Pendekar Payung Terbang

Pendekar Payung Terbang
Terlepas Dari Sihir


__ADS_3

Pada saat semua pendekar termasuk Adijaya dan Arya Sentana terdorong mundur oleh kekuatan tak kasat mata. Adijaya merapalkan ajian Serap Sukma.


Seketika angin dahsyat bertiup dan berputar-putar kencang. Para pendekar sampai tersurut mundur. Dua tangan Adijaya bergetar hebat. Dari sepuluh jarinya memancarkan sinar biru sebesar lidi.


Sepuluh sinar terbagi menjadi empat. Masing-masing membelit satu tubuh Dewi Kembang Kuning. Keempat wanita bercadar kuning itu tak bisa menggerakkan badannya.


Secara perlahan keempatnya terseret mendekati Adijaya. Semua orang terpana menyaksikan peristiwa itu. Tak terkecuali Arya Sentana. Dia menunggu saat yang tepat sesuai anjuran Adijaya.


Semakin terseret bagai tersedot keempat wanita itu menggeliat-geliat berusaha menahan tubuhnya. Tapi usahanya sia-sia. Begitu jarak mereka sekitar satu jangkauan tangan. Dua tangan Adijaya menyentak ke atas.


Keempat wanita bercadar kuning terangkat ke atas setinggi setengah tombak. Kemudian terdengar mulut Adijaya mengucapkan mantera.


Sir ati


Datang ka ati


Lebet ka ati


Bral manah kangewa


Cul jurig marakayangan


Los rasa kaawon


Sing balik ka asal


"Puh!" Kemudian mulut Adijaya meniup.


Angin berhembus kencang dari mulutnya mampu melepaskan cadar yang dipakai keempat wanita itu. Bersamaan dengan itu pula, Adijaya melepaskan ajian Serap Sukmanya.


Ketiga wanita terkulai lemas. Kecuali satu yang sepertinya tak terpengaruh mantera Adijaya. Sosoknya hanya tersurut beberapa langkah.


Yang membuat terkejut lagi ternyata wanita yang satu itu bukan seorang wanita. Tapi seorang kakek yang menyamar jadi wanita.


"Itu dia dalang utamanya!" teriak Adijaya sambil menunjuk ke arah kakek yang sangat kurus itu.


Seketika para pendekar menghambur menyerang si kakek yang berpakaian wanita itu. Sementara itu Adijaya dan Arya Sentana segera menyelamatkan wanita yang dicarinya.


Para pendekar langsung mengerti keadaan ketika melihat Arya Sentana menyelamatkan salah satu wanita bercadar kuning.


Arya Sentana segera menggendong Praba Arum ke tempat aman. Begitu juga Adijaya, dia menbawa dua wanita sekaligus.


Dugaan Adijaya benar. Dua dari Dewi Kembang Kuning adalah Asmarini dan Praba Arum. Yang ke tiga juga, Adijaya mengenal perempuan ini. Dia Sekar Kusuma putri juragan Brata Kusuma.

__ADS_1


Tapi ada dugaan yang meleset. Semula dia mengira dalang utamanya bukan salah satu dari wanita bercadar kuning, tetapi bersembunyi di suatu tempat. Ternyata dia bersembunyi dengan menyamar jadi Dewi Kembang Kuning.


Mengingat ciri-cirinya kakek yang penampilannya seperti tengkorak itu pasti tokoh yang disebut Jerangkong Koneng. Hal ini diperkuat dengan ilmu sihir yang dimilikinya.


Dia telah menyihir atau menggendam tiga gadis dan orang-orang bertopeng sehingga menuruti kemauannya.


Asmarini dan Sekar Kusuma masih tak sadarkan diri. Adijaya menyalurkan hawa sakti kepada keduanya. Sampai wajah yang tadinya terlihat pucat menjadi berwarna lagi.


Sekar Kusuma terbangun lebih dulu. Dia langsung kaget mendapati dirinya berada di tempat yang tak dikenalnya.


"Di mana aku?"


"Tenangkan saja dirimu, dan beristirahatlah!" saran Adijaya.


Walau masih bingung gadis itu mengikuti saran Adijaya. Dia melihat pemuda itu memberikan perhatian lebih kepada gadis yang sama-sama berpakaian kuning yang masih tak sadarkan diri.


Di tempat Arya Sentana. Dia sudah menyalurkan hawa sakti ke tubuh istrinya. Tak berapa lama Praba Arum mulai sadar.


"Dinda!"


Praba Arum kaget dengan keadaannya. Lalu dia mengingat-ingat apa yang telah terjadi sebelumnya.


