
Mendengar apa yang telah Uriel katakan, membuat Ida Ruln tercengang.
"Ah!"
"Sayang sekali aku terlambat. Padahal laki-laki ini begitu kuat dan begitu tampan. Kalau saja sejak awal aku tahu, bahwa ada laki-laki seperti ini di Gunung Batu, aku pasti sudah kemari sejak awal." Batin Ida Ruln yang merasa kecewa.
Pada saat ini Uriel telah melewati Ida Ruln dan melangkah menuju ke sisi gadis kecilnya. Kemudian Uriel berjongkok dan mengusap lembut kepala gadis kecilnya.
"Kenapa kamu ada di sini sendirian? Kemana perginya Wiro?"
"Tidak apa-apa. Lagipula Wiro sedang ada beberapa hal yang harus dia urus di Gunung. Aku kemari juga bersama dengan Meli." Jawab Lina.
Tapi kemudian Uriel berkata, "Setidaknya kamu harus bersama dengan seorang laki-laki, jika tidak, aku pasti akan merasa sangat khawatir."
Mendengar Uriel berkata seperti itu, Lina pun segera mendorong ketiga anak Serigala jantannya kepada Uriel sambil terkekeh.
"ini! Aku juga sudah membawa laki-laki bersama denganku. Bukan hanya satu, tapi malahan ada tiga laki-laki. Sekarang kamu sudah bisa tenang, kan? Hihihi.."
Uriel tidak punya pilihan selain memincit ujung hidung gadis kecilnya sambil berkata, "Kamu ini. Nakal!"
Kemudian Lina bertanya, "Siapa wanita cantik yang tadi memegang tanganmu? Aku lihat tadi rubah itu tersenyum licik di depanmu."
"Pertama-tama, aku tidak tahu dan tidak mengenalnya, lagipula menurutku perempuan itu tidak cantik. Kedua, aku tidak menyukainya sama sekali." Jawab Uriel.
Lina, "....."
Lina memasang wajah tidak percaya.
Kemudian Uriel duduk di samping gadis kecilnya, memeluknya dan berkata dengan santai, "Aku hanya berpikiran, kalau hanya kamulah wanita yang paling cantik."
"Ah. Bicaramu manis, aku tidak akan tertipu olehmu." Ucap Lina sambil mengerucutkan bibirnya.
Di malam hari, para Orc menyalakan api unggun dan bersiap untuk mengadakan pesta di dekat api unggun.
Para betina dari suku Rubah menunjukkan ketakutan mereka, ketika mereka melihat api yang begitu besar untuk pertama kalinya.
Hanya Ida Ruln yang tidak merasa takut. Dia bahkan mendekati api unggun dan terlihat seperti sedang menikmati kehangatan dari api tersebut.
Kemudian para Laki-laki mengambil daging milik mereka yang telah mereka bawa kemari dan memanggangnya di atas api.
Seketika aroma barbekyu menyebar dan menghilangkan rasa takut para rubah betina. Mereka pun mulai sedikit mendekati api dan bergabung bersama dengan Ida Ruln.
Saat ini Ida Ruln sedang mengamati apa yang para Serigala jantan lakukan.
"Ternyata para Orc ini sangat ahli dalam menggunakan api. Jelas terlihat kalau mereka sering menggunakan api dalam kehidupan, sehari-hari mereka, dan mereka juga memanggang daging? Disaat sebagian besar Orc masih memakan daging mentah dan meminum darah, apakah para Orc Serigala Batu telah naik kelas dengan memakan daging matang?" Pikir Ida Ruln merasa terkejut sekaligus heran.
Mau tak mau, Ida Ruln masih terus berpikir.
"Sebelumnya aku belum pernah mendengar tentang reputasi klan Serigala Batu yang seperti ini. Pada prinsipnya, mereka semua seharusnya hanyalah suku kecil yang tidak seperti ini. Tapi apa yang aku lihat sekarang ini, telah bisa membuktikan kalau suku Serigala Batu tidak sesederhana seperti yang kami lihat."
Jika waktunya telah tiba, mungkin klan Serigala Batu akan menjadi suku yang kuat, yang bila menyebut namanya saja, bisa membuat takut suku-suku yang lainnya!
Saat ini Wiro telah turun dari Gunung.
Dia langsung pergi menghampiri Lina dan duduk di sampingnya, meraih segenggam biji bunga matahari, mengupas kulit-kulitnya, dan memasukkan daging biji bunga matahari tersebut ke dalam mulut Lina.
