
Semua Orc dari suku Serigala Batu tinggal di ruang tamu. Karena rumah baru mereka baru saja selesai dibangun, jadi hanya ada deretan kamar-kamar kosong. Belum ada apa-apa di dalam kamar tersebut. Namun lingkungan tempat tinggalnya yang luas dan bersih, tetap membuat para Orc merasa sangat terkejut.
"Waah! Bagusnya!"
"Lebih Luas, lebih bersih dan lebih bagus daripada rumah lama kita!"
"Aku pilih yang ini!"
"Kami mau di kamar ini saja!"
Mereka pun mulai mencari kamar favorit mereka masing-masing, dan dengan cepat mereka segera pindah kemari, dan beradaptasi dengan kamar pilihan mereka sendiri.
Sedangkan yang dipilih oleh keluarga Lina adalah kamar duplex. Lantai pertama untuk ruang tamu, dapur dan kamar tamu. Sedangkan di lantai kedua terdapat lima kamar tidur dan juga sebuah loteng kecil.
Lina menempati kamar tidur utama, anak-anak Serigala tinggal di kamar tidur kedua, dan tiga kamar tidur yang tersisa di tempati oleh Uriel, Wiro dan Saga.
Yang lebih spesialnya lagi, rumah itu telah dilengkapi dengan dua kamar mandi.
"Meskipun tidak seperti di zaman moderen, dan hanya dengan sebuah lubang untuk jongkok saja, tapi ini adalah peningkatan yang sangat bagus. Dibandingkan dengan sebelumnya, dimana aku harus menggunakan ember kayu!"
Area bisnis adalah tempat untuk bertransaksi bisnis. Area tersebut terletak di lantai pertama.
Lantai kedua adalah area untuk tempat hiburan. Saat ini masih dalam tahap pembangunan, tempat ini jelas nantinya mungkin tidak akan terbuka untuk umum.
Lantai tiga hingga sepuluh adalah area untuk tempat tinggal.
Lantai sebelas adalah area untuk belajar.
Lantai dua belas adalah ruangan khusus.
Dan dengan tiga lantai yang tersisa, masih di kosongkan untuk keadaan darurat.
Meskipun bagian dalam benteng masih dalam tahap pengerjaan, tetapi pekerjaan utama dari sebagian besar Orc tentu tidak bisa ditinggalkan, yaitu berkebun dan berburu.
Dengan terus memperluas area lahan untuk kebun mereka, variasi sayuran dan buah-buahan yang mereka miliki kini semakin banyak, dan bisnis milik rumah tangga Lina juga semakin membaik.
Hampir setiap kali pasar dibuka, banyak Orc yang akan datang untuk membeli sayuran dan buah-buahan yang ditanam oleh keluarga Lina. Kebanyakan dari mereka adalah para Orc herbivora, dan sebagian kecilnya adalah dari Orc karnivora.
Belakangan ini, volume perdagangan menjadi semakin besar, dan bisnis ini kini diserahkan kepada tiga laki-laki yang ada di rumah.
Karena kontak bisnis inilah, kini suku Serigala batu mendapat banyak teman baru.
__ADS_1
Dan juga, reputasi suku Serigala Batu kini semakin terkenal, karena disebarkan oleh mereka. Kini suku Serigala Batu menjadi suku terbesar di lingkungan ini. Kecuali suku Sungai Hitam.
...........
Pada akhir musim panas dan musim gugur, ketika daun pertama mulai jatuh ketanah, para Orc dari suku Rubah datang ke Gunung Batu.
Suku rubah adalah suku yang istimewa. Betina dari suku Rubah memiliki kemampuan bereproduksi yang kuat, dan sebagian besar keturunan mereka adalah betina.
Delapan puluh persen dari seluruh penduduk suku Rubah mayoritasnya adalah betina, dan sisanya dua puluh persen para jantan.
Penampilan para rubah sangat halus dan cantik, tetapi kemampuan berburu mereka tidak lah bagus. Oleh karena itu, supaya mereka bisa bertahan hidup, di bawah kepemimpinan ketua suku mereka, setiap tahunnya seluruh anggota suku Rubah akan pergi ke suku lain, untuk k*w*n dengan para pejantan yang kuat.
Di masa lalu, para Orc dari klan Rubah telah pergi ke Gunung Batu, tetapi waktu bagi mereka di sini tidak terlalu lama, mereka hanya akan ada di sini selama satu malam saja.
"Sepertinya ini sama seperti kencan buta, tetapi versinya para Orc." Pikir Lina.
Meskipun Lina tidak membutuhkan kencan buta, tapi dia sangat penasaran. Setelah mendapat izin dari Wiro, dia pergi bersama dengan anak-anak Serigala, ke tempat pertemuan para Orc yang akan melakukan kencan buta, untuk menonton tradisi kencan buta mereka.
Acaranya terletak di kaki gunung, tidak jauh dari kebun sayuran dan kebun buah-buahan.
Itu karena Wiro tidak memperbolehkan para Orc rubah memasuki bagian dalam benteng.
Ada banyak pejantan lajang yang lebih tua di klan Serigala. Saat ini hampir semuanya keluar dari sarang mereka, untuk menghadiri pertemuan kencan buta yang langka ini. Mereka juga berharap untuk disukai oleh seorang betina dan hidup bahagia dengan pasangan barunya itu.
