Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 168 - Saga Pasti Akan Baik-baik Saja


__ADS_3

Sebelum Nano kembali ke Kota Matahari bersama dengan kesepuluh asistennya, dia membeli banyak buah-buahan dan sayuran, dengan membayarnya menggunakan batu kristal.


Dalam periode waktu ini, selama Lina memiliki waktu luang, dia akan pergi ke danau untuk menengok Saga.


Kadang-kadang, Saga akan keluar dari air untuk mengucapkan beberapa patah kata padanya, tapi kadang-kadang juga dia sama sekali tidak menunjukkan dirinya.


Saat ini Lina sedang berdiri di pinggir danau, sambil melihat kearah bawah danau.


"Danau ini sangat dalam, aku hanya bisa melihat sampai kedalaman tertentu saja. Aku sama sekali tidak bisa melihat apa yang terjadi di dasar danau."


...........


Lebih dari sepuluh hari kemudian, Saga pun akhirnya mulai berganti kulit.


Tubuh Ularnya yang besar itu terus berputar-putar di dasar danau, hingga membuat air danau seperti diaduk-aduk.


Lina hanya bisa berdiri agak menjauh dari tepi danau dan meregangkan lehernya untuk melihat ke sekelilingnya.


Saat melihat Ular Piton yang seperti sedang kesakitan, Lina pun mulai merasa khawatir.


"Apakah berganti kulit sangat menyakitkan?"


Uriel yang tidak berganti kulit, jelas tidak tahu jawabannya. Dia hanya bisa mencoba untuk menghibur gadis kecil mungilnya.


"Aku rasa pasti Saga akan baik-baik saja."


Dalam roses pengelupasan kulit lamanya, Saga membutuhkan waktu empat hari, hingga seluruh kulit lamanya yang menempel di tubuhnya menghilang.


Setelah semuanya selesai, dia bergerak keluar dari dasar danau, dengan ekornya yang melilit bekas kulit yang besar, dan meletakkannya di pinggir danau.


Kulit Ular Piton yang sebelumnya terlihat memudar, kini menjadi terlihat lebih cerah. Pada kulit aslinya yang berwarna gelap, terdapat banyak garis-garis gelap berwarna abu-abu keperakan, hingga terlihat seperti gelombang air. Memberikan kesan dingin pada sosok Ular Piton itu.


Lina yang merasa sangat senang, segera berlari dan memeluk tubuh Ular Piton tersebut.


"Akhirnya kamu keluar juga dari dasar danau. Selama ini aku sangat mengkhawatirkanmu!"


Saat mendengar itu, Ular piton itu pun segera menundukkan kepalanya dan menggosok-nggosokannya ketubuh Lina sambil berkata, "Aku baik-baik saja."


Saat ini Uriel menatap Saga dari atas ke bawah, kemudian dia berkata, "Selamat atas keberhasilan peningkatan peringkat bintangmu."


"Terima kasih." Ucap Saga.


Setelah pergantian kulit ini, kini peringkat bintang Saga telah naik dari tiga bintang menjadi empat bintang. Kekuatannya kini juga lebih kuat dari sebelumnya.


Lalu Saga memberikan kulit lamanya yang telah terkelupas kepada Lina, dan memintanya untuk menyingkirkan kulit tersebut.


"Tolong bantu aku membuang bekas kulit lamaku ini."


"Aku akan menyimpannya di dalam ruang penyimpanan saja." Ucap Lina.


Setelah itu, Lina pun kemudian naik dan duduk di atas punggung Ular Piton. Uriel yang telah merubah wujudnya menjadi Harimau putih juga berjalan mengikuti mereka.

__ADS_1


Kini ketiga orang itu telah kembali ke Gunung Batu bersama-sama.


Saat Wiro melihat kalau kini peringkat bintang Saga telah meningkat menjadi bintang empat, tapi dia sendiri masih tetap di peringkat bintang dua, dia pun mulai merasa tertekan.


"Aku adalah yang terlemah di antara tiga laki-laki yang ada di rumah ini."


Dia juga ingin mencari batu esensi, untuk menyerap seluruh energi yang ada di dalam batu esensi, tapi Uriel memberitahunya.


"Atributmu adalah atribut es. Sejauh ini, tidak ada kristal dengan atribut es di kristal berwarna yang selama ini telah ditemukan."


Dengan kata lain, tidak ada batu esensi kristal yang bisa untuk diserap energinya oleh Wiro. Hal itu yang kini membuat Wiro semakin terlihat lebih menyedihkan.


