Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 103 - Perutku Sakit Sekali


__ADS_3

Uriel yang sejak tadi diam tiba-tiba bertanya, "Apa yang Tetua Leon ingin kami lakukan, agar Tetua bisa mempercayai ketulusan kami?"


"Ketulusan yah.." Kemudian Leon berpikir sejenak, lalu berkata, "Bagaimana dengan ini? Jika kamu bisa memecahkan masalah kesulitan dalam bereproduksi di klan Bulu, kami tidak hanya akan setuju untuk pindah, tapi kami juga akan mengambil inisiatif untuk membantu kalian menambang Urat Bijih."


Begitu kata-katanya keluar, semua orang yang ada di situ pun tercengang.


Wiro adalah yang pertama bereaksi, sambil menepuk meja dengan marah.


"PRAK!"


"Apa hubungannya dengan kami jika kalian tidak bisa memiliki anak? Kenapa juga kami yang harus bertanggung jawab untuk membantumu dengan hal semacam ini!"


Kemudian Leon berkata, "Aku tidak peduli. Mau bagaimanapun, syarat dariku tetaplah seperti itu. Jika kamu bisa menerimanya, kita akan melanjutkan pembicaraan kita. Jika kamu tidak bisa menerimanya, mari kita coba lagi lain kali."


Wiro ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi Lina segera memegang pergelangan tangannya.


Lina menggelengkan kepalanya kepada Wiro.


"Kamu tenanglah, jangan emosi. Aku yang akan mengurus ini."


Wiro meragukan apa yang telah Lina katakan.


"Bisakah kamu melakukannya?"


"Kita coba dulu. Siapa tau itu akan berhasil." Jawab Lina.


Lina tidak memiliki pengalaman dalam pengobatan infertilitas, tetapi dia ingat ada beberapa herbal untuk infertilitas yang disebutkan di dalam buku kulit bergambar. Saat dia kembali nanti, dia akan mempelajarinya dan mungkin bisa memberikan solusi.


Kemudian Lina menatap ke arah Leon.


"Aku setuju dengan syarat darimu."


Sebenarnya tadi Leon hanya iseng mengajukan syarat seperti itu.


"Aku tidak berharap kalau Wiro benar-benar akan setuju. Tapi aku tidak tahu dengan gadis kecil ini, apakah dia terlalu berani atau terlalu naif?"


Kemudian Leon memandang Lina sambil tersenyum.


"Oke, kalau begitu kita akan membuat kesepakatan. Kami akan membantumu menambang Urat Bijih, dan kamu bisa membantu kami menyelesaikan masalah reproduksi di klan kami. Jika kamu berani menipuku, aku pasti tidak akan membiarkanmu pergi."


"Sepakat!" Jawab Lina mantabs.


Wiro Sanger dan Sky Letta yang memiliki jabatan sebagai ketua, tidak bisa menemukan celah untuk mengganggu Lina dan Leon. Mereka berdua hanya bisa melihat Lina dan Leon yang sedang membuat kesepakatan, dengan mata mereka yang terbuka lebar dan mulut mereka yang sedikit menganga karena terbengong.


Mungkin saat ini Wiro dan Sky memiliki pemikiran yang sama.


"Sebenarnya yang ketua klan siapa? Sampai-sampai, saat ini aku sendiri mendadak tidak ingat siapa ketuanya!"


Hadeeeh..


...........


Dengan adanya tambahan pekerja dari klan Bulu, kecepatan dalam menambang Urat Bijih di Gunung Batu, menjadi lebih cepat dua kali lipat.


Saat ini Lina sedang berada di rumah, melihat-lihat isi buku kulit bergambar dan menandai semua tanaman herbal yang bisa digunakan untuk mengobati masalah reproduksi.


"Sebagian besar ramuan sudah aku miliki sebelumnya, dan masih ada beberapa yang belum aku miliki."


Dia pun meminta kepada beberapa Orang untuk mencari tanaman tersebut di hutan.


