Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 172 - Beruang Bambu


__ADS_3

Wajah Nano terlihat merah karena penuh semangat.


"Sayuran dan buah-buahan yang aku beli dari Gunung Batu dan ku bawa ke Kota Binatang untuk ku jual, ternyata bisa terjual habis dengan cepat."


Hal itulah yang telah membuatnya senang, karena dia kini menjadi kaya.


Kali ini dia kembali ke Gunung Batu, dengan membawa banyak hal populer dari Kota Binatang Buas, termasuk lusinan kotak kayu berukuran besar dan kecil.


Nano menyerahkan semua kotak tersebut kepada anak laki-lakinya untuk disortir, dan hanya menyisakan satu kotak berukuran paling besar, untuk dia berikan langsung kepada Lina.


...........


"Ini adalah hadiah dari Raja Kota Matahari. Silakan diperiksa." Ucap Nano saat berada di rumah Lina.


Mendengar itu, membuat Lina sangat terkejut, "Hadiah dari Azka?"


Lalu dia membuka penutup pada kotak kayu yang besar itu dan melihat kalau ada seekor Panda yang tertidur di dalamnya!


"Ah?"


Si Panda kecil ini sangat banyak tidur. Tubuhnya yang dipenuhi oleh bulu, terlihat bulat berbentuk seperti bola berwarna hitam putih.


Saat merasakan seperti ada yang sedang memperhatikannya, Panda kecil itu pun segera bangun. Dia membuka matanya yang masih terasa berat karena mengantuk dan menguap kemudian berkata, "Apakah kamu perempuan kecil yang Rajaku ceritakan?"


Lina menganggukan kepalanya masih dengan ekspresi terkejutnya, kemudian berkata, "A aku Lina, ka kamu siapa?"


"Aku adik Vanda. Namaku Carli."


"Oh, halo Carli.." Sapa Lina kepada Carli.


Lalu dengan kikuk, Carli keluar dari kotak dan berdiri di depan Lina. Meskipun Carli masih muda, tapi tubuhnya tidak kecil. Saat dia berdiri tegak, tingginya hampir setinggi Lina.


"Rajaku berkata, kalau dia akan membawakan Beruang Bambu kecil dari rumah kami, untuk bermain denganmu. Sebetulnya kakakku yang ingin datang, tapi orang tua kami merasa khawatir, jadi mereka yang mengirimku untuk ke sini. Mereka mengizinkanku bermain denganmu, dan aku juga bisa menjadi pasanganmu nantinya." Setelah berkata tentang dua kalimat terakhir, Carli memutar tubuh montoknya dengan malu-malu.


"Berapa umurmu saat ini?" Lina bertanya kepada Carli dengan sedikit ragu-ragu,


"Aku sekarang berumur sepuluh tahun, dan aku akan menjadi dewasa dalam sepuluh tahun kedepan, dan kemudian aku akan bisa merubah wujudku menjadi Orc. Kakakku berkata, kalau aku adalah anak Beruang Bambu yang paling tampan. Aku pasti sangat tampan dalam wujud Orcku. Kamu pasti akan sangat menyukaiku!” Setelah berkata seperti ini, Carli segera menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karena merasa malu.


Tapi saat mendengar apa yang Carli katakan, Lina menepuk dahinya dan bergumam. "Haduh Azka! Ini bisa menjadi kasus kejahatan, perdagangan anak-anak! Kamu mengirim anak ini untuk menjadi suami saat dia masih berusia sepuluh tahun. Ini namanya pelecehan terhadap anak-anak! Memangnya apa sih yang Azka pikirkan?! Hhhh.. Aku harus membantu Carli untuk meluruskan hal ini, aku tidak akan membiarkan harta nasional yang indah ini hancur!"


Sebelum Nano pamit untuk pulang, dia pun memeluk si Beruang Bambu yang terlihat sangat lucu itu sebentar, lalu pergi.

__ADS_1


Tidak ada ruang yang tersisa di rumah ini. Carli pun hanya bisa tinggal bersama dengan anak-anak Serigala, untuk sementara waktu ini.


