
Uriel segera menggoreng semua telur yang tersisa, dan juga memanggang seekor rusa yang sebelumnya Uriel tangkap, dan kini dia jadikan barbekyu.
Saat ini ketiganya sedang makan enak.
Setelah mereka selesai makan, Uriel pergi ke sungai untuk mengambil air.
Sedangkan Saga, dengan lesu memperhatikan Lina yang sedang memegangi kompas, seolah sedang mencari sesuatu.
Kini Uriel telah kembali dari mengambil air dan memberi isyarat kepada Lina untuk mendekat.
Lina yang melihat Uriel pun segera memasukkan kompas kedalam tasnya dan berlari mendekati Uriel. Kemudian Uriel memegang tangan gadis kecilnya dan dengan hati-hati membantunya membersihkan tangannya.
Setelah bersih, Lina dengan sengaja mengayun-ayunkan jari-jarinya yang basah ke wajah Uriel.
Uriel hanya menatapnya dengan tatapan sayang sambil tersenyum.
"Nakal."
Lina berlari sambil tersenyum dan cekikikan.
"Hihihi.."
Setelah selesai mencuci tangannya sendiri, kemudian Uriel menuangkan semua sisa air ke tubuh Ular Piton untuk mendinginkannya.
Di hutan ini sekarang mulai semakin terasa panas.
Tapi Uriel dan Lina merasa baik-baik saja.
Berbeda dengan Saga, dia sedikit tidak tahan. Dia terlihat lesu karena dia merasa kepanasan.
Melihat Saga yang seperti itu, membuat Lina merasa khawatir.
"Atau lebih baik kamu kembali lebih dulu dan beristirahat?"
Saga menggelengkan kepalanya. Kemudian dia melilit Lina dengan ekornya dan meletakkan Lina di punggung Ularnya.
Saat ini mereka telah berjalan sedikit lebih jauh masuk ke dalam hutan. Pohon-pohon di sekitar mereka juga kini semakin tinggi, dahan-dahan serta dedaunannya sangat lebat, menghalangi sinar matahari untuk menembus masuk ke dalam hutan. Suhu udara juga berangsur-angsur mulai turun dan menjadi jauh lebih dingin.
"Hutan ini seperti hutan purba. Tanahnya ditutupi dengan lumut yang hijau tebal, dan penuh dengan air ketika mereka menginjaknya." Pikir Lina.
Sedangkan Saga sangat menyukai tempat ini.
"Suatu saat nanti, aku ingin datang ketempat ini lagi, jika saat musim panas terasa terlalu panas untukku."
Saat ini Lina mulai mengutak-atik kembali kompas yang ada di tangannya.
"Jarum penunjuk arahnya masih tidak bergerak. Setelah berjalan sejauh ini, masih belum ada tanda-tanda adanya Urat Bijih."
Lina pun menghela nafasnya karena kecewa.
"Hhhh.."
Mendengar Lina yang menghela nafasnya, Uriel pun bertanya, "Apa kamu mencari sesuatu?"
Saga dengan hati-hati menghindari lubang air yang ada di tanah dan juga akar-akar pohon yang menonjol, dia mencoba untuk berjalan sehalus mungkin, agar Lina tidak merasa seperti sedang naik kuda.
Mendengar kata-kata Uriel, Saga tidak menoleh ke belakang, dia juga sedang menunggu jawaban dari Lina.
Sudah jelas kalau Uriel dan Saga juga bisa merasakan sesuatu yang sedang Lina sembunyikan.
Lina kemudian berkata, "Aku sedang mencari Urat Bijih, tapi aku belum menemukannya."
"Apa kamu benar-benar menginginkan Urat Bijih?" Tanya Uriel.
Lina tidak bisa mengatakan, kalau dia sudah mengambil tugas, yang mengharuskan dirinya untuk menambang Urat Bijih. Lina merasa ragu-ragu untuk sesaat, lalu menjawab, "Aku butuh banyak kristal."
__ADS_1
Saga tiba-tiba menoleh kebelakang, membuka mulutnya dan memuntahkan tumpukan batu kristal.
