Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 92 - Heli Belang


__ADS_3

Di tengah malam, saat semuanya sedang tertidur lelap.


Tiba-tiba saja Saga membuka matanya.


"Bau ini.. Ini adalah bau dari kaumku!"


Saga pun segera bangkit dan bangun dari tempat tidur, dan meninggalkan gua dengan tanpa suara.


Dia merubah wujudnya menjadi Ular Piton Hitam dan masuk ke dalam hutan.


Penampilannya yang hitam memungkinkan bagi Saga, untuk berbaur dengan sempurna di gelapnya malam. Selain itu, dia juga mampu bergerak secepat kilat, orang luar tidak akan bisa menemukannya.


Saga bergerak melintasi hutan dan berhenti di dekat rawa, di mana ia terakhir kali bertarung dengan para Ular Cincin besar.


Kemudian dia memanjat pohon besar, dan selanjutnya melilitkan tubuhnya pada cabang-cabang pohon, membuatnya jadi tersembunyi di dedaunan yang rimbun.


Melalui celah-celah dedaunan, Saga bisa melihat banyak Ular yang sedang berada di dekat rawa.


"Mereka semua adalah utusan dan penjaga dari Kuil Bulan Gelap. Ada lebih dari dua ratus Orc yang terlihat."


Dan ditambah dengan dua Orc yang memimpin, yang saat ini sedang berbicara.


Salah satunya adalah Heli Belang, yang telah lama dicari!


Sayangnya, karena jarak yang lumayan jauh, Saga tidak bisa mendengar percakapan lengkap mereka dengan jelas. Dia hanya bisa mendengar beberapa kata.


"Sebelumnya di sini, tapi sekarang sudah hilang. Kalau tidak, kita pasti sudah menemukan Serigala di dekat sini.."


Mendengar kalimat yang terakhir, membuat hati Saga seperti tenggelam.


"Di sini hanya ada satu klan Serigala. Orang-orang ini akan segera menuju ke Gunung Batu!"


Saga meluncur ke tanah dengan tenang dan dengan cepat bergerak untuk kembali ke Gunung Batu.


"Aku harus segera kembali dan memberi tahu mereka semua tentang ini!"


Pada saat ini, Heli Belang tiba-tiba menoleh, dan matanya tertuju pada pohon besar yang baru saja ditinggalkan oleh Saga.


Heli Belang menutup matanya dan menggerak-gerakkan hidungnya.


"Ini bau dari Orc berdosa itu. Sepertinya dia baru saja datang ke sini. Cepat! Kejar dia!"


"SIAP!"


Dengan mengikuti perintahnya, semua Ular segera bergerak dan berlari mengejar ke arah Saga!


Di malam yang gelap ini, Saga bergerak dengan cepat. Dia pun sama sekali tidak melihat ke belakang, tetapi bau Ular yang familiar di udara membuatnya tahu bahwa para Ular tersebut sedang mengejarnya!


Kedua belah pihak pun melaju dengan kencang melalui hutan yang gelap.


Saga lebih mengetahui medan di sini, dan dia juga selalu menjaga supaya jarak mereka tetap dekat darinya.


Ketika Saga telah tiba di dekat jebakan, dia dengan tiba-tiba saja meliuk, dan segera berbelok, dan dengan terampil mengitari jebakan.


Hanya jeda membuat manuver seperti itu saja, sudah membuat jaraknya dengan para pengejar kini menjadi sangat dekat.


Ketika para Ular yang mengejar Saga akan menangkapnya. Seketika itu juga mereka yang sedang berlari dengan kecepatan penuh, menginjakkan kaki mereka di atas jebakkan. Tanpa mereka duga, tempat berpijak mereka tiba-tiba saja runtuh!


"KRAK! KRAK!"


"BROLLL!


"JLEB! JLEB! JLEB! JLEB!"


"AAAARGH!"


Sepuluh Ular yang berlari paling depan, terkena jebakkan dan jatuh ke dalam lubang, dan anggota tubuh mereka segera tertembus oleh kayu yang runcing dan beracun!

__ADS_1


Kejadian ini mengejutkan para Ular yang berlari di belakangnya.


Sebagian kecil dari mereka berhenti, untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka yang terperosok masuk ke dalam lubang. Sementara yang lainnya masih terus mengejar Saga.


