
“Kenapa? Ketika betina di keluarga kami bertelur, aku juga sering melihat mereka. Tidak ada bedanya dengan kalian yang melahirkan bayi. Bagaimanapun juga hampir sama. Memangnya apa masalahnya?”
Saat ini Lina mulai tersadar dan berpikir.
"Tadi Orc ini mengatakan kalau dia juga membantu mengobati Orc di klannya. Ternyata dia hanya membodohi orang lain! Benar-benar pembohong besar sialan!"
Lina yang saat ini merasa sangat marah, sangat ingin segera loncat dan menggigit Leon!
"Beraninya kamu bahkan menipu Lina? Kamu yang tidak tahu tentang persalinan, tapi sudah berani main-main! Jika tadi sampai terjadi kecelakaan, Lina dan anak-anak di perutnya pasti sudah kenapa-napa!" Ucap Wiro marah.
Memikirkan tentang semua itu, Leon pun merasa takut juga.
Tapi kemudian Leon berkata dengan berani sambil tersenyum ke arah Lina, "Jangan khawatir, kamu beruntung kamu tidak mati!"
"Kamu! Keluar dari sini!" Seru Lina.
Dengan cepat Saga segera merangkul Lina.
"Jangan marah. Badanmu masih sangat lemah."
Saat ini Lina masih menatap Leon dengan sangat marah.
Kemudian Leon pun mengangkat tangannya.
"Oke, sekarang aku akan pergi. Kamu segeralah sehat dan memulihkan dirimu. Setelah itu aku akan kembali untuk bermain denganmu."
Lina memutar matanya sambil berkata, "Hanya hantu yang akan bermain denganmu!"
Akhirnya Leon pun pergi dari situ.
Saat ini Uriel masuk dengan membawa semangkuk kaldu daging dan menyuapi Lina.
Uriel merasa sangat menyesal.
"Jika saja kami tahu kalau hari ini kamu akan melahirkan, kami pasti tidak akan turun gunung. Untungnya Leon sudah membantumu, jika tidak, tidak akan ada yang tahu kalau kamu di rumah sedang mengalami kecelakaan."
Wiro yang sedang menggendong anak Serigala kesana kemari pun segera ikut berkata, "Jangan sebut-sebut Orc Burung itu lagi, dia jelas tidak tahu cara membantu persalinan, dan juga sudah berani berpura-pura kalau dia sangat tahu soal itu. Untungnya saja Lina dan anak-anak baik-baik saja. Kalau tadi sampai terjadi apa-apa, aku pasti sudah mencabuti bulu-bulu burungnya dan kubuat dia menjadi burung panggang!"
Lina yang masih sangat lelah pun segera tertidur.
Keesokan paginya, Saga pergi ke hutan dan kembali dengan membawa sekantong besar telur burung.
Kemudian dia memberikan telur itu kepada Uriel.
"Ini sangat bagus untuk Lina, masaklah telur ini untuknya."
Uriel segera mengambil telur itu dan merebusnya menjadi sup telur, dan juga menaburkan beberapa daging.
"Mmmm.. Aromanya sangat lezat.."
Saat Lina sudah kenyang, kini saatnya para Serigala kecil yang makan.
Lina mengangkat pakaian bulunya dan memerahkan air susunya kesemua Serigala kecil, satu persatu.
Sebagai salah satu efek dari melahirkan, p*y*d*r* Lina menjadi terlihat lebih mon~thok dan besar padat berair.
Lina bisa melihat kalau saat ini ada tiga Orc laki-laki yang sepertinya sedang sesak napas, dan mereka juga terlihat sangat ingin mendorong anak-anak Serigala ke samping, dan digantikan oleh mereka.
Tatapan mata mereka bertiga terlalu panas, Lina yang malu pun segera memiringkan badannya sedikit ke samping.
__ADS_1
"Kalian semua tidak pergi keluar?"
Uriel, Wiro dan Saga, "....."
Ketiganya hanya diam dan tidak ada yang bergerak sedikitpun. Mereka tetap berdiri di tempat seolah-olah kaki mereka terpaku di tanah, sambil mata mereka terbuka lebar memandangi Lina.
Saat anak-anak Serigala kecil telah kenyang meminum ASI, Wiro segera menggeser anak-anak Serigala kecil ke sisi lain tempat tidur, dan kemudian bergegas merangkak di tempat tidur batu untuk mendekati Lina.
"Aku juga mau minum susu!"
"Kamu ini! Jangan mempermalukan dirimu sendiri!" Seru Lina sambil melotot ke arah Wiro.
Uriel pun segera mendorong Wiro ke sisi lain.
"Jaga anak-anak Serigala kecilmu, jangan ganggu Lina."
Kebetulan saat ini anak-anak Serigala kecil mulai menangis. Wiro yang merasa sudah menjadi ayah, mau tak mau akhirnya segera pindah dan mendekati anak-anak Serigala untuk menenangkan mereka.
Uriel yang sedang membawa selimut bulu dalam pelukannya, segera mendekati Lina. Setelah Lina selesai menyusui, Uriel bisa mencium bau susu yang sangat kuat.
"Sepertinya rasanya manis dan lezat."
"Bolehkah aku menciummu?" Uriel bertanya.
Lina yang melihat tatapan lembut mata Uriel pun terlena, pelan-pelan Lina mengangguk tanpa dirinya sendiri sadari.
Uriel pun segera mencium bibir gadis kecilnya dan menghisapnya dengan lembut.
Sentuhan lembut telah memberi Uriel dorongan, untuk segera memakan gadis kecil yang ada di lengannya itu.
Sampai Lina yang dicium merasa pusing, Uriel dengan enggan akhirnya baru melepaskan pagutan bibirnya pada gadis kecilnya. Kemudian ibu jari Uriel menggosok bibir Lina yang kemerahan.
