
Lina telah berusaha untuk membuat Saga tertawa, tapi respon Saga masih tetap saja acuh tak acuh.
Hal itulah yang membuat Lina akhirnya menyerah.
Mungkin karena ekspresi wajahnya yang dingin sangat kentara, Saga pun tidak tahan lagi untuk segera mengakui kesalahannya, "Maaf, aku sudah membuat leluconmu sia-sia."
Lina pun berkata tanpa daya, tapi dengan cara yang masih bisa didengar nyaman di telinga, "Lupakan saja, tidak suka tersenyum bukanlah masalah besar, beberapa wanita masih menyukai pria yang wajahnya lumpuh sepertimu!"
Setelah mendengar apa yang Lina katakan, Saga segera memeluk Lina dengan hangat, dan pupil matanya yang gelap, segera tertutup oleh pelupuk matanya.
...........
Di hari berikutnya, Lina menemukan surat dari Uriel lagi.
"Kami telah menemukan wilayah klan iblis, dan akan segera menyelamatkanmu dan Saga."
Lina langsung merasa senang, setelah membaca pesan dari Uriel.
Kemudian dia segera berkata kepada Saga, "Uriel dan yang lainnya akan segera datang. Kita akan segera keluar dari sini."
Saga yang saat ini sedang membantu merapihkan rambut Lina berkata, "Aku akan membawamu sampai ke pintu keluar. Begitu Uriel dan yang lainnya muncul, kamu bisa segera pergi bersama mereka."
Lina sangat terkejut saat mendengar Saga berkata seperti itu, “Bagaimana denganmu?? Apa kamu tidak ingin ikut kembali bersama dengan kami??”
"Aku tidak bisa pergi denganmu. Aku ingin membantumu, dengan memimpin pasukan klan iblis." Kata Saga.
Mendengar itu, Lina segera meraih tangan Saga sambil berkata, "Tidak, kita harus selalu bersama! Jika kamu tidak ikut pergi bersama kami, aku juga tidak akan pernah pergi dari sini!"
"Sekarang ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat. Di sini sangat berbahaya, kamu harus pergi dari sini sesegera mungkin." Kata Saga sambil menatap Lina tanpa daya.
"Tujuanku datang ke sini, adalah untuk membawamu pulang. Jika aku tidak bisa membawamu pulang, itu artinya apa yang telah aku lakukan sia-sia!" Kata Lina sambil duduk di tanah dan memasang postur seperti anak kecil yang merengek meminta di belikan jajan.
"Aku tidak bisa kembali bersamamu." Kata Saga yang bersikeras menolak.
"Kenapa?" Tanya Lina.
"Kontrak pasangan di antara kita telah dihapuskan." Jawab Saga.
Lina, "....."
Lina hampir lupa kalau Saga hanya dipulihkan ingatannya, tapi kontrak pasangan mereka tidak bisa diperbaiki.
"Jika kita k*w*n lagi, bisakah kita menjadi pasangan lagi?" Tanya Lina yang mencoba untuk tetap keras kepala mengajak Saga pergi.
Mendengar itu, Saga pun menatap mata Lina dalam-dalam, kemudian berkata, "Itu tidak mungkin."
Lina, “……”
Setelah terdiam sesaat karena terkejut mendengar jawaban dari Saga, Lina pun bertanya, "Kenapa tidak?"
“Ramuan air melupakan cinta, telah membuatku kehilangan sebagian besar kemampuan persepsiku. Sekarang, aku tidak lagi bisa tertawa atau pun menangis. Aku tidak bisa merasakan kepahitan, dan aku tidak lagi bisa merasakan sakit karena kepanasan atau pun kedinginan. Itulah kenapa aku tidak merasakan panas saat memakan kentang yang kemarin kamu bakar, aku juga sudah tidak lagi bisa untuk tertawa." Jawab Saga.
Lina, "....."
Lina hanya menatap Saga dan tidak bisa berkata-kata.
Lalu, terdengar suara Saga yang lanjut berkata, "Ceritamu sangat menarik, tapi aku tidak bisa tertawa. Sekarang aku adalah produk cacat, dan aku tidak pantas membuat kontrak sebagai pasanganmu lagi."
__ADS_1
"Kamu bukan produk cacat!" Kata Lina dengan sangat marah. Tak lama kemudian, dia lanjut berkata lagi, "Aku tidak ingin mendengarmu berkata tentang dirimu sendiri seperti itu lagi!"
Mendengar apa yang Lina katakan, Saga hanya menatapanya dan tidak berbicara sedikitpun.
