
Sebelum mereka datang ke pintu masuk gua, suku Bulu telah berencana untuk memberi penghormatan, selama pihak lain bersedia menyerahkan ular yang memakan anaknya.
Tetapi jika pihak lain tidak mau menyerahkan Ular Piton itu, mereka akan bertarung. Siapa pun yang memiliki kepalan tangan yang lebih keras, dialah yang akan didengarkan oleh pihak lain.
Apa yang tidak diduga oleh para Orc dari klan Bulu adalah, adanya betina kecil yang ternyata mengajak untuk bernegosiasi.
Jangankan bernegosiasi dengan betina, bahkan jika mereka ingin mengatakan beberapa patah kata dengan betina, mereka tidak bisa mengatakannya.
Melihat penampilan Lina yang lembut, para Orc dari ras Bulu diam-diam menyimpan cakar tajam mereka, dan secara serempak merasa kebingungan, dan tak bisa berkata-kata.
Melihat mereka hanya diam, Lina lanjut berkata, "Aku sudah mendengar cerita dari Saga, dia memang sudah melakukan sesuatu yang salah, tetapi setelah aku selidiki, anak-anak kalian juga salah. Sekarang sebaiknya jangan buru-buru mengambil keputusan. Setelah ketua Wiro kembali, kami akan pergi menemui kalian, dan meminta maaf secara langsung, oke?"
Suara betina kecil itu terdengar lembut dan serius, yang membuat para Orc dari klan Bulu tidak bisa untuk mengatakan tidak.
Mereka hanya bisa saling memandang, dan tidak tahu apa yang selanjutnya harus dilakukan.
Seseorang bertanya dengan suara rendah, "Kenapa wakil Leon belum datang?"
Semua urusan klan Bulu untuk saat ini digantikan olehnya, selama ketua klan Bulu masih berbaring di tempat tidur.
Tapi wakil Leon selalu menyendiri. Dia hanya akan melakukan hal-hal yang sesuai dengan suasana hatinya. Mereka juga tidak berani mengganggunya, hanya untuk hal-hal biasa yang sepele. Tapi kali ini anak mereka telah dimakan dengan cara yang kejam. Mereka pun tetap memberanikan diri menemui Leon, untuk meminta bantuan.
Sayangnya, balasan yang mereka dapatkan hanyalah, "Soal itu kita bicarakan nanti."
Saat ini ketua klan sedang dalam masa pemulihan. Mereka juga tidak bisa mengandalkan Leon.
Para Orc dari klan Bulu tersebut harus menggunakan tangan mereka sendiri, untuk datang ke pintu gua, dan harus siap bila berakhir buruk dengan klan Serigala Batu. Mereka pun mulai gelisah dengan pemikiran mereka masing-masing.
"Aku tidak menyangka kalau suku Serigala Batu mengirim seorang betina kecil sebagai perisai mereka."
"Bagaimana cara kami supaya bisa menyelesaikan masalah ini?!"
Mereka diam-diam memarahi para Serigala Batu karena kejam, tetapi mereka juga merasa khawatir.
"Kenapa wakil Leon tidak datang? Apakah dia benar-benar akan mengabaikan hal ini?!"
Tepat ketika mereka sedang gelisah, terdengar suara yang sangat jelas dari langit.
"Karena klan Serigala Batu ingin meminta maaf, kalian harus menunjukkan ketulusan kalian."
__ADS_1
Mengikuti arah suara berasal, mereka dapat melihat sosok merah berapi-api yang turun dari langit, dan berhenti dengan mantap di depan para Orc Berbulu.
Mata merahnya secerah darah. Jubah berwarna merah gelapnya, membungkus tubuhnya menjadi terlihat tinggi dan seksi. Rantai rambut bertahtakan kristal-kristal merah, melilit pada ekor rambutnya yang berwarna emas. Angin sepoi-sepoi yang berhembus, menggetarkan kristal-kristal merah dan terlihat kerlipan sinar yang menawan.
Sayap besarnya melambai pelan di belakangnya, dan sehelai bulu merah secara tidak sengaja, melayang jatuh ke telapak tangannya.
Para Orc dari klan Bulu berseru, "Wakil ketua Leon!"
Pada pandangan pertamanya, Lina sangat tertarik dengan Leon. Bukan karena ketampanannya, tetapi karena aksesorisnya.
"Aksesorisnya.. Semuanya bertahtakan batu kristal merah?! Mewah sekali! Sungguh itu tidak adil!"
Untuk mengumpulkan kristal yang tidak berwarna, Lina dan keluarganya telah bekerja keras untuk menanam begitu banyak tanaman, yang tidak sebanding dengan sepotong batu kristal merah yang ada di rantai rambutnya?!
