Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 136 - Kota Kristal Merah


__ADS_3

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[[[ Sore kakak2 semuanya. Mohon maaf bgt upnya telat. Selain lagi sibuk bgt, ketambahan lagi 4 hari ini kondisi badan thothor lagi enggak fit. Lagi BAPIL hebat.. Jadinya untuk fokus susah.. ]]]


[[[ Barangkali kakak2 semuanya ada saran obat untuk bapil yang paling manjur, kabarin di komentar ya kakak.. 😷 Udh coba prcold flu batuk, intunal masih enggak manjur juga. 😢😢 ]]]


[[[ Sekali lagi maafin thothor ya kakak2 yang ganteng2 & cantik2.. 🙏🙏🙏 ]]]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Meskipun sebagai salah satu dari enam kota yang lebih rendah di benua Orc ini, tapi Kota Kristal Merah terkenal sebagai kota yang kaya akan Batu Kristal merahnya.


Lokasinya terletak di ngarai batu merah, di situ dulunya terdapat urat kristal merah yang sangat besar, di mana para Orc akhirnya menambang urat kristal tersebut, dan kemudian secara bertahap mendirikan kota kecil.


Meskipun sekarang urat kristal telah digali seluruhnya, tapi Kota Kristal Merah tidak ditinggalkan, dan secara bertahap telah berkembang ke tingkat seperti hari ini.


Di gerbang kota, berdiri tegak Kristal merah yang besar.


"Huwaaah.. Baru kali ini aku melihat batu merah sebesar itu.." Ucap Lina yang terkejut.


Mau tak mau Lina pun membuka matanya lebar-lebar dan menatap batu merah itu lama sekali.


"Kristal sebesar ini pasti sangat berharga!"


Namun Leon yang tidak tertarik dengan Batu Kristal merah tersebut berkata, "Walaupun besar, tapi batu itu mengandung energi api yang rendah. Jika kamu benar-benar ingin menjualnya, batu itu tidak akan memiliki nilai jual yang tinggi. Harganya akan sangat rendah. Kalau tidak, penguasa Kota Kristal Merah tidak akan mungkin meletakkan batu itu di gerbang kota."


Saat Lina mendengar kata "mengandung energi" untuk pertama kalinya, dia mulai merasa penasaran dan bertanya, "Apakah kristal bisa mengandung energi?"


"Tentu saja, kristal merah mengandung energi beratribut api, dan energi api tersebut juga dapat diserap."


Saat Leon melihat kalau gadis kecil itu sangat tertarik dengan hal ini, dia pun lanjut untuk memperkenalkan batu-batu yang lain, “Batu Kristal hijau mengandung energi kayu. Batu Kristal kuning mengandung energi logam, Batu Kristal biru adalah air, Batu Kristal ungu adalah kilat, dan Batu Kristal Oranye adalah tanah. Selain itu juga ada Kristal hitam dan Kristal emas, yang masing-masing berwarna gelap dan terang. Kedua jenis kristal ini adalah kristal terlangka dan paling mahal."


Mendengar kalimat terakir Leon, Lina merasa tekejut.


"Ah! Aku bisa merasakan Liontin Kristal hitam yang masih tergantung di leherku."


Batu Kristal hitam itu adalah pemberian dari Saga untuk Lina.


"Aku pikir batu Kristal Hitam ini tidak berbeda dengan batu kristal berwarna yang lainnya, tapi ternyata yang berwarna hitam termasuk sangat berharga."

__ADS_1


Lina tetap menyembunyikan Batu Kristal hitam itu di balik pakaiannya dan tidak ingin menunjukkannya, untuk menghindari dari pencurian.


Uriel telah berubah wujud ke bentuk Orcnya, kemudian dia mengeluarkan jubah dari kulit binatang yang telah ia jahit sendiri, dan memakaikannya pada gadis kecilnya. Kini hanya bisa terlihat sepasang mata yang terlihat cerah.