Wiro yang sedang berada di samping kiri mereka berdua, matanya terbelalak lebar dan terlihat merah.
“Tidak adil! Dia bisa menciummu, tapi kenapa aku tidak bisa?!"
Lina memeluk dadanya sendiri sambil berkata, “Salah sendiri. Siapa yang suruh kamu ingin ikut makan makanan anak-anakmu?"
“Aku kan hanya ingin mencicipinya saja. Tidak ada yang lain dan tidak lebih dari itu." Jawab Wiro.
"Aku sudah hapal dengan akal burukmu!" Seru Lina.
Setelah perdebatan antara Wiro dan Lina selesai, kemudian mereka mendengar mulut Uriel yang berkata, "Saga baru saja pergi keluar."
Lina sangat terkejut mendengar kata-kata Uriel.
"Apa? Sejak kapan dia pergi? Kenapa aku tidak tahu?"
Kemudian Uriel membantu menutupi tubuh gadis kecilnya sengan selimut bulu.
"Kamu istirahat saja yang baik. Aku yang akan berbicara dengannya."
Setelah Uriel pergi, Lina bergegas berkata kepada Wiro dengan marah, "Kamu yang selalu memulai mengajakku bertengkar. Lihat akibatnya aku jadi mengabaikan Saga."
Wiro yang disalahkan oleh Lina tidak marah, tetapi dia malah tersenyum puas.
"Salah siapa aku punya hubungan yang baik denganmu? Begitu baiknya, hingga tidak ada orang lain yang bisa masuk."
Lina segera diam tak mau berbicara lagi dan menatap dengan sorot mata kosong ke arah Wiro.
__ADS_1
Ketika Uriel menemukan Saga, dia telah bersiap untuk pergi keluar.
Uriel pun segera menghentikannya.
"Kemana kamu akan pergi?"
"Aku akan menangkap ikan di kolam dan merebusnya untuk Lina." Jawab Saga.
Uriel kemudian berkata, "Kita ke kolamnya nanti saja. Mari kita bicara dulu."
Tiba-tiba saja Saga menatap Uriel dengan dingin.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?"
"Hanya ingin membicarakan tentang dirimu dan Lina. Sekarang Lina sudah melahirkan, setelah beberapa hari lagi, kamu akan bisa k*w*n dengannya." Jawab Uriel.
Uriel yang telah berkata dengan sangat terus terang, membuat Saga tidak menyangka kalau dia akan mengatakan tentang hal ini.
Saga, "....."
Saga sedikit terpana.
Saga yang masih menatap Uriel pun bertanya lagi, "Apakah kamu bersedia berbagi Lina dengan laki-laki lain?"
Meskipun Harimau yang ada di depan Saga ini di luarnya selalu tersenyum, dan terlihat lembut dan sopan, sebenarnya dia sangat jauh berbeda di dalamnya. Dia sebetulnya bukanlah tipe pria baik, yang akan membiarkan bayi Lina keluar.
Uriel berkata, "Awalnya aku tidak mau, tapi kemudian aku menemukan jawabannya dan aku bersedia."
Saga, "....."
Saga tidak mengerti apa maksudnya.
Kemudian Uriel lanjut berkata dengan suara yang dalam, "Setelah periode waktu ini, kamu harusnya bisa melihat kalau ada banyak rahasia yang tersembunyi di tubuh Lina. Jika rahasia ini sampai bocor, mereka mungkin akan membunuhmu demi mendapatkan Lina."
Mendengar apa yang Uriel katakan, Saga segera menjadi sangat serius.
Saat ini Uriel sedang memandang Saga.
"Aku selalu waspada terhadapmu, itu semua demi keamanan dan keselamatan Lina, bagaimanapun juga kamu belum menjadi pasangan Lina. Aku juga tidak bisa menjamin kalau kamu tidak akan pernah berkhianat. Jika apa yang aku lakukan sudah membuatmu merasa tidak nyaman, kamu katakan saja. Aku pasti akan meminta maaf kepadamu, dan menjelaskannya dengan sejelas-jelasnya."
Saga berkata, "Kamu bisa mengatakannya pelan-pelan, dan aku juga sangat peduli dengan Lina. Aku tidak membutuhkan permintaan maaf dari siapa pun."
"Ada terlalu banyak rahasia di tubuh Lina. Dia sangat membutuhkan perlindungan. Hanya Wiro dan aku saja, mungkin tidak akan memiliki kekuatan yang cukup. Kami juga membutuhkan bantuan darimu. Itulah sebabnya kenapa aku rela berbagi Lina dengan kalian." Ucap Uriel.
Saga, "....."
"Saat kondisi tubuh Lina telah pulih sepenuhnya, kamu bisa mulai untuk menentukan waktu k*w*nmu dengan Lina, setelah itu kita semua akan menjadi keluarga. Wiro memang memiliki temperamen yang buruk, tapi dia juga baik. Jika dia mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan, jangan di masukan ke dalam hati. Jika dia benar-benar membuatmu kesal, bertarunglah dengannya, supaya kamu bisa merasa lebih tenang." Ucap Uriel lagi.
"Baiklah." Jawab Saga.
Setelah itu Uriel mengeluarkan dua buah sumber.
"Tubuh Lina lebih kecil dari kita, buah ini dapat membantumu k*w*n dengan Lina, tanpa ada hambatan."
Saga pun mengambil buah itu dan mengucapkan terima kasih untuk pertama kalinya.
"Terima kasih."
Kemudian Uriel menepuk pundak Saga dan berkata, "Bersikaplah lembut pada Lina. Dia takut sakit."
__ADS_1
"Baiklah."