Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 78 - Aku Dukun Sementara Di Sini


__ADS_3

Dengan ekspresinya yang terlihat dingin, diam-diam Saga memperhatikan kebahagiaan Lina dan keluarganya.


Sepertinya Saga sama sekali tidak terpengaruh?


Salah! Sebenarnya Saga sangat iri dan kesepian.


"Andai aku bisa bertemu dengan Lina lebih awal. Mungkin aku juga bisa menjadi salah satu pasangannya."


Pada saat ini, tiba-tiba Lina memasukkan sepotong besar daging berlemak ke dalam mangkuk Saga, dan berkata sambil tersenyum, "Kamu ini. Jangan cuma diliatin saja, cepat dimakan!"


Saga yang sedang panas hati, saat melihat tatapan mata dan senyuman Lina, seketika hatinya terasa hangat.


Dia segera menggigit daging tersebut dan berpikir, "Ini.. Adalah daging paling enak yang pernah aku makan!"


Uriel juga sedang memandang kearah Lina.


"Gadis Kecilku, memberikan daging berlemak yang tidak ingin dia makan untuk Saga.. Sebelum kehadiran Saga di rumah ini, biasanya Lina selalu memberikan daging berlemak yang tidak dia suka, untukku dan juga Wiro.."


Selain itu, sekarang Lina sedang dalam keadaan hamil.


Uriel dan Wiro ingin agar Lina makan lebih banyak makanan berlemak, untuk melengkapi gizi di tubuhnya. Juga untuk membiasakan, supaya Lina tidak lagi pilih-pilih makanan.


Tapi kali ini Lina tidak memberikan daging berlemak itu kepada Uriel dan Wiro. Dia memberikannya kepada Saga, padahal dia adalah pendatang baru di rumah ini.


Lina yang melihat Saga sedang makan daging, dalam hatinya sedikit merasa gelisah, dan dengan cepat memberikan sayuran kepadanya.


"Kamu tidak boleh hanya makan daging saja! Kamu juga harus makan lebih banyak sayuran!"


Sebagai ular, Saga adalah Orc Omnivora, dia sangat suka makan daging, tapi juga terkadang makan sayur dan buah.


Dia pun segera menggigit sayur itu. Saat itu juga dia bisa merasakan, kalau rasa daunnya jauh lebih enak daripada daun yang sebelumnya dia makan.


Dia segera memasukkan semua daun yang ada di tangannya ke dalam mulutnya. Matanya seketika itu terbuka lebar.


"Ternyata, sayuran yang dicampur dengan daging, rasanya sungguh tak terduga, sangat enak!"


Lina merasa senang, saat melihat Saga yang sangat menyukai dan menikmati makanannya.


...........


Kemampuan pemulihan Saga sangat luar biasa cepat. Hanya butuh waktu sampai keesokan harinya, semua lukanya kini telah sembuh.


Tapi saat ini dia dalam suasana hati yang tidak baik.


"Sekarang aku telah pulih, sudah tidak ada alasan lagi bagiku untuk tetap di sini.. Tetapi, aku sangat tidak ingin meninggalkan Lina!"


Saat dia sedang berpikir untuk pergi atau tidak, Wiro tiba-tiba mendekatinya.


"Sekarang luka-lukamu sudah sembuh, jangan coba-coba untuk bermalas-malasan di rumah. Segera ikut denganku ke kebun untuk bekerja."


Saga terkejut dan diam sejenak, kemudian dia berkata, “Bukankah kamu tidak rela jika aku berada di sini?”

__ADS_1


"Uriel dan aku memang tidak mau, tapi Lina adalah kepala keluarga di sini. Karena dia ingin merawatmu, kami hanya bisa mengikuti kemauannya meskipun kami tidak senang. Itu karena kami mengikuti semua keinginannya."


Meskipun Wiro mengatakan kalau dia tidak mau, tetapi Saga bisa mengerti.


"Mereka bersedia menerimaku?"


Bahkan Saga yang selalu berwajah dingin dan tidak pernah menunjukkan ekspresi senang, saat ini bisa terlihat ekspresi kegembiraan pada wajahnya.


"Baiklah, sekarang aku akan pergi bekerja!"


Saat ini Wiro telah turun gunung, dan bersama dengan Saga menuju ke kebun, untuk menyiangi dan menyirami tanaman. Meskipun ini adalah pertama kalinya bagi Saga melakukan hal ini, tapi saat dia bersembunyi di dekat kebun sayur, dia telah mengamati bagaimana cara mereka menyiangi dan menyirami tanaman. Jadi dia bisa belajar dengan sangat cepat dan bisa langsung memulai.


Kebun mereka kini telah diperluas lagi, dan sekarang mereka mempunyai sekitar sepuluh hektar area perkebunan.


Jika hanya mengandalkan Wiro dan Uriel saja, pasti akan semakin memakan waktu lama.


Tapi sekarang ada Saga.


Saga merubah wujudnya menjadi ular piton. Kemudian mengambil beberapa teguk air, dan menyemburkan air itu ke kebun sayur, menyirami hampir sekitar satu hektar dalam sekali semburan.


Wow! Emejing!


Sebelumnya, dibutuhkan waktu selama setengah hari untuk menyelesaikan penyiraman. Sekarang dengan adanya Saga, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.


