Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 77 - Kami Pasti Melindungimu


__ADS_3

Uriel melihat ke arah Wiro selama beberapa saat, kemudian mengerutkan keningnya dan membuka lebar matanya.


"Aku tidak menyangka, kamu yang sehari-harinya selalu ceroboh, tapi bisa berpikir dengan sangat teliti."


Wiro berkata sambil menatap matahari yang terbenam, yang ada di kejauhan, "Selama beberapa hari ini, aku sudah banyak-banyak berpikir. Aku juga mempunyai firasat kalau Lina bukanlah perempuan biasa. Aku merasa suatu hari nanti, akan ada banyak hal yang tidak biasa yang akan terjadi padanya. Mungkin sekarang kita masih bisa melindunginya, tapi jika suatu saat nanti ada musuh yang jauh lebih kuat dari kita, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan mengabaikan keselamatan Lina, demi keinginan kita yang egois?"


Wiro merasakan sedikit ada rasa tidak nyaman dalam hatinya, tetapi ketika dia sudah berencana, dia tidak akan bisa dikalahkan oleh siapa pun.


Dia adalah pemimpin klan Serigala Batu. Jika dia tidak memiliki otak, bagaimana dia bisa meyakinkan yang lain?


Wiro mengepalkan tinjunya, tampaknya dia kini telah mengambil keputusan.


"Keselamatan Lina, jauh lebih penting dari apa pun. Selama dia aman, aku bisa menerima laki-laki lain untuk berbagi."


Setelah mengatakan kalimat ini, dia pun bangkit dan pergi tanpa melihat ke belakang.


Uriel berpikir keras sambil melipat jarinya, dan menekan erat Cincin Ikatan yang melingkar di jari manisnya.


"Ada banyak rahasia yang tersembunyi di tubuh Lina. Meskipun aku dan Wiro tidak banyak menanyakannya, tapi kami tahu kalau Lina itu sangat istimewa. Entah itu buku kulit domba yang ada di tangannya, pengetahuan yang dia ketahui, atau pun Benih Suci yang ada di tubuhnya. Kamu itu seperti harta yang sangat menarik, sekali terbuka, akan memicu banyak pertumpahan darah."


Uriel pun sangat percaya diri dengan kekuatannya sendiri, tetapi dia juga sadar diri.


"Jika hanya musuh biasa, cukup aku dan Wiro saja sudah pasti bisa mengatasinya. Akan tetapi, masih ada langit di atas langit. Masih ada banyak Orc yang jauh lebih kuat, di luar sana."


Bila soal kekuatan, mereka hanyalah roh Binatang Buas Bintang Tiga dan Dua, kekuatan mereka yang hanya segitu jelas tidak akan cukup.


"Kalau hanya aku dan Wiro saja, pasti tidak akan bisa untuk melindungimu. Mungkin.. Kami memang membutuhkan lebih banyak bantuan.."


Sedikit demi sedikit Uriel mulai merasa tenang. Di mata birunya kini tidak lagi terlihat kekecewaan dan keraguan, hanya ada keyakinan yang tak tergoyahkan.


"Tidak ada yang lebih penting daripada keselamatan Lina!"


Dia menundukkan kepalanya dan mencium Cincin Ikatan di jari manisnya.


"Kami pasti akan melindungimu, Lina!"


...........


Saat Uriel telah tiba di rumah, dia melihat Lina berada di dapur sedang mengiris-iris daging.


Dia pun segera mendekati gadis kecilnya dan meraih tangan kanannya.


"Biar aku saja yang melakukannya."


Lina segera berbalik, dan terkejut saat melihat ternyata Uriel sedang berdiri di belakangnya.


Uriel segera mengambil alih posisi Lina dan mulai memotong-motong daging dengan cepat.

__ADS_1


Lina menatap wajah Uriel dari samping.


"Dari mana saja kamu? Kenapa baru kembali?"


Uriel menjawab santai, dengan kepalanya yang menunduk, "Tadi aku pergi melihat-lihat di kebun sayur, dan sekalian memberi makan ikan dan udang di kolam."


Lina bertanya dengan suara yang halus, "Apa kamu masih marah?"


"Tidak, aku tidak akan pernah marah padamu," kata Uriel tanpa mengangkat kepalanya. "Sebelumnya aku sudah terlalu egois, dan tidak suka bila kamu menerima Orc pria lain lagi. Saat aku melihatmu yang sangat peduli dengan Saga, aku tidak bisa menerimanya. Jadi aku pergi ke kebun sayur, untuk menenangkan diri sebentar."


"....." Lina tidak tahu harus berkata apa.


Masih dengan kepalanya yang tertunduk, Uriel lanjut berkata, "Sebenarnya tiga pasangan tidaklah banyak, bahkan bisa dibilang sangat sedikit. Aku juga sudah tidak punya alasan lagi, untuk melarangmu bertemu dengan Saga."


Lina yang mengira Uriel masih marah, dia pun segera menjelaskan, "Aku tidak ingin mempunyai tiga pasangan, memiliki kamu dan Wiro itu sudah cukup bagiku. Saat ini Saga sedang terluka, aku hanya ingin membantu mengobati lukanya sampai sembuh. Tidak seperti yang kamu pikirkan."


"Tak peduli apa pun itu, kami pasti akan selalu mendengarkanmu," kemudian Uriel meminggirkan potongan daging dan bersiap untuk menyalakan api.


"Di sini akan ada banyak asap. Lebih baik kamu cepatlah keluar dari sini."


Lina tiba-tiba berjalan kehadapan Uriel yang sedang duduk di tanah, memeluk lehernya dan menatapnya dengan lembut.


"Jangan Bersedih.. Setelah aku melahirkan anak dari Wiro, aku pasti akan memberimu seorang bayi.."


