, apalagi parasnya yang cantik jelita. Dia juga disegani para pendekar lain.


Sampai suatu ketika, Mintari menemukan sebuah kitab tipis yang dia sangka berisi ilmu kanuragan biasa. Lalu dia mempelajari isi kitab yang ternyata membawa masalah di kemudian hari.


Setelah menguasai kitab itu, secara perlahan Mintari berubah wataknya. Menjadi sombong, angkuh dan kejam. Dia tega menganiaya orang tak bersalah sampai menyiksa dan membunuhnya.


Mintari juga menaklukan banyak pendekar untuk dijadikan pengikutnya. Semuanya laki-laki berjumlah dua puluh satu orang. Semua pengikutnya harus berbadan tegap dan gagah, karena mereka akan dijadikan budak nafsunya.


Kemudian Mintari mengganti namanya dengan sebutan Ratu Kulon. Bersama pengikutnya dia menyebar teror dan ancaman sehingga meresahkan warga di sekitar gunung Salak.


Pada saat itu tidak ada yang mampu mengalahkan Ratu Kulon karena dia semakin sakti jika sudah melampiaskan nafsunya bersama salah satu pengikut yang mendapat giliran.


Sampai akhirnya, Eyang Batara yang waktu itu masih seorang pemuda tampan, gagah dan juga sakti berhasil mengalahkan dan membunuh Ratu Kulon.


"Tapi kenapa dia bisa dibangkitkan kembali?" tanya Padmasari sewaktu bertemu Eyang Batara.

__ADS_1


"Itulah masalahnya, padahal aku sudah menyembunyikan rahasia ini dalam-dalam, tapi bocor juga!"


"Rahasia?"


Eyang Batara menjelaskan bahwa dia memang membunuh Ratu Kulon sebagai manusia. Ratu Kulon alias Mintari yang asli sudah tewas. Namun, ilmu yang dimiliki masih bersarang di tubuhnya.


Karena itu tubuhnya tidak pernah membusuk atau hancur. Jasadnya abadi. Rahasianya adalah ilmu yang bersemayam di raga Mintari akan berubah menjadi sukma setelah dua ratus tahun.


"Tapi hanya sukma siluman biasa yang kekuatannya juga biasa," kata Eyang Batara. "Dia akan memiliki kekuatan lebih besar dari sebelumnya bila memakan tiga mutiara siluman kerang yang berusia seratus tahun."


Pengikut Ratu Kulon yang mengetahui rahasia itu langsung menyembunyikan jasad Mintari ke lereng gunung Salak. Kemudian selama menunggu hari kebangkitan tiba mereka mengurung diri di lereng.


Mereka berlatih meningkatkan kesaktian dan yang paling utama adalah menguasai ilmu panjang umur. Makanya mereka masih bertahan hidup sampai sekarang.


Sekarang Padmasari sudah berada di kaki gunung Salak. Bila diperhitungkan waktunya, pengikut Ratu Kulon masih dalam perjalanan.


Padmasari hanya mengeluarkan hawa sakti pelindung untuk menahan pancaran hawa sakti dari gunung ini. Kemudian sosoknya sudah lenyap lagi.


Semakin keatas semakin kuat hawa sakti yang dirasakan. Padmasari akhirnya menemukan lereng yang dijadikan tempat untuk menyimpan jasad Ratu Kulon.


Tiba-tiba saja lima orang ini langsung berdiri begitu Padmasari berada tak jauh dari tempat itu.


"Rupanya mereka bisa merasakan kehadiranku," batin Padmasari. Mungkin saja karena umur mereka sudah dua ratus tahun lebih, juga ilmu yang sudah tinggi. Namun, Padmasari masih yakin kalau Adijaya bisa mengalahkan mereka.


Sring!


Terlihat tiga taring panjang muncul dari sela-sela jari tangan. Jadi masing-masing memiliki enam taring yang tajam.


"Cakar siluman!" desis Padmasari. "Mereka benar-benar setengah siluman. Dengan cakar itu, mereka bisa melukai badan siluman atau guriang. Aku harus hati-hati!"


Kelima orang ini tampak memandang berkeliling mencari keberadaan Padmasari. Pantas saja mereka begitu mudah mengobrak-abrik negeri siluman kerang.

__ADS_1


Kendati sosok Padmasari sudah dibuat tak kasat mata, pengikut Ratu Kulon ini masih mampu melihatnya.


"Ada guriang!"


Salah satu dari mereka menerjang sambil menyabetkan Cakar Siluman ke arah Padmasari. Bagian perut yang jadi sasaran. Namun, gerakan Padmasari lebih cepat lagi sehingga serangan itu mengenai tempat kosong.


Empat orang lainnya segera mengepung. Padmasari juga memunculkan pedang sihir di kedua tangannya. Digunakan untuk menahan serangan Cakar Siluman. Dia serasa menghadapi bangsanya sendiri.


Kejap berikutnya terjadilah pertarungan di tanah lereng yang luas seperti lapangan itu. Lima pengikut Ratu Kulon menyerang dengan kompak menggunakan formasi jurus. Namun, Padmasari lebih unggul sedikit karena punya banyak tipuan sihirnya.


"Dia ahli sihir!"


"Tahan dia sampai teman-teman datang!"


Akan tetapi tentu saja Padmasari ingin lebih cepat melumpuhkan mereka sebelum yang lainnya tiba dan membantu. Dia sedikit menyesal tidak membawa beberapa guriang untuk membantunya.


Padmasari lebih banyak menggunakan ilmu sihirnya karena lebih menguntungkan. Dia bisa membuat tangannya lebih banyak. Sesekali sosoknya juga terbelah menjadi tiga lalu menyatu lagi.


Lima lelaki yang hanya mengenakan celana komprang ini tampak kesulitan menghadapi guriang wanita ini. Mereka sering kena tipuan. Di kira serangan dari kanan, tahu-tahu berubah dari kiri.


Dengan begitu, Padmasari bisa lebih cepat melumpuhkan mereka. Dia tidak peduli caranya yang banyak tipuan yang penting dia menuntaskan tugasnya. Lagi pula orang-orang ini harus dibasmi daripada membuat keresahan di kemudian hari.


Sring! Crass!


Satu kepala menggelinding setelah terkena sabetan pedang sihir Padmasari. Empat orang lainnya tampak geram, tapi tak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Malah serangannya makin ganas.


Udara dingin di lereng itu seketika berubah panas karena pendaran beberapa hawa sakti yang mencoba saling menekan. Padmasari sudah siap dengan serangan berikutnya. Dia tidak akan segan-segan membunuh. Dalam hal ini dia tidak perlu mengikuti majikannya yang tak pernah membunuh.


Ini pertama kalinya bertarung dengan manusia rasa siluman!


________

__ADS_1


Kemana MC nya thor?


Lagi ujian tertutup. 😁


__ADS_2