
Pay mencintai wanitanya dan sangat ingin membawanya pulang untuk merawatnya.
Namun sebelumnya, Wiro telah memperingatkan agar tidak membawa orang asing masuk ke dalam Gunung Batu. Jadi Pay hanya bisa menempatkan Ida Ruln di rumah batu, dan kemudian pulang seorang diri. Dia berencana untuk meminta kepada ketua Wiro, untuk membolehkan Ida masuk ke dalam Gunung Batu.
Tapi ternyata ketua Wiro sedang tidak ada di rumah, Pay yang tidak bisa menemukan di mana ketua Wiro, tapi malah bertemu dengan saudara perempuannya, Meli.
Meli mengomeli Pay demi tujuan yang baik, karena Meli mengetahui kalau Pay No menjalin hubungan dengan Ida Ruln!
Tapi Pay tetap bersikukuh dengan pilihannya.
Kemudian Pay berkata dengan lantang, "Aku sudah k*w*n dengan Ida. Sekarang dia sudah menjadi pasanganku. Aku tidak akan pernah meninggalkannya!"
"Kamu memang Serigala kecil tak tahu diri! Kamu sudah membuatku kesal!" Seru Meli kesal.
Melihat penampilan menyedihkan saudara perempuannya, Pay No merasa sudah tidak tahan lagi. Tapi ketika dia berpikir kalau Ida masih menunggunya di rumah batu, dia segera mengeraskan hatinya dan dengan tegas berkata, "Jika ketua Wiro tidak setuju bila aku membawa Ida ke Gunung Batu, maka aku akan pergi bersamanya!"
"Apa kamu akan pergi meninggalkan keluarga Serigalamu di Gunung Batu demi orang luar?" Meli bertanya dengan suaranya yang terdengar dalam.
Pay menghindari pandangan saudara perempuannya dan mengepalkan tinjunya.
"Ya!"
Tiba-tiba terdengar suara seseorang.
"Kalau begitu, kamu bisa mengajak Ida Ruln pergi bersama denganmu."
Kini kerumunan menjadi gempar, dan segera menoleh ke arah sumber suara. Mereka melihat Wiro yang berjalan keluar dari kerumunan sambil menatap kearah Pay dengan tatapannya yang tegas. Tidak terlihat ada emosi yang menakutkan di mata hijau gelapnya.
Para Orc dari suku Serigala pun segera mundur satu demi satu.
Wiro terus melangkah maju, mendekati Lina dan anak-anak Serigalanya, langkahnya kemudian berhenti dan berbisik di telinga Lina, "Kamu kembali dulu saja."
"Baiklah." Lina juga tidak ingin mengganggu ketegasan Wiro terhadap anggota klan Serigalanya, dan dengan patuh segera membawa pulang anak-anak Serigala.
Apa yang terjadi setelah itu, Lina pun sudah tidak tahu lagi.
Sampai Wiro telah kembali kerumah, dia baru mengetahui hasilnya langsung dari Wiro.
"Pay No sudah pergi."
Lina tidak menduga akan jadi seperti ini, dia pun menghela nafasnya.
"Hhhh.."
"Meli pasti sangat sedih. Meskipun Meli tidak menyukai kelakuan adik laki-lakinya yang seperti ini, tapi dia sangat peduli pada adiknya. Dari dalam lubuk hatinya, Meli sangat menyayangi adik laki-lakinya."
Tapi sekarang dia malah menelantarkan adiknya, karena seorang betina yang baru dikenalnya satu malam.
Meli sepertinya merasa kalau dia telah menjadi kakak yang buruk!
__ADS_1
Wiro merasa tidak punya pilihan lain, kemudian dia berkata lagi, "Apa bedanya dia dengan terkena wewangian rubah lagi? Apa lagi Pay sudah k*w*n dengan Ida dan kontrak pasangan sudah mengikatnya dengan diri Ida. Kecuali jika Pay sudah mati, dia tidak akan pernah bisa meninggalkan Ida Ruln selama hidupnya."
Lina, "....." Lina hanya bisa terdiam.
Kemudian Wiro berkata lagi, "Kontrak pasangan memang hal yang kejam. Dengan adanya kontrak ini, telah mengikat kehidupan para Orc jantan. Mereka sudah tidak bisa lagi bebas, kecuali bila Orc jantan tersebut mati. Bisa dibilang jika seorang laki-laki telah bertemu dengan pasangan perempuan dan menjalin asmara, dengan kata lain, hidup mereka telah berakhir."
Lina hanya bisa mendesah.
Mendengar dan melihat Lina yang mendesah dan sedang mengerutkan keningnya, Wiro pun bertanya, "Apa yang sedang kamu pikirkan? Kenyataannya memang begitu."
"Aku sedang memikirkan anak-anak kita. Apa yang akan terjadi dengan mereka nantinya? Bagaimana jika nantinya mereka dipermainkan oleh pasangan wanita mereka?"
Wiro menjawab dengan sangat lugas, "Biarkan mereka mendapatkan pasangan, sesuai dengan standarmu. Jika si wanita tidak memenuhi standarmu, jangan izinkan anak kita menikahi wanita tersebut!"
