Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 110 - Bau Apa Ini?


__ADS_3

Meskipun hanya beberapa gerakan tarian yang sederhana, tapi tetap terlihat sangat bagus. Selain itu, malam ini bulan bersinar sempurna. Angin berhembus sepoi-sepoi dan apinya juga menyala ringan. Membuat Ida tampak seperti peri yang turun ke dunia. Sangat indah bila dipandang.


Tapi diam-diam Lina agak sedikit kecewa.


"Jika saja ada iringan musiknya, tarian ini pasti akan semakin terlihat menakjubkan."


Saat menari, Ida Ruln bergerak ke depan Leon.


Mata unik Rubahnya sedikit terangkat, dan ekpsresi dengan temperamennya yang sederhana, sering berganti-ganti di setiap hentakkan kakinya, tapi hal itu juga menunjukkan pesona unik lainnya.


Di akhir gerakan tarinya, dengan pelan Ida Ruln menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Leon.


Saat ini Ida sedang menunjukkan senyum malu dan menawannya kepada Leon.


Tampaknya Leon seperti sedang terkejut, matanya tiba-tiba berhenti dan terus menatap Ida.


Tapi saat ini, Lina samar-samar bisa mencium aroma yang aneh.


"Bau apa ini?"


Aromanya begitu sangat ringan, dia tidak akan bisa mencium aromanya, jika bukan karena posisinya yang duduk dekat dengan mereka.


Lina tidak tahu apakah itu ilusinya sendiri atau bukan, tapi dia melihat kalau Uriel dan Wiro juga seperti sedang kesurupan. Mata mereka lurus menatap ke arah Ida Ruln, seolah-olah seperti sedang mengagumi sosok bidadari.


Lina tercengang.


"Apa yang terjadi? Apakah Uriel dan Wiro semuanya sangat menyukai Ida?! Tidak mungkin! Uriel dan Wiro jelas-jelas bukan jenis Orc jantan yang mudah untuk tertarik dengan kecantikan!"


Lina sedang dalam suasana hati yang bingung dan khawatir. Tanpa dia sadari, sebetulnya Lina melihat Ida Ruln yang sedang meringkuk, sambil menunjukkan senyum kemenangannya.


Pada saat ini, tiba-tiba saja kuncup bunga kecil keluar dari lengan baju Leon!


Ukurannya kini menjadi beberapa kali lebih besar, dan kelopak berwarna merah mudanya berubah menjadi berwarna hitam. Dan tiba-tiba saja kelopak bunganya terbuka, dan memperlihatkan deretan taringnya yang tajam, kemudian segera bergerak ke arah Ida Ruln, dan menggigit lengannya!


"KRESH!"


"AAAHH!"


Merasa kesakitan, Ida Ruln pun sangat marah, tangan kanannya kini berubah menjadi cakar rubah yang tajam, dan bergerak menuju ke arah kuncup bunga kecil!


"HUH! HIAH!"


"TAP! TAP!"


Tapi untungnya si kuncup bunga kecil masih bisa menghindari serangan Ida.


Melihat kakak laki-lakinya diganggu, keempat anak Serigala kecil itu juga segera bergegas mendekati Ida Ruln. Mereka semua segera melambaikan cakar kecil mereka dan menggores wajahnya yang cantik.


"GRRRR!"

__ADS_1


"IAAAAT!"


"CRASH! CRASH! CRASH!"


Seketika itu juga, bau aneh yang sebelumnya sempat tercium oleh Lina, segera tertutupi oleh bau darah, dan pada saat yang bersamaan Wiro, Uriel dan Leon mulai kembali tersadar.


Leon yang lebih dulu bereaksi. Dia segera melemparkan Ida yang ada dalam pelukannya, hingga jatuh ke tanah, dan sorot matanya dipenuhi dengan amarah.


"Berani-beraninya kamu menggunakan wewangian rubah?!"


