Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 193 - Harus Ada Yang Tinggal


__ADS_3

Merasa sangat ketakutan, Lina berusaha mencari cara untuk melarikan diri.


"Tapi, seberapa cepat aku bisa melarikan diri? Aku tidak akan tahu bila tidak mencobanya."


Begitu dia selesai berpikir, dia pun segera melompat, berusaha untuk melarikan diri dan mencari tempat untuk bersembunyi.


"HUP!"


Tapi, belum juga bunga putih kecil itu mendarat ditanah, tubuhnya telah dililit oleh tentakel yang bergerak jauh lebih cepat darinya.


"SRETT!"


"AKHH!"


Meskipun telah berjuang sekuat tenaganya, tapi dia tetap tak mampu melepaskan diri dari belenggu tentakel si Ubur-ubur raksasa.


Yang lebih parahnya, permukaan tentakel tersebut tampaknya dapat mengeluarkan semacam lendir bening.


"Aakhhh! Sepertinya lendir ini beracun.." Batin Lina.


Setelah tubuh bunga bakung kecil itu terkena lendir si Ubur-ubur, kelopak bunganya yang berwarna putih dan halus, dengan cepat berubah menjadi kuning dan layu.


"Ahh.. Kepalaku mulai terasa pusing.. Secara bertahap, tenagaku juga sepertinya mulai hilang.. Sekarang aku sudah tak mempunyai daya lagi untuk melawan.." Batin Lina yang kini tubuhnya mulai melemas.


Tentakel itu terus menariknya keluar dari gua bawah tanah, dan dengan cepat menariknya kembali ke danau, di mana si Ubur-ubur raksasa berada.


Lina masih berjuang untuk mempertahankan kesadarannya.


Saat ini, dia sedang melihat kebawah, di mana ada banyak sosok yang sebagian besar adalah pasukan dari klan Iblis.


"SERANG MEREKAA!"


Di bawah komando Handi Kobra, para pasukan tentara Iblis segera menyerbu Uriel dan yang lainnya.


"HUAUUWW! HUAUUWWW!"


Di medan perang yang tepat ada di bawah Lina, api, guntur dan kilat terus berkelebat secara bersamaan, disertai dengan es yang membekukan bumi.


"WURRRR! JLEGERRR!"


"KRACAK! KRACAK! KRACAK!"


Jeritan para Orc klan iblis yang me~mekakkan telinga, terdengar seperti bergema di langit.


"AAARRGHH!"


"AAAKKHH!"


"HUAAAKHHH!"


Yang paling santai saat ini adalah si Trenggiling.


Dengan tubuhnya yang besar, dia tidak perlu mengeluarkan seluruh kekuatannya. Dia hanya tinggal menginjak para Orc klan Iblis, dan terkadang sesekali dia melompat untuk menindih para musuh dengan perutnya, hingga gepeng.


"DUK! DUK! DUK!"


"AAARGHH!"


"SIUUTT! BRUK!"


"HUAAAGHHH!"


Dan dengan kulitnya yang sangat tebal dan keras, serangan dari para Orc klan iblis padanya seperti gelitikan, yang sama sekali tidak bisa membahayakan dirinya.


Trenggiling ini seperti tangki besar yang berisi daging, dan dia juga memiliki kekuatannya yaitu kulit besinya. Dengan adanya Trenggiling yang berjalan paling depan, Wiro dan Uriel tidak perlu menghadapi pasukan iblis secara langsung. Mereka hanya tinggal berdiri di punggung si Trenggiling, dan menunggu kesempatan untuk melawan para Orc iblis yang lolos dari terjangan si Trenggiling.


Serigala Es perak lah yang pertama-tama bertindak untuk membekukan musuh. Dengan cepat dia segera melompat ke bawah, ke tengah-tengah beberapa musuh, dan segera membekukan mereka begitu dia menginjakkan kakinya di tanah.


"AUUUUU! WUSSHH!"


"TAP! KRACAK! KRACAK! KRACAK!"


"AKH! Kakiku tidak bisa digerakkan!" Teriak beberapa Orc klan iblis, yang sebagian tubuhnya ke bawah kini telah membeku.


Dan kemudian, Harimau putih segera ikut melompat turun, untuk segera melancarkan serangan guntur dan petirnya.


"GROARRR! WUSSHHH!"


"CRAK! CRAK! CRAK! TLARAP! JLEGERRR!"


"AAARRRGHH! AKKKGGHHH!" Jerit beberapa Orc Iblis yang membeku, yang saat ini terkena serangan petir milik Uriel.


"BLAK! BLAK! BLAK!"


