Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 74 - Ayo Kita Pulang!


__ADS_3

Saat ini Lina tidak tahu, sayuran yang dia tanam, telah menyebabkan kasus berdarah.


Lina tinggal bersama Uriel dan Wiro di sebuah gua, dekat dengan suku Sungai Hitam selama satu malam. Dia berencana untuk kembali ke Gunung Batu keesokan paginya, setelah selesai bertukar barang di sini.


Lina sudah bangun dari tidurnya.


Uriel membawakan sup sayuran untuk gadis kecilnya. Aroma lezatnya yang kuat, membuat n*fs* makannya meningkat. Dengan cepat dia meminum semangkuk besar sup yang dibawakan oleh Uriel.


Lina menyentuh perutnya.


"Apa cuma perasaanku saja, sepertinya akhir-akhir ini makanku lebih banyak dari biasanya?"


Melihat perutnya yang putih dan halus, Uriel pun mengulurkan tangannya dan mengusap-usapnya dua kali. Dia berkata sambil tersenyum, "Itu normal. Saat wanita sedang hamil, n*fs* makan mereka akan meningkat."


"Kalau begitu, berarti tubuhku akan jadi gemuk?"


Uriel memeluk atas pinggang gadis kecilnya dan berkata, "Tidak apa jadi gemuk, akan terlihat lebih cuby."


Dalam pelukan hangat kedua tangan Uriel di atas pinggangnya, Lina mengambil kesempatan untuk mengusap dada dan otot perut Uriel.


"Tapi aku lebih suka tubuhmu dan tubuh Wiro."


Perkataan Lina membuat Uriel langsung tersentuh dan bereaksi. Harimau kecilnya pun mengeras.


Lina yang sedang dipeluk oleh Uriel, bisa merasakan sesuatu yang mengeras menempel pada perutnya. Wajah Lina pun memerah. Lina tidak lagi berani menatap wajah tampan Uriel. Dia kemudian mengubah topik pembicaraan.


"Di mana Wiro?"


Tubuh gadis kecilnya terlalu halus. Uriel tidak bisa menahan dirinya untuk mengangkat dan memeluknya. Dengan salah satu tangannya yang kebawah dan menggosok-nggosok f*nt*t Lina. Suaranya terdengar serak dan pelan, "Khodi Kodi dan Booker baru saja datang. Mereka ingin membeli lebih banyak sayuran dan buah-buahan."


Menurut Khodi dan Booker, sayuran dan buah-buahan yang mereka beli kemarin terasa sangat lezat. Mereka mengatakan rasanya jauh lebih enak, daripada buah dan rumput yang biasa mereka makan.


Akibatnya, mereka telah memakan lebih dari setengah dari yang telah mereka beli, dan sisanya tidak cukup untuk makan.


Jadi di pagi hari, Khodi dan Booker bergegas mencari Wiro, mereka datang untuk membeli lebih banyak lagi sayuran dan buah-buahan untuk mereka makan di rumah.


Kini Wiro telah kembali.


Saat dia berjalan masuk ke dalam gua, dia melihat Uriel sedang memeluk sambil menggosok-nggosok tubuh Lina. Wajah gadis kecil itu terlihat memerah, seperti aliran darahnya berhenti di wajahnya.


Kemudian dengan cepat Lina mendorong Uriel dan berkata, "Wiro sudah kembali, cepat lepaskan aku."


Siapa tahu Wiro membawa orang-orang yang tak tahu malu, ikut masuk ke dalam gua.

__ADS_1


Wiro segera berjalan dengan cepat mendekati mereka berdua.


"Aku juga ingin memeluk Lina!"


Dia segera memeluk dari belakang tubuh Lina. Kedua telapak tangannya terulur melalui bawah ketiak, dan masing-masing telapak tangannya membungkus penuh, kedua gundukkan kembar di dada gadis itu. Sambil m*r*m*snya dengan lembut.


Uriel menatap Wiro dan bertanya, "Bagaimana negosiasi bisnisnya?" Sambil memindahkan satu tangannya lagi ke bawah. Kini kedua tangan Uriel telah berada di bawah, sambil m*r*m*s-r*m*s f*nt*t gadis kecilnya yang kenyal.


"Mereka ingin membeli semua buah dan sayuran yang ada di ladang kita," jawab Wiro santai.


"Apa kamu menyetujui permintaan mereka?" Tanya Uriel.


"Mana mungkin?" Wiro terkekeh, kemudian lanjut berkata, "Orc vegetarian bukan hanya Kuda Liar, masih ada yang lain seperti Kelinci, Domba, Sapi. Para suku vegetarian itu seharusnya tertarik dengan apa yang kita tanam di kebun. Semakin banyak pelanggan yang kita miliki, semakin tinggi harga yang kita berikan."


Uriel menjawab, "Ya, setelah kita kembali, kita harus memperluas kebun sayur dan buah milik kita, agar kita bisa memproduksi lebih banyak lagi, untuk mengikuti permintaan pasar."


Pelanggan, produksi, penjualan, kata-kata semacam ini telah mereka pelajari dari mulut Lina.


Lina yang kini sedang terjepit di antara mereka, tidak tahu harus berkata apa.


"Kedua orang ini! mereka beranggapan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Membahas dengan serius masalah seperti itu, dan pada saat yang sama menyentuhku dengan sangat antusias."


Kini tubuh Lina yang mungil dan halus, telah memerah akibat sentuhan-sentuhan dari tangan Uriel dan Wiro.


