Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 91 - Membuat Jebakan


__ADS_3

Ketika para Orc Serigala telah pergi, Lina pun segera memanggil Suara yang ada di dalam benaknya.


"Ada apa dengan benih yang ditukar dari mall? Kenapa tanaman itu bisa sampai melukai orang-orang?"


Suara menjawab, "Karena semua benih itu adalah benih mutan. Ketika mereka dewasa, mereka akan menjadi sedikit aneh, tapi saya bisa meyakinkan anda, bahwa tanaman itu adalah tanaman alami yang tidak beracun dan bisa untuk dimakan."


Kemudian Lina memegang dahinya sendiri.


"Tidak peduli apakah tanaman itu beracun atau tidak, sekarang kami bahkan tidak bisa menyentuhnya. Selama kami mendekat, mereka pasti akan menyerang kami. Apa ada solusi untuk masalah ini?"


Suara berkata, "Sebenarnya tanaman ini sangat mudah bergaul, selama anda lembut pada mereka, mereka akan berinisiatif untuk memberikan buah mereka kepada anda."


Tetapi Lina masih merasa ragu.


"Benarkah seperti itu?"


Suara menjawab, "Saya dibuat untuk tidak boleh berbohong!"


Mendengar apa yang suara itu katakan, Lina berencana mengambil resiko untuk mencobanya lagi.


Uriel dan Saga tidak setuju dengan rencana Lina, untuk mendekati bunga matahari dan kacang panjang itu lagi.


"Kamu sedang hamil. Bagaimana jika nanti kamu sampai terluka?!"


Mereka kemudian berdiskusi sebentar, dan akhirnya memutuskan Saga lah yang akan keluar untuk mendekati bunga matahari dan tanaman kacang panjang.


Pertama-tama Saga merubah dirinya menjadi Ular Piton, kemudian dia pergi ke kolam untuk mengambil beberapa teguk air, dan bergerak menuju ke kebun sayur, dan menuangkan sedikit air pada bunga matahari dan kacang panjang melalui mulutnya.


Tanaman tersebut segera menyerap air yang Saga berikan dan dengan perlahan mereka mengguncang cabang dan daun-daun mereka.


Saat Saga mengambil kesempatan untuk mendekat, tanaman itu masih tidak membuat pergerakan.


Dari tempat yang sedikit jauh, Uriel dan Lina juga selalu memperhatikan Saga. Mereka juga melihat saat Saga dengan hati-hati mengangkat ujung ekornya dan dengan lembut membelai batang bunga matahari.


"Krecek Krecek Krecek!"


Bunga matahari bergetar dengan lembut, dan saat itu juga biji bunga matahari bergemerincing berjatuhan di depan Saga.


Saga pun dengan segera menyapu biji bunga matahari ke dalam tas, yang sudah dia siapkan.


Dia mengulangi metode yang sama, kali ini pada tanaman kacang panjang.


Kacang panjang bergetar lembut, mengeluarkan suara, seolah-olah terkikik.


"Ingkrik Ingkrik Ingkrik!"

__ADS_1


Kemudian banyak kacang-kacangan yang juga berjatuhan ke tanah.


Sekali lagi Saga segera menyapu semua kacang itu ke dalam tas, dan kemudian dengan perlahan-lahan kembali ketempat di mana Uriel dan Lina berada.


Lina pun menyentuh biji bunga matahari dan kacang-kacangan yang sudah Saga kumpulkan.


"Aku tidak menyangka kalau tanaman mutan ini memiliki karakter seperti halnya makhluk hidup. Sungguh luar biasa!"


Sesampainya dirumah, Lina pun memasak sebagian kacang-kacangan tersebut. Dan sebagian sisanya lagi dia buat menjadi saus kacang. Dan masih ada sisa yang belum diapa-apakan oleh Lina.


Adapun dengan biji bunga matahari, tengah digoreng oleh Uriel.


Saat Lina mencium aromanya, dia merasa sangat senang.


"Mmmm.. Bau biji bunga mataharinya sangat harum! Pasti rasanya juga sangat renyah!"


Biji bunga mataharinya berukuran besar dan padat. Saat Uriel menggorengnya, dia juga tidak menggunakan bumbu apapun.


Sayangnya tidak satupun dari ketiga laki-laki yang ada dirumah Lina, yang menyukai biji bunga matahari.


Lina pun meminta mereka untuk memberikan dua puluh persen biji bunga matahari dan kacang panjang, kepada para Orc yang telah membantu mereka mengurusi kebun mereka. Dan ternyata, para betina di klan Serigala sangat menyukai camilan biji bunga matahari.


Saat ini Uriel berkata, "Akan lebih baik jika kita menanam lebih banyak lagi bunga matahari dan kacang panjang. Meskipun tanaman-tanaman itu memiliki temperamen yang galak, tapi mereka adalah senjata yang bagus untuk menghadapi musuh kita."


Lina pun segera menjawab, "Itu ide yang bagus! Bunga matahari bisa memuntahkan biji bunga matahari, meskipun tidak dapat membunuh para Orc, tetapi masih sangat berguna untuk membuat kulit mereka menjadi biru-biru dan bengkak. Belum lagi ditambah dengan kacang panjang, yang memiliki efek ledakan cukup keras."


Lina pun tidak bisa menahan perasaannya.


"Sepertinya aku membutuhkan lebih banyak Batu Kristal!"


Saat ini para Orc Serigala sudah menanam benih yang Lina tukarkan dari mall.


