Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 140 - Tiba Di Kota Matahari


__ADS_3

Malam ini, mereka semua beristirahat di hotel.


...........


Pada pagi harinya, Penguasa Kota Kristal Merah datang langsung untuk menebus kesalahan putranya.


"Yang Mulia Pangeran, saya ingin memberikan Yang Mulia bunga benang emas. Bunga ini telah ditawar oleh Yudi putra saya, saat di pelelangan. Selain itu, saya juga ingin mempersembahkan beberapa Batu Kristal berwarna merah untuk Pangeran Uriel. Saya mohon Pangeran mau menerimanya."


"Sepertinya permintaan maafnya tampak sangat tulus." Pikir Uriel sejenak.


"Baiklah. Terima kasih."


Setelah itu Uriel tidak mengatakan apa-apa lagi, jadi dia meminta pasukan untuk menerima semua pemberiannya itu.


Melihat bahwa Uriel bersedia menerima semua hadiah itu, Penguasa Kota Kristal Merah merasa sedikit lega.


Saat dia mengetahui kalau hari ini Uriel akan pergi menuju ke Kota Matahari, penguasa kota segera memimpin tim penjaga dan secara pribadi mengantarkan mereka semua keluar dari ngarai batu merah. Seluruh proses juga dia lakukan dengan sikap yang sangat hormat.


Saat ini Lina telah duduk di punggung Harimau putih, dan diikuti oleh Jenderal Beruang yang memimpin tiga puluh lebih Orc penjaga.


Disiplin mereka sangat ketat. Dari awal hingga akhir, mereka tetap mempertahankan keadaan yang hening sempurna, hampir tidak ada tindakan dan kata-kata tambahan dari mereka semua.


Sedangkan Leon terbang di langit, dan kadang-kadang turun untuk berbicara dengan Lina, tapi dia lebih sering tidak terlihat.


"Sepertinya dia tidak suka bersama dengan para penjaga." Pikir Lina.


Mereka semua telah berjalan hampir selama tiga hari, dan akhirnya pada pagi hari keempat, mereka semua telah tiba di Kota Matahari.


Kota Matahari dibangun di Gurun Matahari. Meskipun Gurun, tapi Gurun tersebut tidak terlalu kering.


Tidak ada gerbang atau pun tembok. Rumah-rumah para Orc juga terlihat sangat banyak dan tersebar. Tapi jika dilihat dari tempat yang tinggi, akan bisa terlihat rumah-rumah batu yang berjajar padat. Rumah-rumah tersebut berkumpul menjadi sebuah lingkaran besar, dan di tengah lingkaran itu terdapat sebuah bangunan tinggi yang megah.


Pada saat ini Uriel sedang memberitahukan kepada Lina, "Di sanalah letak istananya. Di belakang istana ada sebuah Gunung Suci, di mana para Imam besar dan para utusan tinggal."


Di luar kota ada penjaga yang sedang berpatroli, saat mereka melihat Uriel, mereka pun segera berlutut dan memberi hormat.


"SELAMAT DATANG, YANG MULIA."


Uriel tampaknya sudah terbiasa dengan hal seperti ini, dia terlihat tampak sangat tenang.


Berbeda dengan Lina yang tidak terbiasa, tapi dia tidak ingin mempermalukan Uriel, dia pun mencoba berpura-pura untuk tetap berusaha bersikap sangat tenang.


Setelah memasuki kota, Lina bisa melihat pengaturan tata letak kota yang sangat ketat.


"Dari kota luar satu demi satu sampai ke kota dalam, semakin dekat ke Istana Kerajaan dan gunung suci maka akan semakin standar bangunannya, dan semakin bersih dan rapi pakaian yang para Orc kenakan."

__ADS_1


Saat ini Uriel mengambil inisiatif untuk menjadi pemandu wisata dan menjelaskan tentang Kota ini kepada Lina.


