Pendekar Payung Terbang

Pendekar Payung Terbang
Ratu Siluman Kerang


__ADS_3

Ombak laut selatan terlihat begitu ganas melibas apa saja yang ada di sekitarnya. Ketinggiannya bisa mencapai dua tombak lebih. Namun, sebesar apapun ombaknya setelah mencapai pantai akan menjadi buih-buih kecil.


Suaranya bergemuruh sambung menyambung memenuhi suasana malam yang mencekam. Gulungan ombak menjadi hitam menyeramkan, padahal terlihat indah kalau di siang hari.


Malam itu, hanya bermodalkan perahu sampan yang panjang, enam belas lelaki bertelanjang dada mengarungi laut hingga jauh ke tengah. Sebagian dari mereka menengadah ke langit membaca bintang untuk menentukan arah. Sebagian lainnya menggerakkan perahu sesuai arahan.


"Sebelah situ, sedikit lagi!"


Walaupun diguncang gelombang, perahu sampan ini tetap seimbang karena orang-orang yang menaikinya mengendalikan dengan tenaga dalam. Ombak besar seolah hanya lewat saja. Mereka begitu cekatan bagaikan penguasa lautan.


"Itu dia, ayo terjun. Dua orang menunggu di sini!"


Empat belas orang bersamaan meloncat, menceburkan diri ke laut terus menyelam hingga dalam. Mereka sudah menyiapkan hawa sakti agar kuat berada di dasar laut dalam jangka waktu yang lama.


Di atas memang gelap gulita, tapi di bawah setelah berada di kedalaman belasan tombak tampak terang benderang. Terlihat sebuah pemandangan indah tempat berkumpulnya kerang-kerang besar yang memancarkan cahaya.


Rupanya cahaya inilah yang membuat keadaan jadi terang seperti siang hari. Empat belas orang tampak komat-kamit membaca mantera, setelah itu bersamaan mereka meluncur menerobos tempat yang terang itu.


Aneh, setelah masuk ke sana. Suasana seperti di atas daratan. Ada udara dan bisa bernapas seperti biasa. Tempat ini sangat luas. Kemana mata memandang, banyak kerang-kerang tergeletak.


Ada yang terbuka rumahnya ada pula yang tertutup. Semuanya memancarkan cahaya terang. Inilah dunia siluman kerang yang ada di dasar laut selatan.


Empat belas manusia ini pun bisa berjalan menapakkan kaki layaknya di daratan dengan leluasa seolah-olah ini tempat mereka sendiri.


"Cari yang sudah berusia lebih dari seratus tahun! Bila ada siluman kerang yang menghalangi, bunuh saja! Ingat, kita cuma membutuhkan tiga saja!"


Empat belas lelaki bertelanjang dada mulai menyebar ke segala arah. Mencari siluman kerang yang berumur lebih dari seratus tahun cukup sulit.


Sementara itu di suatu tempat yang merupakan istana keratuan siluman kerang.


"Gusti Ratu, hamba melapor!"


"Ada apa?"


"Ada sekelompok manusia memasuki alam kita!"

__ADS_1


"Hmh ...! Dasar makhluk serakah! Mereka pasti mencari mutiara. Kerahkan prajurit, habisi mereka!"


"Baik, Gusti!"


Beberapa saat kemudian puluhan gadis cantik yang merupakan jelmaan siluman kerang muncul langsung melepaskan serangan. Mereka menggunakan kulit kerang sebagai senjata sekaligus tameng.


Kelompok lelaki bertelanjang dada langsung memberikan perlawanan. Mereka memang tidak bersenjata. Namun, dari sela-sela jarinya bisa muncul tiga taring yang tajam sepanjang satu jengkal.


Ajaib, taring itu mampu merobek kulit siluman. Padahal belum ada senjata buatan manusia yang bisa melukai bangsa siluman. Payung Terbang Adijaya saja hanya mampu menyedot sukma siluman.


Puluhan gadis kerang itu tak berdaya karena kelompok manusia yang hanya mengenakan celana komprang itu lebih kuat dan sakti. Tameng dari kulit kerang bisa dihancurkan oleh taring itu.


"Celaka, negeriku bisa porak poranda kalau begini!" rutuk sang ratu kerang yang duduk di singgasananya. Dia tidak menyangka manusia-manusia itu sangat kuat. Siapa mereka?


Kemudian sang ratu menurunkan lebih banyak prajurit lagi. Keadaan seperti sedang terjadi perang besar. Namun, tetap saja tidak mengubah situasi. Kelompok manusia ini sangat kuat. Pasukan kerang bagai buih yang mudah dihalau.


"Makhluk lemah seperti kalian jangan harap bisa melawan kami, hahaha...!"


"Seharusnya kalian menjadi budak-budak kami, tapi kalian tidak sangat tidak berguna di daratan!"


