Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 176 - Banyak Terjual


__ADS_3

Disaat Lina memiliki waktu luang, dia akan berlatih memanah di sebuah halaman, pada kayu yang dia jadikan sebagai sasaran.


Bakat Lina di bidang ini tidak buruk, meskipun dia berlatih secara otodidak, tapi dia tetap berlatih dengan sungguh-sungguh.


"Setelah berlatih selama beberapa hari ini, setidaknya sekarang aku sudah bisa mengenai tepat pada sasaran. Dari sepuluh anak panah, delapan diantaranya tepat mengenai sasaran. Ternyata aku lumayan juga.." Batin Lina.


Selama latihan memanah, anggur dari buah manis dan acar rebung yang dia simpan, akhirnya telah siap untuk dimakan.


Malam itu, Uriel merebus sepanci daging yang dicampur dengan acar rebung, dan ditambah dengan anggur buah manis. Keluarga Lina pun makan dengan sangat lahap dan sangat menikmati hidangan malam ini.


Tiba-tiba saja..


"Apa ada orang di rumah?"


Nano datang ke rumah Lina, untuk membicarakan bisnis dengan Uriel.


"Apa tuan Uriel ada?"


"Ya. Tunggu sebentar." Jawab Uriel.


Setelah berkata seperti itu, Uriel segera bangkit dari tempat duduk, dan berjalan menuju ke pintu untuk menemui sang tamu.


"Ada apa?" Tanya Uriel kepada Nano.


Nano pun berkata, "Mungkin dalam dua hari lagi, saya akan kembali ke Kota Matahari. Tujuan saya datang kemari, ingin membeli beberapa sayuran dan buah-buahan, yang akan sekalian saya bawa ke Kota Matahari. Selain itu, apakah tuan masih mempunyai keranjang bambu seperti kemarin? Saya juga ingin membeli beberapa lagi, jika masih ada."


Baru-baru ini, cuaca semakin dingin. Saga dan Uriel memutuskan untuk tidak pergi berburu di malam hari. Mereka tinggal di rumah dan membuat banyak keranjang bambu.


"Berapa banyak yang kamu inginkan?" Tanya Uriel kepada Nano.


Nano pun menjawabnya dengan ragu-ragu, "Apakah.. Seratus tidak apa-apa?" 


"Terlalu banyak. Aku hanya bisa memberimu lima puluh." Kata Uriel.


Lalu Nano berpikir sejenak, setelah itu berkata, "Lima puluh juga sudah cukup." 


Jumlah segitu baginya memang masih kurang, tapi segitu masih lebih baik daripada tidak sama sekali. 


Lima puluh keranjang bambu, digantikan dengan sepuluh Batu Kristal tak berwarna. Selain itu, Nano juga membeli banyak buah-buahan dan sayuran, yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Dia juga membayar semua sayuran dan buah-buahan itu dengan dua Batu Kristal biru. 


Uriel mengambil semua Batu Kristal itu, sambil berkata kepada Nano, "Musim dingin akan segera datang. Setelah kamu sampai di Kota Matahari, apa kamu baru akan kembali kemari saat mulai musim semi?"


Nano pun mengangguk, kemudian berkata, "Ya, cuaca di musim dingin terlalu buruk untuk menjalankan bisnis, kalau tidak, saya tidak akan membeli begitu banyak buah-buahan dan sayuran sebanyak ini." 


"Akan sangat dingin di luar. Kalau kamu sampai membeku, kamu akan kehilangan kesadaran. Itu sangat berbahaya."  Kata Uriel.

__ADS_1


Setelah membayangkan dan merasa takut jika sampai membeku, Nano mengangguk-anggukan kepalanya beberapa kali tanpa henti sambil berkata, "Ya, ya.." 


"Kami memiliki sejenis air khusus, yang bisa membuat tubuh para Orc terasa hangat setelah meminumnya. Dengan meminum air itu, setidaknya akan bisa membuat tubuh tetap hangat saat musim dingin." Kata Uriel. 


Saat mendengar apa yang Uriel katakan, seketika itu juga mata Nano berbinar, kemudian dia bertanya dengan penuh minat, "Jenis air apa itu tuan? Maukah anda menunjukkannya kepada saya?"