Terkadang Leon juga akan ikut mencarinya.


Suatu hari Leon datang dengan tiba-tiba dan Lina tidak sempat untuk membereskan semuanya. Saat itu juga Leon melihat buku kulit bergambar yang ada di tangan Lina.


Ekspresi Leon saat ini segera menjadi penuh curiga.


"Pantas saja kamu berani menyetujui persyaratanku? Ternyata kamu menyembunyikan senjata rahasia!"

__ADS_1


"Itu bukan urusanmu!" Saat ini Lina sedang merasa sedikit kebingungan.


"Uriel pernah berkata kepadaku supaya berhati-hati, jangan sampai ada orang lain yang melihat buku kulit bergambar milikku ini.. Tapi sekarang Leon sudah melihatnya.. Apakah dia akan membocorkan hal ini kepada orang lain?"


Melihat kegugupan Lina, Leon pun berkata untuk menenangkan, "Jangan khawatir, aku tidak tertarik dengan barang yang ada di tanganmu itu dan aku juga tidak akan mengambil barang-barang milikmu."


Lina tidak ingin berlama-lama dengan dia lagi, kemudian dia segera berbalik dan pergi ke dapur.


Tanpa dia duga.


Baru beberapa langkah dia berjalan, tiba-tiba saja.


"AUH! Perutku sakit sekali!"


Lina memegangi perutnya, dan wajahnya terlihat memutih.


Leon yang masih berada di situ segera membantu Lina, saat melihat Lina yang tiba-tiba saja mengaduh.


"Apa yang terjadi denganmu?"


"Perutku.. Rasanya sakit sekali.." Jawab Lina.


Leon melihat kearah perut Lina yang bulat.


"Sepertinya kamu akan melahirkan?"


Lina merasakan rasa sakitnya yang semakin menjadi.


"Tolong antarkan aku ke tempat tidur dan segera pergi untuk memberitahukan kepada Uriel dan Wiro, mereka tahu apa yang harus dilakukan."


Kemudian Leon segera membopongnya dan berjalan ke kamar tidur.


Dengan hati-hati Leon membaringkan Lina di tempat tidur, dan kemudian langsung membuka kedua kaki Lina, dan menundukkan kepalanya untuk memeriksa situasi di tempat itu.


Saat Lina melihat tindakannya yang berani, dia segera merasa takut dan marah.


"Orang ini! Apa dia akan berbuat yang tidak-tidak di saat seperti ini?!"


Leon berkata sambil kepalanya masih tetap menunduk menatap kearah pangkal paha Lina, "Aku yang akan membantu persalinanmu."


Mendengar itu, Lina pun langsung tercengang. Kemudian Lina menatap Leon dengan tak percaya.


"Kamu? Kamu yang akan membantu persalinanku? Kamu bohong, kan?"


"Walaupun pahamu dilihat olehku, bukan berarti aku belum pernah melihat paha. Aku juga terkadang menjadi Dokter, untuk mengobati anggota klan Bulu yang jatuh sakit."


Mendengar apa yang dia katakan, membuat Lina sedikit rileks.


"Jadi kamu punya pengalaman."


"Tidak ada pilihan lain lagi bagiku."


...........


"UH UH UH UH UH.. UUUUUUH!"


"UUUUUH!"


Sungguh menyakitkan saat melahirkan, apalagi dengan tubuh Lina yang kecil dan pinggangnya yang juga sangat kecil dan ramping, sehingga sulit bagi si bayi untuk bisa dengan mudah keluar.


"AAAAHHH!"


Beberapa kali Lina mencoba, beberapa kali itu juga dia hampir pingsan.


"UUUH!"


"UUUUUH!"

__ADS_1


"UH UH UH UH UH.. UUUUUUH!"


Dia merasa seperti sedang sekarat.


"HUFT! HUFT!"


Dalam kebingungannya, perasaan hangat tiba-tiba mengalir keluar dari perutnya dan mengalir ke seluruh tubuhnya, dan seketika menghilangkan rasa sakitnya.