"BURRRRRR!"


Di saat yang sama, tentakel yang membelit tubuh Saga, dengan cepat kini telah dibakar habis hingga hangus oleh Leon.


"BRUK!"


Saat tubuh Saga telah bebas dari belenggu tentakel si Ubur-ubur raksasa, Leon pun segera meraih jubah Saga dengan kedua tangannya, dan terbang dengan cepat untuk menuju ke atas punggung Wisnu si Trenggiling.


"BLAK! BLAK! BLAK!"


"Saga sudah aku selamatkan! Ayo pergi!" Seru Leon kepada Uriel dan Wiro!


"TIDAAK! JANGAN BAWA SAGA!" Teriak Handi yang berada lumayan jauh dari posisi Saga.

__ADS_1


Setelah itu, Handi pun segera melingkarkan tubuhnya seperti pegas, bermaksud untuk memelantingkan tubuhnya untuk meraih Saga!


"KREKET KREKET KREKET KREKET!"


"TWENGGGG!"


"Heh! Ular lemah! Apa kamu lupa, kalau jenismu juga adalah santapan para burung?!" Kata Leon yang melihat handi, yang saat ini dengan cepat sedang menuju ke arahnya!


Tak perlu menunggu lama, dia pun segera merubah kedua kakinya menjadi kaki Burung Nazar, dengan cakar-cakarnya yang sangat tajam!


Saat Ular Kobra Raja itu telah mendekatinya, dengan mengepakkan sayapnya, Leon segera menghindar sedikit, dan menggunakan kedua kaki burungnya, dan melayangkan serangan ke tubuh Handi yang tentu saja tidak bisa mengendalikan pergerakannya di udara, karena dia tidak memiliki sayap seperti Leon!


"SRING! SRING! SRING!"


"Hah? Ternyata kulitnya sangat keras!" Batin Leon yang sangat terkejut, saat mengetahui serangan cakarnya sama sekali tidak berpengaruh pada tubuh si Kobra Raja!


Mengambil keputusan cepat, Leon pun segera menendang tubuh King Kobra itu, supaya terhempas jatuh ketanah!


"DUAK!"


Saat tubuh si King Kobra melayang jatuh, dia menyempatkan membuka mulutnya untuk menyerang Leon dengan kekuatan anginnnya, sebelum akhirnya dia jatuh ketanah!


"HAH! SIUTTT! WUSHH! WUSHH! WUSHH!"


"BRUK!"


Leon menyadari, kalau King Kobra itu melancarkan serangan balik pada dirinya, dia pun segera mengepakkan sayapnya, untuk menghindari serangan angin Handi, yang bisa berakibat fatal bagi Leon.


"BLAK! BLAK! BLAK! SIUUT!"


"CRAK! CRAK! CRAK!" Suara angin yang mengenai beberapa pohon besar dan mencabik-cabiknya.


"Ular b*ngs*t! Hampir saja tubuhku terbelah terkena serangannya!" Maki Leon dalam hatinya.


Leon pun akhirnya merubah tujuannya, dia memutuskan untuk segera menuju ke mulut gua bawah tanah, sambil menunggu kedatangan Serigala Es perak dan Harimau putih yang saat ini sedang berlari menuju kearahnya.


Si Trenggiling adalah yang paling besar dan paling lambat. Meskipun begitu, pertahanannya sangatlah kuat. Meskipun pada saat ini dia di serang oleh Handi dan Orc iblis yang lainnya, tetaplah tidak menghalanginya yang saat ini sedang berjalan mundur menuju ke mulut gua bawah tanah.


...........


Saat mereka semua telah berhasil masuk ke dalam gua bawah tanah, tapi, mereka sama sekali tidak bisa menemukan sosok Lina.


Pada saat ini, hati Wiro menjadi sangat membara, "Di mana Lina?!"


Lalu terdengar Uriel yang berkata, "Kita harus cepat-cepat mencari Lina." Katanya kepada Wiro. Lalu dia berbalik untuk menatap Wisnu dan berkata, "Tuan Wisnu, tolong bantu kami untuk menghadang orang-orang di luar."


"Tidak masalah." Kemudian dengan tubuhnya yang besar, dia segera menghalangi pintu masuk gua, untuk mencegah supaya para Orc klan Iblis tidak bisa memasuki gua.


"Br*ngs*k! Serahkan Saga!" Seru Handi dari luar, kepada orang-orang yang ada di dalam gua.


"TERUS SERANG MAKHLUK BR*NGS*K ITU!"


"HUAUUWWW!"


"DUAGHH! DUNGG! DUNGG! BRAK! BRAK!"


