Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 132 - Merawat Para Orc


__ADS_3

Menghadapi tatapan mata penuh harap dari gadis yang sangat dia cintai, Saga pun tidak mampu untuk mengatakan tidak.


Dan akhirnya, Saga mengikuti Lina pulang bersama dengan Uriel.


...........


Rei telah membawa banyak Orc yang terluka ke Gunung Batu. Begitu sampai di rumah, Rei segera turun tangan langsung untuk menyelamatkan yang terluka dan yang sekarat.


Saat ini Uriel sedang membalut lagi luka yang ada di lengannya.


Masih dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, Saga menghampiri Uriel. Tapi dari sorot matanya, bisa terlihat adanya sedikit penyesalan.


"Maaf, tidak seharusnya aku menyakitimu dan Wiro."


Mendengar apa yang Saga katakan, Uriel tersenyum dengan lembut sambil berkata, "Hanya cedera kecil, setelah dua hari juga akan membaik. Menyatukan keluarga adalah hal yang jauh lebih penting."


Saga, "....."


Saga hanya bisa menunduk.


Melihat Saga yang tertunduk lesu seperti sedang menyesali perbuatannya, Uriel menghampiri dan menepuk pundak Saga untuk menghiburnya.


"Kami tidak pernah sekalipun menyalahkan dirimu, dan kamu juga tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri,"


Tapi kemudian Saga berkata, "Aku adalah sosok yang sangat berbahaya, yang suatu hari nanti, kemungkinan akan menyakiti Lina. Demi keamanan Lina, bukankah seharusnya kamu menghentikanku dan mencegahku untuk tetap berada di sisi Lina?"


Masih dengan satu tangannya yang masih memegang pundak Saga, Uriel menatapnya dan tersenyum dengan lembut.


"Aku percaya, kalau kamu tidak akan pernah menyakiti Lina."


"Bagaimana kamu bisa yakin kalau aku tidak akan menyakiti Lina? Jikalau saja suatu saat nanti, aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi untuk yang kesekian kalinya, aku pa ..."


Tapi Uriel segera memotong perkataan Saga yang terdengar pesimis, "Kamu mencintai Lina, kan?"


Saga, "....."


Pertanyaan retoris dari Uriel, membuat Saga terdiam.


Uriel pun kembali menepuk pundak Saga yang terdiam.


"Kita semua mencintainya, jadi jangan pernah membuat Lina bersedih."


Saga, “……”


Kemudian Uriel berkata lagi, “Oke, sekarang aku akan pergi untuk membantu Lina. Jika kamu sudah merasa baikan, datang dan bergabunglah dengan kami."


Baru setelah Uriel pergi, Saga mengucapkan sepatah kata dengan suaranya yang rendah.


"Baiklah."


Lantai tiga belas telah disisihkan sebagai area medis. Semua Orc yang cedera, terkonsentrasi di lantai ini.


Ada lebih sari delapan puluh Orc yang terluka, yang dibawa kembali oleh Rei, termasuk dua di antaranya adalah pasien yang terluka parah.


Saat ini Lina telah datang untuk menemui dua pasien yang terluka parah. Saat dia tiba di lokasi, dia bisa melihat keadaan pasien yang terluka parah.

__ADS_1


"Pasien yang ini organ dalamnya terluka, mungkin akibat terkena tendangan dari lawannya, dan yang satu lagi terluka di bagian kepalanya. Sekarang mereka sedang tidak sadarkan diri. Nafas mereka juga terlihat sangat lemah. Cedera serius seperti ini tidak bisa diselamatkan hanya dengan minum obat. Jika dibiarkan seperti ini terus, mereka bisa mati kapan saja!"


Di zaman purba seperti sekarang ini, belum ada yang namanya operasi bedah. Lina bukanlah seorang ahli bedah, apalagi ahli bedah yang profesional.


