Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 86 - Ini Masalahku


__ADS_3

"Aku mencuri benda-benda suci dari kuil dan membunuh para kepala biksu," kata Saga tanpa ekspresi.


Wiro dan Uriel sangat terkejut mendengar perkataan Saga.


Hanya Lina yang wajahnya terlihat kebingungan, diapun bertanya, "Apakah mencuri bisa dianggap sebagai kejahatan besar?"


"Mencuri sesuatu bukanlah kejahatan yang besar, tapi jika yang dicuri adalah hal suci dari kuil, hal itu dianggap sebagai dosa yang besar." Kata Wiro mencoba untuk menjelaskan.


Uriel mengerutkan keningnya dan ikut berkata, "Apalagi, dia sudah membunuh para biksu kepala. Itu sudah lebih dari dosa! Tidak heran bila orang-orang dari Kuil Bulan Gelap kini mencarimu. Karena kamu sudah melakukan kejahatan sebesar itu, kamu pasti akan segera dieksekusi jika kamu sampai tertangkap!"


Dan hukuman itu adalah hukuman mati yang paling kejam.


Saga berkata, "Kamu yakinlah, ini masalahku, aku bisa menyelesaikannya sendiri."


Kemudian Uriel bertanya, "Lalu bagaimana caramu menyelesaikannya?"


"Aku pasti akan pergi dari sini sebelum utusan dari Kuil menemukan Gunung Batu, sehingga kalian tidak akan ikut terlibat." Saga menjawab dengan ekspresi dinginnya.


Lina sangat marah mendengar Saga berkata seperti itu, dia segera memelototi Saga dan memarahinya.


"Di matamu, apakah kami terlihat seperti sekelompok orang yang takut mati?!"


Saga balik bertanya dengan nada suaranya yang dingin, "Apa kamu tidak takut mati?"


Kini Lina segera menjadi lebih marah.


"Aku memang takut mati, tapi apa hubungannya dengan itu?! Meskipun begitu, bukan berarti kami akan membiarkanmu mati! Kita semua adalah keluarga, tidak ada satu pun keluargaku yang boleh mati!"


Saga menertawakan dirinya sendiri.


"Haha.. Kamu, Uriel dan Wiro adalah keluarga, sedangkan aku bukan. Aku dan kalian tidak ada hubungan keluarga. Aku sama sekali bukan keluargamu."


Lina yang merasa ditolak oleh Saga, dia terdiam dan amarahnya sudah hampir meledak.


Tapi Uriel segera mengusap-usap kepala gadis kecilnya, untuk menenangkan hatinya.


Kemudian Uriel berkata kepada Saga, "Jangan impulsif. Kamu tidak akan bisa memecahkan masalah ini sendirian. Lagipula, sampai sekarang utusan Kuil masih belum datang mengunjungi kita. Selama periode waktu ini, kita bisa mendiskusikan dan mencari solusinya bersama-sama."


"....." Saga menundukkan kepalanya dan tidak berbicara sepatah kata pun.


"Aku lihat, Lina dirawat dan dijaga dengan sangat baik oleh Uriel dan Wiro. Terlihat juga kalau mereka hidup dengan sangat bahagia. Meskipun aku telah tinggal bersama mereka selama beberapa hari ini, aku dapat dengan jelas merasakan, bahwa diriku harus keluar dari sini."


Meskipun selama beberapa hari ini Saga telah berusaha menjaga suasana hati Lina, tapi kali ini Saga merasa kalau apa yang dia lakukan tidak sesuai pada tempatnya.


"Sekarang Lina tengah hamil, dia benar-benar tidak boleh sampai kenapa-kenapa. Aku tidak ingin Lina ikut terlibat dengan masalahku. Aku tidak ingin Lina disakiti oleh mereka yang mengejarku. Akan jauh lebih baik jika aku pergi dari sini secepat mungkin. Selama aku tidak di sini, Lina pasti akan aman dan baik-baik saja."


...........


Tiba-tiba turun hujan sangat deras di malam hari.


Setelah bangun keesokan paginya, Uriel dan Wiro bersiap untuk pergi ke kebun, untuk melihat-lihat kondisi kebun. Tapi pada pagi hari ini, di luar masih hujan dengan sangat deras.


