Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 181 - Hentikan Semua Ini


__ADS_3

Kelima Kucing Liar ini sangat gesit dan lincah, terlebih lagi, mereka semua selalu bekerjasama dengan sangat kompak dan terkadang bergantian menyerang Saga.


Setelah beberapa kali terkena serangan, bisa dibilang, Saga telah kalah. Di tubuhnya kini terdapat beberapa luka.


Lina yang sedang berada di pohon pun mulai tampak putus asa.


"Oh tidak! Saga!"


Kemudian dia segera mengeluarkan busur dan anak panah, lalu mengarahkan panah tersebut ke salah satu Kucing Liar.


Saat salah satu Kucing Liar mengangkat cakarnya hendak menyerang Saga lagi, dengan segera, Lina melepaskan jari-jarinya yang menjepit ujung belakang anak panah.


"ZIIIING!"


Anak panah itu pun melesat dengan sangat cepat, hingga mengeluarkan bunyi desiran, dan tepat mengenai telapak tangan Orc Kucing Liar yang hendak menyerang Saga!


"KRASHH!"


"ARRRGH"


Saat Orc itu menarik panah anak panah yang menancap di tangannya, selain darah, duri pada ujung depan anak panah itu juga menarik keluar beberapa dagingnya.


"ARRRGHK!"


Rasa sakit yang teramat sangat, membuat Orc itu sampai berlutut.


Tapi, suhu saat ini yang sedang sangat rendah, segera membekukan luka di tangan Orc itu dengan cepat.


Kucing Liar itu membuang anak panah yang baru saja dia cabut, dan dengan panik berlari menuju ke arah Lina, berniat untuk membalaskan dendam!


"HUAUUW!"


"BUK BUK! BUK BUK!"


Melihat hal ini, Lina bergegas menarik busur panahnya lagi, dan menembakkannya ke arah Kucing Liar yang saat ini sedang menuju ke arahnya!


"ZIIIIING!"


"KRASSHH!"


"HUAAARGH! BRUK!"


Kali ini, anak panah Lina yang kedua tepat mengenai lutut si Kucing Liar, hingga membuat Orc yang sedang berlari menuju ke arahnya itu, jatuh tersungkur di atas tumpukan salju.


Mengingat pelajaran sebelumnya, Orc itu tidak lagi berani untuk mencabut anak panah yang kali ini menancap di lututnya. Dia kembali bangkit dengan anak panah yang masih menancap, dan bergerak lagi untuk segera menerkam Lina!


"Dasar sialan! Hari ini, aku harus mencabik-cabikmu!"


"BUK BUK! BUK BUK!"


Setelah berkata seperti itu, Orc itu pun segera berlari dengan sangat cepat, dan dalam sekejap mata, kini dia telah berada di bawah pohon di mana Lina berada.


Lina berusaha untuk tetap tenang dan konsentrasi, untuk menembakkan lagi beberapa anak panah yang dia miliki, ke arah Orc yang saat ini sudah berada di bawah pohon.


"ZING!"


"ZING!"


"ZING!"


Tapi, tidak ada satupun dari anak panah yang kali ini dia tembakkan mengenai sasaran.


"Ah? Tidak ada satupun anak panah yang mengenainya!"


Sebaliknya, hal itu kini telah membuat Orc Kucing Liar itu benar-benar marah!


"Dasar betina sialan!"


Kemudian Orc itu mencoba memanjat sambil terus menghindari tembakkan anak panah yang Lina lepaskan, untuk segera membunuh Lina!


Saga yang melihat hal ini, sangat menyadari bahaya yang saat ini sedang Lina hadapi. Dia pun tidak ragu-ragu untuk segera berbalik dan bergerak dengan cepat menuju ke arah di mana Lina berada.


"DESISISISSS"


"SRAK! SRAK! SRAK! SRAK!"


Saat Saga bergerak menuju ke arah di mana Lina berada, ke empat Kucing Liar lainnya segera mengambil kesempatan ini untuk menyerang dan menerkam Saga dari belakang.


"HUAUW!"


"CRASH! CRASH! CRASH!"