Tapi tanpa ragu-ragu dan tak perlu berpikir panjang lagi, Lina langsung meminta pada orang yang sedang berada di dekatnya, untuk merebuskan sepanci sup bergizi. Kemudian dia menyayat jarinya, supaya bisa memeras beberapa tetes darah untuk dicampurkan ke dalam sup.


Setelah meminum sup, dua pasien yang terluka parah pun segera siuman.


Kemudian Lina memeriksa mereka, dan melihat kalau mereka sedang dalam tahap pemulihan, pada luka-lukanya yang sebelumnya parah.


"Akhirnya mereka telah berhasil melewati masa-masa kritis. Sepertinya keputusanku untuk menggunakan darahku berhasil."


Kini Lina pun mulai bisa bernapas lega, kemudian dia berkata kepada Bonny yang sedang mengikutinya, "Kamu yang bertanggung jawab untuk merawat kedua pasien ini. Setiap pagi dan sore, kamu harus memberi mereka semangkuk obat setiap harinya dan juga memberi mereka minum. Jika kamu menghadapi situasi sulit apa pun, segera beritahu aku."


Di hadapan tatapan mata yang cerah dari betina kecil itu, wajah Bonny segera memerah dan dengan cepat dia pun menjawab, "Baik Guru!"


Bonny tahu kalau Lina memahami tentang pengobatan, jadi dia datang kemari untuk membantunya dan mempelajari beberapa keterampilan medis.


Awalnya dia sempat berpikir kalau Lina akan mengabaikannya, dan bahkan mungkin akan mengusirnya. Karena Bonny pernah mendengar, kalau para dukun tahu bagaimana cara melindungi rahasia mereka, dan tidak akan pernah memberikan keterampilan dan pengetahuan medis mereka kepada orang ketiga, kecuali orang itu adalah murid mereka sendiri.


Jika seseorang ingin mencuri dari mereka, para dukun itu akan sangat marah. Dan bagi para dukun yang berwatak buruk, mereka bahkan bisa sampai membunuh orang.


Tapi ada hal yang mengejutkan bagi Bonny, "Guru tidak hanya tidak mengusirku, tapi juga mempercayakan diriku untuk melakukan seperti apa yang dia minta. Tampaknya Guru sama sekali tidak peduli kalau dia sedang diawasi oleh orang lain."


Lina memberitahukan pada Bonny, resep untuk merawat dua pasien yang sedang terluka parah dan mengatakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat kedua pasien tersebut.


Karena Bonny telah berada di kelas selama beberapa hari ini, dia sangat memahami apa yang dikatakan oleh Lina. Tanpa perlu Lina mengulangi untuk kedua kalinya, Bonny bisa mengingat semua kata-katanya dengan tepat.


Kini mata Bonny penuh dengan rasa bangga dan rasa syukur.


Bahkan jika sekarang dia diperintah untuk melompat dari Gunung Batu, dia bisa menuruti untuk melakukannya tanpa berkedip.


Lina tidak tahu kalau secara tidak sengaja, dia telah membuat seorang laki-laki menjadi menggemari dirinya.


Semua hal-hal yang harus dijelaskan, telah dijelaskan seluruhnya oleh Lina. Kemudian dia berbalik dan meninggalkan Bonny, supaya bisa berkonsentrasi untuk merawat dua pasien yang terluka parah.


Jumlah pasien dengan luka ringan relatif besar, Lina sibuk seorang diri, tapi untungnya ada Uriel dan Saga yang datang untuk membantu dirinya.


Lina bertugas sebagai dokter yang meresepkan obat-obatan untuk para pasien, Saga bertanggung jawab untuk membalut luka, sedangkan Uriel bertanggung jawab untuk merebus sup dan obat-obatan.


Ketiganya saling berbagi tugas dan menghabiskan waktu mereka sepanjang hari, untuk mengobati luka-luka para pasien.


...........


Saat kembali ke rumah, ketiganya merasa sangat kelelahan.


