Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 84 - Hari Pasar Telah Dibuka


__ADS_3

Saat ketiga laki-laki tampan telah menyelesaikan pekerjaan mereka, hari sudah hampir gelap.


Para Orc di kebun sayur di sekitar mereka juga sudah pulang, sekeliling mereka sudah kosong tidak ada siapa-siapa lagi.


Uriel, Wiro dan Saga saat ini sedang menumpuk sayuran dan buah-buahan di dekat kebun sayur, hingga menumpuk seperti bukit. Jumlahnya sangat menakutkan.


Lina kemudian mengulurkan tangannya, menyapu semua sayuran dan buah-buahan ke dalam ruang penyimpanan.


Uriel dan Wiro sudah tidak terkejut dengan hal ini, hanya Saga yang menunjukkan ekspresi terkejutnya.


Tapi dia tidak bertanya apa-apa.


Lina merasa sedikit tidak enak hati dengan Saga, karena dia sudah sangat membantu mereka, Lina juga tidak ingin menyembunyikan tentang hal ini kepada Saga.


Lina menatap Uriel dan melihat kalau Uriel juga tidak keberatan. Kemudian Lina membuka mulutnya dan menjelaskan kepada Saga, "Aku mempunyai cincin. Ada ruang penyimpanan yang sangat luas di dalamnya. Aku menaruh semua sayuran dan buah-buahan tadi di dalam cincin ini."


Saga memperhatikan kalau Lina, Wiro dan Uriel masing-masing memakai cincin, dengan bentuk yang sama di jari mereka. Saga berpikir kalau itu adalah kenang-kenangan cinta mereka, tapi sekarang tampaknya itu bukan hanya sekedar tanda cinta.


"Oh."


Walaupun Saga banyak berpikir, tetapi wajahnya masih mempertahankan ekspresi dinginnya.


Saat ini Uriel sedang mengamati ekspresi Saga dengan hati-hati.


"Aku tidak melihat adanya keserakahan atau pun keingintahuan pada dirinya."


...........


Tidak terasa, telah datang hari dimana pasar yang dibuka setiap sepuluh hari sekali, kini telah dibuka.


Hari ini Lina dan keluarganya turun gunung, untuk membuka kios mereka yang ada di kaki gunung. Dan kali ini mereka pergi bersama dengan Saga.


Saat mereka baru saja membuka pintu kios, mereka melihat Bonny berlari bersama dengan banyak Orc kelinci.


"Kami ingin bertukar dengan semua buah dan sayuran yang kalian jual kali ini!"


Setelah selesai berkata, Bonny dan orang-orangnya meletakkan tas kulit di depan Uriel, dan memperlihatkan rempah-rempah segar yang ada di dalam tasnya.


Karena para Orc kelinci sangat menyukai dan memakan sayuran serta buah-buahan yang ditanam oleh Lina, mereka tidak peduli lagi dengan daun, rumput dan buah-buahan liar lainnya.


Mereka telah memakan semua sayuran dan buah-buahan yang mereka beli saat terakhir kali mereka kemari. Ketika mereka melihat keluarga Lina datang untuk membuka kios, mereka segera bergegas mendekati karena takut mereka tidak akan kebagian.


Uriel jelas mengharapkan hal semacam ini terjadi, jadi dia tampak sangat tenang.


Dia memeriksa herbal di setiap tas.


"Selain rumput kerang, ada beberapa tanaman yang lebih umum, yaitu mustard, daun batu lari dan akar pasir."


Uriel mengambil dua tanaman herbal dan menunjukkannya kepada Lina.

__ADS_1


Ketika Bonny melihat apa yang dilakukan Uriel, dia membuka lebar mata merahnya dan tampak terkejut.