Hanya ada empat kata yang tersisa di pikiran Lina.


Pada akhirnya, nafas mereka mulai bersemangat. Wiro dan Uriel hampir tidak bisa mengendalikan n*fs* mereka. Jika bukan karena Lina yang sedang mengandung dan keadaan yang sedang mendesak, mereka mungkin akan segera melakukan 2in1 pada pagi hari ini.


Uriel menatap wajah gadis kecilnya, sambil mempercepat gerakannya m*r*m*s f*nt*t dan bertanya, "Setahuku, masa kehamilan wanita biasanya tiga bulan."


Mata Wiro saat ini juga sangat panas, dia ikut bertindak m*r*m*s d*d* dengan lebih cepat sambil berkata, "Yah, selama lebih dari dua bulan, kita akan bisa melihat perubahan pada perutnya."


Berada dalam keadaannya yang terjepit, bagaikan roti sandwich. Lina bisa mendengar dengan sangat jelas semua yang mereka bicarakan. Dia pun segera menutupi kedua telinganya dan berpura-pura tidak mendengar apa-apa.


...........


Lina mengeluarkan sekitar seribu pon buah, dan dua ribu pon sayuran dari ruang penyimpanan.


Kemudian Wiro membawa Booker masuk ke dalam gua dan memulai transaksi jual beli mereka.


Khodi Kodi dan Booker mengira kalau mereka sudah lama membawa buah dan sayuran ke dalam gua. Jadi mereka pun tidak terlalu memikirkan tentang hal itu.


Sebagai harga untuk membelinya, Booker dan Khodi masing-masing memberikan tiga puluh kristal tak berwarna.

__ADS_1


Harganya telah ditentukan oleh Uriel. Booker dan Khodi tidak bisa menawar lagi. Akhirnya mereka hanya bisa menahan rasa sakit dan memberikan Batu Kristalnya.


Bahkan jika mereka adalah Kepala Suku dan Dukun, begitu banyak kristal yang harus mereka keluarkan, tetap bukanlah jumlah yang kecil bagi mereka.


Jika bukan karena sekantong kecil batu kristal yang mereka kumpulkan, dari kepala klan Serigala Air Hitam saat penghapusan suku tersebut. Mungkin sekarang Khodi dan Booker tidak akan memiliki tiga puluh batu kristal.


Begitu dia berbicara tentang batu itu, Booker mengangkat wajahnya untuk menatap Wiro dan bertanya, "Bukankah anda mengatakan bahwa suku Serigala Air Hitam memiliki banyak Batu Kristal Hitam? Tapi kenapa saya tidak melihat satupun Kristal Hitam? Anda tidak berbohong padaku, kan?"


Wiro tampak terkejut, kemudian dia berkata, "Anda tidak bisa menemukan Kristal Hitam? Itu benar-benar aneh. Jelas-jelas mereka telah mengambil Batu Kristal kami. Jika tidak, mana mungkin kami membalas dendam dan menghapus mereka?"


"Tapi kami tetap tidak dapat menemukan Kristal Hitam itu." Kata Booker dengan mengerutkan kedua alisnya.


Wiro berpikir sejenak.


"Mungkin mereka telah terlebih dahulu menyembunyikan Kristal Hitamnya. Lagi pula, Batu Kristal seperti itu sangat berharga, sehingga mereka tidak akan mungkin mau menunjukkannya."


Mendengarkan kata-katanya, Booker merasa itu masuk akal. Dia segera berubah menjadi kuda merah kecoklatan, membawa lebih dari selusin kantong buah dan sayuran, dan berlari kembali dengan cepat.


Meskipun kepala klan Serigala Air Hitam telah terbunuh, putranya, Josh masih hidup. Josh mungkin tahu di mana Kristal Hitam itu disembunyikan.


Booker memutuskan untuk menyiksa Josh lagi. Dia tidak percaya kalau dia tidak bisa mencari tahu dari mulut Josh, di mana harta itu berada.


Josh yang telah disiksa sampai hampir mati, kini kembali akan mengalami musibah.


Khodi Kodi tidak impulsif seperti Booker. Dia menghitung dengan cermat sayuran dan buah-buahan, setelah dirasa semuanya benar dan sesuai, dia meletakkannya di atas kuda.


Dia melihat kembali ke arah Wiro.


"Saya hanya berharap, ketua suku Wiro dapat menyingkirkan Heli Belang sesegera mungkin. Jika dia tidak mati, kami juga tidak yakin apa yang nantinya akan terjadi."


Wiro berkata dengan serius, "Saya pasti akan memenuhi harapan Dukun Khodi."


Kemudian Khodi Kodi meringkik dan pulang membawa buah-buahan dan sayuran.


Saat ini mereka telah mendapatkan enam puluh batu kristal dalam waktu yang singkat, Lina pun merasa sangat senang.


Dia memasukkannya ke dalam ruang penyimpanan sambil tersenyum.


"Sekarang, ayo kita pulang!"


Sama seperti saat keberangkatan mereka. Harimau Putih besar yang berada di depan, dan Serigala Perak mengikutinya dari belakang, dengan membawa Lina di punggungnya.


Ketika mereka melewati hutan, mereka memetik banyak daun-daunan herbal dan biji-bijian.

__ADS_1


Mereka terlihat sangat santai, seperti sedang jalan-jalan di musim semi.


Mereka sama sekali tidak tahu. Bahwa ada pertumpahan darah, yang sudah menunggu mereka di rumah.


__ADS_2