Lina tiba-tiba bertanya, "Di mana Saga? Apa dia belum bangun?"


Wiro berkata, "Aku tidak tahu. Aku juga belum melihatnya sejak aku bangun pagi ini."


Wajah Uriel tiba-tiba berubah. Dia segera melangkah menuju ke kamar tidur tamu.


"Selimut bulu sudah terlipat dengan rapih di tempat tidur, tempat tidurnya juga terasa dingin. Sudah sangat jelas, pasti sejak tadi malam Saga tidak tidur di sini."


Kemudian Uriel mengerutkan keningnya dan berkata, "Saga tidak ada di kamar. Dia pergi."

__ADS_1


Mendengar apa yang Uriel katakan, seketika itu juga Lina menjadi sangat cemas.


"Di luar sedang hujan sangat deras.. Memangnya dia pergi kemana? Kalau saat di jalan, Saga sampai bertemu dengan orang-orang dari Kuil, dia pasti akan dalam bahaya! Tidak boleh.. Jangan sampai hal itu terjadi, aku harus keluar dan mencarinya.."


Dengan cepat Wiro segera memeluknya, dan dengan serius berkata, "Kamu sekarang sedang hamil. Kamu jangan lari-lari!"


"Tapi Saga d ..." 


Wiro segera memotong perkataan Lina, "Aku akan membantumu mencarinya!" Kemudian Wiro dengan tegas berjanji, "Kamu tunggu saja di rumah, aku pasti akan membawanya pulang!"


Saat Lina mendengar kata-katanya, dia tiba-tiba teringat saat terakhir kali Uriel pergi sendirian. Pada saat itu, Wiro juga berjanji seperti itu kepadanya.


"Orang ini selalu terlihat seperti tidak ingin mengalah, tapi ketika dalam momen yang kritis, dia jauh lebih berani daripada orang lain!"


Lina pun merasa sangat tersentuh.


Kemudian Wiro berkata kepada Uriel, "Kamu tunggu saja di rumah bersama Lina, aku yang akan pergi ke luar untuk mencari Saga."


Tetapi Uriel berkata, "Aku ikut pergi denganmu."


Wiro pun terkejut.


"Kamu juga akan ikut pergi?"


Uriel memang selalu terlihat baik dan lembut, tapi dia belum pernah menjadi Orc yang berhati hangat.


Uriel adalah kebalikan dari Wiro.


Wiro adalah tipikal Orc yang dingin di luar tetapi hangat di dalam. Sementara Uriel, dia itu hangat di luar tapi dingin di dalam.


Tawaran bantuan dari Uriel yang tiba-tiba, benar-benar sudah mengejutkan Wiro.


"Aku lebih kuat darimu. Jika kita bertemu dengan para utusan dari Kuil, aku bisa memenangkan pertarungan dan membawa Saga kembali," Uriel mengusap kepala gadis kecilnya, dan dengan tatapan matanya yang lembut dia tersenyum sambil berkata, "Ketika ada momen seperti ini, seluruh keluarga harus saling membantu keluarganya yang mendapat musibah."


Saat ini Wiro telah meminta Rei untuk mengurus Lina. 


Rei dengan serius menjawab, "Jangan khawatirkan tentang itu. Aku pasti akan menjaga Lina dengan baik."


Saat akan berpisah, mata Lina pun memerah dan kemudian berkata, "Kalian juga harus hati-hati, perhatikan juga keselamatan diri kalian sendiri. Aku akan selalu di rumah, menunggu kalian kembali!"


Kemudian Wiro dan Uriel bergantian mencium bibir Lina.


Uriel mencium bibir gadis kecilnya penuh kasih sayang, kemudian berkata, "Kami pasti akan kembali, setelah itu kita pasti akan menangis dan tertawa bersama."


Wiro dan Uriel pergi dengan membawa dua puluh Orc laki-laki Serigala dan bergegas menembus hujan badai, tanpa melihat ke belakang.


Hujannya benar-benar sangat deras, hanya dalam sekejap mata, sosok mereka telah tertutup oleh oleh hujan deras, dan tidak lagi bisa terlihat.


Rei merasa khawatir, Lina yang kondisinya sedang dalam keadaan hamil akan kedinginan. Dengan segera dia bersama dengan Meli, membujuknya untuk kembali ke rumah.