Akibat dari serangan itu, seluruh gua pun bergetar.


"DERRRR!"


Selain Saga yang terluka dan tidak bisa bergerak, Leon, Wiro dan Uriel bergerak dengan sangat cepat untuk segera mencari Lina. Tapi, mereka tetap tidak bisa menemukannya.


Pada saat ini, terdengar si Trenggiling yang berkata dengan nada suaranya yang dalam, "Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi."


Selain itu, ada banyak batu yang berjatuhan di dalam gua, yang menyababkan beberapa retakan dan celah muncul di dinding batu gua bawah tanah.


"Gua ini akan segera runtuh!" Kata si Trenggiling lagi kepada yang lainnya.


Mendengar itu, Leon pun berkata, "Kalian semua, bawa Saga dan pergilah lebih dulu. Dia sedang terluka dan sangat memerlukan perawatan. Aku akan tetap di sini, untuk terus mencari keberadaan Lina."


Tapi Uriel segera menolak idenya, "Tidak, kamu tidak akan bisa menghadapi begitu banyak iblis seorang diri. Jika kamu sampai ketahuan, kamu pasti akan mati!"


Tapi Leon segera berkata, "Sejujurnya, aku tidak ingin menyelam lagi. Jadi aku menemukan solusi seperti itu. Kalian pergi dulu. Aku akan mencari tahu, apakah ada jalan keluar lain. Ada banyak Orc yang tidak bisa menyelam. Karena itulah, mereka pasti mempunyai jalan keluar di tempat lain.”


Kemampuannya menyelam di dalam air benar-benar sangat buruk. Dia sudah sangat enggan untuk menyelam lagi.


Lalu, terdengar Leon yang lanjut berkata lagi, "Harus ada seseorang yang tetap tinggal, atau, semuanya tidak akan bisa pergi dari sini."


Mendengar apa yang Lein katakan, Uriel dan Wiro merasa sangat enggan.


Mereka tidak bisa melakukan hal seperti ini. Karena menurut mereka, itu sama saja dengan meninggalkan teman mereka untuk melarikan diri.


Pada saat ini, terdengar suara si Trenggiling yang tiba-tiba berkata, "Kita lakukan seperti apa yang Leon katakan. Setelah kita membawa pulang Saga, kita bisa kembali kemari dan membawa lebih banyak orang untuk membantu kita. Dengan jumlah yang lebih banyak, kita pasti bisa memenangkan pertempuran ini."


Mungkin hanya seperti itulah jalan keluar satu-satunya bagi mereka saat ini.


Meskipun masih merasa enggan, Uriel dan Wiro terpaksa harus menyetujui ide Leon.


Pada saat ini, si Trenggiling, Uriel dan Wiro mulai akan bergerak untuk menuju ke danau bawah tanah, yang ada di ujung lain gua, dan meninggalkan Leon sendirian di belakang.


Tapi sebelum mereka semua pergi, tiba-tiba saja Wiro memanggil Leon.


"Hei! Leon! Jika kamu bisa membawa kembali Linaku hidup-hidup, aku akan membantumu untuk membujuknya, supaya dia mau menjadikanmu sebagai pasangan!"


Mendengar itu, Leon pun menarik salah satu sudut mulutnya dan tersenyum sambil berkata, "Aku bisa mendengarmu dengan sangat jelas!"


Begitu Uriel, Wiro dan Wisnu melesat pergi dengan sangat cepat sambil membawa Saga, para pasukan iblis pun segera bergegas memasuki gua bawah tanah.

__ADS_1


Pada saat ini, terlihat nyala api di tangan Leon yang telah mengumpal dan memadat seperti bola bowling, tapi dengan ukurannya yang beberapa kali lipat lebih besar!


Dan juga, terlihat niat membunuh di matanya yang semerah darah, yang terlihat sangat menakjubkan!


"Kalian semua memang sangat menyebalkan!"


"WUSSHH!"


Selesai berkata, dia pun segera melemparkan bola api itu, dan jatuh tepat di tengah-tengah kerumunan klan Iblis yang telah memasuki gua bawah tanah.


"DUARRR! BLARRRR!"


Dan seketika itu juga, ledakan dan percikan apinya segera memercik ke segala arah.


Kini, seluruh gua bawah tanah langsung berubah menjadi lautan api yang membara.


"AARRGGGHH!"


"PANASSS!"


Dengan ganas api itu terus berkobar, hingga membuat bumi bergetar.


"DERRRRT!"


...........


Pada saat ini, Lina masih terjerat oleh tentakel si Ubur-ubur raksasa. Seluruh tubuhnya lemah dan kepalanya terasa pusing.