Pada saat ini, Lina segera bangkit dari duduknya, lalu memeluk pinggang Saga sambil berkata, "Itu bukan salahmu. Leluconku lah yang terlalu hambar. Lain kali aku tidak akan pernah menceritakan lelucon hambar semacam itu lagi. Ikutlah kembali bersamaku, aku pasti akan mencoba mencarikanmu obat untuk menghilangkan efek samping ini."
"Tidak akan ada Obat semacam itu.." Ucap Saga.
Mendengar itu, Lina pun segera melepaskan pelukannya dan menatap Saga, kemudian berkata dengan mantap, "Siapa yang bilang tidak ada? Ingatanmu bahkan bisa aku kembalikan. Jika hanya soal sedikit efek samping, hal itu sama sekali tidak akan bisa mengalahkanku."
Meskipun melihat penampilan Lina yang sangat penuh percaya diri dan penuh tekad, Saga masih tetap bersikap dingin dan seperti tidak sedikitpun melunak.
Kemudian Lina memeluk pinggang Saga lagi, dan berkata dengan lembut, "Tidak peduli alasan apa yang kamu ucapkan, kamu harus ikut kembali bersamaku. Jika kamu tidak pergi, aku akan menemanimu dan menghabiskan waktuku di sini bersamamu. Masalah besarnya, pamanmu pasti akan mengetahuinya dan aku pasti akan dibunuh olehnya."
"Omong kosong. Aku tidak akan membiarkanmu terbunuh." Ucap Saga dengan dingin.
"Kalau begitu, ikutlah kembali bersama denganku." Kata Lina memelas sambil memeluk pinggang Saga, dan wajahnya menengadah ke atas untuk menatap Saga yang bertubuh tinggi.
Saat menatap wajah manis imut dan cantik Lina yang saat ini terlihat sedih, membuat Saga tidak bisa marah terhadapnya.
Dia juga sudah tidak tahan lagi jika harus terus bersikap dingin untuk menakut-nakuti Lina, atau bahkan sampai melihatnya menangis.
Akhirnya, Saga pun memutuskan untuk menyerah, "Baiklah."
Begitu Lina mendengar apa yang Saga ucapkan, dia segera melepaskan pelukannya kemudian melompat-lompat kegirangan, dan kembali memeluk pinggang Saga sambil berkata, "Bagus! Kita harus segera bersiap-siap!"
Setelah berkata seperti itu, Lina mengambil lagi sebutir biji teratai lalu menelannya, dan memutuskan untuk merubah dirinya menjadi bunga bakung putih kecil lagi.
Saga pun menyembunyikan bunga putih kecil itu di balik jubahnya dan berjalan keluar dari kamarnya.
Saat melihat Saga yang berjalan keluar dari kamar, Yayan pun segera menghampirinya dan berkata kepadanya, "Kemana anda akan pergi?"
Saat Saga telah sampai di hutan, para penjaga yang sedang berpatroli pun segera menghentikannya.
"Sebaiknya anda tidak masuk ke dalam hutan, karena di sana sangat berbahaya." Ucap salah satu dari mereka.
"Karena itulah aku ingin masuk," kata Saga yang kini kedua bola matanya memancarkan cahaya aneh berwarna merah. Kemudian dia berkata lagi, "Setelah berhari-hari berlatih, aku harus mencari tempat untuk mencoba hasil latihanku"
Mendengar apa yang Saga katakan, penjaga itu pun berkata dengan ragu-ragu, "Tapi.. Ketua telah memerintahkan kepada kami, supaya tidak membolehkan anda pergi terlalu jauh.."
"Seberapa jauh aku bisa berjalan di dalam hutan yang begitu besar ini? Jika kalian tidak percaya, kalian bisa ikut bersama denganku ke hutan." Selesai berkata seperti itu, Saga memutuskan untuk tetap melangkahkan kakinya, untuk menuju ke hutan.
Para penjaga itu pun mau tak mau memberikan jalan bagi Saga, yang tetap bersikeras masuk ke dalam hutan.
Yayan yang masih terus mengikuti Saga juga segera membuka mulutnya lagi, "Berjalan perlahan saja, hutan ini benar-benar berbahaya."
Tidak tahu karena apa, kali ini setelah Saga memasuki hutan, pohon-pohon kanibal di hutan ini tidak seagresif seperti terakhir kali Saga masuk kemari, saat dia mencoba untuk kabur.
"Selama aku tidak mendekati pohon, mereka juga tidak akan menyerangku." Pikir Saga yang saat ini sedang merasa sedikit heran.
Tapi, ada banyak sekali pohon kanibal di hutan ini. Meskipun Saga telah dengan hati-hati menghindari beberapa pohon, tetap saja dia tidak bisa menghindari, supaya tidak mendekati beberapa pohon besar yang masih selalu ada dan menghalangi jalannya.