Lina juga sepertinya mencium aroma tumbuhan yang familiar.


"OWEEEK!"


Saat anak Serigala kecil akhirnya terlahir, saat itu lah Saga, Wiro dan Uriel baru saja kembali ke rumah.


Anak serigala kecil yang berwarna merah muda dan berkulit lembut itu sedang digendong oleh Leon. Meskipun pakaiannya kotor, tetapi dia tetap tidak peduli. Kemudian Leon berkata sambil tersenyum, "Empat anak Serigala, yang terbesar adalah betina. Mereka semua juga sangat sehat."


Pertama kali yang Uriel, Wiro dan Saga lihat adalah Lina. Saat mereka melihat kalau semuanya baik-baik saja, mereka kemudian pergi mendekati anak Serigala yang baru lahir.


Wiro yang paling bersemangat, dua mata hijaunya seperti bercahaya dalam kegelapan.


"WAAAH!"


Dia segera menyeka tangannya dengan keras pada rok bulu yang dia kenakan, dan kemudian dengan hati-hati mengambil alih keempat anak Serigala.


"Ahaha.."


Sebelumnya, setiap dia melihat anak Serigala dari Orc lain yang baru terlahir, dia selalu tidak menyukai mereka karena baginya mereka itu jelek. Tapi sekarang giliran pasangannya yang melahirkan, dia beranggapan kalau anak serigala kecil ini sangat lucu!


"Kenapa di dunia ini bisa ada Serigala kecil yang sangat lucu seperti ini?!"


Saat ini Uriel bergegas pergi ke dapur untuk segera memasak makanan, untuk mengisi kembali kekuatan Lina.


Saga juga segera mengganti pakaian Lina yang kotor, juga sekalian mengganti selimut bulu yang ikut terkena kotoran.


Setelah selesai, Saga segera memeluk Lina sambil melihat penampilannya yang pucat dan lemah. Kemudian dengan hati-hati dan lembut, dia menyentuh perut Lina dan bertanya dengan suara rendah, "Apakah masih terasa sakit?"


"Sangat menyakitkan saat proses melahirkan.. Tapi sekarang sudah jauh lebih baik.."


Lina kemudian melihat Wiro, dia berkata dengan lemah, "Tunjukkan padaku bayi-bayinya.."


Wiro segera menempatkan anak Serigala kecil di depannya, sambil tertawa sangat bangga.


"Hahaha! Anak-anak kita sangat lucu!"


Saat Lina melihat ke keempat anak Serigala, spontan dia mengerutkan keningnya dan berkata, "Mereka terlihat seperti tikus.."


Wiro merasa tidak setuju dengan Lina.


"Sembarangan.. Di mananya yang seperti tikus?"


Mendengar mereka berdua saling berdebat, Leon pun tertawa dan mencoba untuk mengompor-ngompori.


"Haha.. Benar-benar seperti tikus, jelek.."


Mata Wiro yang terbuka tajam seperti pisau segera mengarah ke sumber suara.


"Terima kasih untuk yang barusan."


Leon dengan tenang menjawab, "Itu hanya hal biasa."


Tapi tiba-tiba Wiro menatap Leon dengan tatapan curiga.


"Bagaimana kamu bisa tahu tentang cara membantu persalinan?"


"Sebelumnya aku pernah membantu betina di klan Bulu yang melahirkan. Tentu saja aku punya beberapa pengalaman." Jawab Leon masih dengan santai.


Saga tiba-tiba membuka mulutnya dan bertanya dengan nada curiga namun dingin, "Yang aku ingat, klan Bulumu dan Ular sama-sama bertelur, kan? Apakah bertelur dan melahirkan sama saja? Tidak, kan?"

__ADS_1


Leon mulai bingung untuk menjawab, "Soal itu.."


Melihat Leon yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari Saga, Wiro pun segera berkata, "Kamu sama sekali tidak tahu tentang persalinan, kan?"


__ADS_2