Wiro yang mengambilkan anggur, menuangkan anggur itu kesebuah gelas kayu, dan menyerahkannya kepada Nano untuk dicicipi. 


Begitu Nano menerima gelas anggur itu, dia bisa mencium bau dari buah manis. 


"Ada buah manis di dalam air ini?" 


Mendengar apa yang Nano tanyakan, Wiro pun tertawa, "Haha.. Hidungmu cukup tajam juga. Di air itu, memang ditambahkan dengan buah manis." 


Anggur yang terbuat dari buah manis itu memang terasa manis, dan rasanya sedikit mendekati rasa anggur. Selain itu, kadar alkoholnya juga tidak tinggi. Tapi bagi Nano yang belum pernah sama sekali meminum anggur, cukup membuatnya sedikit agak mabuk. Tubuhnya juga kini mulai terasa sedikit hangat setelah meminum anggur itu.


"Hmmm.. Air ini pasti akan sangat banyak diminati disaat musim dingin nanti!" Pikir Nano.


Melihat peluang bisnis yang sangat menjanjikan ini, Nano pun langsung menanyakan harga anggur tersebut.


"Berapa harga air anggur ini? Aku ingin membelinya juga." Tanya Nano kepada Wiro.


Wiro pun mengetuk toples batu yang sedang dia pegang, sambil berkata, "Satu toples anggur ini ditukar dengan satu Batu Kristal biru. Kami hanya bisa menjual sepuluh toples, tidak lebih." 


Bisa dikatakan, harga segitu cukup mahal. Tapi bagi Nano yang sebagai Orc pebisnis, dia tahu kalau khasiat dari minuman itu sepadan dengan harganya! 


Lalu Wiro berkata sambil tersenyum, "Sejujurnya, tidak mudah membuat air anggur seperti ini. Keluarga kami hanya membuat dua puluh toples anggur di tahun ini. Kami juga bisa membaginya, sepuluh yang kamu beli, dan sepuluh lagi sisanya untuk keluarga kami. Jika bukan karena kamu kenalan Uriel, kami hanya akan menjualnya paling banyak dua toples saja."


"Tapi.. Sepuluh toples benar-benar terlalu sedikit. Aku juga bisa mendapatkan lebih banyak Batu Kristal. Bisakah kamu menjual lebih banyak lagi?" Tanya Nano lagi kepada Wiro.


Dari dalam rumah, Saga yang sejak tadi tak terlihat dan diam tak berkata apa-apa, tiba-tiba saja menunjukkan dirinya dan membuka mulutnya untuk berkata, dengan nada suaranya yang terdengar sangat dingin, "Hanya ada sepuluh toples. Silahkan pergi jika kamu tidak mau membelinya." 


Pada hari-hari biasa di suku Serigala Batu, Nano lebih sering bertemu dan bercakap-cakap dengan Uriel dan Wiro, dan dia juga jarang melihat Saga dan belum pernah sekalipun berbicara dengannya.


Dalam kesannya, "Dia terlihat sangat dingin. Pria ini pasti sangat sulit untuk dekat dengan Orc jantan."


Pada kenyataannya, memang banyak Orc yang merasa takut, walaupun hanya melihat ekspresi dingin Saga.


Pada saat ini, Saga yang tiba-tiba saja membuka mulutnya, dan napas dinginnya yang menerpa wajah Nano, telah membuat Nano takut untuk berbicara lagi.


Lalu dengan segera, dia mengeluarkan sepuluh Batu Kristal berwarna biru, dan kemudian memanggil para pria yang ada di belakangnya, "Kalian bawa toples-toples ini juga, lalu segera kita bersiap-siap untuk kembali."


Setelah Nano pergi, Lina pun keluar dari dapur. Saat tadi para pria sedang membicarakan bisnis, Lina ingin keluar dan ikut bersama dengan Uriel dan Wiro untuk berbisnis, tapi dia segera didorong masuk lagi ke dapur oleh Wiro.


Tadi Wiro berkata, "Biarkan kami bertiga yang membicarakan bisnis ini. Kamu tetaplah di sini, jangan muncul."

__ADS_1


Hal itu juga yang diinginkan oleh Uriel.