"Bagaimana mungkin kamu sebagai ayah bisa melakukan hal seperti ini pada anak-anak kita?"
...........
Sore harinya Meli datang mencari Wiro. Lina juga sedang berada di rumah.
Lina melihat kedua mata Meli yang bengkak dan suaranya terdengar sangat serak. Tubuhnya juga terlihat kuyu.
"Aku tidak menyangka kalau Meli yang selalu riang dan berpikiran terbuka, telah berubah menjadi seperti ini.. Tampaknya kepergian Pay benar-benar menjadi pukulan besar bagi dirinya."
Rei pun dengan hati-hati sambil memegangi Meli.
Saat ini Meli sedang menatap Wiro dan memohon, "Pay pasti telah terpedaya oleh si Rubah betina. Nanti aku akan menemuinya lagi. Jika aku bisa membujuknya untuk meninggalkan si rubah betina, bisakah kamu membiarkan dia kembali ke klan Serigala Batu?"
Tapi bahkan jika laki-laki tersebut ditinggalkan oleh si betina, harga yang harus dia bayar sangat lah besar.
Sudah pasti Pay tidak akan bisa menahannya.
Tapi kata-kata ini tidak diucapkan oleh Wiro, dia mengangguk.
"Bisa."
Kemudian Meli cepat-cepat membungkuk.
"Terima kasih! Terima kasih atas kemurahan hatimu ketua."
Lina segera mengangkat Meli yang sedang membungkuk.
"Kamu terlihat sedang tidak sehat. Kembalilah untuk beristirahat. Meskipun Pay harus pergi, tapi kamu masih memiliki Rei dan anak-anak. Demi mereka, kamu harus tetap kuat dan sehat."
Mendengar kata-kata Lina, telah membuat Meli menjadi sedikit lebih bersemangat.
Tidak lama setelah Rei dan Meli pergi, kini Leon yang datang kerumah.
Begitu dia masuk, si kuncup bunga kecil sudah tidak sabar untuk keluar dari lengan baju Leon dan bermain dengan para anak-anak Serigala.
__ADS_1
Begitu Lina melihat Leon, dia pun segera bertanya, "Apa kamu datang kemari untuk biji bunga matahari lagi?"
Leon terkekeh.
"Hehehe.. Apakah bila setiap aku datang kemari, dimatamu tidak ada hal lain selain biji bunga matahari? Kamu terlalu memandang rendah diriku."
"Berhentilah bicara omong kosong. Ada tujuan apa kamu datang ke sini?" Tanya Lina.
"Aku di sini ingin mananyakan, apa kamu punya obat untuk mengatasi kesulitan reproduksi klan Bulu?"
Lina, "....."
"Selesai sudah! Setelah aku melahirkan, aku pergi makan, minum dan bersenang-senang. Aku benar-benar lupa tentang obatnya!"
Kemudian Lina terbatuk pelan.
"Apa? Oh, tunggu sebentar. Aku sudah punya beberapa detailnya. Aku juga masih perlu menelitinya lebih lanjut lagi. Saat aku sudah mendapatkannya, aku pasti akan mengirimkan obat itu kepadamu."
Sekilas Leon melihat tingkah Lina, dia pun mengangkat alisnya dan terkekeh.
"Hehehe.. Kamu pasti sudah melupakan semua hal yang sudah aku katakan padamu, kan?"
Lina pun cepat-cepat menyangkal. "Tidak, tidak! Aku sama sekali tidak melupakannya."
Kemudian Leon memegang sambil mencubit dagu Lina.
"Sebaiknya kamu tidak menipuku."
Lina mencoba untuk mengeluarkan senyum tulusnya.
"Aku tidak pernah menipu orang lain!"
Pada saat ini Wiro baru saja masuk, melihat Leon yang sedang memegang dagu Lina, emosinya pun segera meledak.
Dia bergegas memegang tangan Leon dan menyingkirkannya, dan berkata dengan marah, "Kau tidak diizinkan untuk menyentuh Lina!"
Kemudian dengan sengaja Leon menjilati jarinya, yang baru saja dia gunakan untuk menyentuh dagu Lina. Mata semerah darahnya menatap Lina dalam, seolah ingin menelan betina yang ada di hadapannya ini.
Mata mengejeknya telah membuat Wiro menjadi lebih marah lagi.
Wiro pun segera meraih kerah jubah Leon dan meraung, "Apa kau pikir aku tidak berani melawanmu?!"
Leon masih terlihat malas meladeni dan tidak memasukkan ancaman Wiro ke dalam hatinya.
"Jika kamu ingin bertarung, lakukan saja. Kebetulan akhir-akhir ini tanganku sedang sangat gatal. Aku akan sangat senang bila kamu mau menemani tanganku untuk berlatih."
"Ka .."
Lina cepat-cepat menarik tangan Wiro.
__ADS_1
"Kamu tenanglah, Leon tidak menyukaiku sama sekali, dia sudah menyukai orang lain, aku juga tidak ada hubungan apa-apa dengan dia. Kamu jangan marah lagi pada Leon."