"KLINTING KLINTING!"
"Saat aku meninggalkan kuil, aku pergi dengan tergesa-gesa. Jadi aku tidak sempat membawa banyak Batu Kristal. Yang sempat kubawa hanya sedikit. Kamu bisa mengambil semuanya."
Lina, "....."
Lina terdiam karena merasa terkejut.
"Bagaimana Orc ini bisa memuntahkan begitu banyak kristal dari mulutnya? Apakah ada ruang penyimpanan di dalam mulutnya?!"
Kemudian Uriel berkata, "Aku juga memiliki beberapa Batu Kristal di Kota Binatang. Jika kamu tidak terburu-buru untuk menggunakannya, aku bisa pergi ke Kota Binatang dan membawa semuanya kemari untukmu."
Lina cepat-cepat melambaikan tangannya.
"Jangan pergi, itu akan terlalu merepotkanmu."
Tapi kemudian Uriel berkata lagi, "Beri tahu kami apa yang kamu inginkan. Tidak usah kamu sembunyikan. Kami pasti akan membantumu."
Mendengar apa yang Uriel katakan, Lina menjadi merasa sangat tergerak hatinya, tetapi pada saat yang sama juga merasa tertekan.
"Kalau aku mengatakan menginginkan Urat Bijih, mereka pasti akan menambang Urat Bijih yang ada di bawah Gunung Batu. Kalau itu sampai terjadi, hal itu bisa membuat semua Orc harus pindah. Aku tidak bisa mengganggu kehidupan Orc lain, hanya karena urusan pribadiku sendiri."
Setelah diam untuk waktu yang lama, Lina kemudian berkata dengan centil, "Kamu jangan pergi ke Kota Binatang, aku tidak ingin berpisah darimu.."
Kemudian Uriel memeluk gadis kecilnya sambil menciumi wajahnya.
"Aku juga tidak ingin berpisah darimu."
Lina berkata lagi, "Kalau begitu, kamu jangan pergi ke Kota Binatang."
Uriel juga sebetulnya tidak ingin pergi ke Kota Binatang. Itu karena identitasnya terlalu sensitif. Begitu dia muncul di Kota Binatang di mana pun, dia mungkin akan menyebabkan masalah yang tidak perlu.
"Baiklah."
Lina menyuruh Saga untuk mengambil kembali Batu-batu Kristal yang sudah Saga keluarkan.
Tapi Saga berkata dengan dingin.
"Aku tidak mau, aku memberikan ini semua untukmu."
Uriel dan Wiro sebelumnya juga sudah memberikan Batu Kristal mereka kepada Lina. Jadi kali ini Lina mengambil Batu Kristal dari Saga dan memasukkannya ke dalam ruang penyimpanan.
Lina menggoyangkan cincin di jari manisnya dan berkata sambil tersenyum, "Aku menaruh semua batu kristalmu di dalam sini. Jika suatu saat kamu ingin menggunakannya, kamu bisa mengambilnya sendiri."
Saat ketiganya telah kembali ke Gunung Batu, matahari sudah terbenam.
Wiro sedang berjongkok di samping kebun sayur dalam kebosanan. Begitu dia melihat Lina telah kembali, dia segera berlari mendekat dan membawa Lina ke dalam pelukannya dan menggosok-nggosok kepala Serigalanya ke tubuh Lina.
"Kemana saja kamu? Aku tidak melihat siapa pun saat aku kembali ke rumah. Aku pikir Uriel dan Saga kawin lari denganmu!"
Lina segera mendorong kepala Serigala Wiro.
"Apah?? Kawin lari dengan dua orang? Lubang di otakmu memang sangat unik!"
Wiro bertanya, "Apa itu lubang di otak?"
"Ada lubang berongga di kepalamu." Jawab Lina santai.
Wiro, "....."
Wiro terdiam dengan raut wajahnya yang penuh dengan tanda tanya.
Saat mereka sedang berbicara, Leon terbang turun dari puncak gunung.
__ADS_1
"HAAAK! HAAAK!