Taring serta cakar mereka yang sangat tajam, segera merobek sisik Ular Saga, hingga menembus kulit dan dagingnya, memperlihatkan daging serta darahnya yang merah.


"ARRRGH!"

__ADS_1


Meskipun Saga merasakan sangat kesakitan, tapi dia tidak mempedulikannya dan tidak menghentikan pergerakannya sedetikpun, dia masih terus bergerak, untuk bergegas menuju ke pohon.


Saat sudah dekat, Saga segera mengayunkan ekor Ularnya dengan sekuat tenaganya, dan menghantamkannya ke tubuh Orc yang sedang memanjat di pohon.


"WUUZH! DUAAGHH!"


"UGH!"


Hantaman ekor Ular Saga yang tepat mengenai tubuh Orc yang sedang memanjat, dan tanpa sedikitpun mengenai pohon di mana Lina berada, segera menerbangkan Orc itu hingga beberapa belas meter!


"BRUK!"


Akibatnya, luka-luka di tubuh Saga yang sebelumnya membeku karena suhu dingin, kini terkoyak lagi akibat dari pergerakannya.


Luka pada tubuh Saga pun segera menganga lagi, hingga darahnya mengalir berceceran di atas salju.


"Desisisisss! Hah.. Hah.. Hah.. Hah!"


Meskipun dengan napasnya yang sudah terengah-engah, namun sepertinya Saga sama sekali tidak mempedulikan rasa sakitnya, dan terus mengibaskan ekor Ularnya, menyerang ke empat Kucing Liar yang mencoba untuk menyerangnya lagi dari belakang.


"HIAAAH!"


"WUSHH! WUSHH!"


"BRAK!"


Para Kucing Liar itu segera bisa memahami situasi saat ini. Kejadian tadi, membuat mereka tahu kalau betina kecil di pohon itu adalah kelemahan Saga.


Mereka berlima pun segera saling memberi kode dengan mata mereka, untuk mengubah strategi licik mereka.


Tiga dari Kucing Liar segera menyerang Saga untuk mengalihkan perhatian, dan dua lainnya bergegas untuk menyerang Lina yang masih berada di pohon.


Trik seperti ini memang memalukan, tapi berhasil.


"HUAUUWW!"


"CRASH! BUK!"


"DESISISISSS! BRAK! BRAK!"


Akhirnya, kali ini emosi Saga benar-benar telah memuncak dan pecah, saat dia melihat Lina yang telah di bawa turun oleh dua Orc Kucing Liar!


"Lepaskan aku! Hentikan semua ini! Jangan sakiti Saga!" Seru Lina.


Itu tandanya, darah iblis yang ada di dalam tubuh Saga telah terbangun lagi!


"ZESISISISISSSSS!"


Kekuatannya kini juga telah meningkat dari empat bintang menjadi delapan bintang hanya dalam sekejap mata!


Pada saat ini, Ular Piton raksasa itu membuka mulutnya yang besar, dan segera menerjang salah satu Orc Kucing Liar yang ada di dekat Lina, untuk menelannya.


Dan, terdengar jeritan Orc yang saat ini sudah berada di dalam mulut Saga yang berwujud Ular Piton iblis raksasa, "AAAAKHHH!"


Lina, "....."


Ini adalah pertama kalinya bagi Lina, melihat Saga menelan Orc hidup-hidup.


Lina sangat ketakutan saat melihat kejadian barusan, hingga membuat dia membeku di tempat. Matanya terbuka dengan lebar, dan menatap Saga dengan rasa tidak percaya.


"Sa.. Sa.. Saga.." Ucap Lina terbata-bata karena sangat terkejut, saat melihat perubahan pada diri Saga.


Ular Piton hitam raksasa itu baru saja menelan satu Orc hidup-hidup, tapi, dia merasa kalau itu masih belum cukup.


Ular raksasa itu pun menoleh kearah keempat Orc Kucing Liar lainnya, dan menatap mereka dengan matanya yang berwarna merah darah, yang seolah-olah dipenuhi dengan kebrutalan dan kekejaman.