Penampilan Lina sangat menarik, Uriel melakukan itu karena dia tidak ingin gadis kecilnya menjadi incaran Orc laki-laki lain.


Kemudian Uriel membopongnya dengan satu tangannya kemudian berkata, "Hari ini kita akan beristirahat di sini selama satu malam, besok pagi kita akan melanjutkan perjalanan kita."


"Baiklah," ucap Lina.


Pada saat ini Leon telah melipat sayapnya yang lebar, tapi jubah merahnya yang menyala dan Batu Kristal merahnya yang berkilauan, membuatnya terlihat sangat mencolok. Sulit bagi para Orc untuk tidak memperhatikannya.


"Ada penjaga di pintu gerbang kota." Ucap Lina.


Mereka semua adalah Orc laki-laki yang terlihat kuat, dengan otot mereka yang menonjol dan terlihat cukup menakutkan.


Setelah diberitahu oleh Uriel, Lina baru tahu kalau ternyata para penjaga itu telah membangkitkan roh Binatang Buas mereka. Tingkat tertinggi diantara mereka adalah bintang dua dan yang lainnya adalah bintang satu.


"Kota ini memang layak menjadi kota Binatang Buas. Bahkan penjaga pintunya adalah para penjaga yang telah membangkitakan roh binatang buas mereka!" Pikir Lina.


Semua Orc yang ingin memasuki kota harus diperiksa.


Tapi tentu saja berbeda untuk para Orc perempuan. Dua syarat di atas tidak diperlukan. Selamanya, pintu Kota Binatang di mana pun akan selalu terbuka bagi para perempuan.


Uriel dan Leon adalah Orc dengan roh Binatang Buas mereka masing-masing, dan kekuatan mereka berdua juga tidak rendah. Penjaga pintu masuk kota pun membukakan pintu dan membiarkan mereka bertiga masuk.


"Kalian bertiga memenuhi syarat. Silahkan kalian masuk, dan selamat datang di Kota Kristal Merah yang legendaris." Ucap salah satu penjaga usai memeriksa Lina, Uriel dan Leon.


"Terima kasih." Ucap Uriel.


Kini mereka bertiga telah memasuki Kota Binatang yang legendaris, Lina pun merasa sangat gembira dan antusias!


Namun, begitu Lina melihat isi kota ini, dia merasa kecewa dengan situasi yang sebenarnya.


"Kota ini tidak sebesar seperti yang aku bayangkan, dengan rumah-rumah batu yang ada di kedua sisi jalan. Tapi ternyata bentuk rumah-rumah di sini konstruksinya terlihat tidak aman, membuat rumah-rumah ini menjadi tampak aneh."


Kini Lina mulai merasa khawatir, "Rumah-rumah seperti ini mereka jadikan untuk tempat mereka tinggal? Bagaimana jika rumah mereka sampai rubuh?! Sanitasi di jalan juga tidak terlalu baik. Tulang-tulang yang dibuang begitu saja setelah makan daging, bisa terlihat berserakan di mana-mana, begitu juga dengan kotoran dan air seni para Orc. Udara di sini dipenuhi dengan bau yang tak sedap."


Saat Lina mencium bau yang tidak sedap, dia segera menutupi mulut dan hidungnya.

__ADS_1


"Seperti inikah Kota Binatang yang di sebut-sebut sebagai kota legendaris?! Mengecewakan!"


Tapi Uriel dan Leon tampaknya telah terbiasa dengan kondisi yang seperti ini. Saat melalui jalanan yang kotor, mereka tetap tenang dan sama sekali tidak ada rasa jijik.


Uriel menemukan sebuah hotel dan menyewa kamar yang terbaik. Leon juga menyewa kamar dan tinggal di sebelah kamar Uriel dan Lina.


Meskipun ada Orc lain yang juga berada di hotel, yang kesemuanya adalah Orc dengan roh Binatang Buas, tapi dalam hal level dan kekuatan, mereka bukanlah lawan bagi Uriel dan Leon.


