Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 52 - Macet Ditengah Jalan


__ADS_3

Meskipun Lina tidak mengerti, kenapa seorang wanita yang akan melahirkan memintanya untuk menemuinya, tetapi dia tetap pergi untuk menemuinya.


Meli juga ikut pergi bersama anak-anaknya.


Ketika mereka melihat Rosa, dia sudah berbaring di ranjang batu, dan terlihat sedang merasa sangat kesakitan.


"Apa kamu tidak memanggil seseorang untuk membantu persalinannya?" Lina bertanya pada si pria.


"Aku sudah mengabarinya." Jawab si pria.


Lina berkata kepadanya, "Segeralah siapkan air panas. Nanti Rosa mungkin akan memerlukannya."


Pria itupun tercengang: "Air panas?"


Lina baru teringat kalau mereka tidak menggunakan api, dan juga tidak pernah merebus air. Apalagi Rosa tidak memiliki panci di rumahnya, mereka jelas tidak bisa merebus air.


Dia melihat Rosa dan berpikir kalau kondisinya terlihat tidak normal, seolah-olah ada tanda-tanda Distosia.


"Aku akan kembali," kata Lina.


Namun, baru saja Lina akan melangkahkan kakinya, dia mendengar Rosa menangis, "Lina.. Jangan pergi.. Aku takut!"


Lina sangat terkejut, dia berpikir kenapa dirinya begitu penting bagi Rosa, disaat hidup dan matinya?


Meskipun mereka saling mengenal, namun hubungan mereka tidak terlalu dekat.


Meli pun memberi saran kepada Lina, "Lina, kamu tinggal di sini dengan Rosa, jika kamu butuh sesuatu, katakan saja pada Geri untuk membantumu."


Geri adalah salah satu pasangan Rosa, Orc pria yang tadi datang ke rumah Meli.


"Tetaplah di sini. Rosa sangat mempercayaimu. Jika kamu ada di sini, dia pasti akan merasa tenang. Jika membutuhkan sesuatu, katakan saja padaku. Aku akan melakukannya!" Pinta Geri kepada Lina.


Lina merasa tidak berdaya, "Baiklah. Sekarang pergilah kerumahku, mintalah pada Uriel untuk merebuskan air dan sekalian bawakan buah sumber kemari."


"Baiklah, aku pergi sekarang!" Sahut Geri.


Geri pun berlari keluar dengan cepat.


Rosa mengulurkan tangannya ke arah Lina, dan bertanya dengan suaranya yang gemetar, "Lina.. Bisakah mendekat kemari sebentar..?"


Kemudian Lina berjalan mendekatinya.


Rosa memegang tangan Lina dan meletakkannya di perutnya yang besar. Dia memohon kepada Lina, "Kamu tidak hanya melindungi kami, tetapi juga menjaga bayi Meli. Kamu akan melindungi para betina dan anak kami, kan?"


Lina tercengang.


Ketika klan dari Sungai Hitam menyerang Gunung Batu, banyak laki-laki dari suku Serigala Batu yang terbunuh. Adapun yang perempuan, sebagian dari mereka dibawa secara paksa. Hidup dan mati mereka masih belum diketahui.


Hanya tujuh betina yang ikut bersembunyi bersama Lina yang selamat.


Rosa adalah salah satu dari tujuh betina tersebut.

__ADS_1


Ketika dia berada di ruang bawah tanah, Lina satu-satunya yang paling tenang. Dia yang mengatur para betina, dan menjadi penolong mereka saat itu. Pada saat itu, mereka semua sangat mempercayainya.


Tapi tak disangka, rasa percaya itu terus berlanjut hingga saat ini.


Melihat Lina yang tidak juga menjawab, Rosa kemudian bertanya lagi dengan cemas, "Maukah kamu melindungi kami?"


Lina melihat wajah Rosa yang pucat, sepasang matanya yang terlihat khawatir terus menatap dirinya, mau tidak mau akhirnya Lina pun berkata, "Baiklah.."


Rosa pun merasa senang. Seolah-olah beban dihatinya akhirnya hilang, kini dia juga merasa memiliki harapan.


Setelah beberapa saat, wanita paruh baya yang bertanggung jawab untuk membantu persalinan Rosa pun datang. Ekspresi wajahnya terlihat berkerut saat melihat Rosa.


"Anak-anak dalam perutnya bertubuh besar, itu yang menyebabkan dia sulit untuk melahirkan."


Geri memohon, "Tolong selamatkan Rosa, aku rela jika bayinya tidak selamat, tetapi Rosa harus selamat!"


"Hhhh.. Akan aku lakukan semampuku," desah wanita paruh baya itu.


Uriel datang dengan membawa sepanci air panas dan buah sumber.


Lina segera mengambil buah sumber dari Uriel, ketika Rosa tidak bisa menahan rasa sakitnya, dia memasukkan buah itu ke dalam mulut Rosa. Buah sumber itu sudah memberikan Rosa semangat. Dia mengertakkan gigi sekuatnya, dan akhirnya melahirkan bayinya satu per satu.


Ada sepuluh anak serigala, dan salah satunya adalah betina.


Rosa dan pasangannya sangat gembira, membuat mereka hampir menangis kegirangan.