"ZESISIS!"


Setelah melihat kejadian ini, ke empat Orc Kucing itu segera menyadari, kalau saat ini ada sesuatu yang salah. Mereka semua pun segera berbalik dan berlari.


Sayangnya, kecepat mereka masih selangkah lebih lambat dari si Ular hitam raksasa.


Hanya dalam waktu sebentar saja, semua Orc Kucing Liar itu pun dengan mudah ditangkap oleh Ular Piton hitam raksasa!


"ZESISISISSSSS!"


"JANGAAAN! AAKH!"


"ARRRGH!"


Tak ada satu pun dari mereka, yang bisa melarikan diri. Semuanya telah ditelan hidup-hidup oleh Ular Piton raksasa!


Setelah menelan kelima Orc Kucing Liar, Ular Piton hitam raksasa itu berbalik dan bergerak ke depan Lina.


Ular raksasa itu menundukkan kepalanya, dengan kedua bola matanya yang berwarna merah darah, terkunci pada sosok Lina. Seolah-olah Ular itu sedang memikirkan, "Apakah rasa betina kecil yang ada di depanku ini terasa enak?!"

__ADS_1


Lina yang sangat ketakutan pun sampai menangis.


"Saga.. Ini aku! Aku Lina.. Apa kamu tidak mengenaliku?"


Tanpa merespon dengan satu katapun, Ular Piton raksasa itu menjulurkan lidahnya, melingkarkannya di leher Lina, dan mengangkat tubuh Lina.


Leher Lina yang kini terjerat dengan erat oleh lidah Ular Piton raksasa, membuat Lina mulai susah untuk bernapas!


"AKGGHHH!"


Dengan susah payah, Lina berusaha untuk mengulurkan tangannya untuk memeluk kepala Ular Piton raksasa itu, dan berseru, "Saga.. Sadarlah! AKKGHH!"


Saat Ular itu melihat air mata yang mengalir dari kedua sudut mata Lina, saat itu juga, seberkas cahaya seperti melintas di mata Ular Piton raksasa itu.


Ular Piton raksasa itu kini telah mendapatkan kembali sebagian dari kesadarannya dan segera melepaskan lilitan lidahnya pada leher Lina.


Setelah itu, Piton raksasa itu mundur selangkah dan berkata dengan nada suaranya yang terdengar menyesal, "Jangan dekati aku.. Aku bisa saja melukaimu.."


Meskipun bisa mendengar apa yang baru saja Ular raksasa itu katakan, tapi Lina tetap mengabaikan hal itu. Dia bergegas mendekati dan memeluk tubuh Ular raksasa itu, menempelkan pipinya pada sisik si Ular, lalu berkata sambil terisak-isak, "Saga.. Kamu harus bisa bertahan untukku.. Jangan sampai kamu terpengaruh oleh monster di dalam tubuhmu.."


Ular Piton raksasa itu menatap ke bawah ke arah wanita kecil yang sedang memeluknya erat-erat, dan semua jenis emosinya segera bergejolak di dalam hatinya.


"Rasanya, aku sangat ingin menelanmu hidup-hidup." Kata Ular Piton yang sedang melawan keinginan iblis di dalam dirinya.


"Kamu tidak akan pernah melakukannya! Aku sangat percaya padamu! Teruslah lawan keinginan iblis yang ada di dalam dirimu.."


Apa mungkin karena nada suara Lina yang terdengar terlalu menyedihkan, atau, karena Lina terlalu penting di hati Saga? Hingga mampu membuat Saga tidak ingin menyentuh Lina atau bahkan untuk melukai Lina.


"HAAAAAAA!"


Setelah berteriak keras melawan semua gejolak darah iblis di dalam tubuhnya, akhirnya, Saga benar-benar berhasil menekan darah iblis yang ada di dalam dirinya.


"Hah.. Hah.. Hah.."


Warna merah darah di matanya berangsur-angsur memudar, dan tubuh Ularnya kini telah kembali ke ukuran normal.


"Hah.. Hah.. Hah.."


"BRUK!"