Akibatnya semakin banyak Ular yang jatuh ke dalam perangkap, satu demi satu!


"BROLL! BROLL! BROLL!"


"ARRGGHH!"


"ADUUHH!"


Saga mengambil kesempatan untuk menyingkir dari kejaran para Orc Ular, dan dengan cepat bergerak menuju ke kebun sayur.


Saat ini Heli Belang sedang menyusul dari belakang. Ketika dia melihat Ular-ular yang mati di dalam perangkap, wajahnya tiba-tiba menjadi sangat suram.


"Dasar sekelompok sampah! Kalian memang tidak berguna!"


Dia kemudian secara langsung memimpin tim dan mengejar Saga!


"BUK BUK!"


"BUK BUK!"


"SREK SREK SREK SREK SREK SREK SREK!"


Meskipun telah menderita beberapa kehilangan akibat jebakan di depannya, Heli Belang dengan sengaja menyuruh para Orc Ular untuk tetap menjelajahi jalan di depannya, dan secara aktif dia menghindari jebakan-jebakan itu.


Ketika mereka keluar dari hutan dan mendekati kebun sayur, mereka pun akhirnya bisa melihat Gunung Batu.


Kemudian Heli Belang berkata dengan dingin, "Orc pendosa dan pembunuh yang membunuh utusan Dewa, pasti bersembunyi di Gunung Batu!"


Kini para Orc Ular telah siap untuk naik Gunung, untuk menangkap Orc yang telah membunuh utusan dari Kuil.


"MAJU! MAJU!"


"DUAR! DUAR! DUAR! DUAR!"


Seratus bunga matahari juga tampak menggila, menembakkan biji bunga matahari ke arah para Orc Ular!


"CIU! CIU! CIU! CIU! CIU! CIU!"


Semua hal itu tentu saja membuat semua Orc Ular merasa ketakutan!


"APA ITU?!"


"SAKIT!"


"ARGGH! MUNDUR!"


Para Orc Ular belum pernah melihat tanaman yang begitu ganas seperti ini. Mereka takut dan segera mundur, dan tidak berani mendekati kebun sayur lagi.


Pada saat ini, Orc dari klan Serigala Batu, yang bertanggung jawab sedang berjaga malam, mendengar suara keributan itu, dan segera merubah wujudnya menjadi Serigala dan mengaum ke langit!


"AU AUU AUUUU.."


Lolongan panjang Serigala penjaga malam, segera membangunkan semua Orc di Gunung Batu.


Heli Belang yang melihat akan hal ini, ekspresi menyeramkan segera muncul di wajahnya.


"Semuanya mundur! Siapkan batu api dan kayu kering! Kita akan membakar Gunung!"


Ular-ular itu menurutinya, dan segera mundur dari jangkauan serang bunga matahari dan kacang panjang.


Saat para Orc Ular akan menebang pohon di kebun buah, untuk mereka jadikan kayu bakar. Tapi tak mereka sangka, di luar kebun buah dikelilingi oleh tanaman merah merambat yang sangat lebat. Tanaman merambat ini juga dipenuhi dengan duri-duri yang beracun.


"Jika kita sampai tertusuk duri-duri ini, kulit kita akan terasa gatal-gatal yang sangat tak tertahankan!"

__ADS_1


Mereka pun terpaksa membatalkan rencana mereka menebang kebun buah dan kini tengah bersiap pergi ke hutan untuk menebang pohon.


Ketika Wiro keluar dari ruangan, dia melihat Saga yang baru saja kembali.


Dengan cepat Saga menjelaskan situasinya, "Para Orc dari Kuil Bulan Gelap datang, jumlah mereka ada lebih dari dua ratus Orc, di mana lebih dari empat puluh Orc telah mati dalam perangkap!"


Wiro pun segera memanggil para Orc Serigala jantan untuk siap-siap bertarung!


"AUUUU.."


Pada saat ini, Lina juga terbangun. Dengan cepat Uriel pun membantu gadis kecilnya berpakaian.


Kini Meli, Rosa dan beberapa betina lainnya bersama dengan anak-anak mereka, semuanya telah berkumpul.