Anak-anak Serigala juga sangat tertarik pada Beruang Bambu yang terlihat gemuk itu, mereka semua pun segera mengelilinginya, dan menggesek-nggesekkan tubuh mereka ketubuh si Beruang Bambu.


Mendapat perlakuan seperti itu dari anak-anak Serigala, Carli tetap terlihat sangat tenang. Dia pun duduk di tanah dan mulai tertidur lagi. Dia tidur dengan sangat nyenyak, hingga membuat para anak-anak Serigala ikut mengantuk, setelah memperhatikannya untuk waktu yang lama. Dan akhirnya, mereka semua pun satu persatu tertidur di samping Beruang Bambu itu.


Saat Lina melihat bola-bola bulu yang kesemuanya berkumpul dan tertidur, yang tampak menggemaskan, dia sangat ingin menyentuhnya dan memeluknya, tapi dia mengurungkan niatnya.


Dia pun mengambil selimut bulu dari kulit binatang dan dengan perlahan, menutupi tubuh mereka semua dengan selimut bulu tersebut.


Saat Saga, Wiro dan Uriel pulang, mereka semua melihat kalau kini ada anggota baru dikeluarga mereka.


Sebelum Carli datang ke Gunung Batu, dia telah diberitahu oleh saudara perempuannya, kalau Lina telah memiliki tiga pasangan. Salah satunya adalah Pangeran kedua dari Kota Matahari. Kakaknya juga memintanya untuk menjalin hubungan yang baik dengan Pangeran kedua.


Begitu Carli melihat Uriel, dia segera bangkit dan berdiri, mengeluarkan etiket standar para bangsawan Kota Binatang, dan menyapa Uriel dengan sopan sambil menundukkan sebagian tubuhnya, "Halo, Pangeran Uriel. Saya Carli. Saat saya sudah dewasa nanti, saya akan menjadi pasangan Lina. Tolong beri saya lebih banyak saran."


Lina, "....."


Saga, Uriel, Wiro, "....." Mereka bertiga pun segera menatap Lina dengan ekspresi aneh, setelah mendengar apa yang Carli katakan.


Lina segera melambaikan tangannya kepada ketiga pasangannya sambil berkata, "Semua ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Carli adalah anak kecil. Tentu aku tidak akan pernah melakukan apa pun pada anak-anak, bahkan jika aku adalah seekor binatang!"


"Itu tidak benar. Aku tidak bisa menganggapmu seperti itu. Kamu adalah junior di mataku, dan identitasmu sama dengan anak-anakku." Ucap Lina mencoba untuk menjelaskan kepada Carli.


Setelah Carli menatap Lina untuk beberapa saat, tiba-tiba saja dia berseru, "Kamu tidak menyukaiku! Kamu tidak menginginkanku! Huhuhuhu.."


Saat melihat hal ini, mulut Lina pun ternganga.


"Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku melihat seekor Panda bisa bermain nakal seperti ini!" Batin Lina.


Sayang sekali tidak ada perangkat elektronik di tangannya, jika ada, dia pasti akan merekam adegan ini!


Pada akhirnya, Uriel segera maju ke depan dan berkata, "Berhentilah membuat masalah. Segeralah cuci tanganmu. Aku akan membuat makan malam dan menyiapkan makan malam."


Begitu mendengar kata makan, Carli pun segera bangkit, berhenti menangis dan bergegas untuk mencuci tangannya. Dia juga berkata kepada Uriel, "Saya tidak suka daging. Saya ingin rebung."


Saat melihat hal ini, Lina pun menghela napasnya, "Hhhh.. Bocah ini, dia sama saja seperti saudara perempuannya. Suka makan.'


Makan malam untuk Carli adalah rebusan rebung.


Carli mengambil semua rebung yang ada di dalam panci dan memakannya sampai bersih. Setelah makan, dia masih tidak bisa menahan dirinya untuk makan lagi, saat melihat daging yang direbus dan digiling dengan rebung!

