Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 115 - Pasanganku Memang Sempurna


__ADS_3

Gulungan kontrak dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis kontrak, tetapi objek kontrak terbatas pada Orc yang kekuatannya lebih rendah dari si pemilik kontrak.


"Waktu itu Lina menaruh gulungan kontrak di dalam ruang penyimpanan. Mungkin sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk digunakan."


Kemudian Wiro meletakkan kedua tangannya dibelakang punggungnya dan mengeluarkan gulungan kontrak dari dalam Cincin.


Gulungan yang terbuat dari kulit domba terlihat sangat sederhana, dan tampak kosong dikedua sisinya.


Kedua belah pihak perlu menuliskan isi kontrak terlebih dahulu, serta menuliskan nama kedua belah pihak, dan kemudian memberikan cap jari, sebelum kontraknya bisa berlaku.


Tapi ada satu masalah!


"Br*ngs*k! Aku tidak bisa membaca ataupun menulis."


Ini sedikit memalukan.


Kemudian Wiro berkata kepada Khodi, "Tunggu di sini sebentar. Aku akan segera kembali."


Wiro meminta Rei untuk tetap tinggal dan menemani Khodi Kodi dan yang lainnya. Kemudian dengan cepat dia berlari kembali ke Gunung Batu, mencari Lina, dan menceritakan semua tentang suku Sungai Hitam.


Kemudian Lina bertanya pada Wiro, "Apa kamu akan tetap menerima Khodi dan para Orc Mustang? Apa kamu tidak khawatir tentang Nanto yang akan datang mencarimu?"


Wiro menunjukkan pola bintang di lengannya, mengangkat alisnya dan berkata sambil tersenyum, "Bagaimanapun juga, aku adalah roh Binatang Buas bintang dua. Apakah aku akan takut pada Orc biasa yang roh Binatang Buasnya belum bangun? Jika dia ingin mencari masalah, biarkan saja dia datang. Saat itu aku pasti akan menghajarnya di mana-mana!"


"Dari waktu ke waktu, aku sudah terbiasa dengan kepribadian Orc Serigala gila ini. Tapi kadang-kadang aku bahkan berpikir kalau dia terlihat lucu."


Setelah berpikir seperti itu, kemudian Lina membuka gulungan kontrak, mengambil cabang kayu kecil dan mencelupkannya pada darah hewan, dan mulai menulis isi kontrak.


Empat anak Serigala muncul dengan rasa ingin tahu dan menjulurkan leher mereka, untuk melihat apa yang sedang ibu mereka tulis.


Isi kontraknya mungkin seperti ini.


"Setelah tinggal di Gunung Batu, Khodi Kodi dan juga para Orc Kuda Liar yang dibawa olehnya, harus benar-benar mematuhi peraturan suku Serigala Batu, dan mereka sama sekali tidak boleh mengungkapkan situasi internal suku Serigala Batu kepada pihak luar. Jika Anda berani melanggar kontrak, Anda akan merasakan rasa sakitnya gigitan jiwa."


Wiro melihat tulisan tangan pada gulungan kontrak, dan merasa sangat bangga.


"WAAAHH!"


"Pasanganku memang sempurna. Dia lembut, manis, mungil, cantik, imut, dan berpengetahuan luas. Lihatlah juga tulisan-tulisan ini, betapa indahnya mereka! Jika melihat dari seluruh Orc yang ada di dunia ini, pasti tidak ada perempuan yang lebih hebat dari pasanganku ini!"


Lina, "....."


Kemudian Wiro dengan hati-hati menyimpan Gulungan Kontrak tersebut dan berlari kembali untuk menuruni Gunung.

__ADS_1


Si sulung saat ini mengulurkan cakar kecilnya dan memegang-megang cabang kayu yang ada di tangan Lina. Mata hijau gelapnya penuh dengan rasa ingin tahu.


Tiga anak Serigala lainnya juga ingin ikut belajar bermain-main dengan cabang kayu.


Lina pun memberikan cabang kayu yang dia pegang.


Tapi Wirna yang tercepat. Dia segera meraih cabang kayu tersebut. Kemudian dia meniru cara Lina yang baru saja menulis. Wirna memegang cabang kayu dengan dua cakar kecilnya dan menyeretnya ke tanah.


Ketiga saudara laki-lakinya ikut berputar-putar di sekelilingnya, ingin sekali ikut bermain menggunakan cabang kayu.


Saat Lina melihat mereka yang sedang bermain, tiba-tiba saja dia teringat kalau sudah waktunya untuk mendirikan sekolahan.


"Bagaimana kalau aku memulainya dari TK terlebih dulu? Hmmm.."


Setelah Wiro tiba di kaki Gunung, dia segera menunjukkan gulungan kontrak ke hadapan Khodi.


Begitu Khodi melihat isi gulungan itu, wajahnya langsung berubah.


"Ini.. Apakah beberapa Orc di klan Serigala Batu tahu tentang kata-kata?"


Wiro melambaikan tangannya.


"Hal-hal semacam itu tidak perlu kamu ketahui, kamu hanya perlu menekan cap jari di atas sini."


"Meskipun aku tidak bisa memahami kata-kata yang ada di gulungan kontrak ini, Orc yang bisa menulis begitu banyak kata seperti ini pastilah Orc yang sangat terpelajar dan kuat. Kemungkinan Orc itu berasal dari kota Binatang Buas." Pikir Khodi Kodi.


"Bagaimana? Apakah kamu mau memberikan sidik jarimu atau tidak?"