Uriel dan Saga membuka pintu ruang bawah tanah dan memasukkan para betina dan anak-anaknya ke dalam rubanah.


"Tak peduli apa yang terjadi di luar, kamu tidak diizinkan untuk keluar," Uriel berkata kepada Lina.


"Akhirnya saat-saat seperti ini datang juga, tugasmu adalah untuk mengamankan mereka." Kata Saga.


"Aku pasti akan menjaga mereka!" Jawab Lina.


Setelah menutup pintu ruang bawah tanah, Uriel dan Saga segera meninggalkan rumah dan bergegas menuju ke pintu masuk gua.


Di bawah komando Wiro, para Orc Serigala bergerak seperti hantu dan segera bergegas menuruni Gunung Batu, dan dengan cepat menuju ke arah para Orc Ular berada.


Ketika Wiro melihat beberapa Orc Ular menebang pohon-pohon di hutan, dia pun mengerutkan keningnya dan bertanya, "Apa yang akan mereka lakukan dengan menebangi pepohonan?"


Kemudian Uriel berkata, "Aku rasa mereka ingin membakar Gunung."


Mendengar ini, jelas membuat Wiro menjadi sangat marah.


"Mereka ini terlalu berbahaya, kan?"


Kemudian Saga berkata, "Para Orc Ular pada umumnya takut dengan api. Seharusnya ide untuk membakar gunung bukanlah rencana mereka."


Indra penglihatan Uriel sangat tajam. Bahkan dalam kegelapan, dia bisa melihat dengan jelas di antara para Orc Ular yang ada di kaki gunung, dia melihat sosok yang dikenalnya.


"Cara ini sepertinya ide dari Heli belang."


"Bukankah Heli Belang pergi ke kota Bulan Gelap? Bagaimana bisa dia tiba-tiba muncul di sini? Tunggu dulu.. Kota Bulan Gelap.. Kuil Bulan Gelap.." Wiro tiba-tiba menyadari sesuatu dan lanjut berkata, "Itu artinya, Heli Belang telah bekerja sama dengan Kuil Bulan Gelap, sejak dari awal?"


"Untuk saat ini, itu adalah penjelasan yang paling masuk akal," kata Uriel.


Di kaki gunung, Heli Belang tampaknya menyadari bahwa Uriel dan Wiro sedang menatap kearah dirinya.


Dia pun mengangkat kepalanya dan melihat ke atas bukit, sambil tersenyum muram.


"Halo kawan-kawan lama, aku kembali lagi."


Keempat mata saling beradu, dan seketika itu juga, niatan untuk membunuh dalam sekejap menyebar.


Kemudian Uriel berkata dengan suara yang dalam, "Kalian tetap di sini. Aku akan pergi ke puncak gunung, untuk menemui klan Bulu."


Wiro dan Saga juga tidak mempermasalahkan apa yang Uriel katakan.


Heli Belang ingin membakar gunung. Jika api tersebut benar-benar menyala, tidak hanya klan Serigala Batu, tetapi juga para Orc klan Bulu yang tinggal di puncak gunung, juga akan sama-sama menderita!


Uriel segera berubah menjadi Harimau Putih dan dengan langkah cepat, naik menuju ke puncak gunung.


Ketika dia tiba di puncak gunung, dia menemukan bahwa Orc klan Bulu juga terbangun, dan bahkan Leon yang tidak pernah ikut campur yang bukan urusannya pun telah ikut berkumpul, sambil melihat kaki gunung.


Pergerakan di kaki gunung sangat besar, tentu saja mereka para klan Bulu tidak bisa berpura-pura, untuk tidak mendengar keributan di kaki gunung.


Uriel tidak akrab dengan para Orc Berbulu, hanya Leon yang telah bertarung dengannya yang dia tahu.


Uriel juga tahu kalau Leon memiliki posisi tinggi di klan Bulu dan juga bisa menjadi tuan rumahnya. Uriel pun segera menemui Leon secara langsung dan menjelaskan niatnya datang ke puncak Gunung ini.

__ADS_1


"Di kaki Gunung, ada gerombolan Orc yang ingin membakar Gunung. Kalian bisa segera meninggalkan Gunung Batu, atau turun Gunung bersama kami untuk melawan para musuh!"


__ADS_2