Begitu dia mendarat, kuncup bunga kecil segera keluar dari lengan bajunya dan melingkarkan pergelangan tangan kecilnya ke tangan Lina. Bunga kecil itu menggosok-nggosok punggung tangan Lina dengan penuh kasih sayang, seolah-olah dia sedang mempermainkannya.
"Ibu! Ibu!"
Sebelumnya, begitu Lina melihat Leon datang, secara naluriah dia segera melangkah ke depan Saga dan melindungi Saga di belakang tubuhnya.
Kemudian Lina mendorong bunga kecil menjauh dan menatap kearah Leon.
"Apa yang kamu lakukan di sini?"
Leon pun terkekeh.
"Hehe. Anak ini merindukan ibunya. Dan aku juga ayahnya. Tentu saja aku membawanya kepadamu."
Lina, "....."
Alis Lina berkerut dalam.
"Meskipun aku telah menjelaskan dengan jelas kepada Uriel dan Wiro, aku tidak bisa membiarkan Leon menjadi begitu berani setiap waktunya. Kebetulan juga sekarang semuanya hadir, jadi aku memutuskan untuk mengambil kesempatan ini untuk memperjelas semuanya, agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman."
Kemudian Lina berkata, โJika kamu benar-benar menginginkan seorang anak, kamu bisa mencari pasangan wanita. Jika kita tidak ada hubungan sebagai pasangan, untuk apa kamu selalu memegang si bunga kecil dan membawanya kepadaku? Aku ini sudah mempunyai keluarga. Jangan selalu melakukan hal-hal, yang akan membuat orang lain menjadi salah paham. Atau aku akan marah!"
Leon yang sedang tersenyum tiba-tiba sedikit terkejut, tapi dia segera tertawa yang dalam.
"HAHAHA! Betina kecil, apa kamu ingin menjauh dariku?"
Lina tersenyum walaupun kulit kepalanya terasa mati rasa, kemudian mengucapkan satu kata, "Ya."
Leon mengangguk-angguk sambil berkata, "Bagus. Bagus. Sangat bagus."
Kuncup bunga kecil tampaknya menyadari adanya kemarahan dan membuat kuncup bunga kecil itu gemetar ketakutan, "hiiii.."
Sejak Leon datang, Uriel selalu mengawasi keadaan. Pada saat ini, ketika dia melihat tanda-tanda kemarahan pada gadis kecilnya, Uriel segera melangkah maju dan melindungi gadis kecilnya di belakang tubuhnya.
Wiro dan Saga juga segera ikut berjaga-jaga.
Leon tidak memasukkan kedalam hatinya soal permusuhan mereka ini.ย Dia kemudian membelai kuncup bunga kecil yang masih ketakutan, dan menghela nafasnya tak berdaya.
"Hhhh.. Bayi kecil yang malang, ibumu sudah tidak menginginkanmu lagi. Kalau begitu, tidak ada gunanya lagi bagiku untuk bersamamu."
Selesai berkata, dia mencubit si kuncup bunga kecil dan menyalakan api di ujung jarinya.
Kuncup bunga kecil pun terbakar sampai menangis.
"Ahh! Ayaaah! Tidaak! Sakiiiit!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[[[ Selamat tahun baru kakak kakak semuanya.. ]]]
[[[ Kalau mau keluar tahun baruan, jangan lupa selalu patuhi protokol kesehatan ya kakak.. ]]]
[[[ Stay Safe, Stay Healthy, Stay Happy.. ]]]
[[[ Karena di thn baru ini thothor enggak ada planing tahun baruan, thothor lanjut nulis-nulis aja lah untuk kakak kakak semuanya, biar bisa terhibur.. ๐ข๐ญ๐ญ ]]]
[[[ Sekali lagi Inget ya kak.. Patuhi protokol kesehatan.. ]]]
[[[ Ok.. Sampai jumpa di tahun depan, di jam yang masih sama, kakak kakak yang ganteng2 & cantik2.. ๐ทโโ๐๐ ]]]
[[[ HAPPY NEW YEAR 2022 ]]]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1