Melihat Saga yang beraksi di kebun sayur, yang ada di dekat para Orc Serigala yang lain, mereka semua menunjukkan ekspresi iri.


Saat Saga melihat mereka, dia tahu apa yang sedang mereka pikirkan. Saga kembali meneguk beberapa air, dan membantu para Orc menyirami semua ladang sayuran mereka.


"Hebaaat!"


"Terima kasih.."


"Kebunku juga.. Di sebelah sini.."


Setelah menyelesaikan pekerjaan di kebun, banyak para Orc segera berkumpul di sekitar Saga, dan berkata dengan antusias, "Kami akan berburu di sore hari. Maukah kamu pergi bersama kami?"


Karena statusnya, Saga tidak pernah dikelilingi oleh begitu banyak Orc. Terlebih lagi, para Orc ini tidak memiliki niat jahat terhadapnya. Antusiasme seperti ini terlalu aneh baginya. 


Saga yang tidak tahu harus berbuat apa, dia pun melihat kearah Lina.


Kemudian Lina berkata kepadanya, sambil tersenyum manis, "Ikut saja dengan mereka, tapi ingatlah untuk cepat kembali!"


Jiwa Saga terguncang oleh senyum manis Lina, seluruh tubuhnya serasa mati rasa.


Saat sore hari tiba, Wiro bersama para Orc Serigala pergi berburu, dan Saga juga ikut pergi bersama mereka. Sedangkan Uriel tinggal di rumah dengan Lina, untuk membersihkan rumput kerang.


Pada saat ini, para Orc dari klan Bulu tiba-tiba datang ke pintu masuk gua.


Uriel dan Lina juga mendengar kabar tentang itu, mereka pun segera bergegas menuju ke sana.


Sesampainya di pintu masuk gua, sudah ada banyak Orc Serigala yang telah berkumpul, dan Lina adalah satu-satunya perempuan di antara mereka. Namun, karena identitas khususnya, posisi Lina setara dengan Dukun di hati para Orc Serigala Batu.

__ADS_1


Sekarang Wiro sedang tidak berada di rumah, otomatis Lina lah yang kini memiliki status tertinggi di suku.


Ketika para Orc Serigala melihatnya datang, mereka segera memberi jalan dan mundur ke kedua sisi.


Lina dan Uriel segera berjalan melewati kerumunan dan kini mereka bisa melihat lebih jelas lagi, banyak Orc bersayap yang sedang melayang di udara.


"Sayap besar dan lebar mereka yang terbentang bersamaaan, seolah telah menghalangi langit."


Ketika para Orc dari klan Bulu melihat Lina dan penampilan Uriel, mereka pun langsung menatap Uriel.


"Apakah kamu pemimpin klan Serigala Batu?"


Dalam pandangan Orc klan Bulu, Lina hanyalah wanita mungil tanpa efektivitas tempur sama sekali. Oleh karena itu, mereka semua tidak memperhatikannya dan menganggapnya sebagai salah satu kerumunan penonton, yang datang hanya untuk bersenang-senang.


Akan tetapi sebaliknya, Orc laki-laki yang berdiri di sampingnya, terlihat berbahaya dan kuat.


Uriel dengan tenang berkata, "Aku bukan Orc Serigala."


Kemudian, pihak lain segera berkata, "Karena kamu bukan Orc Serigala, silahkan kamu menyingkir. Hari ini kami datang ke sini, untuk berbicara dengan ketua klan Serigala Batu. Suruh kepala suku kalian keluar!"


Uriel berkata, "Kepala suku Wiro sedang pergi berburu. Dia baru akan kembali nanti. Sebaiknya kalian kembali lagi besok."


"Kalau begitu panggil Dukun kalian."


Tidak setiap suku memiliki Dukun. Tetapi dari segi ukuran jumlah mereka, suku Serigala Batu pasti memiliki Dukun.


Pada saat ini, para Orc dari klan Serigala Batu tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat kearah Lina.


Dalam hati mereka, Lina adalah Dukun mereka saat ini.


Uriel berkata, "Dukun dari klan Serigala Batu telah meninggal be ..."


Lina tiba-tiba menarik tangan Uriel, sebagai isyarat supaya Uriel tidak meneruskan kalimatnya.


Uriel kemudian menatapnya dan bertanya, "Ada apa?"


"Biarkan aku yang berurusan dengan mereka." Jawab Lina kepada Uriel.


Uriel sedikit terkejut, tetapi segera menunjukkan senyum lembut dan penuh kasih sayang.


"Baiklah."


Kemudian Lina menatap ke arah para Orc dari klan Bulu dan berkata, "Dokter kami telah meninggal. Sekarang aku yang akan mengambil alih jabatan sebagai Dukun, untuk sementara ini. Kalian bisa memberi tahukan padaku, apa yang ingin kalian katakan."


Para Orc klan Bulu mengira Lina sedang bercanda.


"Bagaimana mungkin seorang betina bisa menjadi Dukun? Belum pernah terdengar yang seperti ini!"


Namun tidak ada seorang pun Orc dari klan Serigala Batu, yang berbicara untuk membantah apa yang sudah Lina katakan. Mereka secara kompak, sangat menyetujui pernyataan Lina.


Hal ini sudah membuat para Orc dari klan Bulu, merasa heran sekaligus takjub.

__ADS_1


__ADS_2