Lina pun berkata, "Aku bisa mengupas biji bunga matahari sendiri, kamu mengupas untuk kamu sendiri saja, jangan semua-semua kamu berikan kepadaku."
__ADS_1
Wiro pun tersenyum dengan arogan.
"Aku memang sengaja mengupasnya untuk kamu makan."
Pada saat ini, Uriel sedang memanggang daging yang dia beri saus. Sorot sinar dari api menerangi wajahnya yang tampan, membuatnya semakin terlihat putih dan mempesona.
Saat ini juga Ida Ruln sedang terus menatap wajah tampan Uriel dan semakin terpesona.
"Ahh.. Laki-laki itu memang sangat tampan!"
Ida Ruln baru tersadar kembali dari lamunannya, setelah Jane Oxana yang berada di sampingnya kini berdiri. Ida pun bertanya kepadanya, "Mau kemana?"
Jane berkata, "Aku akan berbicara dengan pemimpin klan Serigala Batu. Apa kamu ingin bergabung denganku?"
Tanpa menjawab, Ida Ruln pun segera bangkit berdiri dan mengikuti Jane yang berjalan mendekati Wiro Sanger.
Jane Oxana segera memasang senyum menawannya.
"Wiro sang ketua klan Serigala Batu, sudah bertahun-tahun lamanya aku tidak pernah melihatmu lagi. Aku tidak menyangka kalau kamu sekarang sudah berevolusi menjadi Binatang Buas. Ku ucapkan selamat untukmu!"
Wiro masih dengan posisinya yang menunduk sambil mengupas biji bunga matahari dan menganggukkan kepalanya.
"Duduk di mana saja yang kamu sukai, silahkan."
Saat ini Ida Ruln baru mengetahui.
"Ternyata Wiro si ketua klan Serigala Batu juga merupakan Roh Binatang Buas. Meskipun kekuatannya lebih rendah dari laki-laki yang tadi, tapi Roh Binatang Buasnya juga sangat kuat! Namun saat ini ada seorang betina yang sedang duduk di sampingnya! Mereka juga terlihat sangat dekat! Sepertinya mereka adalah pasangan.."
Ida Ruln tidak pernah menyangka kalau kedua laki-laki yang berturut-turut dia temui, ternyata telah memiliki pasangan, dan pasangan mereka adalah wanita yang sama!
"Huh! Bagaimana mungkin aku tidak membenci si betina ini?! Aku tidak bisa mendapatkan mereka, tapi bagaimana caranya si betina ini bisa mendapatkan mereka berdua?!"
Temperamen buruk Wiro Sanger si ketua klan Serigala Batu terhadap betina, memang sudah sangat terkenal, dan Jane juga sangat mengetahui tentang hal itu.
Jane sama sekali tidak marah dengan sikap Wiro. Dia hanya bergeser sedikit, dan kemudian berkata dengan tersenyum lembut, "Apakah perempuan di sebelahmu ini adalah pasanganmu? Aku dengar kalau dia sudah melahirkan banyak bayi untukmu. Pasti kamu sangat bahagia sekali!"
Mendengar pujian untuknya, Wiro Sanger pun segera mengangkat dagunya dan berkata dengan sangat bangga dan lantang, "Tentu saja!"
Saat itu juga Lina segera menyenggol Wiro dengan menggunakan sikutnya, bermaksud untuk memberitahukan kepada Wiro, kalau dia seharusnya tidak terlalu berisik di depan orang banyak.
Tapi Wiro telah keliru dengan mengira kalau Lina sedang lapar, dia pun segera memanggil Uriel, "Cepatlah memanggangnya, Lina sudah merasa lapar! Buat ka ..."
Dengan bergerak cepat, Lina langsung menutup mulut Wrio dengan telapak tangannya.
"Kapan aku bilang kalau aku lapar? Kamu jangan mengada-ada ya!"
Wiro pun segera memeluk Lina dan memberikan ciuman di wajahnya.
"Tapi aku lapar. Aku sangat ingin memakanmu. Apakah kamu bersedia kalau kamu aku makan?"
Setelah dia selesai berkata, saat itu juga dia mengedutkan benda besar yang ada bawah tubuhnya beberapa kali, yang saat ini sedang tertindih oleh f*nt*t kecil Lina, dan seolah menyiratkan kalau benda kuat dan sakti itu sedang ingin digunakan untuk berperang.
