Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 94 - Mundur!


__ADS_3

"HIYAAA! Aku cincang tubuhmu!"


"BUGH! BUGH!"


"SRET! SRET! SRET!"


Mendapat dukungan kuat dari para Orc klan Bulu, para Serigala bertempur dengan semakin lebih menggila lagi. Di bawah komando Wiro Sanger, mereka menghajar para Ular bolak-balik, hingga tubuh mereka tercabik-cabik dan tak bisa bergerak lagi! Seperti sedang bermain ping pong!


"DESISISSSS! ARRGH!"


Heli Belang menyadari, bahwa dalam perang ini, dirinyalah yang akan dikalahkan.


Jelas saja dia merasa sangat marah, menggertakkan giginya dan meraung keras.


"MUNDUR! MUNDUR!"


"SEMUANYA MUNDUR!"


Seperti hewan yang telah terperangkap, para Ular berkelahi dengan putus asa. Jumlah yang tewas dan cedera pun semakin meningkat.


"DESISISISSSSS!"


Setelah mendengar kata-kata Heli Belang, para ular dan Binatang Buas itu pun segera mundur tanpa ragu-ragu.


Mereka mengikuti Heli Belang dan melarikan diri ke kedalaman hutan.


"Kalian tidak akan kami biarkan pergi begitu saja!" raung Uriel.


"Jika para Orc ini dibiarkan untuk kembali ke Kuil hidup-hidup, Kuil Bulan Gelap pasti akan mengirim lebih banyak lagi pasukan, untuk menyerang Gunung Batu! Terutama Heli Belang. Jika Orc ini tidak segera disingkirkan, akan menjadi masalah besar di kemudian hari!"


Saga yang dalam wujud Ularnya menjadi yang pertama kali untuk bergegas keluar. Dia menekuk tubuh Ular besarnya dan memelantingkan dirinya. Seperti kilatan petir, Ular Piton itu bergegas masuk ke dalam hutan.


Heli Belang membawa banyak Orc, ditambah lagi banyak juga Orc yang terluka. Mereka jelas tidak bisa berlari cepat, dan dengan segera mereka pun tersusul oleh Ular Piton hitam.


Ular Piton mengabaikan para Orc Ular yang ada di dekatnya, dan membuka mulut Ularnya yang besar, dan langsung menuju ke arah Heli Belang!


"HAAAAA!"


Reaksi Heli Belang sangat cepat, dia segera berguling untuk menghindari serangan Ular Piton, dan kemudian merubah wujudnya menjadi Babon besar berwarna hitam.


"HUP! HUP! SRAK!"


Kemudian Babon Hitam segera meraih tanaman merambat yang menggantung, dan segera berayun meraih tanaman rambat yang lain ke tanaman yang lainnya lagi untuk menghindar!


Ular Piton tetap mengejarnya.


Saat Ular Piton mengejar Babon hitam, tiba-tiba saja Babon hitam berbalik. Sorot mata penuh perhitungan melintas di matanya. Babon itu mengangkat tangannya dan menusukkan pisau tulang hitam ke alis Ular Piton!


Ular Piton yang sangat terkejut, mencoba yang terbaik untuk menghindar.


Namun terlambat.


"JLEB!"


Pisau tulang hitam itu telah menusuk tubuhnya, tapi anehnya tidak ada darah yang keluar.


Di otak Ular Piton terdengar suara yang keras, seolah-olah ada sesuatu yang tiba-tiba saja rusak!


"CEKRAK!"


Ular Piton itu pun tanpa sadar telah berhenti bergerak.


Babon hitam yang melihat hal itu pun berpikir kalau itu tidaklah cukup.


"Pisaunya tidak boleh sampai meleset."


Babon hitam ingin menarik pisau tulang hitam itu keluar dan menusukkannya lagi.


Tapi siapa yang menyangka, tiba-tiba saja kepala Ular Piton bergerak, dan tegak ke atas!


Tubuh Ularnya juga berubah menjadi Binatang Buas yang lebih kuat dari sebelumnya!


"ZSISISSSSZZ!"

__ADS_1


Pupil mata yang aslinya berwarna gelap, kini berubah menjadi merah terang seperti darah.


Lapisan kulit Ular Piton berwarna abu-abu hitam, segera terkelupas dengan kecepatan yang bisa terlihat dengan mata telanjang, dan tubuh Ularnya kini menjadi dua kali lebih besar.


"KRETEK! KRETEK! MBUNG!"


Cincin perak di lehernya telah berubah menjadi merah tua, dan dengan garis-garis aneh yang terbentang tak terhitung jumlahnya, dengan cepat menyebar ke seluruh bagian tubuh Ularnya.


