
Para Orc yang takut karena mungkin saja mereka tidak akan kebagian buah dan sayuran, bergegas untuk segera ikut mengantri.
Ada beberapa Orc laki-laki yang mencoba melompati antrian, dan mereka pun langsung diusir oleh Saga.
Tidak kalah dengan intimidasi kuat Uriel, Saga yang berwajah suram juga sangat menakutkan.
Selama dia berdiri di samping antrian sambil mengawasi antrian, semua Orc secara otomatis menutup mulut mereka dan tidak berani melakukan sedikitpun tindakan curang.
Jika bukan karena buah-buahan dan sayuran yang rasanya lezat, para Orc yang malang ini pasti sejak tadi sudah melarikan diri karena ketakutan
Setelah mendengar berita itu, kini banyak Orc yang datang untuk membeli sayuran dan bergabung dengan antrian. Antrian pembeli semakin lama semakin panjang, bahkan panjangnya hampir hingga ke luar pasar.
Lina sedang duduk di rumah batu, sambil mengeluarkan sayuran dan buah-buahan yang disimpan di dalam ruang penyimpanan.
Saga bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban, dan Uriel bertanggung jawab untuk mengumpulkan bahan obat dan menghitung jumlahnya. Sedangkan Wiro bertanggung jawab untuk menjual buah-buahan dan sayuran kepada para pembeli.
Melihat semakin sedikit sayuran dan buah-buahan di ruang penyimpanan, tetapi jumlah Orc yang membeli sayuran di luar masih meningkat. Dengan menyesal Lina pun berkata, "Aku rasa jumlah sayuran dan buah-buahan yang kita miliki sudah tidak cukup lagi."
Peminat hasil panen dari kebun mereka ternyata sangat tinggi, tetapi jumlah yang mereka miliki tidak sesuai dengan permintaan. Pembelinya terlalu banyak. Sekarang volumenya jelas tidak sanggup mengimbangi output penjualan.
Ketika buah manis yang terakhir di stan telah habis, Uriel pun segera berkata kepada para pengantri, "Sayuran dan buah-buahan hari ini telah habis terjual."
Masih banyak Orc yang belum kebagian buah dan sayuran. Ketika mereka mendengar apa yang Uriel katakan, mereka segera keluar dari antrian.
"Kami sudah lama mengantri sedemikian panjangnya, apa kalian ingin menyuruh kami pergi begitu saja dan berkata kalau semuanya sudah habis terjual? Kalian tetap harus menjual kepada kami beberapa buah-buahan dan sayuran, hari ini juga!"
"Benar!"
"Iya! Kami juga menginginkannya!"
"Aku juga!"
Orc Sapi yang sebelumnya sempat dipukuli oleh pengantri yang lain juga ikut berkata, "Aku sekarang ikut mengantri untuk membeli sayuran! Mooo.."
Saga segera memandang kearah mereka semua dan kemudian tatapannya berhenti pada Orc Sapi.
Dengan tatapannya yang sangat dingin, membuat kulit kepala mereka mati rasa dan dengan jantung dan hati mereka yang terasa bergetar.
"Hentikan omong kosong kalian. Atau aku akan memakanmu."
Singkatnya, para vegetarian ini segera bubar dan merasa sangat ketakutan setengah mati.
Lina kemudian menghitung sisa sayuran dan buah-buahan.
"Hanya sisa sedikit."
"Sepertinya kita memang harus memperluas kebun sayuran dan buah-buahan." Kata Wiro.
Kemudian Uriel berkata dengan suara yang dalam, "Tapi kita kekurangan tenaga pekerja. Jika kita memperluas kebun lagi, aku khawatir kita tidak akan bisa mengurus kebun dengan baik."
"Bagaimana kalau kita menyewa beberapa pekerja?" Kata Lina.
"Menyewa?"
__ADS_1
Ini adalah kali pertama bagi ketiga pria itu mendengar kata itu, mereka jelas tidak memahami artinya.
Kemudian Lina menjelaskan, "Itu artinya kita meminta seseorang untuk membantu kita bekerja di kebun, dengan memberikan hadiah kepada mereka. Kita sebut saja ini sebagai hubungan kerja."
Kemudian Uriel segera terpikirkan cara yang lebih baik. Dia pun segera menatap ke arah Wiro.
"Lebih baik kita membeli kebun sayuran Orc Serigala yang lain, dengan bantuan tanganmu, dan kemudian meminta mereka untuk juga membantu dalam penanaman. Setelah itu kita berikan hadiah untuk mereka."
Diam-diam Lina sangat mengagumi otak Uriel.
"Padahal aku baru saja menyebutkan untuk mempekerjakan pembantu, tapi dia langsung terpikirkan untuk membeli tanah Orc Serigala yang juga memiliki kebun?"
Jika kita menempatkan Uriel dalam masyarakat modern, bisa jadi dia pasti akan menjadi orang sukses!
...........
Akuisisi tanah berjalan dengan sangat lancar.
Uriel memberikan sekeranjang besar buah-buahan manis dan buah harum segar dan membeli tanah dari tangan para Orc Serigala.
Sebagai imbalannya, saat keluarga Lina memanen tanaman, dua puluh persen hasil panen tersebut akan dibagikan kepada para pembantu tersebut.
Setelah selesai membuat perjanjian, Lina dan keluarganya mulai memperluas kebun sayur dan buah-buahan mereka.
Untungnya setelah buah-buahan dan sayuran matang, Lina telah mengambil dan menyimpan banyak biji untuk cadangan. Sekarang semua benih-benih itu diserahkan kepada para Orc untuk ditanam.
Seiring berjalannya waktu, semua bibit itu tumbuh dengan baik.
Uriel dan Saga tinggal di rumah untuk membantu menangani bahan obat yang telah Lina kumpulkan.