Wewangian rubah adalah sejenis teknik rahasia, yang pernah digunakan oleh nenek moyang bangsa rubah. Konon dikatakan bahwa wewangian itu berasal dari tulang belulang beberapa rubah betina. Bila memakainya, si pemakai bisa menyebarkan aroma wangi yang menenangkan, dan memiliki daya tarik yang sangat besar bagi pria dewasa.


Setelah terpengaruh oleh wewangian rubah, para laki-laki dewasa akan kehilangan akal sehat dan kontrol atas diri mereka sendiri, dan akan menjadi boneka yang patuh.


Untuk menyempurnakan seni rahasia semacam ini, beberapa orang telah melukai banyak Rubah betina.


Oleh karena itu lah, klan Rubah telah memasukkan seni rahasia semacam ini, sebagai seni terlarang dan tidak akan pernah digunakan lagi.


"Teknik terlarang yang seharusnya telah hilang bertahun-tahun lamanya, hari ini telah muncul kembali?!" Ucap Uriel yang sedang sangat terheran-heran.


Ketika kuncup bunga kecil dan anak-anak Serigala akan menyerang Ida Ruln, Lina segera memanggil dan menghentikan mereka.


"Kalian semua, kembali kesini!"


Para anak-anak kemudian dengan marah menarik cakar mereka, dan kembali duduk di samping Lina.


Kemudian dengan lembut Lina mengusap kepala mereka, untuk menenangkan emosi mereka.


Kemudian kuncup bunga kecil segera melilit pergelangan tangan Lina, sambil terisak-isak dengan menyedihkan, "Kubucil takut, hum.."


Lina sedikit terkejut, lalu berkata, "Kamu takut? Bukannya tadi kamu begitu galak, hingga kamu hampir menggigit seluruh lengan wanita itu. Tapi sekarang kamu memilih untuk berpura-pura takut?!"


"Kubucil mengangguk, "Huumm.."


Ida Ruln kini sedang meringkuk di tanah dalam keadaan malu, dan terdapat luka-luka di sekujur tubuhnya. Lengannya yang terluka akibat gigitan si bunga kecil, juga masih mengeluarkan darah.


Kemudian dia membuka matanya, dan menatap kearah Leon dan Uriel, dengan sorot matanya yang tidak percaya.


"Tidak mungkin! Sudah jelas kalau tadi aku sudah berhasil! Mereka telah dibuat bingung oleh wewangian rubah, tapi kenapa tiba-tiba saja mereka tersadar lagi?!"


Dengan tergesa-gesa, dia pun berusaha untuk bangun. Tapi sebelum dia bisa berdiri tegak, dia terlebih dulu terhempas oleh terjangan bola api!


"WUSHH!"


"BUGHH! AAARGGHH!"


Rambutnya yang juga terbakar, membuatnya berteriak dan berguling-guling di tanah dengan cepat.


"AAARGH! PANAS!"

__ADS_1


Setelah apinya padam, beberapa bagian rambut indahnya kini telah menggulung karena terbakar.


Saat ini Leon sedang menatap Ida dari tempat yang tinggi, dengan ujung jarinya yang mengeluarkan api, dan nada suaranya yang menunjukkan bahaya yang tak ada habisnya, dia berkata, "Sekali lagi aku katakan, aku tidak peduli apakah kamu perempuan atau pun bukan, aku akan membuatmu merasakan bagaimana rasanya terbakar hidup-hidup, hingga menjadi abu!"


Ida menutupi lengannya yang berdarah sambil gemetaran ketakutan. Air matanya pun mengalir deras di pipinya.


"Aku tidak berani! Aku tidak akan mengulanginya lagi, tolong biarkan aku pergi."


Leon diam dan memandangnya untuk sesaat, kemudian berkata, "Sungguh mengecewakan." Setelah itu dia melebarkan sayapnya dan terbang dengan membawa semua kemarahannya.


Saat ini Ida Ruln sedang berjuang untuk bangun. Dia sudah terlihat sangat menyedihkan, dan banyak Orc jantan yang merasa kasihan padanya.