Lina pun mengungkapkan kesedihan dan kemarahannya.
"Kesenjangan antara si kaya dan si miskin terlalu besar!"
Saat ini terdengar suara Leon yang berkata, "Jika kalian tidak tulus, maka jangan ditunda lagi. Segera selesaikan sekaligus hari ini juga, dendam macam apa yang bisa diselesaikan!"
Lina berusaha keras untuk mengalihkan pandangannya dari kristal yang ada dirantai rambut pria itu, kemudian berkata, "Selain permintaan maaf, kami juga dapat memberikan kompensasi."
Lina membayangkan banyak cara sebagai kompensasi, tetapi tidak pernah berpikir kalau pihak lain akan membuat permintaan seperti itu, yang telah membuatnya sangat terkejut.
"Bagaimana kami bisa membayar kembali dengan cara ini?"
Senyuman Leon terlihat ambigu.
"Kamu k*w*n denganku, dan kemudian melahirkan bayi untukku, bukankah nantinya akan jadi anak bulu?"
Wajah Lina pun langsung memerah marah karena ejekannya.
"Jangan berharap aku akan mau!"
Uriel memegang tangan gadis kecilnya yang mengepal, dan memberi isyarat agar dia tidak terpancing emosi.
Leon menatapnya dengan tenang, "Baru saja kamu menatapku dengan sorot mata yang terbakar, seolah-olah kamu akan melepas semua pakaianku. Jelas itu artinya kamu telah jatuh cinta padaku. Kenapa kamu harus menolakku? Apakah kamu mencoba untuk bermain denganku?"
"Siapa yang jatuh cinta padamu?!" Ucap Lina yang mulai semakin marah.
__ADS_1
Lina sangat cepat marah oleh kesombongan pria ini, padahal dia hanya mengagumi batu kristal yang ada di tubuhnya.
Bahkan jika Lina jatuh cinta, dia juga jatuh cinta dengan batu-batu merah itu, tidak ada hubungannya dengan si pria.
Leon merasa tidak berdaya dan berkata, "Betina kecil yang bermuka dua!"
Lina berkata, "Aku belum pernah melihat pria yang kurang ajar seperti dirimu!" Dia melihat wajah tampan dan menawan Leon dan lanjut berkata lagi, "Aku tidak tertarik padamu! Jika kamu benar-benar ingin mencari pasangan, aku bisa memperkenalkanmu kepada betina lain dari suku Serigala kami. Selama salah satu dari mereka mau menerimamu, kamu bisa memiliki anak sebanyak yang kamu mau. Selama mereka mau memberikan apa yang kamu mau!"
Mata Leon melintas di wajahnya, seolah menghargai mangsa favoritnya, sambil tersenyum dan berkata dengan suara yang tidak terlalu keras juga tidak terlalu pelan, "Aku tidak bisa bersikap keras pada betina lain. Aku hanya inginkan tubuhmu, yang ingin aku hentak."
Lina, "....."
Apa yang sudah Leon katakan, terdengar jelas oleh setiap Orc yang ada di situ.
Suasana pun seketika menjadi hening.
Jika dalam masyarakat modern, tidak diragukan lagi bahwa Leon adalah seorang b*j*ng*n br*ngs*k. Jika dia melecehkan wanita yang baik di siang hari bolong, dia pasti sudah digiring ke kantor polisi, untuk menerima hukumannya.
Tapi sekarang, di sini adalah dunianya para Orc.
Ketika jantan bertemu dengan betina yang disukainya, dia bisa mengejarnya dengan sangat berani. Semakin eksplisit kata-katanya, semakin dia bisa menunjukkan cintanya.
Setelah keheningan yang singkat, sebagian besar laki-laki memberikan senyum mereka yang penuh arti.
Secara khusus, para Orc dari klan Bulu memandang wakil ketua mereka, seolah-olah mereka telah melihat hantu.
"Sebagai bujangan dari klan Bulu, Leon juga tertarik pada wanita? Dan secara terbuka sedang saling merayu?"
"Apakah matahari kini terbit dari Barat?!"
Uriel akhirnya tidak lagi bisa jika harus diam saja, dia melindungi Lina di belakang punggungnya, dan dengan tenang berkata, "Tolong jangan menggoda Lina, dia tidak suka dipermainkan, apalagi kamu menggunakan lelucon seperti itu."
"Lina.." Leon mengeja nama itu dengan hati-hati, dan berpikir kalau nama itu sangat bagus. Dia sangat menyukainya.
Leon tertawa.
"Hahaha.."
"Aku tidak berpikir untuk membuat lelucon."
__ADS_1