"Semua tanaman herbal harus dikeringkan di bawah sinar matahari, dan beberapa di antaranya harus digiling hingga menjadi bubuk." Kata Lina.
Pekerjaan ini tidaklah berat, tetapi sangat merepotkan.
Untungnya baik Uriel dan Saga adalah Orc yang sabar. Dengan hati-hati mereka menangani bahan-bahan obat tersebut tanpa mengeluh, sesuai dengan apa yang sudah Lina arahkan.
Pada saat ini, sekelompok besar Orc jantan tiba-tiba saja bergegas menuju ke rumah Lina.
Mereka semua adalah Orc yang membantu keluarga Lina, untuk mengurus kebun. Wajah mereka semuanya hitam dan biru, seperti habis dipukuli.
Lina yang dikejutkan oleh hal itu pun segera bertanya, "Siapa yang sudah memukuli kalian?"
Di antara mereka ada Pay yang dipukuli paling parah, saat ini dia sedang berdiri sambil mengeluh, "Aku sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi, saat kami sedang bekerja di kebun, bunga matahari itu meludahi kami. Seketika itu juga benda-benda kecil dan keras berterbangan, dan memukuli badan dan wajah kami. Wajahku pun hingga lebam dibuatnya!"
Kemudian Orc lain juga ikut berkata, "Begitu juga dengan tanaman kacang panjang, selama ada yang mendekatinya, mereka tiba-tiba meledak, dan membuat beberapa lubang di rok buluku!"
"Ya, benar! Bunga matahari dan kacang panjang yang kalian tanam, sikapnya terlalu buruk. Kalian sebagai pemiliknya, tolong pergilah untuk mengajari mereka."
Lina berkata, "Kacang panjang kan bukan bom. Bagaimana mungkin bisa meledak?!"
Kemudian Lina segera mengajak Uriel dan Saga.
"Sepertinya kita harus pergi ke lokasi untuk melihat langsung. Ayo kita segera kesana."
__ADS_1
Uriel dan Saga segera meletakkan pekerjaan mereka dan turun gunung bersama dengan Lina. Ketika mereka telah dekat dengan kebun sayur yang disekitarnya terdapat bunga matahari dan kacang panjang, Pay dan para Orc bersembunyi jauh karena takut terkena tembakan dari bunga matahari dan ledakan kacang panjang lagi.
Bunga matahari tumbuh sangat tinggi, yang tingginya lebih dari dua meter. Di dalam lingkaran bunga yang besar, ada biji bunga matahari yang lebat, dengan kelopak bunganya yang berkibar saat tertiup oleh angin.
Di sisi lain, kacang panjang juga telah menutupi kayu yang Lina tancapkan. Kacang panjangnya kini telah menjuntai, dengan warnanya yang hijau cerah.
"Sepertinya terlihat normal-normal saja kok!"
Lina ingin memetik kepala bunga matahari, tapi dia terlalu pendek untuk bisa menjangkaunya.
Uriel lah yang kemudian membantunya untuk mengambilkan bunga matahari tersebut.
Akibatnya, begitu Uriel mengulurkan tangannya, bunga matahari itu tiba-tiba berbalik ke arah Uriel dan memuntahkan biji bunga matahari dengan gila-gilaan!
"CIU! CIU! CIU!"
Uriel segera mendekap Lina ke dalam pelukannya dan di bawah komando dari Saga.
"Awas! Kita diserang! Cepat menyingkir!"
Mereka segera berguling dan menghindari tembakan dari bunga matahari.
Saat Bunga matahari melihat targetnya telah melarikan diri, mereka pun kemudian diam, tapi tetap meregangkan cabang dan daun-daunnya, seolah sedang menikmati sinar matahari yang hangat.
Lina melihat banyak biji bunga matahari yang berserakan di tanah, dan dalam waktu yang lumayan lama dia termenung sambil berpikir.
"Benih bunga matahari yang aku tanam, saat mereka telah tumbuh bisa menyerang orang-orang?! Apakah ini benar-benar bunga matahari?!"
Kemudian Uriel bertanya dengan iseng, "Apa kali ini kita mencoba mendekati tanaman kacang panjang?"
Tapi mereka tidak lagi mendekati kebun sayur. Sebaliknya, mereka kali ini mengambil batu dan melemparkannya dari kejauhan ke tanaman kacang panjang.
"Swinggg!"
"BUK!"
Saat batu itu mengenai tanaman kacang panjang yang sedang diam (entah sedang ngalamunin gadis mana 😂), kacang panjang itu tiba-tiba saja meledak!
"DUARRR!"
Suara ledakannya seperti petasan yang dinyalakan di saat pergantian tahun. Terdengar keras dan nyaring.
Lina yang melihat hal itu pun ketakutan.
Pay dan para Orc mencondongkan tubuh mereka dengan hati-hati untuk mengintip.
"Apa yang sudah kami katakan benar kan? Tanaman-tanaman ini seperti orang gila. Mereka langsung saja menyerang begitu ada orang yang mendekati tanaman itu. Mereka sangat galak!"
Lina menatap ke wajah hitam dan biru para Orc yang sebelumnya pernah di serang oleh tanaman tersebut, dia pun merasa sangat bersalah. Kemudian Lina mengambil beberapa tanaman herbal, dihancurkan dan dicampur dengan sedikit air, kemudian di balurkan ke tubuh mereka yang terluka. Untuk membantu melancarkan sirkulasi darah mereka dan untuk menghilangkan pembengkakkan.
"Bunga matahari dan kacang-kacangan itu tidak bisa dimakan. Aku pikir sebaiknya tanaman-tanaman itu segera di cabut saja," kata Pay.
"Soal itu akan aku pikirkan lagi," kata Lina.
__ADS_1