
Untuk mencari seseorang, akan jauh lebih mudah, bila ada sketsa wajah dari orang yang akan dicari. Lina lah yang bertanggung jawab untuk hal ini.
Sebelum dia datang ke dunia primitif ini, Lina telah belajar seni rupa setidaknya selama beberapa tahun. Jika hanya menggambar sketsa wajah, bagi Lina tidak akan terlalu menyulitkan.
Lina mulai menggambar sketsa wajah Heli Belang dengan menggunakan jari-jarinya, yang telah dia celupkan ke dalam darah binatang.
Setelah jadi dan sebelum noda darah mengering, dia segera menempelkan kulit binatang lainnya yang masih bersih, untuk memperbanyak gambar yang benar-benar identik. Kini Lina telah selesai mencetak sepuluh sketsa wajah Heli Belang, dengan cara yang sama.
Wiro, "....."
Uriel, "....."
Wiro dan Uriel yang melihat Lina melukis pun hanya melongo, dan merasa takjub sekaligus khawatir.
Uriel berpikiran, "Gadis ini tidak hanya mengerti tentang pengobatan, tetapi juga bisa membaca dan menggambar. Gadis ini terlalu banyak memiliki pengetahuan."
Wiro berpikiran, "Linaku memang luar biasa."
Mereka berdua juga khawatir, bila mereka tidak layak untuknya.
Tampaknya mereka harus lebih banyak mengisi bahan bakar, dan berusaha untuk meningkatkan kemampuan Binatang Buas mereka.
Agar kelak, mereka tidak ditinggalkan oleh si betina kecil.
Lina yang kini telah selesai membuat sketsa wajah Heli Belang, memberikan hasil lukisannya kepada Wiro. Dengan sedikit malu-malu Lina berkata, "Sudah lama aku tidak melukis, jadi, lukisannya tidak terlalu bagus. Jangan kalian tertawakan!"
Ketika Wiro dan Uriel melihat hasil lukisannya, mereka berkata, "Wajahnya terlihat seperti hidup." Kata Wiro.
"Struktur wajah Heli Belang terlukis dengan sangat jelas. Selama para Orc melihat gambar-gambar ini, mereka pasti akan bisa mengenali Heli Belang." Kata Uriel.
Kemudian Wiro berkata dengan sangat bangga, "Kamu menggambar dengan sangat baik. Di sini, tidak ada seorangpun yang bisa menggambar lebih baik darimu."
Mendengar pujian dari Wiro, wajah Lina pun segera memerah.
Wiro tiba-tiba menarik dan menggenggam kedua tangan Lina, dan bertanya, "Setelah anak kita lahir, maukah kamu mengajari mereka menggambar dan menulis?"
Setelah Wiro mengatakan itu, dia segera menutup mulutnya dan merasa sedikit kesal dalam hatinya.
"Pengetahuan tentang kata-kata sangat berharga. Hanya keluarga kerajaan dan kuil yang tinggal di kota utama, yang bisa mendapatkannya. Orc biasa sepertiku, tidak seharusnya berani untuk meminta hal seperti ini. Meskipun aku tidak tahu darimana Lina bisa tahu begitu banyak, tentu juga tidak mudah baginya untuk mempelajari pengetahuan seperti itu. Apa mungkin dia mau membuka mulutnya, dan memberikan begitu saja pengetahuan berharga seperti itu kepada Orc lain?"
Wiro merasa khawatir dan siap menerima, bila permintaannya ditolak oleh Lina.
__ADS_1
"Oke! Aku juga tidak tahu banyak mengenai hal yang lain, tapi cukup lah untuk mengajari beberapa anak, bagaimana caranya membaca!" Jawab Lina.
Wiro dan Uriel yang mendengar jawaban dari Lina yang seperti itu, bukan hanya merasa bahagia, tetapi juga sangat terkejut.
Mereka berdua merasa terkejut karena Lina meng iyakan begitu saja, tanpa meminta syarat apa-apa. Padahal itu adalah pengetahuan yang berharga, dan tidak semua Orc bisa mendapatkannya.
Giliran Wiro dia kini mulai ragu, "Kalau tidak, kamu bisa mempertimbangkannya lagi. Bagaimanapun juga, pengetahuan sangat berharga ..."
Lina segera memotong perkataan Wiro.
"Omong kosong apa yang sedang kamu bicarakan?" Pengetahuan memang berharga. Tapi, apakah hal seperti itu lebih berharga daripada anak-anak kita?"
Wiro merasa sangat tergerak mendengar perkataan Lina, tubuhnya pun mematung.
Kemudian Lina meraih tangan Wiro dan Uriel, sambil berkata dengan serius, "Aku pasti akan mengajarkan semua yang aku tahu kepada anak-anak kita, agar kehidupan kita di masa depan akan menjadi jauh lebih baik lagi."
Wiro dan Uriel sangat tersentuh dengan apa yang sudah Lina katakan.
Pada awalnya, mereka semua berpikir bahwa Lina hanyalah seorang gadis kecil yang imut. Setelah sekian lama mereka bersama, semakin mereka dapat melihat kelebihan yang ada dalam diri Lina.
Kini mereka berpikir bahwa hanya sekedar baik kepada Lina tidaklah cukup, tapi diri mereka harus jauh lebih baik lagi, sehingga Lina tidak akan pernah pergi meninggalkan mereka.
Semua barang di lapak mereka telah dibeli oleh Khodi Kodi, tapi mereka masih memiliki banyak buah dan sayuran di dalam ruang penyimpanan.
Ketika orang-orang tidak memperhatikan, mereka akan mengeluarkan beberapa lagi dari ruang penyimpanan, dan meletakkannya di atas kulit binatang untuk kemudian mereka jual.
