Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 53 - Tato Harimau


__ADS_3

Setelah Uriel melakukan pelepasannya, Lina merasa sangat kelelahan hingga hampir pingsan.


Dengan air hangat, Uriel membersihkan tubuh gadis kecilnya. Setelah selesai, dia juga akan berbaring di sebelah gadis kecilnya, menundukkan kepalanya, dan mencium keningnya.


"Istirahatlah."


Lina mengabaikannya, menutup matanya dan pergi tidur.


Tidak tahu berapa lama Lina tertidur, dia akhirnya dibangunkan oleh Uriel.


Seperti biasa, Uriel lah yang akan menyuapkan makanan untuk Lina. Dia berkata dengan suara lembut, "Bangun, makan sesuatu dulu sebelum kamu tidur."


Lina bangun dan menerima suapan dari Uriel, hingga habis semangkuk penuh sup daging. Seperti orang yang belum makan selama dua hari.


Kini tubuh Lina merasa menjadi lebih baik, setelah perutnya terisi penuh oleh makanan.


Tetapi, tiba-tiba saja Uriel membuka ikatan rok kulit binatang yang dia kenakan. Apa yang sudah dia lakukan, tentu saja juga memperlihatkan benda besar miliknya, yang menggantung, berada di bagian bawahnya.


Bahkan saat benda itu belum mendongakkan kepalanya, sudah terlihat besar, dalam segi bentuk dan ukurannya.


Saat Lina melihatnya, mata Lina seperti tersiram air panas. Dia segera menutup matanya, dan buru-buru berkata dengan wajahnya yang merah.


"Kenapa kamu melepas pakaianmu sebelum ada persetujuan dariku? Jangan tunjukkan itumu, aku takut melihatnya."


Mendengar perkataan Lina, tentu saja membuat Uriel heran. Dia pun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, sambil menatap Lina tanpa daya dan berkata, "Aku hanya ingin kamu melihat pola bintang yang ada di pinggangku."


Lina, "....."  


Ternyata Lina telah salah paham dengan tujuan Uriel.


Dia pun berdehem kecil karena malu telah salah sangka.


Kemudian dia melihat kearah Tato Harimau di pinggang Uriel, dan menyadari kalau tatonya memang sedikit berubah.


Terdapat gambar tanaman merambat berduri, yang muncul melingkar di kepala harimau. Sepintas, itu seperti harimau yang memakai mahkota.


Lina mengedip-ngedipkan matanya, seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Bagaimana bisa tanaman merambat yang melingkar ini bisa muncul?"


"Gambar ini muncul saat pertama kita k*w*n, aku juga bisa merasakan, setelah gambar itu muncul, ada perasaan samar kalau kekuatan roh binatang dalam diriku meningkat." Jawab Uriel.


Lina membuka matanya lebar-lebar karena sangat terkejut.


"Apa ini hanya kebetulan saja?"


Uriel menjelaskan panjang lebar, "Awalnya aku juga berpikir begitu, tapi tadi malam, aku memberikan perhatian khusus dan menemukan bahwa ketika kita k*w*n, roh binatang di tubuhku menjadi sangat bersemangat. Setelah itu, aku mencoba untuk berkomunikasi dengan roh binatang selama beberapa saat. Dari situ aku baru tahu, kalau ada sesuatu di tubuhmu, yang bisa menghasilkan energi luar biasa. Roh binatang sangat menyukai kekuatan itu, karena itu bisa membuat mereka menjadi lebih kuat."

__ADS_1


Lina tampak kebingungan, "Kenapa aku bisa tidak tahu kalau ada hal yang ajaib di tubuhku sendiri?"


Kemudian Uriel mencoba mengingat-ingat kembali, "Benda yang tersembunyi di tubuhmu memiliki bau yang samar seperti tumbuh-tumbuhan."


"Bau tumbuhan?" Lina berpikir tentang biji hitam itu, kemudian berkata, "Jangan-jangan, itu karena benih dari pohon Ilahi!"


"Pohon Ilahi.." Kata Uriel sambil berpikir, kemudian dia seperti teringat akan sesuatu, "Itu adalah makhluk mitos yang ada dalam legenda. Dahulu kala, dikatakan bahwa itu adalah sumber dari semua jenis pohon. Ketika ia telah tumbuh sampai batas tertentu, ia dapat memadatkan hati alam. Orc dengan hati alam sangat disukai oleh Dewa, dan bisa diangkat menjadi Dewa." 


Lina pun sangat terkejut mendengar penjelasan Uriel, "Manusia setengah Dewa?"


Uriel pun bertanya, "Bisakah kamu memberi tahuku, darimana benih pohon ilahi itu kamu dapatkan?" 


Lina tidak langsung menjawab, dia menghindari pandangan Uriel dan tergagap, "Dari.. O orang lain.."


"Siapa yang memberimu?" Tanya Uriel.


"Seorang teman lama, kalau aku beritahu juga kamu tidak kenal.." Jawab Lina dengan sedikit gugup.


Uriel tahu kalau gadis kecilnya tidak ingin membicarakannya. Kemudian, dia berkata kepadanya dengan serius, "Hati alam sangat menarik bagi para Orc. Kamu tidak boleh memberi tahu orang lain, kalau kamu memiliki benih dari pohon Ilahi, yang tersembunyi di dalam tubuhmu. Karena hal itu akan mendatangkan banyak kematian."


Lina pun merasa sangat ketakutan saat mendengar kalimat yang terakhir. "Semengerikan itu?! 