Ketika Babon hitam melihat hal ini, dia tidak merasa takut, tapi malah menunjukkan senyum sinisnya.


"Darah monster telah bangkit! Monster yang diinginkan Dewa telah muncul!"


Saat ini Ular Piton itu sedang menatap kearah Babon hitam.


Ketika Ular Piton membuka mulutnya, Babon hitam dengan cepat memanjat pohon dan dengan gesit bergerak melintasi hutan.


Alih-alih mengejar, Ular Piton itu mengangkat ekornya yang besar dan dengan keras bergerak menyapu!


"BRAK! BRAK! BRAK!"


Sebagian besar pohon pun tumbang terkena sapuan ekor Ular Piton raksasa.


Tak pelak, Babon hitam juga ikut terkena sapuan ekor Ular. Dadanya tertimpa batang pohon yang tumbang, dan dua tulang rusuknya patah. Rasa sakit itu membuatnya menyeringai dengan mulutnya yang tertutup oleh buih darah.


"AARRGH!"


"HUEGHH!"


Babon hitam mengertakkan giginya dan terus berusaha untuk melarikan diri.


Ekor Ular Piton raksasa itu membuat gerakan menyapu lagi, kali ini langsung mengenai punggung Babon hitam, dan melemparkannya hingga menabrak beberapa pohon besar hingga tumbang!


"DUAGH! ARRRGGH!"


"BRAK! KRAK!"


"BRAK! KRAK!"


"ULAR SIALAN! HUEGHH!"


Tubuh Babon yang terlempar jauh, jatuh hingga ke sungai hitam dan langsung hanyut oleh derasnya air.


Ular Piton raksasa tidak mengejar Babon itu lagi, karena saat ini Ular raksasa itu tengah dikepung oleh beberapa Orc Ular.


Para Orc Ular itu ingin melindungi si Heli tua, tapi belum juga mereka menemukan Heli tua yang tercebur di sungai, di hadapan mereka kini telah ada seekor Piton raksasa yang terlihat sangat aneh.


Meskipun begitu mereka tidak merasa takut, mereka semua tetap akan berjuang. Tidak peduli betapa aneh Ular Piton yang ada di depan mereka, Ular Piton itu hanya seorang diri. Sedangkan mereka ada lebih dari delapan puluh Orc Ular.


Dengan jumlah mereka yang segitu banyaknya, mana mungkin mereka merasa takut bila hanya menghadapi satu lawan saja?!


Ular Piton raksasa memandang semut-semut yang ada di depannya. Mata merahnya kini semakin tampak seperti darah yang mendidih.


Kemudian dengan tiba-tiba dia membuka mulutnya yang besar dan bergegas menyerang para Ular yang ada di depannya!


"ZSISISSSZZZ!"


...........


Pada saat ini, di ruang bawah tanah!


"Tiba-tiba saja cincin Ikatan di jari manisku menjadi terasa panas. Apa ada yang sedang dalam bahaya?!"


Lina segera bangkit dan melepaskan diri dari halangan Meli, dan dengan cepat keluar dari rubanah, sambil berlari dan terus berdoa di dalam hatinya.


"Uriel.. Wiro.. Saga.. Tidak peduli siapa pun itu, aku harap di antara kalian bertiga, jangan sampai ada yang celaka!"


Lina berlari keluar dari gua, tak menghentikan larinya dan terus menuruni gunung!


Saat ini Orc dari klan Bulu sedang membersihkan medan perang. Leon yang sedang terbang di udara untuk memeriksa apakah masih ada yang selamat, dia melihat si gadis kecil yang sedang berlari menuruni gunung. Dia pun segera mengepakkan sayapnya dan terbang turun.


"Kenapa kamu turun gunung?"


Lina sudah terlihat sangat kelelahan, dengan keringatnya yang bercucuran, wajahnya yang terlihat sedikit pucat dan napasanya yang sudah tersengal-sengal.

__ADS_1


Dia pun segera berkata dan meminta bantuan, "Pasanganku.. ada yang terluka! Maukah kamu.. membantu.. membawaku kepada mereka?"


Kemudian Leon membungkukkan badannya dekat dengan Lina dan berkata sambil tersenyum, "Oke. Cium aku dulu, dan aku akan membawamu kepada mereka."


Pada saat seperti ini, pria ini masih tidak lupa untuk menggoda si gadis kecil?! Huh Terlalu!


Lina merasa sangat marah, dia pun segera melotot kearah Leon.


