
Setelah Lina berbaring dirumah sepanjang hari, keesokan harinya dia sudah bisa berangkat lagi ke kelas, untuk kembali mengajar para murid-muridnya.
Saat para murid melihat Lina datang, mereka segera berdiri dan berseru dengan serempak, "Selamat pagi, Guru."
Mendengar kata-kata "Guru" langsung mengingatkan Lina pada malam kemarin, saat dia dikerjai balik habis-habisan oleh Wiro. Hingga hari ini, Lina tidak bisa menutup kakinya rapat. Dia berjalan dengan agak sedikit mengangkang.
Saat mendengar kata-kata "Guru" Lina kembali merasa takut, hingga membuat kakinya kembali sedikit terasa lemas.
"Dasar Wiro br*ngs*k, bulan ini kamu tidak akan aku ijinkan untuk menyentuhku lagi!"
"Selamat pagi juga, murid-murid semuanya!" Ucap Lina yang balik menyapa para murid.
...........
Pada saat ini, di suku Sungai Hitam!
Nanto sedang sangat marah! Dia berkata dengan keras.
"Wiro Sanger! Si b*d*h itu, dia sudah berani mengambil Khodi Kodi dan para Orc dari klan Kelinci? Apa dia bermaksud melawan klan Sungai Hitam?!"
Melihat ketuanya yang sedang marah, sekelompok Orc Mustang yang sedang berlutut segera menciutkan bahunya dan tidak berani untuk berbicara.
Tidak jauh dari posisi Nanto berdiri, juga ada Ida si Rubah, yang sedang mendampingi Nanto.
Rambut Ida Ruln kini telah dipotong. Tubuhnya yang putih seputih salju, terbungkus oleh kulit bulu. Meskipun penampilannya terlihat sederhana, tapi pesonanya yang tak tertahankan bagi para Orc lelaki tetap bisa terlihat.
Di mata para Orc laki-laki yang mendambakan dirinya, dengan gerak manja dan menggoda, Ida Ruln mendekap lengan Nanto, dan dengan lembut membelai dagunya dengan jari-jarinya. Suaranya juga terdengar lembut dan manis.
“Sudah jangan marah-marah lagi. Meskipun Khodi Kodi dan beberapa Orc Kelinci telah melarikan diri, bukankah di suku lain masih ada Orc yang lainnya lagi? Selama kamu sudah mengambil semua suku di hutan ini, apakah kamu masih akan takut dengan suku Serigala Batu?"
Begitu Nanto melihat keindahan pada diri Ida, n*fs*nya segera bangkit dan melupakan amarahnya.
Tanpa berkata-kata apa pun lagi, dia buru-buru membawa Ida menuju ke kamar, dan segera menarik lepas pakaian yang Ida kenakan.
Nanto yang sudah tidak bisa lagi menahan n*fs*nya, segera merentangkan kaki Ida dan menghujamkan bendanya masuk ke liang kenikmatan surgawi milik Ida.
Setelah permainan panasnya selesai dan hasrat bergejolaknya telah tersalurkan, Nanto pun tertidur pulas, dan saat itu lah Ida segera bangun meskipun tubuhnya masih terasa lelah.
Dia menatap dengan jijik pada Nanto yang sedang tertidur, lalu membungkus tubuhnya dengan kulit bulu rubah dan berjalan menuju ke pintu.
Pay No yang sedang berjaga di luar pintu, segera membantu membukakan pintu untuk Ida.
Bila diperhatikan, akan bisa terlihat sorot matanya yang yang sedang merasa sakit hati.
"Aku sudah merebus air panas di rumah, apa kamu ingin mandi?"
"Tidak, masih ada hal lain yang harus aku lakukan." Jawab Ida yang sama sekali tidak melihat ke arah Pay, dan segera berjalan pergi tanpa melihat ke belakang.
Ada sebuah gua sederhana yang terletak di sudut wilayah klan Sungai Hitam. Gua itu biasanya digunakan untuk menumpuk berbagai macam barang. Hanya ada sedikit Orc Mustang yang terkadang datang ke gua ini.