Mereka semua bisa mendengar apa yang baru saja Leon dan Uriel katakan, tapi tidak semua Orc tahu apa itu wewangian rubah. Mereka hanya bisa menebak dari reaksi Leon dan Uriel, kalau wewangian rubah mungkin adalah hal yang tidak bagus.


Pay adalah Orc pertama yang merasa tidak tahan, saat melihat keadaan Ida yang seperti itu. Dia segera berdiri dan memegang Ida Ruln yang telah berdiri limbung.


Pay berpikir, "Meskipun Ida Ruln sudah membuat kesalahan, bagaimanapun juga dia tetaplah Orc wanita yang sangat berharga. Selama dia bisa menyadari kesalahannya, Ida seharusnya masih bisa dimaafkan."


Kemudian dia mengeluarkan beberapa buah harum segar, untuk membantu menghentikan pendarahan pada luka-luka yang ada di tubuh Ida, dan kemudian membantunya berjalan mendekati Jane Oxana.


Namun Jane menatap Ida dengan sorot matanya yang terlihat sangat marah. Setelah Ida duduk, Jane pun menatapnya dengan tajam, menggertakkan giginya dan berkata, "Wewangian bunga sangat dilarang. Berani-beraninya kamu menggunakannya?"


Dengan cepat Ida menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku tidak ..."


Jane Oxana sudah tidak ingin mendengarkan tipu muslihatnya lagi, dan dengan dingin segera memotong perkataan Ida.


"Katakan yang sebenarnya padaku. Di mana kamu mendapatkan mayat para rubah betina?"


Wajah Ida seketika memucat dan matanya pun memerah.


"Aku benar-benar tidak membuat wewangian rubah.. Percayalah padaku!"


Jane yang kini semakin marah berkata, "Kamu masih berani mencoba untuk menipuku? Belum lama ini, lebih dari selusin betina telah hilang dari suku Rubah! Awalnya aku berpikir kalau mereka telah dibawa pergi oleh laki-laki dari suku lain, tapi kami tetap tidak bisa menemukan keberadaan mereka. Sekarang tampaknya semuanya telah jelas, mereka semua telah kamu lebur dan kamu jadikan wewangian rubah, kan?!"


Jane Oxana sangat mempercayai Ida Ruln, dia bahkan pernah memiliki pikiran untuk menyerahkan posisi pemimpin klan kepada Ida Ruln. Tapi tanpa diduga, dibelakang Jane, Ida telah melakukan hal yang sangat kejam!


"Melakukan tindakan kejam terhadap sesama anggota klan, harus dihukum! Ida, aku sudah sangat kecewa padamu!"


Ida pun menciutkan bahunya, dan tubuhnya yang lemah terlihat bergetar, dan tampak semakin menyedihkan.


Lina kini sudah mengetahui apa itu wewangian rubah dari mulut Uriel langsung, dan tiba-tiba saja Lina mulai menyadari sesuatu, "Oh begitu. Pantas saja tadi aku lihat ekspresi kalian bertiga tampak tidak normal, ternyata itu karena wewangian rubah!"


Adapun aroma yang dia cium, itu adalah aroma wewangian rubah yang terlarang.


Menurut prinsip kerjanya, Wewangian rubah hanya akan bekerja pada Orc jantan dewasa. Karena anak Serigala masih di bawah umur, mereka pun tidak terpengaruh. Sedangkan si kuncup bunga kecil hanyalah sejenis tumbuhan, dia juga tidak akan terpengaruh oleh wewangian rubah.


Sebelumnya Lina sempat merasa khawatir, "Untungnya anak-anak segera merespons dengan cepat. Jika tidak, pasti akan sangat sulit untuk menghilangkan pengaruh wewangian rubah pada diri Leon, wiro dan Uriel."

__ADS_1


Meskipun masalah kali ini bisa teratasi, keberuntungan tetaplah yang utama. Tidak ada yang bisa menjamin, kalau mereka akan memiliki keberuntungan yang seperti ini lagi, di lain waktu.


__ADS_2