"Kalian boleh mencari pasangan, tapi kalian tidak diperbolehkan membawa orang luar ke dalam benteng. Jika ada yang berani melanggar, kalian akan merasakan akibatnya!"
Para laki-laki segera menepuk dada mereka dan berjanji, "Jangan khawatir, kami pasti akan mematuhi perintah ketua!"
Untuk menyambut para betina dari suku Rubah, secara khusus suku Serigala Batu telah meletakkan selimut kulit binatang di atas rumput untuk beristirahat, dan menyediakan buah-buahan dan sayuran segar untuk dicicipi oleh para betina tersebut.
Para betina dari suku Rubah sudah tidak terkejut dengan hal seperti ini. Saat mereka pergi ke suku lain untuk memilih pasangan untuk mereka, para laki-laki dari setiap suku pasti akan patuh kepada mereka dan ingin segera membawa para betina ke surga.
Tapi rasa buah dan sayuran ini benar-benar enak! Tidak heran bila begitu banyak Orc yang rela melakukan perjalanan jauh, demi untuk bisa membelinya!
Di antara para betina dari suku Rubah, ada dua betina yang sangat menonjol.
Salah satunya adalah, Jane Oxana. Dia adalah kepala suku dari suku Rubah. Dia sangat se~ksi. Dia mengenakan rok bulu yang pendek, menunjukkan kaki panjangnya yang putih seputih salju, dan dengan fitur wajahnya yang cantik dan menggoda, membuatnya terlihat sangat menarik.
Yang satunya lagi adalah betina yang lebih muda yang bernama, Ida Ruln. Meskipun dia tidak se se~ksi Jane, tapi Ida lebih murni dan lebih cantik. Matanya yang besar sedikit terkulai, yang membuatnya terlihat seperti betina yang polos dan menyedihkan.
Mereka berdua adalah berina yang cantik, mereka duduk bersama, makan dan saling mengobrol.
__ADS_1
Banyak Orc jantan yang tertarik dengan mereka berdua, dan gatal untuk mencoba menarik perhatian kedua betina yang cantik ini.
Saat ini Lina juga sudah menemukan tempat duduk untuk dirinya, dan hari ini Meli juga ikut bersamanya.
Anak-anak Serigala Meli yang dulu masih kecil, kini telah tumbuh menjadi remaja. Sekarang mereka sudah belajar berburu bersama dengan Rei. Mereka juga sudah tidak selalu mengikuti Meli.
Ketika Meli melihat anak-anak Serigala kecil, dia segera menjangkau dan menyentuh mereka, setelah menghela napasnya kemudian berkata, "Anak-anak usia segini terlihat lebih cantik. Tapi ketika mereka telah besar, mereka ingin selalu berlarian sepanjang hari. Mereka sama sekali sudah tidak terlihat lucu lagi!"
Lina mengambil sekantung biji bunga matahari, kemudian berkata, "Jika kamu menyukai anak-anak, pasti akan sangat menyenangkan bila kamu memiliki anak-anak lagi di musim dingin ini."
"Yah, aku rasa itu ide yang bagus." Ucap Meli.
Mereka pun mengobrol sambil memakan biji bunga matahari.
Setelah beberapa saat, Uriel dan Rei telah kembali dari berburu.
Ida yang sedang berbicara dengan temannya, seketika memperhatikan Uriel. Dia pun segera berdiri dan berlari mendekati Uriel, dengan langkahnya yang cepat.
Saat Uriel hendak mencari Lina, ia pun segera menghentikan langkahnya, karena ada seseorang yang tiba-tiba saja berhenti di hadapannya.
Ida menengadahkan kepalanya dan memperlihatkan sepenuhnya fitur wajahnya yang halus dan indah. Mata besarnya yang polos, dipenuhi dengan pancaran kekaguman.
"Apa kamu sudah membangkitkan roh Binatang Buasmu? Aku bisa merasakan kalau kekuatanmu sangat kuat. Roh Binatang Buasmu pasti sangat kuat!"
Di hadapan pujian seorang wanita, Uriel hanya tersenyum sopan, nada suaranya juga sopan dan tenang.
"Terima kasih."
Meskipun respon Uriel hanya seperti itu, tapi Ida beranggapan kalau senyum Uriel sangat lah menawan. Kemudian Ida meraih lengan Uriel dan tertawa dengan polos.
"Haha.. Aku sangat menyukaimu. Bisakah kita k*w*n? Aku ingin memberimu malam pertamaku!"
Untuk sesaat, semua Orc jantan yang ada di sekitar mereka menunjukkan ekspresi iri dan cemburu.
"Betapa terhormatnya hingga bisa dilihat oleh wanita cantik seperti itu!" Gumam iri seseorang yang ada di situ.
Terlebih lagi, betina itu adalah seorang perawan yang belum pernah k*w*n dengan siapa pun!
Uriel menatap gadis itu dan meraih tangannya. Uriel merasa kalau hal ini sangat membuatnya merasa tidak nyaman.
Jika tidak ada terlalu banyak orang di sekitarnya, dia benar-benar ingin memotong kedua tangan betina ini.
__ADS_1
Kemudian Uriel berkata dengan nada suaranya yang terdengar dingin, "Maaf. Aku sudah mempunyai pasangan."