Saat Ida Ruln melihat ada api yang menyala kecil di dalam gua, dia pun langsung masuk dan bisa terlihat ada Orc jantan paruh baya, yang sedang duduk di dekat api.
__ADS_1
Orc paruh baya tersebut adalah Heli Belang, yang hilang di Sungai Hitam.
Heli mengenakan jubah yang banyak terdapat noda darah. Selain itu, beberapa tulang rusuknya juga patah. Wajahnya juga terlihat pucat, dengan luka-luka di tubuhnya yang belum sembuh total.
Saat dia bertarung dengan Saga, dia terjatuh ke Sungai Hitam dan hanyut terbawa oleh derasnya arus sungai. Pada saat-saat kritis, dengan susah payah dia berusaha untuk menggenggam dahan untuk menyelamatkan dirinya dan memanjat tebing.
Heli Belang tidak sengaja bertemu dengan Ida Ruln, saat dia sedang terluka parah dan hampir mati.
Ketika Ida melihat pakaian yang Heli Belang kenakan bukanlah pakaian biasa, yang sudah pasti tidak bisa dibeli oleh para Orc dari kelas rendah, Ida pun segera menyelamatkan Heli Belang dengan sembunyi-sembunyi dan membawanya kembali ke suku Sungai Hitam.
Ida telah menyembunyikan Heli Belang dengan sangat baik dan tidak ada seorang pun dari klan Mustang yang mengetahuinya.
Saat Ida masuk ke dalam gua, Heli Belang menoleh dan melihat ke arah pintu masuk gua, sembari memperhatikan cara Ida berjalan.
"Sepertinya Nanto sangat mencintaimu."
Ida segera berlutut dan bersandar di paha Heli Belang, sambil merengek dengan centil, "Tapi aku sama sekali tidak menyukainya. Dia kasar dan ganas, juga b*d*h seperti keledai. Jika bukan karena kekuasaan yang ada di tangannya, aku benar-benar tidak ingin melihatnya lagi."
Heli Belang pun memeluk lembut pinggang Ida yang ramping.
"Tunggulah sebentar lagi. Saat Kuil Bulan Gelap datang ke sini untuk mengambil para budak, aku akan membawamu untuk ikut kembali ke Kuil Bulan Gelap, aku pasti tidak akan pernah lagi membiarkanmu di sini untuk menderita."
"Kalau begitu, aku akan meminta Nanto untuk merawat para budak dengan baik!" Setelah berkata sepertu itu, Ida pun lanjut berkata dengan sedikit marah, "Akhir-akhir ini Nanto selalu ingin mencari masalah dengan klan Serigala Batu. Meskipun aku sudah mencegahnya, tapi dengan karakternya yang sembrono, suatu saat dia pasti akan tetap pergi ke Gunung Batu. Kini dia benar-benar semakin tidak patuh padaku!"
"Jika Nanto tidak lagi patuh, kita akan menggantinya dengan ketua baru yang bisa lebih patuh. Adapun dengan klan Serigala Batu ..." Heli Belang menghentikan ucapannya sesaat, kemudian menunjukkan ekspresinya yang kejam dan melanjutkan perkataannya, "Mereka tidak akan bisa tenang lebih lama lagi. Saat bala bantuan dari Kuil Bulan Gelap datang, itu adalah saatnya kematian mendatangi mereka!"
Ida Ruln juga tidak menyukai suku Serigala Batu, terutama Uriel, Wiro dan Leon.
Tapi saat dia mendengar kalau Kuil Bulan Gelap akan berurusan dengan klan Serigala Batu, perasaan hati Ida Ruln segera berubah menjadi sangat senang.
Dengan segera Ida melepas pakaian bulu rubah yang ia kenakan, dan memperlihatkan tubuh putihnya yang penuh dengan bekas ciuman.
Kini Ida telah merubah posisinya untuk berjongkok tepat di depan Heli Belang dan membuka mulutnya untuk melahap benda milik Heli Belang.
Rintihan demi rintihan segera terdengar, saat Heli Belang menikmati layanan oral dari Ida Ruln.
"Ehhmm.."
"Uuh.."
"Essshhhh.."
