
Namun pada saat-saat yang sangat kritis, Uriel segera menyelamatkan Rei.
"HUP! TAP!"
Kemudian dia menyuruh Rei untuk membawa para Orc yang lainnya supaya pergi dan menjauh.
"Baiklah!" Jawab Rei singkat.
Mata Ular Piton kini terlihat merah, darah menetes dari taringnya dan jatuh ke rumput. Rumput yang hijau segar, seketika itu juga terkena racun dan berubah menjadi hitam.
Pada saat ini, peringkat bintang Ular Piton itu telah naik menjadi delapan bintang lagi.
Tidak peduli seberapa dekat dia dengan orang-orang yang ada di dekatnya, orang itu pasti akan terbunuh. Selama kekuatannya jauh di bawah Ular Piton.
Uriel Nouh segera meraung, "Hentikan Saga! Sadarlah!"
Namun dalam menanggapi Uriel, Ular Piton itu menanggapinya dengan tanpa belas kasihan.
"ZSISISSSSZZ! WUTT!"
Dengan cepat Uriel menghindari ekor ular itu.
"HUP! TAP!"
Uriel mencoba untuk menghentikan serangan Ular Piton dengan arus listrik miliknya dan melumpuhkannya.
"GROARR! JLEGER!"
Namun Ular Piton bintang delapan memiliki pertahanan yang sangat kuat, dan arus listrik tidak akan bisa menembus kulitnya.
"ZSISISSSZZ!"
Melihat Uriel sedang bertarung dengan Ular Piton, Wiro bergegas untuk membantu Uriel.
"HIAAT!"
Meskipun pertarungan kini menjadi dua lawan satu, tetap saja Uriel dan Wiro tidak memiliki keuntungan sama sekali.
"ZSISISSSZZ! WUTT!"
Uriel dan Wiro terkena sapuan dari ekor Ular Piton!
"BUGH!"
Wiro terhempas hingga menabrak pohon!
"BRAK!"
"HEGGH!"
Berbeda dengan Uriel, saat terkena hantaman dari sapuan ekor Ular Piton, dengan momentum yang sedikit tepat, Uriel tetap berusaha untuk menahan agar dirinya tidak terlempar. Saat itu juga Uriel segera memegang ekor Ular Piton saat ekor itu menghantam tubuhnya!
"Bugh!"
"TAP!"
Kemudian Uriel segera merubah satu tangannya menjadi tangan harimau dan sekuat tenaganya memotong lapisan luar kulit Ular Piton itu!
"SREET!"
Setelah itu dia menyalurkan aliran petir tepat pada luka yang terbuka.
"SREPEET!"
"ZSISISSSZZ! ARRGH!"
Kali ini Ular Piton bisa merasakan sakit saat terkena arus petir dari Uriel.
"Br*ngs*k!"
__ADS_1
Kemudian dengan cepat Ular Piton segera menghantamkan ekornya ketanah, dengan Uriel yang masih berpegangan pada ekor Ular!
"BUGH! BUGH!"
"UGGGHHFT!"
Mata Ular Piton kini semakin merah, niat membunuhnya juga semakin mengerikan.
"Kalian semua memang pantas mati!!"
Kali ini Wiro yang telah merubah wujudnya kembali menjadi Serigala Es, mencoba untuk membekukan Ular Piton!
"KRECEK! KRECEK!"
Tapi esnya yang baru saja membekukan sebagian tubuh Ular Piton, segera dihancurkan oleh kekuatan si Ular Piton!
"PIARR!"
Hal itu jelas membuat Wiro sangat terkejut!
"Hah? Kekuatan roh Binatang Buas bintang delapan memang sangat mengerikan!"
Lengan Uriel yang sempat tergores oleh sisik ular, darahnya mengalir keluar dan jatuh tepat di cincin jari manisnya.
Cincin perak itu tiba-tiba saja memancarkan cahaya berwarna hijau muda!
Pada saat yang sama, pola hijau muncul di tubuh Ular Piton. Pola hijau tersebut seperti membungkus dan melilit Ular besar itu dengan erat, seperti tanaman merambat. Tak lama kemudian, kabut hitam dan pola merah darah pada tubuh Ular Piton secara bertahap ditekan, hingga memudar dan hilang.
Kini mata Ular Piton sedikit demi sedikit kembali seperti semula, berwarna hitam.
Akhirnya dia telah menghentikan serangannya yang menggila itu.