Saat melihat ekspresi Wiro yang terlihat tidak seperti biasanya, Uriel menepuk pundak Wiro dan berkata, "Atribut es pada Serigala Perak adalah atribut khusus. Selama kamu membangkitkan roh Binatang Buasmu, atribut es itu juga dengan sendirinya akan tetap muncul sebagai atribut es bawaan untuk dirimu. Tidak seperti Orc biasa, bahkan jika roh Binatang Buas mereka telah bangkit, ada dari mereka yang tidak memiliki atribut apa pun. Mereka yang kosong, hanya bisa mengandalkan keberuntungan dan bakat dari mereka sendiri, untuk bisa merangsang supaya atribut mereka bisa muncul, meskipun hasilnya nantinya akan acak. Dalam hal ini, kamu jauh lebih beruntung daripada Orc biasa."


Kedua tangan Wiro memegangi kepalanya, sambil berkata dengan nada suaranya yang terdengar tertekan, "Tapi tanpa menggunakan batu esensi, aku tidak tahu bagaimana caranya untuk meningkatkan kekuatanku."


Peningkatannya yang terakhir kali adalah saat melawan klan Serigala Air Hitam, yang kebetulan saat itu lawan yang Wiro hadapi satu bintang lebih tinggi dari dirinya.


"Apakah aku harus bertarung ke seluruh dunia jika ingin naik bintang?" Tanya Wiro dengan lirih pada dirinya sendiri dan juga pada Uriel.


"Mungkin orang tuamu tahu harus bagaimana caranya untuk bisa meningkatkan kekuatan mereka," kata Uriel mencoba memberikan saran untuk Wiro.


"Aku hanya mempunyai ayah dan saudara." Ucap Wiro.


Bagi Wiro, ibunya sama sekali bukanlah kerabatnya.


Mendengar itu, Uriel pun berpikir sesaat. Saat dia teringat akan sesuatu, kemudian dia pun mulai berkata, "Asal usul Serigala Perak Es sangat misterius, dan jumlahnya sangat sedikit. Aku pernah mendengar, kalau kabarnya pernah ada orang yang pernah melihat tanda klan Serigala Es Perak di daerah bersalju. Mungkin kita bisa menemukan jejak Serigala Es Perak di sana."


Wilayah bersalju juga dikenal sebagai negeri di ujung utara. Sepanjang Tahun, tempat itu akan selalu tertutup oleh es dan salju.


Setelah berpikir seperti itu, akhirnya Wiro pun merasa ragu-ragu.


Pada saat ini, Uriel berkata lagi, "Kamu tidak perlu terburu-buru untuk mengambil keputusan. Bagaimanapun juga, itu baru dugaan. Saat kita bisa mengumpulkan lebih banyak lagi informasi dan memastikan kalau memang benar ada Serigala Perak Es di area bersalju, kami pasti akan menemanimu menuju kesana."


Saat mendengar itu, Wiro pun merasa tergerak hatinya, "Kamu memang saudara yang baik! Kalau begitu, sekarang kamu beristirahat saja dulu. Aku yang akan memasak makanan untuk malam ini."


Tapi dengan cepat Uriel segera meraih pundak Wiro sambil berkata, "Saudaraku, lebih baik kamu selesaikan urusan suku saja. Tidak usah memasak!"


Wiro, “.....”


Akhirnya Uriel telah mencoba yang terbaik, untuk menghentikan Wiro yang sangat ingin memasak dan menunjukkan keahlian memasaknya.


Makan malam untuk malam ini masih dibuat oleh Uriel. Kuah kental yang direbus lama dengan memasukkan beberapa tulang, dan juga ada daging panggang yang manis dan empuk, yang dibalut dengan sayuran rebus.


"Sepertinya sangat enak!" Batin Lina.


Melihat semuanya makan dengan senang hati, Wiro pun membuka mulutnya untuk bertanya, "Apakah rasa masakanku tidak bisa dibandingkan dengan masakan Uriel?"


Mendengar apa yang Wiro tanyakan, Lina pun menatapnya dengan penuh kasih dan berkata dengan sangat lembut, "Wiro sayang.. Kenapa kamu membandingkan seekor semut dengan seekor gajah?"


Wiro, “.....”

__ADS_1


Lalu Lina mengusap-usap rambut perak Wiro, sambil berkata dengan lembut tapi terdengar sangat serius, dengan kedua mata bulatnya yang terbuka lebar, “Makan saja daging yang ada di mangkukmu! Habiskan!”