Wajah Lina kini terlihat memerah, dia pun berkata, "Dasar Orc Serigala b*j*ng*n bau dan tak tahu malu!"
Mendengar perkataan Lina, Wiro hanya menggerak-gerakkan alisnya naik turun berkali-kali, sambil tersenyum cabul ke arah Lina.
Jane Oxana dan Ida Ruln tidak tahan lagi untuk menyaksikan hal itu, jadi, mereka pun segera berbalik dan pergi dari situ.
__ADS_1
Saat ini Uriel sedang mengiris daging panggang yang lezat dan kemudian menyuapkannya ke mulut Lina.
"Hati-hati. Masih agak sedikit panas."
Lina pun segera menggigit daging tersebut.
Tapi baru saja Lina mengunyah sebanyak dua kali, Wiro segera mendekati dan mencungkil bibir Lina dengan menggunakan lidahnya dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Lina. Menggulung barbekyu yang ada di dalam mulut Lina dan menggunakan lidahnya untuk menariknya ke dalam mulutnya sendiri, untuk kemudian dia makan sendiri.
"Semua yang dari mulutmu memang benar-benar terasa sangat enak."
Lina, "....."
Lina tidak ingin berbicara dengan b*j*ng*n ini lagi. Lina pun segera mengulurkan kedua tangannya kepada Uriel.
"Peluuuk.."
Tapi Wiro malah segera memeluk Lina lebih erat lagi dan menolak untuk melepaskannya. Wiro pun memberi senyum yang provokatif kepada Uriel.
"Ngomong-ngomong, aku tidak akan melepaskan pelukanku dari Lina. Jika kamu memiliki kemampuan, cobalah untuk melepaskan pelukanku."
Mendengar apa yang Wiro katakan, Uriel hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa sambil menepuk pundak Wiro.
"A a a ahhh!"
"Si a a ala a aan ka a au Uu riii eeel!"
Seketika itu juga, dari telapak tangan Uriel mengalirlah arus listrik yang segera mengalir ke seluruh tubuh Wiro. Membuat tubuh Wiro segera menjadi kehitaman dan rambut peraknya yang berdiri tegak.
"Bruk."
Dengan refleks cepat, Lina segera mengambil kesempatan di saat Wiro mulai tersengat aliran listrik, dan segera melepaskan diri dari pelukan Wiro yang melonggar, dan menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Uriel.
Uriel pun segera memegang tubuh mungil gadis kecilnya.
"Aku hanya mengalirkan listrik ke tubuh Wiro saja. Kamu tidak terkena kan?"
"Aku sangat aman." Jawab Lina sambil tersenyum senang.
Kemudian Uriel kembali tersenyum lagi kepada Wiro, yang sudah tergeletak terlentang ditanah seperti sedang shock, dengan posisi kedua kaki dan tangannya yang terangkat kaku ke atas.
Kalau kita artikan senyum Uriel, mungkin senyum itu sepertinya mengatakan, "Mau melawanku? Masih terlalu cepat untukmu!"
Wiro masih tergelatak kaku di tanah, "....."
Dengan bantuan Uriel, kini Lina akhirnya bisa makan barbekyu dengan santai dan tenang, tanpa ada gangguan dari Wiro.
Sekarang anak-anak Serigala sudah bisa makan daging yang dimasak, Uriel pun juga memotong-motong daging panggang dan memberikannya kepada para anak-anak Serigala.
Pada saat ini, terangnya cahaya api unggun menarik perhatian para Orc yang ada di situ, saat mereka melihat sosok yang terbang turun dari puncak Gunung dan mendarat di sebelah api unggun.
"Leon ada di sini?!" Seru beberapa Orc Serigala.
Saat terkena cahaya dari api unggun, tubuh Leon terlihat seperti bercahaya. Rambut panjang berwarna Emasnya kini terlihat jauh lebih menyilaukan daripada cahaya api, dengan rantai rambut yang melilit di ekor rambutnya, dan dengan kristal-kristal merah yang terlihat berkilauan.
"Ah! Ada lagi laki-laki tampan yang datang kemari?" Seru seseorang dari klan Rubah.
"Lihatlah, dia sangat tampan!" Seru seseorang lagi.
__ADS_1
Saat mendengar kalau ternyata Leon tidak memiliki pasangan, para betina dari seluruh suku Rubah kini segera menjadi sangat bersemangat.
Tentu juga termasuk Jane Oxana dan Ida Ruln.