"Dasar Orc tak tahu diri! Tapi saat ini sedang dalam keadaan darurat, dan aku juga sedang dalam keadaan hamil. Jika aku terus berlari, aku takut bayi di dalam perutku akan kenapa-napa. Apa yang harus aku lakukan?!"


Lina pun tidak punya pilihan lain lagi, dia bangun dan mencium pipi leon dengan cepat.


"Sekarang tolong antarkan aku kepada mereka!"


Leon berkata, "Terlalu cepat.." Tapi kemudian Leon melihat Lina yang seperti akan meledak amarahnya, jadi dia menambahkan, "Tapi tidak apa-apa. Aku juga sudah merasa puas meskipun hanya seperti itu."


Kemudian Leon segera mengangkat Lina dan membawanya terbang ke kedalaman hutan.


Ketika Uriel dan Wiro beserta para Orc Serigala telah tiba di dekat sungai, mereka semua terpana oleh pemandangan yang sedang mereka lihat.


Pohon-pohon bertumbangan di tanah, dan seluruh padang rumput yang semula hijau, kini berwarna merah darah. Darah yang mengalir ke air Sungai Hitam, kini mewarnai sungai itu dengan warna merah yang aneh.


Seluruh tempat ini seperti telah dicuci oleh darah, dan penuh dengan bau anyir darah yang menyengat.


Heli Belang dan para Orc Ular semuanya telah hilang, hanya terlihat seekor Ular Piton raksasa yang tergeletak di tanah. Permukaan kulit ular juga ditutupi dengan pola merah gelap yang aneh.


Uriel dan Wiro dapat melihat Ular Piton yang matanya tertutup dan dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Meskipun Ular Piton di depan mereka ini berukuran dua kali lipat, Uriel dan Wiro masih bisa mencium dari napasnya yang familiar.


"Ular raksasa aneh ini adalah Saga!"


Wiro tertegun, "Kenapa penampilan Saga bisa menjadi seperti ini?"


Uriel pun mengerutkan keningnya dan berkata, "Tidak hanya tubuhnya saja yang berubah, tapi juga peringkat bintangnya meningkat. Sebelumnya Saga hanyalah Binatang Buas Bintang Tiga, tetapi sekarang telah meningkat menjadi bintang delapan! Apa yang sudah membuatnya naik lima bintang sekaligus? Aku belum pernah melihat ataupun mendengar hal semacam ini!"


Wiro memandang ke sekeliling area perang berdarah, dia merasa ragu-ragu.


"Apa semua ini memang karena perbuatan Saga?"


"Bisa jadi." Jawab Uriel.


Tempat ini sangat berdarah dan suram, bahkan Orc yang terbiasa membunuh dan berurusan dengan darah, juga pasti akan merasa tidak nyaman.


Para Orc Serigala pun semuanya tampak jijik dengan pemandangan ini.


Wiro berbalik ke arah mereka dan berkata, "Kalian carilah di mana keberadaan Heli Belang dan juga kemana para Ular pergi. Bahkan jika mereka semua terbunuh, seharusnya ada jasad-jasad mereka di sekitar sini."


Para Serigala segera berhamburan satu demi satu, untuk mulai mencari jejak yang ditinggalkan oleh para Ular.


Pada saat ini, Leon dan Lina tiba-tiba turun dari langit.


Setelah berdiri dengan kokoh, kemudian Leon melepaskan pegangannya pada Lina.


Uriel dan Wiro sangat terkejut begitu mereka melihat Lina.


"Kenapa kamu di sini?"


Dengan suaranya yang sangat cemas Lina berkata, "Aku merasakan kalau kamu dalam bahaya, jadi aku datang kemari.. Tapi kenapa aku hanya melihat kalian berdua? Di mana Saga?"


Wiro dan Uriel tidak berbicara dan hanya memandang kearah Ular Piton raksasa, yang tergeletak di tanah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[[[ Maaf kakak kakak yang ganteng2 & cantik2.. Thothor upnya agak sedikit.. Thothor skrg punya keponakan baru, jadi skrg lgi ikut ngurusin keponakan yang gede.. 😐 ]]]


[[[ Maaf ya kakak kakak semua.. πŸ™πŸ™πŸ˜’πŸ˜’]]]


[[[ Sprti biasanya, klo ada waktu lebih psti thothor up lebih dari 1 bab kok kak.. ]]]


[[[ Btw minta doanya biar keponakan thothor "Elvis Parta Avisa" yang kemarin baru lahir normal dan sehat, biar kelak jadi orang yang bertanggung jawab, berbakti ama org tuanya & pastinya jadi anak yang soleh ya kakak.. Amiin.. πŸ™πŸ™ ]]]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2