Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 73 - Ih Serem!


__ADS_3

Booker menggertakkan giginya.


"Saya tidak mempunyai kristal tingkat sedang, hanya ada beberapa kristal hijau. Jika Anda mau, Anda bisa menukarnya."


Tidak mudah untuk mendapatkan kristal jenis seperti itu. Sebetulnya, dia bahkan tidak ingin mengeluarkan batu kristal tingkat rendah, tetapi dia takut dengan kekuatan Uriel. Selain itu juga ada Wiro yang ganas di dekatnya, jadi dia hanya bisa mengakuinya.


Uriel tentu saja tidak percaya, kalau Booker tidak memiliki batu tingkat sedang, tetapi baginya tidak masalah. Selama Batu Kristal tersebut berwarna, pasti akan dia terima.


"Bagaimana jika kristal hijau anda, kami tukar dengan tiga puluh kristal tak berwarna?"


Meskipun semuanya adalah Batu Kristal tingkat rendah, tetapi yang berwarna hijau adalah yang terbaik di antara yang bermutu rendah. Dengan berat hati, Booker akhirnya menyetujui menukarkan kristal hijaunya, dengan tiga puluh butir kristal tak berwarna, karena dia takut dengan Uriel dan Wiro.


"Br*ngs*k! Jika bukan karena roh binatang buas kalian lebih tinggi dariku, aku pasti sudah memaksa kalian untuk menukar dengan lima puluh kristal tak berwarna!"


Lina yang mendapatkan Batu Kristal pun sangat senang. Dia berkata kepada Booker sambil tersenyum, "Di rumah, kami masih memiliki banyak sayuran dan buah-buahan. Jika Anda membutuhkannya lagi, Anda boleh datang ke Gunung Batu untuk menemui kami, kami pasti akan memberikan Anda harga yang spesial."


Booker yang wajahnya setengah kusut setelah bertransaksi dengan Uriel, saat mendengar Lina berbicara, dia segera tersipu dan mengangguk dengan penuh semangat.


"Baiklah, baik! Suatu saat nanti, saya pasti akan kesana!" Kemudian dia lanjut berpamitan, "Ya sudah kalau begitu, saya pergi dulu."


Booker segera berubah menjadi Mustang berwarna cokelat kemerahan. Dia pergi dengan membawa dua kantong besar berisi buah dan sayuran, di kanan dan kiri tubuhnya.


...........


"Ting Tong!"


"Selamat! Anda telah berhasil menyelesaikan tugas khusus, mengumpulkan batu kristal dengan lima warna yang berbeda. Hadiah khusus akan segera dikirim ke anda. Jangan lupa untuk memeriksa hadianya."


Setelah suara itu menghilang, sebuah kompas muncul di tangan Lina. Ukuran kompas itu hanya seukuran telapak tangannya. Serta sebuah buku kulit bergambar volume pertama, berisi tentang ilustrasi mineral.


"Apa kegunaan dari kompas ini?" Lina bertanya.


Suara menjawab, "Ini adalah kompas untuk mencari harta karun. Kompas ini dapat membantu anda menemukan Urat Bijih, dalam jarak lima ratus meter."


Begitu Lina mendengar kata "Urat Bijih", matanya tiba-tiba bersinar.


"Urat bijih? Itu artinya emas dan perak yang bisa dibilang tak terhitung jumlahnya?"


Tapi dia segera mengerutkan keningnya. Dia berpikir tentang rumitnya teknologi peleburan logam, dan juga harus memiliki suhu panas yang tinggi untuk bisa melelehkan logam.


Bahkan jika dia diberi lusinan Urat Bijih, dia tidak bisa mengubah logam tersebut, menjadi sesuatu yang bisa digunakan.


Lina pun hanya bisa menghela nafasnya karena kecewa.


"Hhhh.. Sayang sekali"


Suara dalam benak Lina tiba-tiba mengingatkan, "Karena anda telah menyelesaikan semua tugas pemula, kini sistem akan ditingkatkan. Selama proses peningkatan, sistem akan secara otomatis tertidur."

__ADS_1


Lina yang penasaran pun bertanya, "Ada peningkatan sistem? Apa gunanya ditingkatan?"


Suara menjawab, "Ya. Setelah sistem ditingkatkan, fungsi yang berbeda akan dibuka sesuai dengan konstitusi anda. Dan mengenai konten-konten terbaru, lebih lengkapnya bisa anda ketahui setelah selesai peningkatan."


Lina juga sangat menantikan, akan sebagus apa hadiah-hadiah yang akan diberikan untuknya.


Dia mengepalkan tinjunya yang kecil dan bersorak, "Ok, semoga kamu berhasil! Yey!"


Suara menjawab, "Baiklah, semoga anda segera memiliki bayi."


Lina, "..... Terima kasih."


Suara dalam benak Lina sedang memulai proses peningkatan sistem, sedangkan Lina sedang memegang perutnya.


"Aku adalah manusia, sedangkan Wiro serigala. Akan jadi spesies yang seperti apa nanti bayinya? Apakah Manusia Serigala?"


Membayangkan penampilan Manusia Serigala yang ganas seperti di film-film horor, tubuh Lina pun menggigil.


"Iiih.. Sereeem!"


Tiba-tiba Uriel mencubit tangan kecilnya, dan bertanya dengan tatapannya yang terlihat khawatir, "Ada apa denganmu? Apa kamu kedinginan?"


"Aku menggigil karena aku khawatir."


Uriel bertanya lagi, "Apa yang kamu khawatirkan?"


Wiro yang mendengar ini pun langsung marah. Dan berkata dengan suara keras, "Aku sangat kuat dan kamu sangat cantik. Mana mungkin anak-anak kita akan terlihat aneh?"