Kini tubuh Ular besar itu telah banyak menyusut, dan peringkat bintang roh Binatang Buasnya telah kembali menjadi tiga bintang.
Ular Piton hitam telah berubah kembali ke wujud Orcnya dan tetap berdiri di tempat.
"Wiro dan Uriel terluka?"
Kali ini Saga bisa mengingatnya dengan jelas.
"Mereka terluka olehku."
Kemudian Saga menatap tangannya yang telah berlumuran darah.
"Di tubuhku mengalir darah iblis monster! Bagaimana semua ini bisa terjadi?"
Saga mengepalkan tinjunya dan buku-buku jarinya terlihat memucat.
"Aku bisa mengingat semua kejadiannya! Termasuk ingatan terakhir kali saat aku dibangunkan oleh Heli Belang dan membunuh puluhan Ular hanya dalam beberapa kali serangan!"
Kesemua kejadian itu dengan jelas muncul di dalam benaknya.
Semasa Saga masih berada di Kuil, Imam besar Kuil pernah berkata kepadanya, "Semua iblis adalah monster yang membunuh para Orc tanpa berkedip! Mereka akan memakan daging Orc dan juga menghisap darah para korbannya. Mereka adalah monster paling menakutkan yang ada di seluruh benua Orc ini!"
Pada saat itu, dia berjanji kepada imam besar, kalau dia akan membunuh iblis lain tanpa ampun, jika dia sampai bertemu dengan mereka.
Tapi sekarang, dia sendiri menjadi keturunan iblis.
"Sekarang aku telah menjadi monster terkutuk!"
Jika saja cincin ikatan tidak memanggil kembali kesadarannya tepat waktu, dia pasti sudah membunuh Wiro, Uriel dan juga seluruh Orc yang ada di situ!
"Monster! Iblis! Kenapa aku bisa menjadi seperti ini?!"
Kedua tangan Saga memgang kepalanya yang terasa sakit dan berdenyut, dia berharap bisa mengeluarkan semua darah jahat yang ada di tubuhnya saat ini juga!
"ARRRRGHHH!"
Saat melihat Saga yang seperti sedang kesakitan, Wiro berusaha mendekatinya dengan hati-hati.
__ADS_1
"Saga, apa ya ..."
"Jangan mendekatiku!" Saga segera berseru sebelum Wiro menyelesaikan kalimatnya, kemudian dia lanjut berseru lagi, "Kalian semua juga jangan mendekatiku!"
Mau tak mau, Wiro akhirnya berhenti dan tidak melanjutkan langkahnya untuk mendekati Saga.
Pada saat ini Uriel telah bangkit dan berdiri. Dia sedang merasakan tubuhnya yang terasa sakit, akibat hantaman ekor Ular Saga saat menghantamkan tubuhnya ke tanah, sambil satu tangannya menutupi lengannya yang terluka.
Uriel mengerutkan keningnya saat melihat penampilan Saga yang menyakitkan, kemudian dia berkata, "Saga, dengarkan aku, semua itu bukan salahmu, kam ..."
"Aku ini monster!" Saga menyela perkataan Uriel yang mencoba untuk menghiburnya, kini suaranya terdengar bergetar, "Tidak heran kenapa orang-orang di Kuil mencoba untuk membunuhku. Ternyata mereka semua benar. Aku adalah monster! Aku monster sejak aku masih kecil!"
"Tenangkan dirimu, kamu kembali dulu bersama kami, setelah itu kita akan mencari cara untuk menyelesaikan hal ini bersama-sama." Ucap Uriel yang mencoba lagi untuk menenangkan Saga.
“Kembali? Bagaimana lagi aku bisa kembali dengan keadaanku yang seperti ini? Bagaimana jika aku kembali menjadi gila dan ingin membunuh Lina? Aku ini monster! Aku sama sekali tidak bisa mengendalikan diriku..” Kalimat Saga semakin terdengar tidak nyaman.
"Aku sangat enggan untuk meninggalkan Lina, tapi jika aku tetap berada di dekat Lina, aku pasti akan membuat Lina dalam bahaya. Akan jauh lebih baik jika aku pergi menjauh dari Lina."
Setelah Memikirkan hal ini, tiba-tiba saja dia berubah menjadi Ular Piton dan bergerak dengan sangat cepat menuju ke dalam hutan.
"Saga! Saga!" Wiro memanggil-manggilnya dan mencoba untuk mengejarnya, tapi kecepatan pergerakan Saga terlalu cepat. Dan juga Wiro sedang cedera, akibat terkena sapuan ekor Ular Piton dan terhempas menabrak pohon besar.
