
"Horeeee!"
"Uriel menang!"
Tapi..
Harimau Putih itu masih berdiri diam di tempat, lama tetap tidak ada pergerakan darinya.
Lina menyadari ada sesuatu yang salah dan segera berlari dengan cepat menghampiri Uriel.
"Uriel.. Uriel!"
Pada saat Lina sudah dekat dengan Harimau Putih itu, Tato Harimau di pinggangnya menghilang, dan harimau putih itu pun jatuh ke tanah dan berubah kembali ke bentuk Orcnya.
Kejadian itu membuat semua Orc Serigala yang ada di situ merasa ketakutan.
Mereka segera berhenti bersorak dan menggotong Uriel pulang kerumah.
Saat ini Uriel telah dibaringkan di tempat tidur, matanya terpejam, dia sedang dalam keadaan tak sadarkan diri.
Terlihat juga banyak luka di tubuhnya, terutama di bagian dadanya yang menghitam karena hangus terkena api.
Lina bukanlah seorang dokter profesional. Dia tidak tahu bagaimana caranya menangani luka bakar yang parah. Dia hanya bisa membantunya membersihkan luka sebanyak dan sebisa mungkin, untuk menghindari infeksi.
Dengan cepat Lina mengambil minuman anggur, untuk menyeka luka-luka di tubuh Uriel, sambil menangis.
"Uriel.. Sadarlah! Jangan tinggalkan aku.. Aku takut.. Uriel.."
Orc lain telah mencoba untuk menghiburnya, tetapi mereka gagal. Akhirnya, mereka tidak punya pilihan lain selain pergi dari situ.
Air mata Lina terus menerus menetes dan jatuh, seperti manik-manik yang pecah. Semuanya jatuh di tubuh Uriel.
Saat itu juga, pola bintang harimau di pinggang Uriel mengeluarkan sinar berwarna biru muda. Dan bau samar tumbuh-tumbuhan, menyebar di sekitar ruangan.
Lina yang sedang sangat sedih, sama sekali tidak menyadari adanya fenomena itu.
Dia masih terengah-engah menangis, dengan air matanya yang jatuh satu per satu.
Bau tanaman yang semakin intens, membuat Luka bakar yang ada di dada Uriel sembuh dengan sendirinya, dengan kecepatan yang bisa terlihat dengan mata telanjang.
Hal itu membuat Lina sangat terkejut, dia menyadari ada sesuatu yang salah.
Dia mengucek matanya yang berair dan menatap luka di tubuh Uriel.
"Kulit dan daging yang hangus rontok dengan sendirinya, dan dengan cepat tertutup oleh daging yang baru? Awalnya, ada setengah bagian dadanya yang hangus karena luka bakar, tetapi dalam sekitar sepuluh menit, semuanya menghilang?"
Karena merasa tidak percaya dengan apa yang sudah dia lihat, Lina mengulurkan tangannya dan dengan lembut menyentuh dada Uriel.
"Kulitnya benar-benar segar dan utuh kembali, tanpa ada bekas luka terbakar.. Apa yang sudah terjadi?"
Saat ini kelopak mata Uriel mulai bergerak-gerak dan kemudian matanya mulai terbuka.
Begitu Lina melihat Uriel yang telah tersadar dan bangun, Lina sudah tidak mempedulikan tentang hal lain lagi. Dia segera melompat naik ke dalam pelukan Uriel, sambil menangis bahagia.
__ADS_1
"Uriel! Uriel.. Urieeel.."
Uriel terlihat seperti orang b*d*h karena dia sedang merasa kebingungan.
Dia tidak menyangka ketika dia baru saja bangun, gadis kecilnya terlihat sangat bersemangat. Dia mengulurkan tangannya, dan memegang lengan Lina dan berkata dengan masih merasa kebingungan, "Iyah, aku di sini.."