Kemudian Uriel menatapnya dengan sorot matanya yang serius, "Ingat apa yang aku katakan?"


Lina pun mengangguk, "Ya. Aku Ingat."


"Jangan mengambil inisiatif untuk mengatakannya. Tapi jika dia tahu dan bertanya padamu, kamu boleh memberitahunya." Jawab Uriel.


"Oh."


Jika k*w*n dapat mengubah pola bintang, maka Benih Suci tidak akan bisa bersembunyi dari Wiro. Kecuali dia tidak akan pernah k*w*n dengan Lina.


Tentu saja itu tidak mungkin.


Oleh karena itu, Uriel menyarankan untuk menyembunyikannya jika tidak ditanya, juga untuk tidak berinisiatif untuk memberitahukan tentang hal itu.


Lina masih berpikir sambil bergumam, "Sebenarnya, Benih Suci di tubuhku adalah benih mati, sudah tidak bisa berkecambah dan tumbuh, jadi, mana mungkin memadatkan hati alam."


"Meskipun itu adalah spesies yang mati, benih itu tetaplah harta yang sangat sangat langka dan sangat berharga," kata Uriel.


Fakta bahwa itu bisa meningkatkan kemampuan roh binatang, itu saja sudah cukup untuk membuat banyak binatang yang akan berbondong-bondong mendatanginya.


Kemudian Lina menyentuh perutnya, dan berbicara dalam hati, "Tidak ku sangka, suara itu memberiku hadiah berupa benih yang begitu kuat. Aku harap, benda kecil ini tidak akan membuatku mengalami banyak kesulitan."


...........


Setelah k*w*n dengan Uriel dua kali berturut-turut, Lina juga tidak mengambil tindakan pencegahan dengan menggunakan alat kontrasepsi apa pun. Meskipun selama dua kali itu dia tidak dalam masa Ovulasi, tetapi, dia masih sedikit khawatir tentang kehamilan.

__ADS_1


Dia juga malu untuk memberi tahu Uriel tentang hal ini, jadi dia pergi ke tempat Meli untuk meminta nasehat.


Setelah mendengar keraguannya, Meli pun bertanya kepada Lina, "Saat Uriel b*rs*ngg*ma denganmu, dia berada dalam wujud Binatangnya atau Orc?"


"Tentu saja dia dalam wujud Orc," kata Lina. 


Dalam wujud humanoidnya saja, benda milik Uriel sudah menakjubkan. Apalagi jika dia berubah menjadi wujud binatangnya, mungkin, bagian tubuh bawah Lina akan terkoyak parah.


"Hanya jika si jantan berada dalam wujud binatangnya dan k*w*n denganmu, barulah kamu akan bisa hamil. Tetapi, jika Uriel dalam bentuk Orcnya, sudah pasti kamu tidak akan hamil." Kata Meli menjelaskan.


Lina tidak mengerti dengan prinsipnya, akan tetapi, dunia Orc ini tidak bisa diukur menggunakan mata ilmiah.


Dia lega kalau ternyata dia tidak akan hamil.


Untuk sekarang ini, dia masih merasa takut dan belum siap untuk menjadi seorang ibu.


Kemudian Meli berkata untuk menyemangati Lina, "Kalau kamu ingin memiliki anak, kamu dan Uriel harus berusaha lebih giat lagi. Musim dingin sudah hampir berakhir. Karena saat musim dingin, adalah waktu terbaik untuk memiliki bayi. Hanya setahun sekali. Jangan dilewatkan!"


Meskipun jika kelahiran anak pertama Lina bukanlah anak serigala, yang membuat Meli sedikit kecewa, tetapi itu tidak masalah. Bagaimanapun, mereka masih muda dan pasti akan melahirkan banyak anak serigala yang lucu-lucu untuk Wiro.


Sedangkan Lina, dia berpikir lebih baik menunggu sampai musim dingin yang akan datang, bila dia ingin hamil.


Satu tahun seharusnya sudah cukup baginya mempersiapkan diri, untuk menjadi seorang ibu.


...........


Waktu berlalu, hari demi hari terlewati. Kapan pun Lina tidak sibuk, dia akan pergi ke pintu masuk gua dan menantikan kembalinya Wiro.


Saat cuaca berangsur-angsur menghangat, es dan salju di luar gua mulai menunjukkan tanda-tanda mencair. Ini menandai akhir dari musim dingin.


Pada saat ini.


Wiro pun akhirnya kembali.


Wiro bersama para Orc Serigala Batu telah kembali ke gua. Banyak Orc yang terluka, tetapi mereka tidak bisa menyembunyikan kegembiraan akan kemenangan mereka.


Mereka kembali dengan membawa sangat banyak makanan dan kulit binatang. Beberapa di antaranya adalah, barang-barang milik suku Serigala Batu yang telah diambil oleh suku Serigala Air Hitam, sebagian lagi diambil oleh Wiro dari suku Serigala Air Hitam.


Lina yang mendengar kepulangan Wiro, sangat bersemangat dan bergegas berlari ke dalam pelukannya, matanya pun memerah.


"Kamu akhirnya kembali!"


Melihat gadis kecil itu mendatangi dan memeluk dirinya, tentu saja membuat Wiro menjadi sangat bahagia.


Akan tetapi.


Ketika dia mencium bau gadis kecil itu, wajahnya tiba-tiba berubah.

__ADS_1


__ADS_2