Kini Meli tengah berbaring bersama dengan Lina di kamar utama, untuk beristirahat.


Akan tetapi Lina tidak bisa berlama-lama hanya beristirahat saja, kemudian dia tiba-tiba saja bangun dan duduk.


"Aku harus merebus sup panas untuk mereka! Di luar hujannya sangat deras. Meskipun mereka itu kuat, tapi tetap saja mereka pasti akan kedinginan dan masuk angin!"


Meli melihat Lina yang berlari ke dapur pun bergegas mengikutinya. Dia melihat Lina sedang mengiris-iris akar pasir, mencampur beberapa daun merah dan rumput kerang, kemudian memasukkannya ke dalam panci besi besar dan merebusnya dengan air.


Setelah beberapa saat, aroma pedas pun mulai menyebar.


"Apa yang sedang kamu masak?" Meli bertanya dengan rasa ingin tahu.

__ADS_1


Kemudian Lina berkata, "Ini sup untuk menghangatkan tubuh, saat Uriel dan yang lainnya telah kembali, masing-masing dari mereka harus minum semangkuk besar sup ini. Karena sup ini baik untuk kesehatan mereka."


Meli selalu percaya dengan kata-katanya, dan dengan segera ikut membantu memasak sup.


...........


Saat ini seluruh hutan sedang diselimuti oleh hujan yang sangat deras.


Saga juga telah bertemu dengan empat dewa. Mereka adalah utusan dari Kuil yang datang untuk mengejarnya, ketika Saga sedang melewati lumpur.


Begitu kedua belah pihak saling bertemu, mereka langsung menggerakkan tangan mereka, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"BUGH!"


"BUGH!"


"BRAK!"


Kemudian ke empat dewa mengubah wujud mereka menjadi binatang. Wujud binatang mereka adalah Ular Cincin besar, berwarna hitam dan hijau.


Posisi Ular Piton, kini terkurung oleh empat Ular Cincin yang membentuk lingkaran besar. Ular Piton yang tidak ingin ditangkap oleh mereka, terus mencoba yang terbaik untuk berjuang dan melawan ke empat Ular lainnya.


"WUSH!"


"KRESH!"


"BUGH! BUGH! KRESH! KRESH! BUGH!"


"BET!"


"KRESH!"


Namun, jumlah pihak lawan lebih banyak, dan Ular Piton sama sekali tidak mempunyai kesempatan, untuk menyingkirkan salah satu dari mereka.


Lebih buruknya lagi, ke empat Ular Cincin tersebut juga telah menggigitnya. Taring mereka menembus sisik dan juga menembus masuk ke dalam daging Ular Piton.


Gigi para Ular ini sangat beracun.


Bahkan Ular Piton Hitam yang sangat beracun pun, tidak akan bisa menahan efek racun dari empat Ular Cincin besar, pada saat yang bersamaan.


Ketika Ular Piton Hitam itu akan terjatuh, entah dari mana asalnya, tiba-tiba saja seekor Harimau Putih besar muncul! Harimau itu segera melompat sambil mengaum!


"GROARRR!"


"KRESH!"


"SRET! SRET! SRET!"


Sambil menggigit leher salah satu Ular besar bercincin, cakarnya yang tajam dan bersinar menyayat-nyayat tubuh ular itu. Membuat Ular itu menggigil dan berteriak dengan getir.


"DESiSiSiSSS! OWAAAAGH!"


Melihat adanya celah, Ular Piton hitam segera mengambil kesempatan untuk membebaskan diri dan berjuang untuk bisa bangkit dari lumpur.


Pada saat yang sama, seekor Serigala Es dan dua puluh Orc Serigala muncul dan melemparkan tiga Ular Cincin besar ke dalam lumpur.


Harimau Putih besar pun dengan segera mengambil kesempatan dari kekacauan ini, dan menyeret Ular Piton Hitam ke tepian lumpur.


Ular Piton Hitam kini telah berubah ke wujud Orcnya.


Saga yang terbaring di tanah, di tubuhnya sangat jelas terlihat ada luka gigitan pada kaki, pinggang, bahu, dan lengannya yang masing-masing terdapat satu gigitan.

__ADS_1


Lukanya telah terlihat menghitam, dan jelas itu karena racun.


__ADS_2