"Kontrak macam apa ini?" Tanya Khodi dengan hati-hati.


Kemudian Wiro menjelaskan, "Jangan khawatir, kontrak ini tidak berbahaya bagimu. Setelah kamu memberikan sidik jarimu, kamu bisa keluar masuk Gunung Batu dengan bebas, tapi kamu harus benar-benar mematuhi peraturan suku Serigala Batu dan tidak boleh mengungkapkan situasi internal suku Serigala Batu kepada pihak luar, jika kamu melanggar, jiwamu akan digigit kembali oleh kontrak ini."


"Kamu tidak membohongiku, kan? Apakah ada jebakan yang akan kamu lakukan? Aku sama sekali tak tahu tentang isi di dalam kontrak ini." Ucap Khodi.


Khodi Kodi buta huruf dan tidak tahu apa yang tertulis di dalam kontrak. Bagaimana jika pihak lain ternyata menipu dia?!


Mungkin Khodi memiliki umur yang panjang, meskipun jika dia harus mati, tapi ada begitu banyak Orc di belakangnya. Mereka juga telah mempercayakan hidup mereka di tangan Khodi, dan ia juga harus memberikan kepercayaan kepada mereka!


Wiro mengerutkan keningnya dan berkata, "Kalian semua telah direduksi ke titik ini. Apa lagi yang bisa aku dapatkan jika aku menipumu? Jika aku ingin merencanakan sesuatu padamu, bukankah lebih baik jika aku langsung memulainya denganmu? Lagipula kamu tidak akan bisa mengalahkanku."


Saat ini para Orc Kuda Liar menunjukkan ekspresi marah mereka. Mereka merasa telah dihina!


Khodi Kodi melambaikan tangannya kepada para Orc yang ada di belakangnya, untuk menenangkan diri mereka. Kemudian dia menertawakan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Haha.. Kamu benar. Kami tidak punya apa-apa lagi sekarang. Kita sudah tidak bisa lebih buruk lagi dari ini."


Dia melihat kembali kepada para Orc Kuda Liar dan bertanya dengan serius, "Aku akan menandatangani kontrak ini atas nama kalian. Jika ada di antara kalian yang tidak setuju, kalian boleh pergi sekarang juga."


Tidak ada yang bergerak sedikitpun. Saat ini ke lima puluh tujuh Orc Kuda Liar sedang memandang Khodi.


Kemudian Khodi pun mengangguk.


"Terima kasih atas kepercayaan kalian semua."


Kemudian telapak tangannya yang berlumuran darah menekan keras pada gulungan kontrak.


Tulisan tangan dan cap tangan berwarna merah cerah tiba-tiba saja menyala, dan pola mahkota duri muncul di bagian belakang gulungan kontrak.


"Kontrak telah selesai!" Kemudian Wiro menyimpan gulungan kontrak tersebut dan lanjut berkata, "Baiklah, sekarang kalian ikuti kami."


Di bawah kepemimpinan Wiro, para Orc Kuda Liar memasuki bagian dalam Gunung Batu.


Ketika mereka melihat ada benteng besar yang tersembunyi di Gunung Batu, mereka semua menunjukkan raut muka cemas mereka.


"Ternyata suku Serigala Batu membangun benteng yang begitu kuat?! Tidak heran bila Wiro bersikeras kalau aku harus menandatangani kontrak terlebih dulu, sebelum membolehkan kami masuk ke dalam Gunung Batu. Ternyata ada rahasia besar yang tersembunyi di Gunung Batu! Kalau aku jadi Wiro, aku juga tidak akan membolehkan orang luar masuk ke dalam benteng secara sembarangan!" Pikir Khodi Kodi.


Masih ada beberapa ruangan di ruang tamu yang kosong, dan Wiro membagi salah satunya untuk Khodi, dan para Orc yang dia bawa.


"Mulai sekarang kamu akan tinggal di sini, dan kamu yang akan memilihkan mereka kamar. Jika ada seseorang yang sakit, tolong laporkan kepadaku secepatnya. Jika kamu kekurangan apa pun, kamu juga bisa memberi tahu ku atau Rei." Setelah Wiro selesai berkata, dia memanggil Rei dan memintanya untuk bertanggung jawab mengawasi para Orc Kuda Liar ini.


Jadi mulai sekarang, para Orc Kuda Liar telah menetap di Gunung Batu.


...........


Setelah selesai makan malam, Lina mengatakan tentang Taman Kanak-kanak kepada Wiro.


Wiro pun meng-iya kan begitu saja, meskipun dia tidak tahu apa itu Taman Kanak-kanak, tetapi selama itu adalah hal-hal yang Linanya inginkan, ia harus memuaskan Linanya!


Pada saat ini tiba-tiba saja Uriel bertanya, "Aku dengar kalau Khodi Kodi kini tinggal di benteng dengan puluhan Orc Kuda Liar? Apa benar begitu?"


Wiro dengan santai menjawab, "Benar."


"Ada lusinan dari mereka. Apakah kita akan mengizinkan mereka tinggal di sini tanpa melakukan apa pun?"


Wiro pun segera berkata, "Tentu saja tidak. Mereka harus mencari makanan sendiri jika mereka ingin makan."


"Maksudku, kita beri mereka pekerjaan dan biarkan mereka bekerja dengan imbalan makanan dan tempat tinggal."

__ADS_1


Mendengar apa yang Uriel katakan, mata Lina menjadi berbinar.


"Cara Uriel itu bagus juga!"


__ADS_2