Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 98 - Aku Akan Mendengarkanmu


__ADS_3

Lina segera menyeret Wiro ke dapur dan menceritakan dari awal hingga akhir, tentang asal usul si kuncup bunga kecil.


Akhirnya Lina telah selesai menjelaskan masalah itu dengan jelas.


Saat ini Wiro sedang rumit berpikir.


"Pasanganku tidak selingkuh. Terus apa yang harus aku lakukan dengan hal ini?"


Ketika Uriel dan Saga kembali, mereka berdua melihat Leon yang tersenyum dan menyapa, "Kalian semua sudah kembali. Silahkan duduk dan beristirahat."


Kenapa bisa seolah-olah Leon adalah tuan rumah di rumah Lina?!


Saga teringat dengan pesan Lina, kemudian dia menatap Leon, lalu berjalan pergi tanpa ekspresi.


Tetapi tidak dengan Uriel, dia mendekat dan bertanya dengan sopan, "Ada tujuan apa gerangan Tetua Leon datang ke tempat kami?"


"Aku datang kemari membawa anak ku, untuk bertemu dengan ibunya." Jawab Leon santai.


"Bolehkah aku bertanya siapa ibunya?" Tanya Uriel sopan.


"Ibunya adalah Lina." Jawab Leon dengan santai dan tersenyum.


Uriel, "....."


Bertepatan dengan Leon yang selesai berbicara, saat ini Lina sudah keluar dari dapur dan hampir jatuh lemas ketika Lina mendengar apa yang Leon katakan.


Lina pun segera marah, "Tidak bisakah kamu tidak mengatakan kata-kata yang ambigu seperti itu? Aku juga tidak pernah melakukan apa-apa denganmu, kan?"


Kemudian Leon berkata, "Aku hanya mengatakan yang sebenarnya."


"Benarkah begitu?! Atau kamu memang ingin membuat adanya kesalah pahaman?!" Tanya Lina dengan nada suaranya yang marah.


Leon mengangkat tangannya dan mengeluarkan kuncup bunga kecil.


"Ibumu tidak menyukai pria seperti kita berdua, lalu apa yang akan kamu lakukan?"


Si bunga kecil mengusap-usap telapak tangan Leon, dan kemudian menjulurkan tangan daunnya kearah Lina yang sedang berada di depannya. Daun itu menjerat pergelangan tangan Lina, menariknya ke depan Leon, dan menyatukan kedua tangan mereka.


“Ibu! Ayah!"


Leon menyentuh kuncup bunga kecil dan berkata sambil tersenyum, “Anakku memang pintar sekali. Tidak sia-sia ayah tidak pernah menyakitimu."


Saat ini Uriel sedang menatap Lina sambil tersenyum.


Lina yang masih merasa terkejut dan lemas, kemudian mengangkat tangannya.


"Dengarkan penjelasanku dulu.."


"Katakan saja, aku akan mendengarkanmu." Ucap Uriel.


kemudian Lina menjelaskan semuanya kepada Uriel, kali ini dia menjelaskan dengan lebih jelas dan cepat. Uriel yang pintar segera memahami asal-usul anak tersebut dengan Leon.


Uriel tidak pernah menyangka.

__ADS_1


"Aku tidak pernah menyangka, Leon akan menggunakan cara seperti ini untuk mendekati Lina. Sepertinya Leon memang memiliki perasaan terhadap Lina."


Tapi sangat disayangkan, tampaknya Lina tidak memiliki perasaan sama sekali terhadap Leon.


Uriel yang kini telah mengetahui segalanya, tidak mengatakan apa-apa lagi.


"Leon pasti tidak akan berhenti sampai di sini, dia pasti akan terus berusaha keras, untuk terus menambahkan bahan bakar ke api. Hhhh.. Semuanya tergantung pada keputusan gadis kecilku."


Sampai setelah selesai makan malam, Lina mendesak Leon untuk segera pergi. Kuncup bunga kecil pun juga dibawa pergi olehnya.


Leon kemudian berkata yang mengandung makna, "Aku terpaksa tinggal sendirian di kamar kosong. Untungnya aku membawa serta anakku."


Ketika Leon mengatakan itu, dia sengaja berkata sambil menatap ke semuanya yang ada di situ, dengan tatapan seperti pria yang tak memiliki salah.


Lina menarik sudut mulutnya dan tersenyum kecut.


"Kamu pasti senang. Haha.."


...........


Biji bunga matahari memiliki pasar yang bagus, tetapi mereka tidak berencana untuk menanamnya dalam skala yang besar.


Lagi pula itu hanyalah camilan, bukan makanan yang bisa digunakan sebagai makanan pokok.


"Aku ingin menanam sesuatu yang lain, yang bisa lebih disukai seperti kentang atau padi, yang bisa lebih lama untuk menahan rasa lapar. Sayangnya di mall kristal hanya ada biji bunga matahari dan kacang panjang saja."


Meskipun apabila mall kristal telah membuka jenis benih yang lain, sekarang Lina sedang sangat miskin. Dia pun pasti tidak akan mampu untuk membeli benih tersebut.


Bubu menjawab, "Itu karena anda tidak memicu tugas acak, dan kami juga tidak secara aktif mempublikasikan tugas."


Lina kemudian bertanya, "Apakah tidak ada tugas lain selain tugas acak?"