Saat ini Wiro sedang menuju ke tempat kepala suku Mustang, dengan membawa poster buronan Heli Belang.
Masalah perintah buronan tidak dapat dilakukan sendiri oleh suku Serigala Batu. Hal seperti itu juga harus mendapatkan bantuan dari suku lain. Sebagai rekan yang pernah bekerja sama dengan suku Serigala Batu, suku Mustang lah yang menjadi pertimbangan pertama bagi Wiro.
Wiro telah pergi ke sana untuk waktu yang lama. Ketika dia kembali, matahari sudah hampir terbenam.
Tetapi Wiro tidak kembali sendiri, dia bersama dengan kepala suku Mustang, Booker.
Sosok Booker berbadan besar, tinggi dan kuat. Dia memiliki pola bintang berbentuk Kuda Liar di wajah berwarna perunggunya, dan dengan rambut merah pendeknya yang berkibar tertiup angin. Dia adalah binatang jantan yang tajam dan lugas.
Booker juga merupakan Orc dengan roh Binatang Buas, Berbintang Satu.
Wiro menggandeng Lina di lengannya, dan berkata dengan penuh bangga, "Ini pasangan saya. Sekarang dia juga sedang mengandung anak dari saya. Lain kali saat Anda melihat kami lagi, saat itu anda sudah bisa melihat sekelompok anak-anak serigala yang kuat dan lincah, sedang berjalan di belakangnya."
Booker yang awalnya tidak percaya kalau pria pembenci betina itu bisa menemukan jodoh, bersikeras mengikuti Wiro untuk melihat kebenarannya.
__ADS_1
Pada saat ini, ketika dia melihat betina kecil yang ada di samping Wiro, dia langsung merasa iri, hingga kedua bola mata kudanya yang melebar karena tak percaya, hampir lepas dan terjatuh.
Sama-sama pemimpin klan, sama-sama memiliki roh Binatang Buas. Tetapi Wiro telah memiliki pasangan, dan juga akan segera memiliki anak. Sedangkan dirinya masih bujangan tua.
Karena ingin bersikap sopan, Lina menyapa Booker terlebih dulu, sambil sedikit mengangguk.
"Halo."
"Meskipun aku tidak bisa melihat seluruh wajah gadis kecil itu, tapi bisa terlihat dari matanya yang cerah dan besar, dan suaranya yang lembut dan terdengar imut. Dia pasti gadis mungil yang sangat cantik dan menawan!"
Hati Booker pun menjadi semakin iri dan cemburu.
Jika bukan karena ada dua orang kuat Uriel dan Wiro yang harus dia hadapi, Booker benar-benar ingin bergegas mendekap dan merebut tubuh gadis kecil itu.
Uriel melangkah maju kehadapan Booker, dan tubuhnya menghalangi pandangan mata Booker yang sedang terbakar, kemudian dia bertanya sambil tersenyum, "Saya tidak tahu, untuk apa kepala suku Booker datang kemari?"
Di hadapan pemilik roh Binatang Buas yang dua tingkat lebih tinggi dari dirinya, Booker pun mengalihkan pandangannya dengan perasaan kesal.
"Saya mendengar dari Dukun Khodi Kodi yang mengatakan bahwa, Anda menjual sayuran dan buah-buahan yang berkualitas bagus, jadi saya juga berencana untuk membeli beberapa untuk dimakan di rumah."
Seperti biasa, Uriel memintanya untuk mencoba beberapa sayuran terlebih dulu.
"Ehm? Sayur dan buah-buahan ini sangat enak! Aku mau semua!"
Booker langsung merasa sangat puas, dengan rasa buah dan sayuran yang manis dan menyegarkan. Dia segera melambaikan tangannya untuk membeli semua sayuran dan buah-buahan di lapak, dengan dua Batu Kristal tidak berwarna.
Ketika Uriel akan mengambil Batu Kristal tak berwarna tersebut, dia bertanya, "Apakah Anda memiliki Batu Kristal lagi, dengan warna yang lain?"
Booker tidak menjawab, tapi dia balik bertanya, "Kristal warna apa yang Anda inginkan?"
"Warna ungu atau emas tidak apa-apa. Jika tidak, hijau juga bisa." Jawab Uriel.
Batu Kristal berwarna ungu dan emas adalah Batu Kristal tingkat sedang, hanya warna hijau yang bermutu rendah.
Booker menarik sudut mulutnya dan berkata, "Anda memiliki suara yang besar. Dan Anda langsung menginginkan kristal tingkat sedang, begitu Anda membuka mulut."
Uriel tersenyum sambil berkata, "Sulit untuk mendapatkan batu kristal tingkat sedang, tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk mendapatkannya. Selama saya pergi ke rumah bursa yang ada di Kota binatang, saya tentu bisa mendapatkannya. Tapi saya tidak mau, karena itu berarti saya harus pergi terlalu jauh dari sini. Jika Anda memiliki kristal tingkat sedang, saya tidak perlu lagi pergi jauh-jauh untuk mendapatkannya, saya hanya tinggal menukarnya di sini."
Hanya Orc yang telah membangkitkan roh Binatang Buasnya lah, yang memenuhi syarat untuk bisa memasuki kota binatang. Namun, jika mereka ingin ikut berdagang di rumah bursa, mereka bukan hanya harus memiliki kekuatan lebih dari bintang tiga, tetapi juga harus memiliki penjamin yang andal.
Kata-kata Uriel segera membuat Booker menyadari, sosok Orc laki-laki yang saat ini sedang berada di depannya tidak hanya kuat, tetapi sepertinya juga memiliki kekuasaan.
__ADS_1