"Kota bagian terluar dibagi menjadi tiga tingkat. Tingkat pertama untuk para budak dan Orc yang tidak mampu, tingkat kedua untuk para Orc biasa, tingkat ketiga untuk para pengusaha kaya. Sedangkan kota bagian dalam dibagi menjadi dua bagian. Bagian kiri dihuni oleh para Orc bangsawan, dan bagian kanan dihuni oleh orang-orang yang dipercaya untuk melayani para imam besar dan para utusan. Tanpa mendapatkan izin dari kami, Orc biasa tidak akan diizinkan memasuki kota bagian dalam. Ini adalah aturan di Kota Matahari."


Jika dibandingkan dengan Kota Kristal Merah, Kota Matahari lebih seperti Kota Binatang Buas yang lengkap. Meskipun di sini ada bangunan dan jalanan yang kotor, tapi tata letak di sini jauh lebih ketat daripada Kota Kristal Merah.


"Waktu itu Uriel pernah mengatakan tentang Kota Utama, yang tingkatannya di atas Kota Bulan Gelap. Aku tidak tahu akan seperti apa Kota Utama itu." Rasa penasaran Lina mulai semakin tumbuh di hatinya.


...........


Saat ini rombongan telah tiba di gerbang istana, tanpa adanya hambatan sedikitpun.


Ada terdapat patung batu besar yang berbentuk Harimau di gerbang istana.


"Meskipun tekstur pahatannya terlihat kasar, tapi pesona unik Harimaunya tetap bisa terlihat. Waaaah.. Terlihat sangat megah!" Pikir Lina yang merasa sedikit takjub saat melihat hal itu.


Tapi tiba-tiba saja saat ini Leon berkata kepada Uriel dan Lina, "Aku masih punya sesuatu yang harus aku urus, aku tidak akan menemanimu ke istana. Tiga hari lagi aku akan datang untuk menemuimu."


Kemudian dia menyentuh kuncup bunga yang ada di kepala si pria kecil dan berkata, "Jaga ibumu baik-baik."


Si pria kecil pun mengerang dan menggosokan tubuhnya ke telapak tangan Leon, "Ayah.."


"Kemana kamu akan pergi?" Tanya Lina kepada Leon.


Mendengar Lina bertanya seperti itu, Leon pun tersenyum ambigu.


Lina, "....." Lina hanya diam sambil memutar bola matanya.


"Aku akan pergi mencari seorang teman lama," setelah berkata seperti itu, kemudian Leon melemparkan sebuah piccolo yang terbuat dari tulang kepada Lina, lalu lanjut berbicara lagi, "Jika kamu dalam bahaya, tiup saja piccolo itu. Kalau aku sedang bebas, akan aku pertimbangkan untuk datang membantumu."


Lina sudah menangkap piccolo tersebut dan mengucapkan terima kasih dengan sopan.


"Baiklah.. Terima kasih.."


"Aku tidak menerima ucapan terima kasih secara lisan." Ucap Leon saat mendengar Lina yang berterima kasih padanya.


"Apa yang kamu ing ..."


Sebelum Lina menyelesaikan kalimatnya, dia melihat sekelebat bayangan merah darah, yang tiba-tiba saja mendekatinya dengan sangat cepat. Wajahnya yang putih cantik tiba-tiba saja memerah, dan matanya yang bulat besar tiba-tiba saja melotot!


Setelah Leon selesai memberi kecupan di bibir Lina, dia pun berkata dengan santai, "Aku suka hadiah seperti ini."


Belum sempat Lina melampiaskan amarahnya kepada Leon, dia sudah mengepak-ngepakan sayapnya dan terbang dengan senyum gembira.


"Beneran deh! Dia itu memang Orc yang harus aku pukuli sendiri, hingga babak belur dan terluka parah!"

__ADS_1


...........


Saat ini di luar gerbang istana telah berdiri beberapa Orc, salah satunya adalah Orc muda berambut putih dengan penampilannya yang paling menonjol.


Orc Muda tersebut mengenakan rok kulit harimau, dan di dadanya ada kalung Batu Kristal berwarna biru dan gigi harimau. Tubuh Orc muda itu juga terlihat ramping dan kuat. Kulitnya yang berwarna seperti gandum, terlihat sangat sehat dan halus. Mata birunya seperti Batu Kristal biru kualitas terbaik, terlihat sangat bersinar.