Tidak hanya ibu dan bayinya yang selamat, tetapi juga melahirkan seorang betina yang sangat langka dan berharga. Itu adalah hal yang sangat bagus.


Anak-anaknya berkumpul di sekitar tubuh Rosa, diapun mengusap mereka satu per satu penuh kasih sayang.


Kemudian Rosa menatap Lina dengan penuh kegembiraan di matanya, "Terima kasih, Lina."


Lina melambaikan tangannya.


"Tidak perlu berterima kasih padaku. Aku juga tidak melakukan apa-apa."


Setelah air panas habis terpakai, mereka pun pulang kerumah. Uriel berjalan pulang dengan panci di tangan kirinya dan Lina di tangan kanannya.


Di malam hari. Saat Lina berbaring di pelukan Uriel, dan hendak memejamkan matanya untuk tidur, Lina merasakan sepasang tangan besar sedang mengusap-usap punggungnya. Seperti ada makna yang tersembunyi di balik usapan tersebut.


Pada saat yang sama, benda di tubuh bawah Uriel juga bereaksi. Benda itu menyentuh pinggang gadis kecilnya.


Rasa hangat dari benda itu bisa Lina rasakan, meskipun terhalang oleh rok bulu yang sedang dia kenakan, yang membuatnya merinding seketika.


Malam itu, Uriel memperlakukan gadis kecilnya di tempat tidur dengan sangat lembut, Lina pun sangat menikmatinya.


Tetapi daya tahan orang ini terlalu kuat.


Meskipun lembut, tetapi jika berlangsung sepanjang malam, sudah cukup untuk membuat orang tersebut takut.


Karena itulah, Lina kemudian merasakan seluruh tubuhnya terasa sakit, bahkan sampai tidak mempunyai kekuatan untuk berbicara ataupun bergerak.

__ADS_1


Sampai sekarang, dia masih merasa ketakutan bila mengingat tentang malam itu.


"Hari ini aku sangat lelah," Lina berbicara dengan suaranya yang rendah.


Kemudian Uriel mencubit pinggang gadis kecilnya dengan lembut, berusaha untuk merayunya.


"Apa mau aku pijat?"


Saat Lina dicubit olehnya, seketika itu juga dia merasakan merinding di tubuhnya.


Lina menggigit bibir bawahnya, sambil menahan perasan takutnya.


"Tidak.. Tidak usah."


Ketika Uriel merasa bahwa Lina benar-benar tidak mau, dia pun tidak memaksanya. Kemudian dia membuka selimut kulitnya dan duduk.


"Kamu tidurlah dulu, aku akan keluar sebentar."


Lina segera bangun dari posisi tidurnya, kemudian duduk sambil menatap Uriel dengan gugup.


"Kamu mau pergi kemana..?"


Seperti tak memiliki daya, Uriel menundukkan kepalanya sambil berkata, "Aku keluar untuk cari angin, aku khawatir malam ini aku tidak bisa tidur."


Pandangan mata Lina melihat ke bawah, di pandangannya, dia melihat benda milik uriel sudah mendongakkan kepalanya, bisa dia lihat dengan jelas bentuknya yang besar.


Lina mengalihkan pandangannya karena sangat ketakutan melihat benda itu.


Kemudian Uriel berkata, "Tidurlah, aku akan kembali."


Tapi Lina buru-buru memanggilnya.


"Tengah malam dan dingin begini, jika kamu keluar, kamu bisa sakit. Kamu tidak boleh keluar."


Meskipun sangat lelah untuk melakukan hal semacam itu, tetapi pada akhirnya, rasa cintanya kepada Uriel mengalahkan rasa takut dan lelahnya. Lina segera meraih tangan besar Uriel dan meletakkannya di dadanya.


Kemudian Lina tersipu dan berkata, "Aku.. Aku mau.."


Saat melihat wajahnya yang seperti itu, membuat Uriel terpana. Seperti kupu-kupu yang mengepakkan sayapnya untuk terbang, sangat indah. Membuat orang yang melihatnya ingin memegangnya di telapak tangannya.


Kemudian Uriel menunjukkan senyum lembutnya. Dia membungkuk dan mengangkat gadis kecilnya ke dalam pelukannya dan berkata dengan pelan.


"Gadis mungilku sangat menggemaskan."


Ketika Uriel telah membuka kedua kaki gadis mungilnya dan siap untuk masuk, gadis itu tiba-tiba saja bertanya, "Bisakah.. Bisakah kali ini kamu cepat sedikit?"


Uriel melihat kedua tangan gadis mungilnya menyilang menutupi dadanya. Matanya yang bulat terlihat malu dan tegang. Pipinya yang putih penuh dengan rona merah yang menarik. Bulu matanya yang panjang bergetar karena kegugupannya.


Uriel pun tersenyum lembut, kemudian berkata, "Jika aku terlalu cepat, kamu pasti akan menjerit-jerit dan menangis."


Ketika benda milik Uriel telah memasuki tubuh gadis mungilnya, aroma rumput dan pepohonan yang samar pun menyebar.

__ADS_1


Pada saat itu, tato Harimau di pinggang Uriel kembali mengeluarkan sedikit sinar.


__ADS_2