Pasukan siluman kerang dibuat kocar-kacir. Bukan mereka yang lemah, tapi kelompok manusia itu sudah tahu kelemahan mereka. Akhirnya banyak yang mundur karena terluka.


Beberapa saat kemudian tiga orang dari mereka berhasil mendapatkan kerang berusia seratus tahun lebih. Mereka sudah memberikan penangkal agar kerang itu tidak berubah wujud.


"Sudah dapat? Bagus, ayo kita kembali ke atas!"


Kelompok manusia ini pun melesat kembali ke atas meninggalkan keratuan siluman kerang yang porak-poranda.


"Gusti, tiga sesepuh dibawa mereka!"


Sang ratu mendengkus kesal. Menyesal mengapa begitu lemah menghadapi manusia-manusia itu. Mengapa mereka datang menghancurkan negerinya yang selalu damai berdampingan dengan makhluk lainnya?


"Mereka telah mengusik bangsa kita, aku harus mencari bantuan dan membalaskan dendam juga merebut kembali tiga sesepuh!"


Kemudian sang ratu menunjuk salah satu untuk menjadi wakilnya mengurusi masalah di dalam. Sementara dia akan naik ke daratan mencari bantuan. Dia menjelma menjadi wanita cantik berkulit seputih susu.

__ADS_1


***


Sesampainya di daratan Ratu Siluman Kerang mencari tempat cocok untuk bersemedi. Dia hendak mencari keberadaan makhluk sesamanya seperti siluman atau guriang, tapi bukan sembarangan.


Sang ratu ingin menemukan mereka yang berilmu tinggi atau memiliki jabatan tinggi di alam lelembut. Sang ratu memilih bibir pantai untuk tempat semedi. Dia duduk 'emok' di atas pasir.


"Sayangnya 'Ratu Sagara' yang diramalkan akan menjadi penguasa laut belum tiba masanya," kata Ratu Siluman Kerang pelan.


Di alam siluman yang bersemayam di laut selatan atau utara digegerkan dengan sebuah ramalan tentang munculnya ratu yang akan menguasai dan melindungi makhluk-makhluk yang ada di laut.


Menurut ramalan sang Ratu Sagara akan muncul satu abad lagi dari waktu sekarang.


"Seandainya sang ratu telah ada, para manusia itu akan musnah ditelan ombak!" Ratu cantik sangat geram bila mengingat perbuatan sekelompok manusia yang telah mengambil paksa kerang sesepuh.


Kemudian sang ratu mulai memejamkan mata. Memusatkan pikiran. Semua inderanya ditajamkan. Dibuat sepeka mungkin agar bisa menyerap keberadaan makhluk yang dicarinya.


Memang 'tedeteksi' banyak di sekitarnya. Namun, kebanyakan hanya siluman atau guriang biasa yang tak memiliki kelebihan. Kepekaan indera sang ratu lebih ditajamkan lagi.


Menghilangkan mereka yang dari golongan biasa saja. Yang berilmu tinggi pasti memancarkan hawa yang berbeda atau terlihat bercahaya dalam pandangan batinnya.


Setelah beberapa lama bersemedi mengerahkan segenap kemampuannya, akhirnya Ratu Siluman Kerang membuka kedua mata. Kalau saja dia manusia mungkin akan menghela napas panjang.


"Padepokan Karang Bolong!" ucapnya. "Di sana ada dua guriang berpangkat tinggi, ilmunya juga tinggi. Sebenarnya ada dua lagi, tapi ilmunya tak setinggi mereka. Aku harus ke sana!"


Ratu Siluman Kerang bangkit. Sekali mengibaskan tangan, penampilannya berubah. Tetap menjelma sebagai wanita cantik hanya mengenakan pakaian sederhana layaknya pendekar wanita.


Dalam sekejap saja sosok sang ratu telah menghilang dari pandangan. Suasana pantai tetap gelap sebelum dan sesudah sang ratu pergi.


____


Ada yang komen kenapa MC nya gak berani bunuh lawan atau musuh? Ini hanya sebagai ciri khas saja. Karena sudah banyak MC yang 'sadis' membantai musuhnya, maka saya buat yang agak beda; pendekar yang tidak mau membunuh.


Sebenarnya Adijaya pernah membunuh tiga orang walaupun tak sengaja. Yang pertama, Bongkeng pemuda yang ketitisan Birawayaksa. Yang dua lagi, Si Hulu Wesi dan Si Tangkurak Merah yang menjadi korban Pedang Guntur.


Ada salah satu karakter pendekar yang tak pernah membunuh yang menjadi inspirasi saya, yaitu Chu Liu Xiang alias Pendekar Harum.

__ADS_1


Terima Kasih atas dukungannya.


__ADS_2