Lina mengangkat kepalanya, wajahnya yang halus masih tertutup oleh air mata, dan matanya terlihat bengkak karena menangis.
"Akhirnya kamu sudah bangun! Aku sangat takut.. Aku takut kamu.. tidak akan pernah bangun lagi.."
Uriel membantunya menghapus bekas air mata di wajahnya dan mencium sudut matanya dengan perasaan penuh sayang.
"Jangan takut.. Jangan menangis lagi.. Aku sudah kembali."
Tetapi ada hal yang sangat mengejutkan bagi Uriel.
"Aku tidak melihat adanya bekas luka pada tubuhku, dan juga aku sudah dipromosikan? Sekarang aku sudah menjadi roh Binatang Buas Bintang Empat?"
Tak lama kemudian, Wiro dan Saga telah kembali dari kebun.
Mereka telah mendengar tentang cedera Uriel, dan dengan cepat langsung bergegas kembali ke rumah, dan masuk ke dalam kamar tidur.
Wiro sangat terkejut.
"Mereka bilang kamu terluka parah?"
Tapi penampilan Uriel terlihat sangat bersemangat, sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sedang terluka.
Berbicara tentang ini, Uriel juga memiliki beberapa keraguan. Tanpa sadar dia menyentuh dadanya, mengerutkan keningnya dan berkata, "Sebelum aku tidak sadarkan diri, aku masih ingat kalau aku terluka bakar dengan parah, tapi ketika aku sudah bangun, semua luka di tubuhku sudah menghilang tanpa bekas?"
"PENYEMBUHAN?"
Ketiga orang lainnya berkata dan memandang ke arah Saga, pada saat yang bersamaan.
"Teknik penyembuhan adalah keterampilan rahasia yang unik dari kuil. Dengan bantuan kekuatan Dewa, bisa membantu Orc untuk menyembuhkan luka mereka dan memulihkan kesehatan mereka dalam waktu yang singkat." Kata Saga yang menjelaskan kepada mereka bertiga.
Lina yang mendengar ada keajaiban seperti itu di dunia Orc ini, segera membuka matanya lebar-lebar dan berkata, "Sangat menakjubkan.."
Akan tetapi mata Saga terlihat sangat suram, kemudian dia menjelaskan lagi, "Sebenarnya tidak ada yang ajaib. Yang disebut dengan teknik penyembuhan, sebenarnya menggunakan kehidupan pada tanaman untuk mengobati luka para Orc. Dalam analisis terakhir, mereka menggunakan semacam cara kejam atau juga pemaksaan."
Jika kehidupan pada tanaman tidak cukup, kuil bahkan akan menggunakan beberapa budak sebagai korban untuk menyerap vitalitas mereka, dan melakukan teknik penyembuhan untuk beberapa Orc yang memiliki kedudukan istimewa dan penting.
Tapi Saga tidak mengatakan kata-kata ini. Dia tidak ingin membuat Lina menjadi merasa takut, dengan hal-hal kotor seperti itu.
Saat saga menjelaskan, Uriel memandangnya dengan tatapannya yang rumit.
"Tidak banyak Orc yang tahu tentang penyembuhan, dan hanya sedikit Orc yang boleh mengetahui metode dalam teknik penyembuhan. Tapi Saga bisa mengetahui dengan sangat jelas. Apakah dia ada hubungan tertentu dengan kuil?"
Saat ini Wiro sedang bertanya kepada Lina, "Kamu dari tadi kan sudah berada di sisi Uriel, apa kamu tahu bagaimana luka-luka di tubuhnya bisa sampai sembuh?"
Dengan jujur Lina memberitahukan semua yang baru saja terjadi, dari awal hingga akhir.
Ketika Lina berbicara tentang melihat luka uriel sembuh dengan sendirinya, ketiga pria itu terkejut.
__ADS_1
"Apakah itu benar-benar teknik penyembuhan? Tapi tidak ada seorang pun di sini yang bisa menggunakan teknik itu!"