Meskipun Nano telah menandatangani kontrak dan tidak akan membocorkan tentang situasi sebenarnya suku Serigala Batu kepada orang luar, tapi bagaimanapun juga, Nano juga orang luar. Selain itu, dia juga seorang pengusaha bayaran. Uriel tidak ingin dia terlalu dekat dengan Lina.


Pada saat ini Lina berkata, "Aku kan sudah membuat sebanyak empat puluh toples anggur. Keluarga kita juga tidak akan bisa menghabiskan semuanya. Tidak masalah juga jika tadi kamu menjual banyak toples anggur kepada Nano."


Tapi Wiro berkata dengan tidak puas, "Anggur buah manis itu adalah buatanmu sendiri. Kami mau menjualnya sepuluh toples itu saja sudah bagus untuk Nano!" 


Saga ikut berkata dengan merendahkan nada suaranya, "Jika itu aku, aku tidak akan menjualnya satu toples pun." 


Anggur buah yang dibuat oleh betina kecil ini, hanyalah milik mereka! Orang luar tidak layak untuk menyentuhnya, apalagi mencicipinya!


Sambil menatap Wiro dan Saga, Uriel juga berkata, "Kalau begitu, tunggu apa lagi? Mari kita segera meminum anggurnya." 


"Ayo." Ucap Wiro.


Saga hanya menganggukan kepalanya, sebagai tanda kalau dia juga setuju.


Melihat apa yang ketiga pasangannya telah putuskan, Lina hanya bisa menghela napasnya, "Hhhh.. Terserah kalian saja." 


...........


Dini hari berikutnya, Nano memulai perjalanannya untuk kembali ke Kota Matahari, bersama dengan sepuluh anak buahnya. Mereka semua membawa banyak tas kulit berbagai ukuran, yang penuh terisi dengan buah-buahan dan sayuran, dan juga keranjang bambu serta sepuluh toples anggur.


Pada hari keempat setelah Nano pergi, salju mulai turun dengan lebat.


Musim dingin yang panjang, akhirnya telah datang.


"Tidak tahu apakah ini hanya perasaanku saja. Tapi aku merasa, kalau musim dingin kali ini tidak sedingin tahun lalu. Bahkan tumpukan salju di luar, juga tidak setebal tahun lalu, dan beberapa dahan dan daun yang mati juga masih bisa terlihat." Kata Lina.


Tahun lalu, tidak ada celah sedikitpun untuk bisa melihat cabang dan daun-daunan yang layu, yang tertutup oleh salju yang tebal.


Tapi di musim dingin tahun ini, beberapa ranting pohon dan daun-daunan masih bisa terlihat.


Wiro pun berkata dengan penuh percaya diri, "Musim dingin tahun ini normal. Hanya musim dingin tahun lalu yang jauh lebih dingin, selain itu, durasinya juga sangat lama. Hal itulah yang telah membuat banyak hewan dan para Orc yang terbunuh di hutan. Jika tahun lalu kamu tidak cukup beruntung dan tidak berada di Gunung Batu, aku khawatir kamu pasti akan dibekukan hingga menjadi es."


Saat Lina melihat penampilan Wiro yang sangat percaya diri, dia tidak bisa menahan dirinya lagi untuk segera menyentuh kepala Wiro.


"Rambut perak pendeknya terasa kaku, tapi halus saat disentuh." Batin Lina.


Setelah itu Lina pun berkata sambil tersenyum manis, "Tahun lalu, kamu sudah menyelamatkan aku dan juga Uriel. Bagaimana aku harus membalas kebaikanmu? Bagaimana kalau malam ini ..." Pada kata terakhirnya yang menggantung, dengan sengaja Lina menatap Wiro sambil mengedipkan satu matanya kepada Wiro.


Begitu Wiro melihat kedipan mata Lina, mata Wiro pun segera terlihat berbinar, telinganya terlihat memerah dan menatap Lina dengan sorot matanya yang penuh harap. 


"Malam ini kita semua akan makan daging panggang sampai kenyang.." Kata Lina sambil berlalu pergi menuju ke dapur.

__ADS_1


Wiro, "....."


"Apa? Hadiahnya hanya makan daging panggang? Bukankah seharusnya kamu tidur denganku?" Tanya Wiro sambil merengek.


__ADS_2