"i ii iyaa.. Aku makan sekarang juga." Jawab Wiro merasa takut melihat Linanya seperti sedang marah.


Saat mereka semuanya makan dalam keheningan, tiba-tiba saja Wiro membuka mulutnya lagi dan bertanya kepada Uriel, "Apakah makanan yang aku masak rasanya sangat buruk?"


Uriel terdiam sejenak, tapi dia memutuskan untuk tidak terlalu banyak menyudutkan Wiro. Uriel berkata, "Jika kamu mencabuti seluruh bulu ayam dan membersihkan jeroannya hingga bersih sebelum kamu memasaknya, itu artinya makanan itu bisa untuk dimakan."


Lina pun mengangguk-anggukkan kepalanya saat mendengar apa yang Uriel katakan.


"Ya, ya! Apa yang Uriel katakan memang benar."


Kemudian Saga ikut berkata, "Selama sebulan setelah kalian berdua pergi, setiap harinya Wiro selalu berlatih memasak. Aku dan anak-anak juga dipaksa makan masakannya selama sebulan penuh itu."


Mendengar itu, para anak-anak Serigala menengadahkan kepala mereka dan berkata bersamaan, "Iya.. Iya.. Iya.."


"Iya.. Macakan ayah sepelti mimpi buyuk paya Seyigala.." Kata Wirna.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Wirna, Lina pun mencoba untuk menahan tawanya, dia tersenyum sambil mengusap-usap kepala Wirna.


Saat Wiro mendengar apa yang anak perempuannya katakan, Wiro seperti telah dihantam dengan keras.


"Hhh.. Aku tidak pernah menyangka, selama lebih dari sebulan aku berlatih memasak, akhirnya mendapat perlawanan telak dari semua orang."


Dan akhirnya, Wiro hanya bisa menyerah.


...........


Sesuai dengan resep dari buku, Lina membuat bubuk obat untuk masalah kesuburan. Setelah jadi, dia memberikan bubuk obat itu kepada Leon.


"Ambil obat ini, larutkan bubuk ini ke dalam air, dan suruh para betina dari klan Bulu meminum semangkuk obat ini setiap harinya. Setelah tiga bulan, baru akan terlihat efeknya. Jika masih tidak ada, aku akan mencoba cara yang lain."


Lalu Leon mengambil obat itu dan mengendus-endusnya. Setelah itu dia mengerutkan keningnya dan bertanya, "Apa yang kamu tambahkan di dalamnya? Kenapa aromanya begitu aneh?"


"Ini adalah bubuk obat yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan kering dan serangga." Jawab Lina.


Klan Bulu memang menyukai serangga, Leon pun tidak merasa ada yang salah setelah mendengar jawaban dari Lina. Setelah itu, dia segera membawa bubuk obat itu dan terbang untuk menemui Sky Letta.


...........


Kini banyak sayuran dan buah-buahan yang sudah matang lagi, para Orc pun bergiliran untuk memanen buah-buahan dan sayuran tersebut.


Pada saat ini, tiba-tiba saja ada beberapa Orc yang tinggal di tempat tinggal sementara, yang ada di kaki gunung jatuh sakit.


Orang pertama yang mengetahui tentang hal ini adalah Rei.


Saat dia dan beberapa Orc serigala sedang berpatroli seperti biasanya, dia menemukan kalau ada beberapa Orc yang mencoba untuk menyelinap masuk ke dalam benteng. Saat Rei menangkap dan menanyai mereka, saat itulah dia mengetahui kalau kerabat mereka sakit.


"Perlu diingat, kalau penyakit mereka mungkin saja menular!" Ucap salah satu Orc yang tertangkap.


Saat itu juga, Rei pun segera memberitahu masalah itu kepada Wiro. Kebetulan juga Lina juga sedang berada di samping Wiro, dia pun mengikuti Wiro yang bergegas menuruni gunung.

__ADS_1


Ada banyak Orc yang tinggal di kediaman sementara yang ada di kaki gunung. Lingkungan di sini tidak sebagus seperti di dalam benteng. Ada banyak rumah-rumah yang dibangun dari batu dan kayu, dan beberapa dari rumah itu ada yang bocor.


Untung saat ini di Gunung Batu sudah ada hukum. Setidaknya, saat terjadi hal seperti ini masih tetap tertib, dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa.


__ADS_2