Bubu menjawab, "Ada juga tugas khusus yang dapat dipilih oleh anda sendiri."


Lina bertanya lagi, "Apa saja tugas khusus yang ada di sana?"


Bubu berkata, "Kesulitan tugas khusus dibagi menjadi tiga. Tingkat dasar, menengah, dan lanjutan. Semakin tinggi tingkat kesulitan, akan semakin kaya hadiahnya. Tugas dengan tingkat apa yang anda inginkan?"


Segera setelah Lina mendengar kata "semakin kaya hadiahnya", Lina sangat ingin mengambil tingkat yang tertinggi, tetapi dia segera menghentikan keinginannya itu.


"Atau mungkin aku bisa melihat dulu apa saja tugasnya. Jika tugas-tugas tersebut sangat mudah, mungkin aku bisa mempertimbangkan untuk mengambil tugas tingkat menengah atau lanjutan."


Setelah beberapa saat, Lina mendengar Bubu yang berkata, "Ada tiga tugas, yang terkait dengan penanaman, penambangan, dan perburuan."


Lina pun segera mengesampingkan tugas perburuan terlebih dahulu.


"Aku sekarang sedang hamil. Lebih baik memilih yang hanya sedikit melakukan aktifitas."


Sejenak Lina merasa ragu-ragu untuk memilih antara menanam dan menambang. Dia sedikit lebih cenderung untuk memilih menanam. Lagi pula, keluarganya telah menanam di kebun sayuran dan buah-buahan di kaki gunung. Dia juga sudah paham dengan bidang ini. Tapi untuk berjaga-jaga, Lina yang merasa ragu kembali bertanya, "Bubu, tugas mana yang menurutmu lebih baik untukku?"


Bubu berkata, "Setelah saya mengevaluasi, saya menyarankan agar anda mengambil tugas penambangan."


"Kenapa?" Tanya Lina.

__ADS_1


Bubu berkata, "Tugas ini relatif sederhana untuk anda, dan anda saat ini juga sedang sangat membutuhkan Kristal."


Lina pun tertegun, "Kristal? Maksudmu, dengan menambang aku bisa mendapatkan Batu Kristal?"


"Tentu saja." Jawab Bubu


Lina yang mendengar itu pun hampir saja melompat-lompat karena kegirangan.


"Aku pikir aku hanya bisa menggali minyak tanah, logam, dan sebagainya. Tanpa aku duga, ternyata aku bisa menggali Batu Kristal?! Jika aku bisa menggali Urat Kristal, bukankah itu akan sangat menjanjikan untuk kedepannya?!"


Bubu segera menyela fantasi Lina, "Akankah anda akan mengambil misi penambangan?"


Dengan segera Lina mengangguk tanpa merasa ragu.


"Ya! Aku akan mengambil tugas ini!"


"Ting Tong!"


"Anda telah berhasil menerima tugas penambangan!"


"Tugas khusus ini dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Jika anda gagal menyelesaikan tugas, anda akan dihukum!"


Lina yang sebelumnya sangat bersemangat, kini menjadi sangat terkejut.


"Kenapa bisa ada batas waktu dan hukuman?"


Bubu berkata, "Ya, anda tidak akan lagi dapat memicu tugas acak sebelum anda menyelesaikan tugas khusus. Saya harap anda dapat menyelesaikan tugas anda sesegera mungkin!"


Lina terdiam untuk sementara waktu, dengan keraguan di dalam hatinya kemudian dia bertanya, "Apa hukumannya jika aku gagal menyelesaikan tugas?"


Bubu berkata, "Hukuman untuk tugas tingkat dasar relatif ringan. Anda hanya akan tidak sadarkan diri selama tujuh hari. Jika Anda beralih ke tugas tingkat yang lebih tinggi, anda mungkin akan langsung terbunuh apa bila anda sampai gagal."


Mendengar apa yang sudah di katakan oleh Bubu, Lina pun langsung berkeringat dingin karena ketakutan.


"Untungnya aku tidak buru-buru mengambil tugas di tingkat yang lebih tinggi. Jika aku tidak bisa menyelesaikan tugas itu, aku pasti akan mati! Ini sangat mengerikan!"


Sejak Lina mendapatkan kompas berburu harta, dia sama sekali belum pernah mencobanya. Sekarang sudah saatnya untuk dia gunakan.


Menurut panduan dari Bubu, Lina hanya perlu memutar mekanisme yang ada di tengah kompas.


"Putar ke kiri tiga kali, putar kekanan tiga kali, kemudian lepaskan."


Kini jarum penunjuk arah pada kompas mulai berputar.


Lina sama sekali tidak mengedipkan matanya, dia berjalan memegang kompas dan melihat jarumnya kini berputar dengan lebih cepat, yang membuat Lina menjadi merasa sangat bingung!


Lina pun dengan cepat segera bertanya, "Bubu! Apa kompas ini rusak? Kenapa jarumnya hanya berputar-putar terus menerus?"


Bubu menjawab, "Kompas berburu harta karun itu tidak rusak. Jarum penunjuknya terus berputar karena anda berdiri tepat di atas Uratnya."


Lina pun langsung merasa terkejut sekaligus senang.


"Ada Urat tepat di bawah kakiku?!"

__ADS_1


__ADS_2