Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 22 - Siapa yang Menendangku?


__ADS_3

Dengan santainya Avi menjawab, "Hutan sudah tertutup salju, hewan liar juga sedang bersembunyi dan berhibernasi. Sekarang kami tidak bisa mendapatkan mangsa, karena itulah kami cuma bisa meminjam makanan darimu untuk musim dingin ini. Bahkan jika kau tidak mau memberikannya pun tidak masalah bagiku. Bagaimanapun, kau sudah tak memiliki pasangan sebagai keluargamu. Kau kini hanyalah seorang diri. Kami bisa mengambil apa pun yang kami inginkan. Kau tak bisa melarang kami."


Mendengar itu wajah Lina seketika memerah, tubuhnya gemetar.


"Kau perampok! Saat pasanganku kembali, dia pasti tidak akan membiarkanmu pergi!"


"Itupun kalau dia bisa kembali hidup-hidup." Avi menyeringai sinis.


Saat ini di luar, salju sedang turun dengan lebat, seluruh hutan juga tertutup oleh es di musim dingin. Avi meyakini kalau si harimau putih itu pasti tak akan bisa kembali hidup-hidup. Dia pasti sudah mati di luar.


Karena itulah Avi berani mengambil barang-barang milik Lina tanpa rasa takut.


Perkataan Avi tadi sudah sangat menyakitkan hati Lina.


Yang paling dia takuti adalah Uriel dan Wiro tidak bisa kembali lagi.


Avi sangat menikmati melihat Lina yang merasa hancur dan tak berdaya. Dia tertawa lepas merasa sangat bahagia, dengan dadanya yang besar ikut bergerak naik turun.


Dia berjalan ke arah Lina, kemudian memegang dan mengangkat dagu gadis mungil itu.


"Gadis kecil yang imut! Kalau bukan karena Josh jatuh cinta padamu, aku benar-benar sangat ingin menghancurkan wajahmu yang menjijikkan ini!"


"Keluar dari sini!" Lina kemudian mendorong perempuan itu dengan seluruh kekuatannya.


Akibatnya, Avi pun terdorong beberapa langkah kebelakang dan kakinya tersandung sepotong kulit yang tergeletak di tanah.


Berusaha menyeimbangkan badannya supaya tidak jatuh kebelakang, dia malah terpeleset dan terjatuh kedepan. Dia terjatuh di tanah dengan posisinya yang seperti sedang merangkak.


Para Orc yang dia bawa pun melihatnya, dengan cepat mereka membantunya berdiri dan menanyakan apakah dia terluka.


Avi yang merasa sangat terhina, dia menunjuk ke arah Lina, menggertakkan giginya dan berkata, "Tangkap dia, aku akan memberinya pelajaran!"


Mendengar itu, para Orc laki-laki saling menatap. Meskipun mereka sangat mematuhi Avi, tapi Lina adalah seorang wanita yang sangat cantik dan memiliki daya pikat yang sangat besar. Para pria itupun tidak berani berbuat apa-apa.


Keragu-raguan para Orc laki-laki itu membuat Avi semakin marah.


Jelas dia merasa dia adalah wanita paling cantik! Semua pria harus mendengarkannya!


Tapi sekarang, mereka malah berani menolak untuk mematuhi perintahnya demi wanita lain.


Melihat hal itu, perasaan ingin menghabisi gadis kecil itu semakin kuat di hati Avi.


Dia cemburu.


Dia merasa tersaingi.


Dia ingin segera menghabisi Lina.


Tapi ada banyak Orc di sekitarnya, dia tidak mungkin melakukannya terang-terangan.


Hukuman atas kejahatan membunuh seorang wanita sangat berat, bahkan jika dia pun seorang wanita, dia tidak mungkin bisa menghindari hukuman yang berat.


Tiba-tiba Avi teringat pada seseorang.

__ADS_1


Dia kemudian menoleh ke kejauhan dan berseru, "Josh, bawa pergi wanitamu ini! Dia sudah sangat menghalangi ku di sini."


Josh yang sudah disebutkan namanya, sedang berdiri tidak jauh dari tempat kejadian. Kemudian dengan segera dia berjalan mendekat menuju ke arah Lina. Senyumnya terlihat bersahabat, tapi tatapan matanya terlihat penuh n*fs*".


“Gadis kecil yang malang, pasangan priamu sudah meninggal di hamparan salju. Aku juga tak tega jika melihatmu hidup sendiri. Kenapa sekarang kamu tidak pergi bersamaku saja? Aku pasti akan menjaga dan merawatmu dengan baik.” Kata Josh sambil menatap Wajah Lina.


Terlihat olehnya, kulit wajah yang putih dan halus berubah merah karena marah, matanya yang hitam terlihat terang seolah bisa menyinari gua yang gelap.


Dan pinggangnya yang ramping, kakinya yang putih mulus dan lurus, rambut hitamnya yang panjang.


Melihat itu semua, sungguh menggoda dan melumpuhkan daya tahan setiap Orc pria yang memandangnya.


Napas Josh pun berangsur-angsur menjadi pendek, benda miliknya hampir menyembul, tapi tertahan oleh rok ketat di bawah yang sedang dia kenakan. Matanya penuh gairah dan ingin segera menggendong dan membawa gadis kecil itu pulang bersamanya.


Dia merasa percaya diri kalau dia akan bisa membawa gadis kecil yang cantik ini.


Lina menyadari ada yang tidak beres pada pandangan mata Orc pria yang ada di depannya ini. Dia mundur dua langkah untuk menjauh darinya, sambil mengawasi setiap gerakannya dengan hati-hati.


"Aku tidak butuh kau untuk merawatku! Aku juga tak akan pernah selangkahpun pergi bersamamu."