__ADS_1


"Sangat enak.."


Setelah selesai makan dan minum, Carli memegang perutnya, kemudian dia menatap Lina dan berkata dengan sedih, "Kakakku berkata, kalau kamu tidak suka dengan laki-laki yang gemuk. Aku sadar, sekarang aku mungkin terlalu gemuk, karena itulah kamu tidak menyukaiku. Tapi aku akan mencoba untuk menurunkan berat badanku. Saat aku sudah bisa merubah wujudku ke bentuk Orcku, aku pasti akan menjadi sangat tampan. Kamu harus menungguku sampai saat itu tiba." Setelah berkata seperti itu, dia pun bersendawa dengan keras.


"HAAAEEKK!"


Pada saat ini Lina tidak tahu harus berkata apa, dan akhirnya, dia hanya bisa menyentuh kepala si Beruang Bambu kecil itu dengan penuh kasih, seperti terhadap anaknya sendiri.


Saat melihat hal ini, Wiro, Uriel dan Saga hanya diam.


Kini Carli telah pergi ke kamar, untuk tidur lebih awal. Para anak-anak Serigala yang terinfeksi kantuk darinya, mereka berempat juga ikut kembali menuju ke kamar mereka untuk tidur.


Pada saat ini, Wiro menanyakan asal usul si bocah Beruang Bambu.


"Darimana bocah itu datang? Kenapa bisa ada di rumah kita?"


"Azka yang meminta Nano untuk membawa Carli kepadaku. Katanya itu adalah hadiah sekaligus permintaan maaf darinya." Setelah jeda sesaat, kemudian Lina menceritakan tentang apa yang telah terjadi di Kota Matahari.


Namun adegan Azka yang menciumnya, sengaja tidak Lina ceritakan.


Tapi Wiro dan Saga tidak bodoh, setelah mendengar apa yang Lina ceritakan, kemudian mereka pun saling berbisik.


"Azka pasti telah melakukan sesuatu terhadap Lina dan kini dia telah menyesalinya." Bisik Saga kepada Wiro.


"Ya. Jika tidak, kenapa dia harus mengirim hadiah untuk menebus kesalahannya?" Bisik Wiro juga kepada Saga. Setelah jeda sesaat, lalu dia berbisik lagi kepada Saga, "Hal apa yang mudah dilakukan oleh seorang pria terhadap wanita?"


"Kita semua adalah laki-laki, kamu juga seharusnya bisa memahaminya." Bisik Saga kepada Wiro.


Wiro, "....."


Setelah selesai berpikir sejenak, Wiro pun mulai merasa marah, "Tapi Azka berada jauh di Kota Matahari! Meskipun jika aku ingin membalaskan dendam Lina, aku tidak akan bisa pergi kesana!" Setelah berpikir seperti itu, Wiro pun hanya bisa berkata dengan marah kepada Uriel, "Saudaramu itu sangat keterlaluan! Jika dia adalah saudaraku, aku pasti sudah mematahkan kakinya!"


Mendengar apa yang Wiro katakan, Lina segera menarik tangan Wiro sambil berkata, "Kamu ini jangan menyalahkan Uriel, dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah ini."


Tapi Wiro merasa sangat tidak puas saat mendengar apa yang Lina katakan. Dia pun bertanya dengan marah, "Apa kamu ingin melindungi Uriel?!"


"Tentu saja aku ingin melindunginya, dia adalah pasanganku. Di depan orang lain, aku juga pasti akan melindungimu dan Saga. Kalian semua!" Ucap Lina saat mencoba untuk menenangkan Wiro.


Saat mendengar kalimat terakhir Lina yang membuat Wiro terhibur, kini Wiro tampak sedikit lebih tenang. Dia pun berkata tapi dengan nadanya yang terdengar masih sangat keras, "Jika suatu saat nanti ada yang berani mengganggumu, segera beritahukan kepadaku!"


"Ya, baiklah. Aku pasti akan memberitahukan kepadamu."

__ADS_1


__ADS_2