Mendengar Wiro yang marah, membuat Lina tidak berani menatapnya. Dia mengerutkan bahunya, dan tidak berani berbicara lagi.


Kemudian Uriel berkata dengan lembut, "Aku mengerti apa yang kamu maksudkan. Kamu khawatir karena kamu bukan dari spesies yang sama dengan Wiro, dan kamu takut anak-anak yang lahir nantinya akan tidak normal, begitu kan?"


Lina mengangguk-angguk pelan sambil mengerucutkan bibirnya.


"Hmm-hmm!"


Uriel berkata lagi kepada gadis kecilnya, "Jangan khawatir, ada banyak Orc yang memiliki ikatan, dengan pasangannya yang berbeda spesies. Buktinya, keturunan mereka juga tidak pernah ada yang bermasalah."


Mendengar Uriel berkata seperti itu, membuat Lina sedikit merasa lega.


Setelah beberapa saat, Lina kembali bertanya lagi, "Apakah aku akan melahirkan bayi serigala? Atau kah bayi manusia?"


Wiro langsung menyahut pertanyaan Lina, dan berkata dengan tegas, "Ya tentu saja bayi serigala!"


Lina mengabaikan perkataan Wiro, dia memandang Uriel.


"Kalau menurutmu bagaimana?"

__ADS_1


Uriel tersenyum dan menjawab, "Semua itu tergantung pada orang tuanya, mana yang lebih kuat."


Siapa yang lebih kuat, maka anak itu akan sepertinya.


Lina melihat kearah perut Wiro yang memiliki enam otot, kemudian dia melihat perutnya sendiri yang putih dan halus.


Menurutnya, jawaban untuk siapa yang lebih kuat sudah sangat jelas.


...........


Sebuah keluarga yang beranggotakan tiga orang, tinggal di suku Sungai Hitam selama satu malam, dan berencana akan kembali ke Gunung Batu keesokan paginya.


Sementara itu di lain tempat, sekelompok Orc bersayap mendarat di sebuah puncak gunung.


Mereka adalah Orc yang bermigrasi dari tempat lain. Pemandangan dan area tempat ini sangat bagus. Dan yang terpenting adalah, banyak buah dan sayuran yang manis dan enak yang ada di kaki gunung. Tempat seperti ini adalah tempat terbaik bagi mereka untuk hidup.


Para Orc tersebut pun memutuskan untuk menetap di Gunung Batu.


Sayuran dan buah-buahan yang ada di kaki gunung, ditanam oleh para Orc Serigala. Mereka juga bekerja di kebun setiap harinya. Hanya dengan melihat mereka, para Orc berbulu secara alami tahu, bahwa kebun sayur ini milik para Orc serigala.


Tapi para Orc berbulu tidak mengerti, kenapa Orc Serigala yang hanya menyukai daging, ingin menanam sayuran. Meskipun begitu, mereka tetap memutuskan untuk datang, dan bertanya kepada Orc Serigala, "Apakah kami bisa bertukar dengan beberapa sayuran kalian?"


Orc Serigala yang sedang berada di kebun berkata, "Kami tidak bisa memberikan jawaban kepada kalian. Ketua kami sedang tidak berada di sini. Kalau kalian mau, silahkan menunggu beberepa hari lagi, hingga ketua kami kembali."


Di antara para Orc suku Bulu, ada beberapa anak-anak nakal. Ketika para Orc dewasa tidak memperhatikan, mereka menyelinap menuruni gunung untuk bermain. Dan saat mereka melihat sayuran dan buah-buahan di kebun sayur, air liur mereka pun tak terbendung lagi.


Sayangnya ada Orc Serigala yang sedang bekerja di kebun sayur, anak-anak suku Bulu itu pun akhirnya tidak berani bertindak gegabah.


Saat hari sudah gelap, anak-anak nakal itu mulai menyelinap keluar lagi, dan terbang menuruni gunung secara diam-diam.


Kali ini tidak ada seorang pun yang berada di kebun sayuran. Anak-anak suku Bulu merasa bersemangat, dan segera mengepakkan sayap kecil mereka menuju ke kebun sayur. Malam ini mereka berencana untuk bersenang-senang.


Satu hal yang tidak mereka ketahui, di sebuah pohon besar di dekat kebun sayur, ada seekor ular piton hitam besar, dengan garis berwarna abu-abu keperakan yang melingkari ekornya.


Sensor pada piton sangat peka. Begitu mereka mendekati kebun sayuran, Ular Piton itu segera bangun.


Anak-anak suku Bulu, dengan santai melayang-layang mencari kebun sayur, yang akan mereka jadikan tempat berpesta.


Setelah beberapa saat mencari, akhirnya mereka menemukan kebun sayur yang ditumbuhi oleh sayuran berukuran besar. Mereka pun langsung terbang menuju ke kebun sayur tersebut.


Tanpa perlu menunggu anak-anak itu menyentuh sayur yang telah mereka incar, seekor piton hitam besar dengan senyap muncul dan menelan salah satu dari mereka.


Kejadian yang tiba-tiba ini, jelas membuat anak-anak lain begitu ketakutan, mereka pun segera mengepakkan sayap mereka dan dengan tergesa-gesa pergi melarikan diri.


"TOLONG! ADA ULAR BESAR DI SINI!"


Ular piton besar itu mengangkat kepalanya, dan melihat ke arah mereka kabur.

__ADS_1


"Kebun ini milik Lina. Dia sudah susah payah menanam semua tanaman ini. Tidak ada yang boleh menyentuhnya."


__ADS_2