Jangankan berjuang, mengatakan sepatah katapun dia bahkan tidak bisa. Dia hanya bisa pasrah saat dirinya telah semakin dekat dengan Ubur-ubur raksasa.


Saat Lina semakin dekat dengan Ubur-ubur raksasa, ternyata tubuhnya lebih besar dari yang dia bayangkan. Tubuh tembus pandangnya sedikit buram, dan di dalam tubuhnya seperti dipenuhi oleh air laut, juga terdapat seperti bintang-bintang yang misterius.


Lina yang saat ini masih dalam wujud bunga kecil, tampak kecil seperti debu saat di hadapan Ubur-ubur raksasa.


Ubur-ubur sama sekali tidak memiliki fitur wajah, tapi bisa merasakan keveradaan Lina.


Tatapan Ubur-ubur yang dingin, selalu tertuju pada Lina.


Hal itu membuat Lina yang saat ini sedang lemas, sekuat tenaga mencoba untuk menahan dirinya supaya tidak gemetaran.


"Apakah aku akan mati di sini?" Batin Lina.


Pada saat ini, tiba-tiba saja tentakel yang menjerat Lina mulai bergerak lagi.


"BLEBET! BLEBET!"


"Sepertinya aku akan menjadi santapan si Ubur-ubur.." Pikir Lina.


Benar juga, tak lama kemudian, tentakel itu membawa Lina kemulut si Ubur-ubur raksasa!


Saat Lina telah berada dalam mulut Ubur-ubur, dia juga bisa melihat dirinya sendiri. Rongga mulut bagian dalam si Ubur-ubur ini hampir seperti cermin, bisa untuk melihat diri Lina sendiri, meskipun sedikit kabur.


"Aku takut.."


Tapi..


Tiba-tiba saja semuanya menjadi gelap, dan tidak ada sedikitpun yang bisa dilihat oleh Lina.


"Eh?? Kenapa aku merasa kalau kini tubuhku telah berubah kembali ke wujud manusia??" Pikir Lina yang sedang merasa keheranan.


Entah bagaimana, ternyata efek dari biji teratai kini telah hilang.


Masih dalam kegelapan, Lina pun mencoba untuk menggerakkan tubuhnya. Saat dia akan melakukannya, tiba-tiba saja dia merasakan banyak aliran udara yang menerpa tubuhnya.


"WUSH!"


Tapi, aliran udara yang semakin lama semakin kuat itu, seperti sedang mencoba untuk mendorong tubuh Lina!


"WUSSHHHHH!"


Lina bisa merasakan, tubuhnya yang seperti akan tercabik-cabik sedikit demi sedikit, akibat dari terkena terpaan angin yang kencang itu. Hal itu membuat hidupnya, seolah-olah akan lebih buruk daripada kematian!


Pada saat ini, tiba-tiba saja terdengar suara dari dalam benak Lina!


"PERINGATAN! PERINGATAN!"


"SAAT INI ANDA SEDANG DALAM BAHAYA! KAMI AKAN MENGAKTIFKAN PROGRAM PERLINDUNGAN DIRI DARURAT, DAN MEMINDAHKAN TUBUH ANDA KETEMPAT YANG AMAN!"


Begitu suara itu menghilang, Lina bisa merasakan, kalau kini semua terpaan angin kencang di sekitarnya telah menghilang, dan perlahan-lahan, dia pun mulai kehilangan kesadarannya, dan kemudian pingsan.


...........


"WUSHHH! WUSHHH! WUSHHH!"


Terkena terpaan angin sepoi-sepoi, membuat Lina kini mulai tersadar dari pingsannya.


Dia pun mulai membuka matanya dengan perlahan-lahan, dan mendapati dirinya kini sedang terbaring di tepi pantai.


"Ah?? Di mana aku??" Pikir Lina yang sangat terkejut, saat pertama kali dia membuka matanya.


Tepat di depan matanya saat ini, adalah lautan yang luas seperti tanpa batas, dan di belakangnya, adalah pulau yang sangat sepi, dan tidak ada satupun tumbuhan yang hidup di pulau ini. Dan langit di atasnya, dipenuhi dengan bintang-bintang yang terang.


Tak lama kemudian, Lina pun bangkit untuk segera berdiri, lalu menatap lautan yang sangat luas ini dari tepi pantai. Angin laut yang sepoi-sepoi, sedikit meniup rambutnya yang hitam dan panjang.


Pada saat ini, ekspresi wajahnya terlihat sedang sangat kebingungan.


"Bubu.. Di mana ini?"

__ADS_1


__ADS_2