Uriel segera menghentikan aktifitasnya, saat mendengar Lina berkata seperti itu.


Dia tertegun dan mendongakkan kepalanya, untuk menatap wajah Lina. Setelah beberapa waktu lamanya, mata birunya mulai bergerak dan wajahnya yang tampan menunjukkan ekspresi tak berdaya.


Dengan bagian tubuh depan mereka yang saling melekat erat, Uriel berkata dengan sangat lembut, "Kamu tidak perlu sampai seperti itu. Apakah kamu mempunyai anak atau tidak, kamu tetaplah satu-satunya pasangan dalam hidupku."


"Tapi kamu tidak bahagia.. Aku ingin membuatmu bahagia.."


"Aku tidak sedih. Aku hanya merajuk pada diriku sendiri," kata Uriel dengan tatapannya yang lembut. Kemudian dia berkata lagi, "Aku telah siap untuk terbuka sekarang. Kamu tidak perlu khawatir tentang aku."


Dengan hati-hati Lina mengamati ekspresi Uriel, dan melihat tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya kemarahan. Kini hati Lina sedikit merasa lega.


Lina berjanji, "Jangan khawatir, aku janji aku tidak akan k*w*n dengan Orc jantan lainnya. Setelah luka pada tubuh Saga telah pulih, aku akan menjelaskan kepadanya dan memintanya untuk pergi."


Tetapi Uriel segera berkata, "Tidak usah terburu-buru untuk mengambil keputusan. Bagaimanapun juga, dia pernah menyelamatkanmu. Biarkan dia tinggal di sini untuk waktu yang lama."


Lina sangat terkejut mendengar apa yang telah uriel ucapkan. Dia pun bertanya untuk memastikan, "Kamu.. Apa kamu serius?"


"Begitulah." Jawab Uriel dengan tersenyum lembut.


Lina merasa ragu dengan perkataan Uriel.


"Aku merasa kalau sikap Uriel terlalu aneh. Jelas-jelas sebelumnya dia sangat tidak suka dengan Saga. Tapi setelah dia menghabiskan waktu hingga sore di kebun, tiba-tiba saja dia mengubah sikapnya terhadap Saga?"

__ADS_1


Menghadapi keraguan gadis kecilnya, Uriel tidak lagi banyak berbicara.


"Gadis kecilku tidak perlu tahu isi di dalam hatiku yang terasa sangat rumit. Dia hanya perlu hidup dengan bahagia dan aman, setiap harinya."


Meskipun begitu, Uriel pasti akan selalu membantu semua masalah, yang gadis kecilnya hadapi.


...........


Di malam hari.


Empat orang sedang makan bersama dalam satu meja.


Kini hubungan antara Uriel dan Lina telah menjadi lebih intim lagi.


Lina menceritakan penyebab, kenapa Saga bisa sampai menyerang anak-anak dari suku Bulu.


Begitu Wiro mendengar kalau anak-anak dari klan Bulu, telah berani mencuri dari kebun sayur dan buah-buahan yang telah para serigala tanam, dia langsung marah dan berkata, "Aku sudah menduga kalau burung-burung itu tidak baik. Aku akan membawa beberapa Orc untuk mengusir mereka dari puncak gunung!"


Kemudian Lina bertanya, "Bukankah tadi kamu sudah ke puncak gunung? Apa yang sudah kamu bicarakan dengan pemimpin klan Bulu?"


"Pemimpin klan Bulu sedang terluka. Dia sama sekali tidak muncul."


"Hm??" Lina terkejut.


Wiro mengatakan alasannya, "Mereka mengatakan akan berbicara dengan kami, setelah pemimpin mereka telah pulih."


Lina bertanya lagi, "Sebelum pemimpin klan Bulu pulih, mereka berencana untuk tinggal di puncak gunung?"


"Sepertinya begitu." Jawab Wiro.


Uriel memasukkan daging ke dalam mangkuk Lina dan berkata, "Kamu kan sedang hamil. Makanlah lebih banyak daging."


Akhir-akhir ini, n*fs* makan Lina semakin besar. Sebelumnya hanya dengan sepotong daging sebesar telapak tangan dan beberapa sayuran, sudah bisa membuatnya cukup kenyang. Tapi sekarang, dia bisa makan tiga potong daging dan dua mangkuk sayuran, dalam sekali makan.


Wiro juga segera melupakan rasa marahnya, terhadap sekelompok Orc berbulu untuk sementara ini, dan dengan cepat memberikan daging untuk Lina.


"Kamu harus makan lebih banyak lagi, segitu masih belum cukup untuk anak-anak kita. Jangan membuat anak-anak kita sampai kelaparan."


Lina pun mencoba untuk menolak. Dia mengembalikan daging yang telah Wiro berikan untukknya.


"Cukup, cukup. Aku sudah tidak bisa makan lagi."


Tetapi Wiro tetap bersikeras, dan menaruh lagi daging itu ke dalam mangkuk Lina.


"Omong kosong, kamu belum makan setengah dari yang aku makan. Makanlah lebih banyak lagi."


"....." Lina terdiam.

__ADS_1


"Dulu porsi makanku hanya sepersepuluh dari porsi makannya Wiro, tetapi sekarang hampir setengahnya. Aku bakalan jadi bola jika terus makan dengan porsi yang seperti ini!"


Namun, Uriel dan Wiro berpikir kalau Lina sama sekali tidak gemuk. Bahkan jika Lina yang bertubuh mungil benar-benar sangat gemuk, mereka berpikiran kalau Lina akan terlihat sangat lucu. Mereka juga pasti tidak akan mengijinkan Lina untuk berdiet.


__ADS_2