Uriel meraih tangan gadis kecilnya, dan bertanya dengan suaranya yang terdengar lembut, "Apakah kamu melihat atau merasakan sesuatu yang tidak biasa, ketika luka-lukaku sembuh?"
Lina mencoba untuk mengingat-ingat sambil bergumam, "Mmmm.. Sepertinya aku mencium bau tumbuh-tumbuhan.."
Mendengar kalimat ini, Uriel dan Wiro berseru pada saat yang bersamaan.
"Benih Suci!"
"....." Lina hanya terdiam melongo.
Wiro ingin menanyakan lebih detail lagi, tetapi segera dihentikan oleh Uriel, dan memberi isyarat dengan menggerakkan matanya kearah Saga.
Sorot mata Uriel terlihat sedikit defensif.
Wiro yang memahami maksud Uriel dengan sangat jelas, segera menutup mulutnya.
Saga yang melihat perilaku kedua Orc itu, hatinya terasa seperti tenggelam dalam lubang gelap pengucilan. Kesepian, tak dianggap dan hampa.
Dia tak bertanya ataupun berbicara apa-apa lagi, dan diam-diam berjalan keluar dari kamar tidur.
Untuk hal ini, Uriel tidak bisa disalahkan karena dia telah terlalu curiga.
Tapi itu juga Uriel lakukan demi keamanan gadis kecilnya.
"Benih Suci dari Pohon Ilahi yang ada di tubuh Lina, terlalu berharga untuk diketahui oleh orang luar. Saga memang pilihan yang bagus untuk Lina, tetapi mereka berdua belum menjadi pasangan."
Selama Saga belum menjadi pasangan Lina, dia bukanlah keluarga yang sesungguhnya. Selain itu, Uriel juga belum bisa mempercayai Saga sepenuhnya.
"Demi keamanan gadis kecilku, aku harus sangat berhati-hati!"
Uriel dan Wiro masih membahas tentang hal ini dan akhirnya mereka telah mengambil kesimpulan.
"Kejadian ini sudah pasti ada hubungannya dengan Benih Suci di tubuh Lina. Benih itu bisa membuat luka yang ada pada tubuh Orc sembuh dengan cepat dan dalam waktu yang singkat." Wiro berkata dengan mantap.
Tidak seperti teknik penyembuhan milik Kuil, Benih Suci bahkan tidak perlu menghisap vitalitas dari makhluk lain, untuk dapat menyembuhkan luka-luka yang ada di tubuh Uriel.
Lina merasa takut dengan kesimpulan mereka berdua, dan tanpa sadar mulai mendebat Uriel dan Wiro, "Kalian itu sudah terlalu banyak berpikir. Bisa saja luka Uriel telah sembuh karena hal lain, dan tidak ada hubungannya denganku."
"Jika kita ingin tahu apakah kesimpulan kita benar atau tidak, maka kita harus mencobanya sendiri," kata Uriel yang tersenyum sambil menatap Wiro, dengan sorot matanya yang bersemangat.
"Aku setuju. Tapi bagaimana caranya?" Tanya Wiro.
Tangan kanan Uriel segera berubah menjadi cakar Harimau yang sangat tajam, dan dengan tiba-tiba menyayat tangan kirinya sendiri.
"SRET!"
Lukanya terlihat sangat dalam. Dengan darahnya yang seketika itu juga mengalir deras.
Lina yang berhati lembut, dan dengan sangat jelas melihat sendiri apa yang sudah terjadi di depan matanya, segera berteriak terkejut dan merasa sangat ketakutan. Dia bergegas berlari mengambil dan menyobek kulit binatang, untuk dia gunakan membalut luka baru, di tangan kiri Uriel.
"Apa kamu sudah gila, Uriel!!"
__ADS_1
Lina berseru dengan nada suaranya yang terisak, dan kedua matanya yang kembali berkaca-kaca.