"Kanda,"


Praba Arum langsung memeluk suaminya sambil menangis haru. Dia hanya ingat seseorang membawanya lari kemudian baru sadar sekarang.


"Berterima kasihlah pada Adijaya,"


"Adijaya?" Praba Arum menatap suaminya.


Arya Sentana melirik ke tempat Adijaya. Praba Arum melihat pemuda itu sedang memangku gadis yang pingsan dan ada seorang gadis lagi yang duduk di sebelahnya.


"Siapa dua gadis yang bersamanya?"


"Yang di pangkuannya itu calon istrinya,"


"Yang satunya?"


"Aku tidak tahu,"


Kemudian Arya Sentana menceritakan tentang peristiwa yang terjadi. Tentang seseorang sakti yang mempunyai ambisi besar. Dia menculik tiga wanita yang kemudian dengan pengaruh sihirnya menjadikannya Dewi Kembang Kuning.


Dia juga mengumpulkan empat puluh delapan laki-laki untuk dijadikan pasukannya. Setelah itu dia bersembunyi dengan menyamar menjadi salah satu Dewi Kembang Kuning.

__ADS_1


Begitulah kira-kira dugaan kesimpulan yang didapat Arya Sentana. Tidak melesat memang.


Di tempat Adijaya. Terlihat jari-jari Asmarini bergerak-gerak. Adijaya segera menggenggamnya. Perlahan kedua mata gadis itu membuka. Bola matanya sudah kembali hitam, tidak kuning lagi. Sama seperti Praba Arum dan Sekar Kusuma.


"Dinda,"


Asmarini tidak mengerti mendapati keadaannya. Dia berada di pangkuan Adijaya. Pemuda itu menatapnya lembut penuh kasih sayang dan juga kerinduan yang mendalam.


Adijaya mengangkat tubuh Asmarini hingga posisinya duduk, lalu memeluknya erat seolah tak ingin kehilangan lagi.


"Ceritanya panjang, nanti aku akan mennuturkan kepada Dinda setelah keadaan benar-benar aman,"


Saat menoleh ke samping, Asmarini baru sadar ada gadis lain di tempat itu. Tentu saja dia juga mengenali Sekar Kusuma karena pernah melihatnya dulu.


"Dia?"


"Dia juga menjadi korban Jerangkong Koneng,"


"Jerangkong Koneng?"


Banyak pertanyaan di benak Asmarini tentang apa yang terjadi. Tapi dia lebih memilih berada dalam pelukan kekasihnya. Dia merasa sudah sangat lama berpisah dengan Adijaya.


Asmarini tidak mempedulikan suara gaduh yang terdengar tak jauh dari tempatnya. Dia yakin berada di dekat Adijaya keadaannya pasti selamat.


Sementara Sekar Kusuma tampak merenung bahkan terlihat menetes air matanya. Dia telah ingat semuanya.


Setelah dia dan gurunya selamat dari kejaran para pendekar yang hendak mengabdi pada kerajaan Purwa Sedana (yang telah ditumpas habis). Sekar Kusuma tinggal di tempat gurunya.


Suatu hari ketika sedang berlatih, kedatangan tamu tak diundang yang berniat jahat. Kemudian terjadi pertarungan antara gurunya dan tamu itu, seorang kakek yang tubuhnya sangat kurus terlihat seperti tengkorak.


Sang guru tewas di tangan orang itu. Sekar Kusuma tak mampu melawan dan akhirnya tak berdaya saat kakek itu membawanya pergi. Setelah itu dia tidak ingat lagi sampai datang hari ini kesadarannya telah pulih.


Entah dia harus berterima kasih kepada siapa. Ini yang masih membuatnya bingung.


Adijaya melihat ke tempat di mana para pendekar sedang berusaha melumpuhkan Jerangkong Koneng. Sudah selama ini mereka masih terlihat kesulitan menjatuhkan manusia tengkorak itu.


Kejanggalan pun mudah terlihat oleh Adijaya yang sudah menguasai ilmu dari Padmasari. Dua puluh pendekar itu telah terkena pengaruh sihir.


Yang terlihat masing-masing sedang bertarung dengan angin. Seperti sedang berlatih sendirian. Sedangkan Jerangkong Koneng berdiri di tengah dengan seringai seram di bibirnya.


"Kenapa dengan mereka?" Asmarini heran melihatnya.


Praba Arum dan Sekar Kusuma juga menyiratkan tanya yang sama di wajahnya.

__ADS_1


***


Terima kasih banyak buat yang telah mendukung author dengan like, vote, rate, tips dan komennya. Semoga author terus semangat. Aamiin.


__ADS_2