"Aku pikir semua tanaman herbal ini pasti akan dibutuhkan oleh beberapa dukun. Tapi aku tidak pernah menyangka kalau ternyata tanaman ini, dibutuhkan oleh gadis kecil yang tubuhnya terbungkus rapat oleh kulit binatang, yang ada di depanku ini. Apakah gadis kecil ini tahu tentang pengobatan?!"


Mata Bonny kini telah dipenuhi dengan kekaguman.


Lina mengidentifikasi tanaman herbal yang disodorkan oleh Uriel, kemudian dia menganggukkan kepalanya, yang mengisyaratkan bahwa itu semua memenuhi syarat.


Kemudian Uriel bersama dengan Wiro dan Saga, mulai menghitung jumlah tanaman herbal ini.


Lina melihat kearah para Orc kelinci yang berdiri di sampingnya. Dia mengambil beberapa buah manis dan berkata, "Apa kalian merasa lelah setelah perjalanan menuju kemari? Makanlah beberapa buah ini untuk memuaskan dahaga kalian."


Melihat betina kecil itu sedang berbicara pada mereka, para Orc dari ras kelinci pun merasa tersanjung.


Bonny kemudian menyeka tangannya dengan hati-hati pada rok kulit binatang. Setelah memastikan bahwa tangannya telah bersih, dia mengambil buah itu dengan hati-hati dan berkata dengan wajahnya yang memerah, "Terima kasih."


Melihat Bonny mengambil buah manis, Orc lain dari ras kelinci kemudian mengulurkan tangan mereka, untuk mengambil buah yang Lina tawarkan.


Perlahan-lahan, buah manis yang di tanam oleh Lina di kebunnya, ukurannya menjadi besar dan juga rasanya semakin manis. Dan para Orc dari ras kelinci pun juga memakannya dengan senang hati. Mereka memasukkan buah itu ke dalam mulut mereka untuk waktu yang lama, sebelum mereka memuntahkan biji-bijinya.


Berbeda dengan Bonny, dia menolak untuk membuang biji-bijian itu, jadi dengan hati-hati dia menyimpannya.


"Ini adalah buah yang diberikan gadis kecil itu kepadaku. Aku akan membawanya pulang dan mengumpulkannya."


Kecepatan Uriel, Wiro dan Saga dalam menghitung sangat cepat, dan tak perlu waktu yang lama, semua herbal telah selesai dihitung.


Delapan tas semuanya berisi rumput kerang, satu tas berisi mustard, dan satu tas berisi beberapa daun batu lari dan akar pasir.


Para Orc Kelinci pun merasa cukup puas dengan hasil pertukarannya.


Pada saat ini Bonny memperhatikan ada semacam buah berwarna merah, yang ada di stand. Karena rasa penasarannya, dia pun bertanya, "Buah macam apa ini?"


Lina kemudian menjelaskan tentang buah itu, "Oh. Ini adalah buah beri merah. Buah ini baru saja dipetik dari kebun. Bila memakan buah ini, dapat mengisi kembali darah dan energy kita."


Bonny, "....."


Bonny tidak tahu apa artinya mengisi darah dan mengisi energi. Dia hanya menatap Lina dengan pikirannya yang kosong.


Kemudian Lina mencoba untuk menjelaskan lebih detil lagi, "Jika salah satu dari kalian terluka dan kehilangan banyak darah, kalian bisa makan buah beri merah untuk mengisi kembali darah kalian yang hilang. Selain itu, buah ini juga baik untuk wanita, dan juga dapat menyehatkan tubuh."


Mendengar ini, mata Bonny terlihat berbinar dan wajahnya menjadi lebih merah dari sebelumnya.


"Saudara perempuanku sedang tidak sehat dan wajahnya terlihat selalu sangat pucat. Bisakah saudaraku sembuh, bila dia makan buah seperti ini?"


Lina memikirkannya sebentar dan kemudian bertanya, "Apa dia sering mengalami tangan dan kaki yang terasa dingin, terlebih lagi tidak akan tahan dengan suhu yang dingin?"