Di luar gua, Pay yang diam-diam mengintip kedalam, saat ini sedang mengepalkan tinjunya sambil menahan marahnya.
Dia mendengar semua percakapan antara Heli Belang dan Ida Ruln dengan sangat jelas.
"Dasar Orc j*l*ng dan si tua b*j*ng*n! Para Orc dari Kuil Bulan Gelap juga akan segera datang! Mereka dan para Orc Mustang akan menyerang gunung batu? Kabar ini harus aku beritahukan pada ketua Wiro sesegera mungkin!"
Meskipun Pay telah meninggalkan klan Serigala Batu, tapi klan itu adalah tempat di mana dia dilahirkan dan dibesarkan.
Dan juga, ada satu-satunya kerabatnya yang tinggal di sana.
__ADS_1
"Aku rela meninggalkan keluarga dan teman-temanku demi pasanganku, tapi aku tidak akan pernah rela bila keluarga dan teman-temanku sampai terbunuh!"
Pay selalu merasa bersalah, bila memikirkan kekecewaan dan rasa sakit di mata kakaknya.
Ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan klan Sungai Hitam hari ini juga.
Kebetulan saat ini sudah malam hari. Pay No diam-diam berlari keluar dari suku Sungai Hitam, kemudian merubah wujudnya menjadi Serigala hitam keabu-abuan, dan segera berlari menuju ke arah Gunung Batu.
Heli Belang yang berada di dalam gua, sedang melihat ke gelapnya malam kemudian tersenyum dengan senyumnya yang terlihat dingin.
"Ehhmmm.. Pasanganmu baru saja datang ke sinii.. Dia juga mendengarkan apa yang kita katakan.. Seingatku, dia itu Orc dari klan Serigala Batu, kan?"
Mendengar apa yang Heli Belang katakan, Ida menghentikan aksinya dan menengadahkan kepalanya, untuk menatap Heli Belang dengan sorot matanya yang berbinar.
"Kalau begitu aku akan meninggalkannya. Lagi pula, tidak ada gunanya bila aku mempertahankan dirinya."
Heli Belang mengusap wajah si Rubah betina muda yang telah memerah, seperti habis kehabisan napas.
"Kamu memang gadis yang pintar."
...........
Saat ini Pay masih terus berlari masuk ke dalam hutan.
Tapi tak lama kemudian, tiba-tiba saja pandangannya menjadi gelap, dan dadanya mulai terasa sakit!
Serigala hitam itu pun terhuyung-huyung dan jatuh ke tanah.
"Sial.. Kontrak magis yang sudah menyatukan diriku dengan Ida telah rusak. Kini aku telah ditinggalkan oleh Ida.."
Saat ini jiwa Pay No sedang dicabik-cabik oleh kontrak pasangan, yang mengigit balik jiwanya.
Pay mengatupkan giginya, dan dari sudut mulutnya juga terlihat darah yang mengalir keluar. Dia masih terus berjuang untuk bisa menuju ke Gunung Batu.
Di dalam hatinya, dia selalu menyerukan nama sang kakak.
"Kak Meli.."
"Kakak.."
...........
Situasi sekarang ini sedang kacau, bisnis juga sedang sangat sulit.
Setelah berdiskusi, Wiro memutuskan untuk membatalkan pasar yang dibuka setiap sepuluh hari sekali. Dan pada saat yang sama, klan Serigala Batu telah secara resmi membuka kawasan bisnis yang ada di dalam benteng.
Seluruh lantai pertama adalah area untuk berbisnis.
Ada terdapat lima puluh toko di kawasan bisnis ini. Semua toko-toko tersebut hanya disewakan dan tidak untuk dijual.
Para Orc yang ingin menggunakan toko untuk membuka usaha mereka, hanya perlu membayar sewa dengan sepuluh poin kerja, untuk jangka waktu sewa selama satu bulan.
__ADS_1
"Jika kalian ingin memperpanjang sewa setelah satu bulan pertama selesai, kalian harus membayar sepuluh poin kerja lagi, untuk jangka waktu yang sama. Begitu seterusnya." Ucap Wiro kepada para Orc, yang saat ini sedang dia kumpulkan di area bisnis yang baru saja ia resmikan.