Karena merasa sudah tidak ada cara lain lagi untuk menghindarinya, Saga pun langsung merubah sebagian tubuhnya kebawah menjadi Ular, dan menggunakan ekor Ularnya untuk menghantam pohon kanibal itu hingga hancur berkeping-keping, sebelum pohon itu sempat me ~ mekarkan bunganya dan menyemprotkan racun pelumpuh saraf kepada Saga.
"DUBRAAKKK!"
Dengan menggunakan ekor Ularnya, Saga menghancurkan semua pohon kanibal di sepanjang dia berjalan, hingga mereka hancur berantakan.
__ADS_1
"BRAKKK!"
"KRAAKKK!"
Melihat Saga yang kini telah berjalan semakin jauh dan akan segera keluar dari hutan, Yayan pun segera berteriak kepada Saga, "CUKUP SAMPAI DI SINI SAJA. KITA HARUS KEMBALI!"
Tapi Saga menganggap angin lalu apa yang Yayan serukan kepadanya, dan tetap berjalan untuk keluar dari hutan ini.
Dan akhirnya, Yayan menyadari kalau saat ini ada sesuatu yang salah. Kemudian, dia segera berlari mengejar Saga dan mencoba untuk menghentikannya.
"Jika anda melangkah lebih jauh lagi dari sini, saya akan memanggil para penjaga kemari."
Tapi Saga hanya menatapnya dan berkata dengan dingin, "Lakukan apa pun yang kamu inginkan."
Baru saja Yayan akan membuka mulutnya lagi, tapi tiba-tiba saja Saga telah melesat pergi!
"Sial!"
Setelah itu, Yayan segera membungkuk di tanah, dan berubah ke wujud binatangnya.
Ternyata dia adalah seekor cerpelai berwarna abu-abu.
Mengetahui kalau dia bukanlah lawan Saga, dia pun memutuskan untuk segera berlari kembali ke markas, sambil berteriak.
"SAGA MENCOBA UNTUK KABUR LAGI! SEGERA KALIAN KEMARI DAN HENTIKAN DIA!"
Begitu para penjaga yang sedang berpatroli di sekitar danau mendengar suara Yayan, mereka semua pun segera berlari menuju ke hutan.
Tidak terkecuali bagi Ubur-ubur raksasa yang selalu diam mengambang di atas danau, juga bisa mendengar suara Yayan. Tentakelnya yang tipis dan panjang, yang tak terhitung jumlahnya, dengan sangat cepat segera menjulur menuju ke arah Saga!
Pada saat ini, Saga semakin mempercepat pergerakannya untuk bergegas supaya bisa segera keluar dari hutan kanibal ini.
"SRAK! SRAK! SRAK! SRAK!"
Lina yang saat ini sedang dalam wujud bunga putih kecil pun keluar dari balik jubah Saga, lalu menunjuk ke gua bawah tanah yanga ada di depan dan berkata, "Dari situlah aku masuk. Itu pasti juga pintu keluarnya."
Mendengar apa yang Lina katakan, Saga pun dengan sekuat tenaga mempercepat lagi pergerakannya, supaya bisa segera menuju ke gua tersebut.
Saat sudah hampir sampai dimulut gua, Saga menyempatkan untuk menoleh kebelakang, karena dia merasakan ada yang semakin mendekati dirinya.
"Hah? Tentakel si Ubur-ubur sangat cepat sekali!"
Setelah berpikir seperti itu, Saga pun segera mengibaskan ekor Ularnya, untuk menyingkirkan tentakel-tentakel yang berusaha untuk menjerat dirinya.
"DUAGH!"
Namun, tentakel-tentakel tersebut sangat fleksibel dan tidak mudah rusak, meskipun telah diserang oleh Saga. Sebaliknya, tentakel-tentakel tersebut dengan erat menjerat ekor Saga.
"WETT! WETT! WETT!"
Dan berupaya menarik Saga supaya dia kembali ke markas klan Iblis.
Tidak peduli bagaimana Saga telah berjuang dengan seluruh kekuatannya, dia sama sekali tidak bisa melepaskan dirinya dari belenggu tentakel-tentakel si Ubur-ubur raksasa.
Para penjaga pun juga terlihat hampir tiba dimulut Gua.
Sadar kalau dia sudah tidak lagi bisa kabur. Dia pun segera meraih bunga bakung putih kecil dari balik jubahnya dan melemparkannya ke dalam gua dengan seluruh kekuatannya.
__ADS_1
"Pergilah! Jangan menoleh ke belakang lagi!"