Wiro pun kembali dengan tangan kosong, dia berkata tanpa daya, "Saga pergi, sekarang apa yang harus kita lakukan?"
Sambil mengoleskan buah harum segar pada luka yang ada di lengannya, Uriel berkata dengan tenang, "Bawalah beberapa Serigala yang tidak terluka dan segera pergi menuju ke suku Sungai Hitam. Jangan biarkan Ida Ruln dan Heli Belang melarikan diri, dan habisi mereka sesegera mungkin! Sedangkan bagi Serigala-serigala yang terluka, serahkan mereka pada Rei. Biarkan Rei yang akan membawa mereka kembali untuk segera menjalani perawatan."
"Dan kamu?" Tanya Wiro kepada Uriel.
"Aku harus menemukan Saga dan membawanya kembali. Jika tidak, Lina pasti akan sangat mengkhawatirkan Saga. Oleh karena itulah aku akan pergi sendiri ke dalam hutan, untuk mencari Saga." Jawab Uriel dengan serius.
Tapi Wiro tidak setuju dengan ide Uriel.
"Tidak, kamu masih terluka, aku tidak akan membiarkanmu untuk bertindak sendirian, aku akan menemanimu untuk mencari Saga!"
"Jika kamu ikut pergi bersamaku untuk mencari Saga, lalu siapa yang akan menghabisi Ida Ruln dan Heli Belang? Jangan lupa, kali ini kita harus membayar dengan harga yang mahal, untuk membasmi sampai ke akar-akarnya! Kita tidak boleh membiarkan mereka merusak Gunung Batu lagi!"
Setelah mempertimbangkan keseluruhan situasinya, Wiro akhirnya harus menggertakan giginya.
"Baiklah kalau begitu. Berhati-hatilah, aku akan segera menemuimu setelah aku menyelesaikan Ida Ruln dan Heli Belang!"
Kemudian Uriel menepuk pundak Wiro sambil berkata, "Pergilah sekarang juga dan hati-hati di jalan."
"Kamu juga."
Wiro segera berubah wujud menjadi Serigala Perak Es dan memilih lima puluh Orc Serigala yang masih kuat untuk bertarung. Setelah itu, dengan kecepatan tercepat, mereka segera bergegas menuju ke suku Sungai Hitam.
Rei membawa para Orc yang terluka kembali ke Gunung Batu.
Uriel juga merubah wujudnya menjadi Harimau putih dan segera berlari dengan cepat menuju jauh ke dalam hutan, sambil mengendus-endus bau yang ditinggalkan oleh Saga.
Setelah beberapa saat, Leon dan Lina mendarat di area bekas perang sengit, antara klan Serigala Batu dan klan Sungai Hitam yang baru saja terjadi.
Sisa-sisa jasad Orc Mustang telah hangus terbakar, hanya tinggal menyisakan genangan darah di tanah dan bau darah di udara yang hampir membuat Lina muntah.
Meskipun secara psikologis Lina telah memiliki persiapan, tapi dia tetap menjadi pucat saat Lina melihat semua ini.
Lina tetap mencoba untuk menahan ketidaknyamanan di hatinya dan melihat ke sekeliling, tapi dia tidak melihat seorang pun yang ada di sini.
"Kemana perginya mereka bertiga di malam hari seperti ini?"
Leon mengendus sisa bau di Udara dan berkata dengan santai, "Wiro membawa beberapa Orc Serigala menuju ke suku Sungai Hitam, Saga dan Uriel pergi ke dalam hutan lebat, dan yang lainnya sedang dalam perjalanan kembali ke Gunung Batu. Alasan kenapa Wiro pergi ke suku Sungai Hitam adalah untuk menyingkirkan Ida Ruln dan Heli Belang."
"Lalu, apa yang dilakukan oleh Saga dan Uriel di dalam hutan yang lebat?" Lina berusaha berpikir untuk mencari tahu alasannya.
Kemudian Lina menyentuh cincin di jari manisnya. Peringatan dari cincin ikatan memberitahunya, kalau Saga dalam bahaya.
"Tapi sekarang bahayanya tampaknya telah hilang."
Tetapi saat ini Lina masih merasa sangat tidak nyaman. Kemudian dia berkata kepada Leon, "Ayo kita pergi menuju ke arah Saga dan Uriel pergi."
__ADS_1