Terutama Lina, begitu dia memasuki pintu rumah, dia segera duduk di karpet bulu. Lina merasa begitu sangat kelelahan, hingga dia tidak ingin menggerakkan jari-jarinyanya.


"Haaa.. Capek sekali!"


Saat mendengar suara Lina yang telah kembali kerumah, Leon segera terbang turun dari lantai atas dan mendarat dengan mantap di depannya. Sambil makan biji bunga matahari, Leon bertanya, "Di mana burung panggang yang kamu janjikan untukku?"


Lina berkata sambil tak bergerak, "Hari ini tidak ada burung panggang. Sekarang aku akan istirahat dan baru memasaknya untukmu besok."


Tapi Leon menatap Lina, dengan sorot matanya yang menyelidik, "Kenapa kamu terlihat begitu sangat lemas? Apakah ketiga laki-laki di keluargamu sudah menguras tenagamu?"

__ADS_1


Mendengar apa yang Leon katakan, mata Lina segera melotot ke arah Leon dan berkata, "Aku pikir, selain mulutmu yang harus selalu disumpal dengan makanan, seseorang pasti akan membunuh dirimu akibat dari perkataanmu."


Leon terkekeh, "Hehehe! Orc yang bisa membunuhku belum terlahir."


"Ah masa? Benarkah begitu?"


Mendengar Lina yang berkata seolah meragukan perkataannya, Leon hanya tertawa, "Hahaha.."


Lina, "....."


Pada saat makan malam, Uriel yang memasak burung pegar panggang. Bentuk dan rasanya jauh lebih baik daripada yang Lina masak.


"Rasa burung panggang yang kamu buat sangat enak dan gurih! Sangat Lezat! Sangat berbeda dengan yang Lina buat." Ucap Leon.


Bahkan tulang-tulangnya ikut dia kunyah dan dia telan kedalam perutnya.


Lina segera menatap Leon yang telah selesai berkata seperti itu.


"Tidak usah banyak bicara! Makan yang benar!"


...........


Pada siang hari, Lina berkeringat dan ingin mandi, kemudian lanjut untuk tidur lagi.


Uriel merebus air hingga hangat, kemudian membopong Lina menuju ke bak mandi dan menggosok tubuh mungil gadis kecilnya dengan hati-hati.


Lina sedang berbaring di tepi bak mandi.


"Air hangatnya terasa sangat nyaman, ditambah dengan tangan Uriel yang sedang menggosok-nggosok tubuhku dengan sangat lembut, sepertinya aku sudah tidak bisa menahan kantukku."


Dan pada akhirnya, Lina benar-benar tertidur.


Uriel membantu untuk mengeringkan tubuh gadis kecilnya, dan kemudian dengan hati-hati membopongnya kembali ke tempat tidur.


Ketika Uriel akan berbalik meninggalkan Lina untuk beristirahat, tiba-tiba Lina terbangun.


Lina memeluk lengan Uriel, dan kepalanya terus dia usap-usapkan ke lengan Uriel sambil bergumam, "Jangan pergi, tetap di sini.."


Setelah selesai mandi, kini Lina terlihat seperti roti kukus yang baru saja keluar dari kuali. Terlihat sangat putih dan lembut, serta memancarkan aroma yang sangat menarik.


Kemudian Uriel menyentuh kepala gadis kecilnya dan berkata dengan lembut, "Oke, aku tidak akan kemana-mana."


Uriel pun segera ikut berbaring di tempat tidur.


Lina dengan sadar menyesuaikan postur tubuhnya, dan memeluk lengan Uriel untuk menemukan posisi yang nyaman, dan kemudian tertidur dengan sangat pulas.


...........


Keesokan paginya.


Wiro telah kembali bersama dengan para Orc Serigala yang dia bawa.


Mereka juga kembali dengan membawa berita yang sangat buruk.


"Heli Belang dan Ida Ruln telah berhasil kabur!"

__ADS_1


__ADS_2