Tubuh Ular Saga segera ambruk ke tanah, dan terlihat juga luka-luka di tubuhnya yang sangat mengerikan.


Melihat kondisi Saga yang seperti ini, membuat Lina merasa sangat tertekan.


Saat Lina hendak menyayat telapak tangannya untuk memberikan sedikit darahnya kepada Saga, saat itu juga dia mendengar suara dari arah belakangnya.


"Saga!"


Mendengar itu, Lina pun segera menoleh dan melihat seekor King Kobra besar berada tidak jauh darinya, dan sedang mengangkat kepalanya.


Ukuran tubuh King Kobra itu hampir sama dengan tubuh Ular Saga.


Permukaan kulit King Kobra itu berwarna merah tua dan ditutupi dengan garis-garis berwarna emas muda yang terlihat sangat cerah, tapi juga penuh dengan bahaya.


"Berhati-hatilah. Orc Ular ini juga berasal dari klan Iblis!"


Setelah berkata seperti itu kepada Lina, Saga segera bangkit dan berdiri membelakangi Lina di punggungnya, lalu menatap King Kobra di hadapannya dengan sangat waspada, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Setelah sekian lama aku mencarimu, akhirnya bisa bertemu denganmu juga," setelah berkata seperti itu, King Kobra itu pun bergerak mendekati Saga. Tapi saat dia sudah dekat dengan Saga, dia menyipitkan matanya yang berwarna emas, lalu berkata, "Tapi kamu sangat mengecewakanku. Kamu benar-benar sudah menekan darah iblis monster di dalam dirimu lagi. Tapi untungnya, aku membawakanmu lima Kucing Liar untuk memberimu makanan tambahan."


Lina yang juga mendengar apa yang King Kobra itu katakan, kini mulai mengerti, "Ternyata, para Kucing Liar yang barusan menyerang kami semua, adalah suruhan dari King Cobra di depanku ini! Orc ini pasti ingin kami mati dengan tidak baik! Tapi, jika ku dengar dari nada bicaranya, sepertinya dia sudah lama mengenal Saga."


Setelah berpikir seperti itu, Lina pun segera menatap Saga dengan bingung.


Pada saat ini, Saga masih terus mengamati dan mewaspadai setiap pergerakan King Kobra. Terutama saat King Kobra itu bergerak mendekati dirinya, Saga segera siaga dan berkonsentrasi penuh.


King Kobra yang masih terlihat santai, saat ini berkata lagi, "Kenapa kamu tidak berbicara?"


Setelah lama terdiam, akhirnya Saga membuka mulutnya dan berkata, "Paman."


Lina, "....."


Saat mendengar apa yang baru saja Saga ucapkan, saat itu juga membuat Lina tercengang.


"Apah?? King Kobra berbahaya ini adalah paman Saga?!" Batin Lina sambil menatap si King Kobra dengan sorot mata dan ekspresi terkejut.


King Kobra itu pun menjawab Saga dengan puas, "Yah, meskipun sulit bagimu untuk mengingat pamanmu sendiri, tapi aku sangat senang."


Saga masih terus menatap pamannya dengan waspada, lalu berkata, "Ada masalah apa hingga paman mencariku dengan begitu keras?"


"Aku sudah mendengar, kalau kamu telah membangkitkan darah iblis monster di dalam dirimu. Kedatanganku kesini menemuimu, untuk membawamu kembali ke klan iblis." Ucap si King Kobra.


Tapi saga segera menolaknya tanpa ragu-ragu, "Aku tidak akan pernah ikut pergi bersamamu."


Saat mendengar apa yang Saga katakan, King Kobra itu sedikit terkejut lalu berkata, "Kenapa? Bukankah kamu telah membangkitkan darah iblis monster di dalam dirimu? Itu artinya, kamu adalah anggota dari klan Iblis. Daratan Orc ini sudah tidak lagi cocok untuk kamu tinggali. Klan Iblis adalah rumah yang paling sesuai untukmu. Tak perlu banyak berpikir lagi, kamu harus ikut kembali bersamaku."

__ADS_1


__ADS_2