Saat pandangan pertama Lina melihat Orc muda itu, Lina segera mengerutkan alisnya dan berpikir, "Aku rasa sepertinya Orc muda itu tampak mirip seperti Uriel!"


Ketika Orc muda berambut putih itu melihat Uriel, mata birunya langsung berbinar.


Dia segera melangkah maju sambil merentangkan tangannya kedepan, mencoba untuk memeluk Uriel.


"Kakak, akhirnya kamu kembali! Kemarin aku mendengar kabar dari paman Beruang, kalau kamu telah kembali. Aku sangat senang, hingga sepanjang malam aku tidak bisa tidur. Hari ini aku datang ke gerbang istana, khusus untuk menunggu kedatanganmu."


Uriel juga balas memeluknya dan berkata sambil tersenyum, "Sekarang kamu sudah terlihat jauh lebih tinggi."


Kemudian Uriel menoleh dan memperkenalkan Orc muda itu kepada Lina, "Bocah ini adalah, Azka Nouh. Dia adalah adik laki-lakiku."


Saat Uriel berkata seperti itu, tiba-tiba saja Lina baru menyadari, "Pantas saja mereka terlihat mirip, ternyata mereka bersaudara!"


Saat pertama kali Lina melihat adik iparnya, dia merasa sedikit gugup. Kemudian dia menarik kerudung kulit binatang yang menutupi seluruh kepalanya dan menunjukkan wajahnya yang putih dan sangat cantik imut, lalu tersenyum dan berkata, "Halo.. Nama saya, Lina Maya. Saya pasangan Uriel Nouh."


Sebelumnya Azka sudah mendengar kalau Uriel telah menemukan pasangan. Awalnya dia tidak memperhatikannya. Tapi saat dia melihat wajah gadis itu, dia terlihat sangat terkejut.


"AH?"


"Wanita yang sangat cantik seperti itu sangatlah langka. Terutama kulitnya yang putih dan halus seperti susu, membuat orang yang melihatnya ingin menyentuhnya."


Setelah sesaat terkejut, Azka segera tersenyum lebar, mata birunya terlihat terang seterang bintang.


"Saya tidak menyangka disaat kakak kedua pergi jauh, tiba-tiba saja di luar sana menemukan pasangan yang begitu cantik. Kalau saja saya tahu ada hal yang begitu indah di luar sana, saya pasti tidak akan malu-malu untuk mengikuti kakakku pergi!"


Mendengar bualan dari Azka, membuat Lina merasa sedikit malu. Pipi putih dan halusnya kini terlihat sedikit memerah.


Melihat hal itu, Uriel berkata dengan senyum tak berdaya, "Sudah. Jangan menggoda Linaku lagi. Nanti dia akan merasa sangat malu."


Tapi Azka Nouh menggelengkan kepalanya dan menjulurkan lidahnya.


"Wek! Banyak orang yang mengatakan, kalau Orc jantan akan menjadi sangat pendek hatinya, setelah dia menemukan pasangannya. Sebelumnya aku tidak percaya akan hal itu. Tapi hari ini aku sudah melihatnya sendiri, kalau semua hatimu ada di tubuh Lina, dan kamu sama sekali sudah tidak peduli lagi dengan saudara sendiri!"


Mendengar itu, Uriel menepuk pundak adiknya kemudian berkata, "Saat kamu menemukan pasangan yang kamu sukai, mungkin saat itu kamu akan menjadi lebih pendek dariku."


"Hentikan, itu tidak akan mungkin!"


Kedua bersaudara itu pun bercanda sambil berjalan masuk ke dalam istana.

__ADS_1


Lina yang saat ini berada dalam pelukan Uriel sedang berpikir, "Ini adalah kunjungan pertamaku untuk bertemu dengan ayah mertua. Aku sendiri juga belum tahu, Orc yang seperti apa dia yah?"


__ADS_2