Seperti biasanya, Lina turun gunung setiap hari untuk melihat-lihat.


"Aku tidak tahu apakah Benih Suci dalam tubuhku ikut berperan terhadap tanaman mutan. Ketika sayuran biasa melihatku datang, mereka akan mencoba meregangkan cabang dan daunnya, seolah-olah mereka ingin menunjukkan tubuh mereka yang indah."


Tapi ternyata tanaman mutan tidak memiliki reaksi khusus padanya.


"Sepertinya tanaman mutan tidak terpengaruh dengan Benih Suci. Tapi sekarang satu-satunya hal yang baik adalah ketika aku mendekati mereka, mereka tidak mengambil inisiatif untuk menyerang, malahan menjadi jauh lebih lembut."


Akhir-akhir ini Wiro sibuk melatih para Orc Serigala jantan dengan sangat intens.


Setiap hari Lina melihat mereka keluar di pagi hari dan baru pulang pada sore harinya.


"Aku tidak tahu seperti apa latihan mereka. Yang aku tahu, setiap kali mereka kembali pasti selalu membawa lebih banyak hasil buruan, dan kematian setiap buruan juga sangat menyedihkan."

__ADS_1


Terkadang juga setelah selesai makan malam, Wiro akan mendiskusikan tindakan balasan bersama-sama dengan Rei, Uriel, dan Saga.


Lina mendekat untuk ikut mendengarkan, dan kemudian dia memberikan saran kepada mereka.


"Bagaimana bila kita membuat beberapa jebakan?"


Semua laki-laki yang ada di situ pun memandangnya dan berkata, "Jebakan?"


Para Orc di dunia ini tidak tahu bagaimana cara membuat jebakan. Lina pun berkata, "Jebakan yang aku maksudkan sebenarnya sangat sederhana. Kita hanya perlu menggali lubang besar, kemudian ditutupi dengan lapisan tipis daun-daun dan rumput-rumput. Mereka tidak akan bisa melihat kalau ada lubang di tanah, dan mereka pun pasti akan jatuh ke dalam lubang saat mereka menginjaknya."


Keesokan harinya, para Orc Serigala jantan menggali lubang besar di jalan masuk menuju Gunung Batu, dan menutupi lubang itu dengan cabang-cabang dan daun-daun.


Pengerjaan mereka sangat rapih, sehingga orang yang tidak tahu tidak akan dapat melihat adanya lubang besar, yang tersembunyi di bawah daun-daunan.


Wiro dan yang lainnya sengaja mencoba menarik perhatian hewan liar.


Binatang yang belum pernah melihat jebakan jelas sama sekali tidak siap. Binatang itu menginjak jebakan dan jatuh dengan keras ke dalam lubang.


Para Laki-laki yang melihat hal itu pun sangat bersemangat.


"HAAA! BERHASIL!"


Mereka pun segera menggali beberapa lubang besar lagi.


Kemudian Uriel juga memberikan mereka ide.


"Jika kita menancapkan beberapa kayu yang runcing di dasar lubang, dan mengolesinya dengan racun, efeknya pasti akan jauh lebih baik lagi."


Bila bicara soal racun, sudah jelas dan sudah pasti bagian ini disponsori oleh Saga.


Jadi Wiro segera meminta para Orc jantan, untuk menancapkan beberapa kayu yang runcing di dasar lubang, yang telah diolesi dengan racun.


"Jika kalian sampai terperosok dan jatuh kedalam lubang ini. Sudah dipastikan kalian pasti akan mati!"


Untuk mencegah orang-orangnya sendiri jatuh ke dalam jebakan mereka sendiri, secara khusus Wiro membuat tanda kecil di setiap sisi jebakan, dan memberitahukan kepada para Orc klan Serigala, supaya kedepannya mereka harus lebih berhati-hati dengan jebakan-jebakan itu.


Perilaku klan Serigala Batu diamati oleh Orc klan Bulu, yang terbang di udara. Setelah mereka kembali, mereka segera melaporkan hal ini kepada Sky Letta si pemimpin klan Bulu.


Setelah mendengar tentang hal ini, Sky tidak menganggapnya serius. Dia hanya mengatakan kepada orang-orangnya, agar berhati-hati dengan jebakan milik para Orc Serigala.


Bagaimanapun juga, Orc klan Bulu sering terbang di udara dan jarang berjalan di tanah. Selama mereka terbang di udara, jebakan itu sama sekali tidak akan bisa membahayakan mereka.


Leon yang sedang berdiri di puncak gunung, melihat ke bawah ke arah para Orc Serigala yang sedang sibuk, dan kadang-kadang dia juga melihat kearah gadis kecil, yang terlihat seperti kucing liar kecil, yang bolak-balik melalui kebun sayur dan pohon buah-buahan.


"Seiring berjalannya waktu, setiap kali aku melihat gadis kecil itu, aku bisa melihat perutnya yang semakin hari semakin membesar. Para pasangannya juga selalu mengikutinya dan merawatnya dengan baik. Jika ku hitung-hitung waktunya, mungkin sekitar dua bulan lagi dia akan melahirkan. Pada saat itu tiba, apa aku perlu memberinya hadiah yang besar?"

__ADS_1


Bibir tipisnya tersenyum senang, dan angin sepoi-sepoi menguraikan rambut berwarna emasnya.


Ujung rambutnya yang melambai di udara saat terkena angin, sesekali membentuk seperti busur panah. Dan kristal merahnya saat di bawah sinar matahari terlihat berkilau, seperti api yang bersinar.


__ADS_2