Mata Bonny kini terlihat lebih cerah lagi, dan dia mengangguk dengan penuh semangat.


"Ya, ya! Tepat sekali."

__ADS_1


Lina kemudian tersenyum.


"Kamu bisa membelikannya beberapa buah beri merah ini, mungkin buah ini bisa membantu saudara perempuanmu."


Meskipun sebagian besar wajahnya ditutupi dengan kulit binatang, dan hanya sepasang mata melengkungnya yang terlihat, sudah cukup untuk membuat jantung Bonny berdetak lebih cepat, dan rona merah di wajahnya menjadi semakin terlihat sangat jelas.


Dia menggosok-nggosok rok bulunya dan bertanya dengan malu-malu, "Semua tanaman herbal yang aku bawa kali ini, telah ditukar dengan buah-buahan dan sayuran. Bisakah bila aku menukar setengah kantong sayuran, dengan buah beri merah ini?"


Lina mengangguk sambil menjawab, "Ya. Tentu saja boleh."


Mendengar jawaban dari Lina yang memperbolehkan, Bonny pun merasa sangat senang.


"Terima kasih. Terima kasih."


Wiro segera membantu mengganti setengah kantong rumput air milik Bonny, dengan beri merah.


Dengan dua kantong buah dan sayuran di pundak mereka masing-masing, para Orc dari klan Kelinci pun pulang dengan rasa puas.


Semua sayuran dan buah-buahan di kios telah bersih terjual. Lina berjalan masuk ke dalam rumah batu, dan mengeluarkan beberapa buah-buahan dan sayuran lagi, dari dalam ruang penyimpanan. Kemudian Uriel menaruh buah-buahan dan sayur-sayuran tersebut ke stand untuk kemudian di jual.


Tak lama berselang, beberapa vegetarian menukar beberapa herbal dengan buah-buahan dan sayuran.


Mereka hanya memiliki jumlah herbal yang terbatas di tangan mereka, dan mereka tidak bisa mendapatkan banyak sebagai gantinya.


Sejauh ini, Orc Kelinci adalah pembeli terbesar yang diterima oleh keluarga Lina.


Lina melihat delapan kantung yang penuh dengan rumput kerang, mau tidak mau akhirnya berkata, "Kita sudah memiliki rumput kerang dalam jumlah yang cukup, lain kali jangan mengumpulkan rumput kerang dulu.."


Uriel pun mengangguk.


"Yah, benar juga."


Pada siang hari, Uriel memanggang daging yang lezat dan memasak sup sayur dalam panci besar.


Ke empat anggota keluarga itu, dengan sangat senang duduk dan makan di sekitar api.


Ketika mereka keluar untuk melanjutkan membuka kios mereka lagi, dua Orc yang ada di sebelah datang dan bertanya sambil tersenyum, "Apa yang baru saja kamu buat? Sepertinya sangat enak."


Uriel pun tersenyum sambil berkata, "Ini hanyalah barbekyu biasa."


"Barbekyu? Bagaimana caramu membuatnya?"


Uriel tidak merahasiakan apa pun, dengan murah hati dia menjelaskan proses pembuatan barbekyu.


Setelah mendengar penjelasan dari Uriel, kedua Orc itu pun mengucapkan terima kasih dan berencana untuk memanggang daging malam ini.


Saat ini Lina sedang kembali teringat dengan angan-angannya.


"Masakan Uriel sangat enak. Jika dia bisa membuka restoran, dia pasti akan menghasilkan uang yang banyak, berkat ketrampilan memasaknya!"

__ADS_1


Tapi kemudian dia melupakan ide itu.


"Tapi kami sudah sangat sibut dengan urusan di kebun. Jika menambah kegiatan lain lagi, nantinya pasti akan terlalu sibuk. Lagi pula, ritme hidup kami saat ini sudah sangat bagus. Tidak perlu menambah apa-apa lagi."


__ADS_2