Dan juga, tidak ada seorang pun di tempat ini yang mengetahui, berapa banyak bintang yang dimiliki oleh Leon.


Meskipun Kristal merah di tubuhnya sangat menarik perhatian Orc lain, tapi tidak ada satupun dari mereka yang berani untuk berbuat yang tidak-tidak terhadap Leon. Bahkan Orc yang pemalu, tidak berani untuk menatap Leon. Ketika mereka melihat Leon, mereka akan segera mengambil jalan memutar.


Selain itu, perkelahian pribadi antara sesama Orc di larang di Kota Binatang Buas. Namun jika seseorang dibunuh secara diam-diam, para penjaga tidak akan menanganinya secara khusus. Hukum rimba berlaku di sini, yang kuat memakan yang lemah. Yang mati hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri, karena dirinya terlalu lemah.


...........


"Selain pintu dan jendela, di kamar tamu hanya ada tempat tidur batu saja? Yang lebih buruk lagi adalah tidak adanya selimut di tempat tidur. Tempat seperti ini merupakan kamar tamu yang terbaik?! Haissh!" Batin Lina.


Pada saat ini Uriel mengambil buah manis dari dalam ruang penyimpanan, dan menyerahkannya untuk Lina makan.


Kemudian Uriel membersihkan debu-debu yang ada di kamar, mengeluarkan selimut bulu yang bersih dan menggelarnya di tempat tidur batu.


Sedangkan Lina yang terlihat murung, sedang menggerogoti buah manis.


Saat Uriel melihat penampilan gadis kecilnya yang tidak bahagia, Uriel segera bertanya sambil tersenyum ringan, "Apa kamu merasa kecewa dengan Kota Binatang Buas?"


"Ya," jawab Lina cepat, kemudian dia memanyunkan bibirnya sambil berkata, "Kota ini kotor dan berantakan. Sama sekali tidak seperti Gunung Batu! Aku sudah pergi jauh-jauh dari Gunung Batu untuk ikut datang ke sini, yang ternyata hanya untuk melihat tempat yang kotor seperti ini?! Aku merasa seperti telah dibodohi. Kalau sebelumnya aku tahu tentang hal ini, aku mungkin akan tetap tinggal di rumah bersama dengan Saga, Wiro dan anak-anak! Kota Binatang yang ternyata seperti ini, telah menghancurkan apa yang sudah aku bayangkan sebelumnya! Huh!" Setelah berkata seperti itu, Lina lanjut menggigit buah manis yang dia pegang.


Melihat Lina yang sedang terlihat tidak senang, Uriel mengusap lembut kepala gadis kecil itu sambil berkata, "Kota Binatang Buas yang sebenarnya memang seperti yang sekarang ini kamu lihat. Sedangkan Gunung Batu adalah kasus khusus. Karena arahan darimu, kelak Gunung Batu pasti akan menjadi jauh lebih bagus lagi dari pada yang sekarang ini. Jika dibandingkan dengan Gunung Batu, tempat ini jelas terlihat kotor dan berantakan. Tapi jika dibandingkan dengan suku lain, tempat ini sudah termasuk yang sangat bagus."


Lina masih merasa tidak terlalu senang.


"Tetap saja, tadinya aku pikir tempat ini adalah tempat yang sangat bagus."


Mendengar apa yang Lina katakan, Uriel tersenyum lembut sambil berkta, "Meskipun kota ini lebih buruk daripada Gunung Batu, tapi di sini masih ada beberapa tempat yang bagus, apa kamu ingin pergi melihatnya?"


Lina segera bersemangat saat mendengar apa yang Uriel katakan, "Di mana itu?"


"Area bekas tambang dan Colosseum di kota Binatang ini sangat terkenal. Karena Colosseum terlalu berdarah-darah untukmu, kalau begitu aku akan membawamu ke area bekas tambang untuk melihat-lihat, barangkali ada barang yang kamu butuhkan." Jawab Uriel kepada Lina.

__ADS_1


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita segera pergi kesana sekarang juga!"


__ADS_2