Josh tersenyum kecil.


"Makanan milik keluargamu akan segera dibawa, kalau kamu tidak ikut pergi bersamaku, kamu bisa mati kelaparan."


Avi pun ikut berbicara, "Aku menyarankan kau untuk ikut pergi dengan Josh, atau kau akan mati kelaparan!"


Lina sangat marah, tapi dia berusaha menenangkan dirinya.


Dia melihat ke arah Josh, lalu ke arah Avi, kemudian dia tiba-tiba bertanya, "Apa kalian berdua benar-benar satu kelompok? Yang satu merampok barang, yang lain merampok orang. Rencana kalian memang sangat bagus, akan tetapi kulit muka kalian terlalu tebal!"


"Josh, apa lagi yang masih kamu pikirkan? Segera bawa dia pergi! Aku tak ingin melihatnya lagi!" Perintah Avi kepada Josh.


Dengan segera Josh mendekati Lina dan segera menangkapnya.


"Meskipun kamu tak ingin pergi denganku, aku lah yang akan membuatmu pergi denganku."


"Aku tidak akan pergi denganmu! Lepaskan aku!" Lina meronta-ronta berjuang sekuat tenaga untuk berusaha melepaskan diri.


Dia mulai merasa putus asa dan ketakutan.


Kekuatannya jelas terlalu kecil untuk bisa melawan, meskipun itu hanya satu Orc pria dewasa. Dengan sangat mudah dia sudah dijatuhkan ketanah oleh Josh.


Lina berseru ngeri, "Jangan! Keluar kalian dari sini! Jangan kau sentuh aku!"


Ada beberapa Orc pria yang melihat kejadian itu. Tapi mereka hanya bisa melihat, ada juga yang ingin berbicara untuk menghentikan kejadian ini, tetapi Avi segera memelototi mereka.


Melihat keputusasaan Lina, Avi pun mencoba untuk semakin memanas-manasi suasana.


"Josh, jika aku seorang laki-laki, aku akan memasukkan benda milikku sekarang juga. Dengan begitu dia pasti akan segera menjadi pasanganku. Selama dia sudah ada di hadapanku, aku pasti akan melakukan apa saja yang aku mau terhadapnya!"


Mendengar itu, tatapan mata Josh semakin dalam memandangi gadis kecil yang terbaring di bawah tubuhnya itu, dia benar-benar mulai memikirkan apa yang baru saja Avi katakan.


Ada banyak orang di sekitar yang sedang menonton, hal itu membuatnya mulai semakin bersemangat.

__ADS_1


Dia menjilati bibirnya, seolah-olah sedang melihat hidangan yang lezat ada di depan matanya. Tangannya mulai meraih rok bulu yang dikenakan seorang gadis yang sedang terbaring takut yang berada di bawah tubuhnya.


"Gadis kecil, aku ingin membawamu kembali dan melakukannya di tempatku. Tapi sayangnya kamu terlalu membangkang. Aku akan memberimu pelajaran di sini, sekarang juga."


Lina meraih rok bulunya dan berusaha menahannya agar tidak sampai terlepas.


"Walaupun kau tidak memaksaku, aku pasti akan tetap mengabaikan dan meninggalkanmu! Lakukan saja sekarang juga!" Lina menantangnya.


Pengabaian adalah hal yang sangat serius bagi Orc jantan.


Begitu juga bagi Josh, dia juga takut apabila dia diabaikan oleh betinanya.


Dia terdiam dan berpikir keras dan tidak berani untuk melanjutkan. Kontrak pasangannya terlalu berat untuk dia tanggung. 


Avi yang sedang melihat ini pun menjadi sangat tidak puas.


"Dasar Orc bodoh tak berguna!"


Ketika dia akan berbicara lagi, ketika itu juga dia ditendang dari belakang.


Dia pun terdorong ke depan beberapa langkah dan jatuh ke tanah dengan posisi tubuhnya yang tertelungkup, seperti orang yang sedang tiarap.


Ini adalah kali ke dua untuknya jatuh kedepan, di rumah ini. Dengan gaya jatuhnya yang bervariasi. (Hahaha.. Ini ketawaku ya guys.. Si Author) :D :p


Hidungnya menyentuh tanah dan dengan segera mengeluarkan darah.


Avi bangkit dengan dibantu oleh pasangan prianya, dia kemudian meraung sambil merasakan sakit di hidungnya.


"Siapa yang berani menendangku?!"


"....."


Seketika ruangan menjadi hening.


Terlihat sosok pria sedang berdiri tak jauh dari tempat di mana Avi berdiri sebelum dia di tendang.


Rambutnya pendek berwarna perak, alisnya yang tebal saling tertaut, dengan seluruh tubuhnya yang dipenuhi oleh ampas salju.


Bola matanya yang berwarna hijau tua memancarkan sinar sengit pertempuran.


"Aku yang menendangmu. Kenapa?!" 


(Yup, Tebakan kalian betul bangget. Pria itu adalah Wiro Sanger! Hehehe..)


Avi kemudian membuka matanya lebar-lebar tidak percaya.


"Wiro? Kenapa kamu bisa kembali? Bukankah kamu seharusnya sudah mati kedinginan dan membeku di luar sana?"


"Tak usah khawatir. Meskipun seluruh keluargamu mati, aku masih akan tetap hidup dengan baik." Jawab wiro.


Josh yang melihat dan merasa situasi mulai berbalik tak menguntungkannya, mencoba untuk menyelinap pergi, tetapi lehernya sudah dicekik oleh Wiro.


“Mau pergi? Tak semudah itu!"

__ADS_1


Begitu dia selesai mengatakan itu, kepalan tinjunya langsung mengarah keperut Josh.


"BUGH!"


__ADS_2